KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 107


__ADS_3

Begitu sampai di pantai, Keenan dan Dira langsung berlari mendekati panti. Dira tampak begitu bahagia memandangi hamparan laut yang luas dihadapannya.


"Mas, ayo kita foto!" ajak Dira. Dia mendekatkan dirinya ke tubuh Keenan dan memulai foto selfie berdua. Dan karena merasa belum puas dengan hasil bidikan kameranya sendiri, Dira menyuruh orang yang ada di dekat mereka untuk membantunya mengambil gambar.


"Mas, Mbak, tolong fotoin kami ya!" pinta Dira kepada dua sejoli yang kebetulan berada tidak jauh darinya.


Dua sejoli itu menatap Dira dan Keenan dengan tatapan aneh yang sulit untuk diartikan. Namun, mereka tetap mau membantu Dira dan Keenan untuk mengambil foto mereka.


Keenan memeluk tubuh istrinya dan menempelkan pipinya di pipi halus Dira. Dan Dira pun melakukan hal yang sama. Keduanya menatap ke lensa kamera dengan senyum tersungging di bibir keduanya.



"Terimakasih, ya," ucap Dira sembari mengambil kamera dari tangan dua sejoli tadi.


"Sama-sama, Mbak," jawab mereka. Mereka kembali menatap Dira, kemudia beralih menatap Keenan, sebelum akhirnya pergi menjauhi pantai.


"Itukan mobil yang tadi mengikuti kami? Tapi siapa mereka dan untuk apa dia mengikuti aku dan Dira?" Keenan kembali berbicara dalam hati.


"Mas, lihat deh. Fotonya bagus ya." Dira mengatakan itu sambil menunjukkan foto hasil jepretan orang tadi.


"Iya, bagus," jawab Keenan singkat tanpa manatap foto yang istrinya tunjukkan.


"Mas, kamu ngelihatin apa sih? Dari tadi kok kelihatan aneh?" tanya Dira. Dia mengikuti arah pandangan suaminya.


"Kenapa dengan mobil itu?" tanya Dira, setelah tahu kalau yang sedang Keenan pandangi adalah mobil yang berhenti tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya__"


"Sepertinya sejak kita keluar dari rumah, mobil itu terus mengikuti kita deh," sela Dira.


"Kami juga menyadari itu?" tanya Keenan.


Dira mengangguk. "Tadinya aku pikir semua itu cuma kebetulan. Tapi, setelah melihat mobil itu juga berhenti di sini. Aku semakin yakin kalau mobil itu memang sengaja mengikuti kita."


"Apa kamu mengenal orang yang mengendarai nya?" tanya Keenan.


Dira menatap lekat-lekat pria berkaca mata yang duduk di bangku kemudi. Meskipun jarak mereka tidak terlalu dekat, Dira yakin kalau dia tidak pernah melihat orang itu. Dilihat dari wajahnya, pria yang mengikuti mereka seumuran dengan kakak mereka Mikha dan Tama.


"Tidak, Mas. Aku belum pernah melihat dia sebelumnya," jawab Dira.


"Jangan sampai dia tahu kalau kita sedang memperhatikannya! Aku masih merasa orang itu berbahaya untuk kita!" Keenan memperingatkan istrinya. Mereka saling mengumbar kemesraan untuk menutupi kalau mereka diam-diam juga mengawasi orang yang mengikuti mereka.


"Mas, orang itu sepertinya sudah pergi dari sini," bisik Dira lirih saat melihat mobil yang sejak tadi mengikuti mereka berjalan mundur, sebelum akhirnya berbelok dan berjalan meninggalkan tempat itu.


"Sebenarnya kenapa dia mengikuti kita?" lirih Keenan.


"Sudahlah, tidak usah memikirkan itu lagi! Toh orangnya sudah pergi!" jawab Dira. "Kita lanjutkan berkeliling pantai lagi yuk!" ajak Dira.


Karena tidak ingin merusak kebahagiaan istrinya, Keenan memilih untuk menuruti kemauan istrinya. Mereka kembali berjalan menyusuri pantai dan sesekali mengambil gambar untuk mendekumentasikan liburan mereka.


"Mas, kita cari tempat makan yuk! Aku lapar!" ajak Dira.

__ADS_1


Keenan melihat jam tangan yang ia kenakan, pantas saja Dira sudah mengeluh lapar, ternyata jam sudah menunjukkan jam satu siang.


"Ayo!" jawab Keenan, dia menggandeng tangan istrinya dan berjalan meninggalkan pantai.


Dira dan Keenan memilih rumah makan yang letaknya paling dekat dengan pantai, karena mereka berencana akan menikmati suasana pantai hingga sore nanti. Dira dan Keenan memilih tempat duduk yang langsung menghadap ke arah laut.


"Mas, kamu mau pilih cumi apa ikan bakar?" tanya Dira sambil melihat buku menu di tangannya.


"Apa pun menu yang kamu pilih, aku pasti akan memakannya," jawab Keenan.


"Baiklah, kalau begitu aku pesan ikan bakar saja ya? Kebetulan aku ingin makan itu."


Keenan tidak menjawab, netranya kembali menangkap pria yang tadi mengikuti mereka. Sesaat netra mereka sempat bertemu dan beradu pandang, sebelumnya akhirnya pria itu kembali menghilang di balik kerumunan orang yang menuju ke rumah makan tersebut.


"Mas," panggil Dira.


"I... iya, sayang," jawab Keenan agak terbata.


"Kamu lihat apa lagi sih? Bukannya orang itu sudah pergi ya, ngapain masih di lihat?"


"Nggak lihat apa-apa, kok sayang. Ini aku cuma lagi merhatiin ternyata pemandangan laut itu indah dan menenangkan," jawab Keenan.


"Aku kira kamu lagi lihat apaan barusan."


Begitu menu yang mereka pesan datang, mereka langsung menyantapnya. Usai makan keduanya kembali menikmati suasana pantai dan baru meninggalkan pantai setelah menikmati sunset.

__ADS_1


__ADS_2