Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 100 Bertemu Dengan Novi


__ADS_3

"Ini" Ucap Danil.


"Ya ini desa Air terjun, Novi selalu cerita kalau desa ini sangat nyaman untuk menghilangkan semua masalah, Novi sangat menyukai suasana pedesaan, jadi saat mas Jon mengatakan Novi pergi, aku langsung menghubungi mbak Atik dan ya... Novi ada di sana, hpnya jatuh dan pecah saat dia naik ojek motor dan gak bisa di gunakan lagi" Ucap Sasa menjelaskan.


"Apa Novi datang ke desa ini menaiki ojek motor itu? " Gumam Danil.


"Gak mas, Novi tau mana yang terbaik buat anak - anaknya yang masih dalam kandungan, setelah agak jauh Novi memesan taxi ke desa ini, Novi juga membeli kebutuhan bayi dan dirinya selama dia di sini" Ucap Sasa lagi.


"Jadi Novi udah mempersiapkan semuanya, Novi udah mempersiapkan untuk pergi dariku, meninggalkanku" Ucap Danil lemah.


"Semua itu juga karna mas, Novi pergi karna mas" Ucap Sasa ketus.


"Sa" Tegur Jonathan pada istrinya. Tapi Sasa hanya melirik suaminya sekilas.


Danil hanya diam karna apa yang di katakan Sasa itu benar, Danil terus saja berdoa dalam hati, mudah - mudahan Novi mau memaafkannya.


Jonathan memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang pernah mereka singgahi saat mereka berlibur ke desa Air terjun.


"Assalamu'alaikum... " Salam Sasa dan Jonathan bersamaan.


"Waalaikumsalam.. " Jawab mbak Atik dan Wulan bersamaan.


"Wulan... Kamu di sini? " Tanya Sasa melihat Wulan yang mengangguk.


"Iya kak Wulan ambil cuti di showroom untuk lihat mamak sama adik - adik Wulan di sini" Ucap Wulan sambil melirik Danil yang tengah meneliti setiap sudut ruangan.


"Mbak Atik apa kabar? " Sasa menyalami mbak Atik yang sedang menata makanan di atas meja makan.


"Mbak sehat Sa... Tapi kamu makin cantik aja ya... Sama kayak Novi yang wajahnya semakin kayak anak bayi, imut.. gemesin tau gak Sa" Sasa langsung melirik Danil yang langsung menatap mbak Atik yang menyebut nama istrinya.


"Di mana Novi? " Tanya Danil pada mbak Atik.


Mbak Atik melihat Danil dan Sasa bergantian.


"Iya mbak.. Novi di mana ya? " Sasa melihat - lihat sekeliling.


"Novi sedang ke kebun belakang sama mamah dan papahnya , Novi tadi kepingin metik sayur sendiri" Ucap mbak Atik.


Danil langsung melebarkan langkahnya menuju belakang rumah mbak Atik, di ikuti oleh Jonathan, Sasa, Wulan dan mbak Atik.


"Lewat sini pak" Ucap mbak Atik memberi tau jalan menuju kebun pada Danil.

__ADS_1


Sampai di kebun sayur, Danil melihat mamah Rani dan Novi memetik sayur, sedangkan papah Rafa hanya mengikuti dua wanita kesayangannya.


"Sayang... Sayuran nya segar - segar ya" Ucap mamah Rani sambil memetik sayur bayam.


"Iya mah pupuk nya juga pakai bahan yang alami mah" Ucap Novi tanpa melihat mamah Rani karna tengah memetik sayur.


Danil mendekat ke arah Novi, papah Rafa yang sudah melihat Danil langsung memberi kode pada mamah Rani untuk meninggalkan Danil dan Novi berdua.


Novi berjalan lagi untuk memetik timun, sedangkan Danil mengikuti Novi dari belakan.


"Di sini suasananya sangat nyaman ya mah, pikiran Novi jadi tenang di sini, apa lagi ada anak - anak Novi" Novi mengelus perutnya yang sudah nampak sedikit buncit.


"Sehat - sehat ya nak, mamah akan selalu ada untuk kalian, dan akan selalu menjaga kalian, mamah sebenarnya sangat merindukan papah kalian, tapi... " Novi merasakan pelukan hangat dari belakang tubuhnya.


Novi melihat tangan yang memeluknya nampak seperti tangan kekar suaminya.


"Maafkan mas by" Ucap Danil lemah.


