Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 23 Kejadian Yang Sebenarnya


__ADS_3

"Saat itu abang gak sengaja menabraknya dek" Ucap Bang Toni memulai ceritanya.


" Saat abang pulang dari Showroom, saat di perempatan jalan xx tepatnya di lampu lalu lintas abang tidak sengaja menabrak Sinta, saat itu Sinta terluka parah akibat tertabrak mobil abang, abang membawanya ke rumah sakit dan bertanggung jawab akan biaya perobatannya" Ucap Bang Toni mengatur nafasnya.


" Selama Sinta di rumah sakit, abang selalu menemaninya karna Sinta tidak ada keluarga selain abangnya yang bekerja di luar kota dan saat itu abangnya tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, sedangkan kedua orang tuanya sudah meninggal, abang bertanggung jawab sampai Sinta keluar dari rumah sakit, juga memberi pekerjaan di Showroom karna memang pada saat itu Showroom membutuhkan karyawan baru" Ucap Bang Toni mulai bergetar menahan tangis.


" Tapi pada saat kami merayakan keberhasilan karna mendapatkan kerjasama dengan untung banyak, Sinta menjebak abang dengan memasukkan obat perangsang ke dalam minuman abang, tanpa abang curiga sedikitpun, dan malam itu... karna obat laknat itu... Ka mi melakukan hubungan intim layaknya suami istri hiks hiks" Ucap Bang Toni menangis.


" Malam itu juga abang memecat Sinta, tapi Sinta mengancam abang dengan vidio yang di rekamnya ketika kami melakukan penyatuan, Sinta akan kirim vidio itu ke kamu Nov, abang gak mau kehilangan kamu Nov, abang sangat mencintai kamu" Ucap Bang Toni mengusap wajahnya kasar.


" Malam itu juga Sinta meminta abang untuk menikahinya tapi abang menolaknya dek, sampai akhirnya Sinta menawarkan diri untuk menjadi simpanan abang, dengan ancaman vidio itu abang mengiyakan hiks hiks" Ucap Bang Toni memukul lantai dengan tangannya.


" Dari saat itu abang selalu menuruti semua kemauan Sinta, abang jadi sering membohongi kamu dek dengan alasan lembur, abang selalu menemani Sinta di rumahnya, tapi tidak dengan hubungan intim, hanya menemani makan dan ngobrol, abang selalu menghindar setiap Sinta menginginkannya" Ucap Bang Toni lemah.


" Tapi pada saat kita pergi ke pantai ternyata Sinta mengikuti kita, Sinta kembali mengancam abang akan mengirim vidio itu ke kamu dek, kalau abang tidak menuruti keinginannya, Sinta menginginkan abang melakukan hubungan intim lagi bersamanya, dengan terpaksa karna ancamannya abang melakukannya dek" Ucap Bang Toni menundukkan kepalanya.


" Dasar kau laki - laki brengsek, kau.. " Ucapan Sasa terhenti melihat tanganku mengarah ke hadapan nya tanda menghentikan ucapan Sasa.


" Huff..." Ku ambil nafas panjang setelah menghentikan ucapan Sasa


" Teruskan ceritanya Bang, aku mau dengar kejadian sebenarnya sampai hari ini" Ucapku dingin.

__ADS_1


" Karna di hantui rasa bersalah abang sama adek, pulang dari pantai untuk ke sekian kalinya abang membohongi adek bahwa ada masalah di Showroom, padahal abang ke rumah Sinta untuk mengakhiri semuanya, abang sudah tidak perduli lagi akan ancaman Sinta mengirim vidio itu ke kamu dek, abang sudah pasrah, karna abang sudah tidak mau lagi menuruti keinginan Sinta" Ucap Bang Toni menatap kosong lantai ruangannya.


" mulai hari itu juga abang berniat memperbaiki hubungan kita dek, walau Sinta masih saja terus merayu abang dengan berbagai cara, abang terus saja menjaga jarak dengannya dek, tapi abang terlena hari ini dengan ciuman yang kalian lihat tadi, itu juga karna abang sudah lama tidak mendapatkan sentuhan dari kamu dek" Ucap Bang Toni masih dengan pandangan kosongnya menatap lantai.


" Bagus lah abang sudah mendapatkan penggantiku untuk menyentuh tubuh mu" Ucapku yang langsung mendapat tatapan tajam dari Bang Toni yang ku balas dengan senyuman tipis.


" Jangan melihat adek seperti itu Bang, memang itulah kenyataannya sekarang, adek sudah tidak melayani abang layaknya istri ada wanita lain yang menggantikan" Ucapku masih tersenyum tipis.


" Bukan itu maksud abang dek" Ucap Bang Toni menjambak rambutnya frustasi.


" Dari cerita awal mula abang bertemu dengannya, menabraknya, juga bertanggung jawab akan semua hal, baik perhatian juga materi di situ abang sudah memulainya Bang" Ucapku menatap tajam Bang Toni yang terkejut akan kata - kataku padanya.


" memulai apa dek? abang hanya ingin bertanggung jawab aja dek gak lebih" Ucap Bang Toni membela diri membuatku tersenyum manis.


"Apakah tanggung jawab harus dengan perhatian dengan yang bukan istri? sedangkan istri abang di rumah membutuhkan perhatian abang" Ucapku mulai meninggikan suaraku.


" Seharusnya yang abang lakukan adalah menceritakan kejadian itu padaku, aku akan memperhatikannya layaknya tanggung jawabmu yang telah menabraknya, bukan dengan perhatian dan materimu sendiri"


" Atau kamu bisa menyuruh perawat atau orang bayaran atau juga karyawan Showroom menggantikan tanggung jawabmu menjaganya di rumah sakit" Lanjut ucapanku, ku lihat Tubuh Bang Toni bergetar hebat.


" Aku tidak yakin dengan semua perhatian itu tidak menimbulkan perasaan cinta di hati kalian" Ucapku yang langsung di potong cepat oleh Bang Toni.

__ADS_1


" Tidak dek tidak ada perasaan apapun untuknya selain tanggung jawab karna telah menabraknya" Ucap Bang Toni menggebu.


" Itu untuk abang, lantas bagaimana dengannya" Ucapku menunjuk wajah Sinta.


" Iya aku menyukainya, aku mencintai Mas Toni dari saat di rumah sakit itu" Teriak Sinta menggema di ruangan.


" Tutup mulutmu wanita sampah, aku hanya mencintai istriku Novi, hanya Novitria Lestari wanita yang aku cintai tidak ada yang lain" Teriak Bang Toni menatap Sinta tajam.


" Itu juga penyebabnya dirimu Bang, perhatianmu, biaya pengobatan, juga pekerjaan yang di dapatkannya membuat hatinya berbunga - bunga, wanita mana yang tidak akan jatuh cinta akan hal itu" Ucapku melihat Bang Toni melemaskan tubuhnya ke sandaran sofa.


" Itu semua karna kamu tidak ada ketegasan untuknya, hanya karna sebuah ancaman kamu mengikuti kemauannya, atau mungkin itu juga karna kamu menginginkannya? " Ucapku menatap tajam Bang Toni bagai pisau yang menembus sampai ke jantungnya.


" Tidak dek abang gak mau kehilanganmu dek karna itu abang mau melakukannya dek" Ucap Bang Toni memelas.


" Ampuni abang dek tolong kasih abang kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga kita dek abang mohon" Ucap Bang Toni memohon mengatupkan tangannya di dadanya.


" Maaf Bang adek gak bisa, abang ingat waktu adek pingsan di kamar mandi?" Tanyaku sama Bang Toni yang di jawab anggukan kepala.


" Saat itu adek berusaha memperbaiki hubungan kita Bang, rumah tangga impian kita, tapi hati dan tubuh adek menolaknya, tubuh adek menolak akan sentuhan abang, karna.. " Ucapku terhenti mengingat adegan di toilet dekat pantai juga vidio kiriman seseorang yang tidak aku ketahui.


" Karna apa dek?" Ucap Bang Toni berdiri ingin mendekatiku tapi aku tahan langkahnya dengan mengarahkan telapak tanganku di hadapannya.

__ADS_1


" Karna aku melihatmu di toilet dekat pantai melakukan penyatuan tubuh penuh hasrat dengan wanita itu" Ucapanku melemaskan sendi - sendi tubuh Bang Toni hingga tubuhnya luruh ke lantai dengan tumpuan lututnya membentur ke lantai, terisak hebat hingga tak terdengar suara tangisnya, memukul lantai berkali - kali hingga tangannya memerah, mengusap wajahnya kasar, menjambak rambutnya hingga memukul kepala juga dadanya sampai wajahnya memerah.


Aku hanya melihatnya tanpa ingin mendekatinya, ku arahkan mataku ke atas agar air mataku tidak jatuh, begitu sesak rasanya melihat Bang Toni seperti itu.


__ADS_2