Tubuh Danil bergetar akibat menangis, Novi merasa bahunya basah oleh air mata Danil. Danil juga mengusap perut Novi dengan lembut dari belakang.


Dengan lembut Novi melepaskan pelukan Danil dan memutar badan menghadap ke arah suaminya yang sedang menunduk.


Novi bingung harus berkata apa, karna laki - laki yang sangat dia rindukan selama seminggu ini tiba - tiba datang. Begitu juga dengan Danil dia bingung mau melakukan apa, karna Danil takut menyakiti hati istrinya lagi.


"Maaf kan mas by... Maaf atas semua yang telah mas lakukan padamu by, maafkan mas yang gak mau mendengarkan penjelasanmu, maaf karna mas meninggalkanmu begitu saja di rumah, maaf karna mas gak mempercayaimu, maaf" Ucapan Danil berhenti karna Novi memegang bahunya dan memintanya untuk berdiri.


"Novi juga minta maaf karna belum bisa jadi istri yang baik buat mas, Novi masih banyak kurangnya, Novi" Danil langsung memeluk tubuh Novi yang mulai berisi sambil menggelengkan kepalanya.


"Gak by, mas yang salah, maafkan mas by... " Novi melepas pelukannya dan menatap mata Danil.


"Novi udah maafin mas, selama Novi di sini, pikiran Novi jadi tenang dan nyaman itu semua demi anak - anak kita mas" Novi tersenyum sambil mengusap perutnya.


Danil membungkukkan badannya agar bisa bicara pada anak yang ada dalam perut Novi.


"Anak - anak papah, maafin papah yang sudah menyakiti hati mamah kalian, papah janji gak akan mengulanginya lagi, Terima kasih udah mau temani mamah kalian di saat papah gak ada di samping mamah, papah sayang kalian juga mamah" Ucap Danil sambil mengusap perut Novi dan berakhir dengan mengecup nya.


"Maaf kan mas by" Ucap Danil lagi.


"Iya mas... " Ucap Novi sambil tersenyum, ada rasa canggung terjadi pada pasangan suami istri yang baru saja berbaikan.


"Sini mas yang bawa sayuran nya by" Ucap Danil sambil mengulurkan tangannya di hadapan Novi, dengan senyumannya yang manis Novi memberikan keranjang sayur yang dia pegang ke tangan Danil.

__ADS_1


"Mas bisa tolong ambilkan buah mangga yang ada di atas pohon? Novi pingin buat rujak mas" Pinta Novi.


"Iya by akan mas ambilkan" Ucap Danil senang.


Dengan penuh semangat Danil mendekati pohon mangga dan tanpa berpikir lagi Danil memanjat nya. Novi ingin mengatakan jika ambil pakai galah saja, tapi Danil sudah memanjat pohon mangganya hingga naik ke atas pohon.


Di ambilnya mangga yang sudah matang berwarna kuning.


"Sudah mas mangganya sudah banyak" Ucap Novi menghentikan Danil memetik buah mangga lagi.


"Iya by" Ucap Danil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa mas? " Novi melihat Danil seperti sedang bingung.


"Terus mas turunnya gimana by? "


"Haaa.... " Novi tercengang dan menahan tawanya.


"Mas bisa naik pohon tapi gak bisa turun? "


"Tadi mas gak sadar manjat nya by" Ucap Danil dengan wajah tegangnya.


"Hahaha " Tawa Novi pecah seketika.


Danil yang melihat Novi tertawa lepas membuat wajahnya yang tegang berubah menjadi tersenyum, di lihatnya lekat wajah cantik Novi yang sedang tertawa.


"Aduh maaf mas" Ucap Novi sambil mengusap perutnya.


"Gak apa - apa by, mas suka lihat kamu tertawa" Ucap Danil.


"Udah mas ayo turun"


"Tapi mas beneran gak bisa turun by"


"Ini bos turun pakai tangga" Ucap Jonathan tiba - tiba meletakkan tangga di dekat Danil.


Jonathan membawa tangga di ikuti oleh Sasa dan Wulan di belakangnya.


"Hahaha... Bos kamu lucu ya mas... Bisa naik gak bisa turun hahaha" Ucap Sasa sambil tertawa.


"Ayo by " Ajak Danil sambil menggandeng tangan Novi, setelah berhasil turun dari tangga.

__ADS_1


Danil dan Novi berjalan berdampingan di ikuti oleh Jonathan dan Sasa di belakangnya. Sedangkan Wulan hanya diam berdiri melihat dua pasang suami istri berjalan menjauh darinya.


__ADS_2