Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 58 Di Jodohkan


__ADS_3

" Apa yang kalian lakukan, tolong saya pak Danil hiks hiks hiks, jangan sentuh saya... " Teriak Sinta menangis, menatap Danil yang hanya melihat Sinta dan Budi dengan wajah dinginnya.


" Ayo Jon kita pergi, apa kamu juga mau ikut bersama mereka" Danil melihat Jonathan yang juga memasang wajah dinginnya.


" Ya gak lah Nil, aku ogah sama yang udah di celap - celup sana sini" Jonathan melihat Sinta yang sudah di sentuh setiap inci tubuhnya oleh tiga pria berbadan besar.


" Lex terus awasi Novi, jangan sampai kejadian kemaren terulang lagi, dan jangan


sampai kamu di lihat oleh Novi " Danil melangkah pergi di ikuti asistennya tanpa mendengar jawaban dari Alex yang menatap Danil aneh.


" Emang selama ini aku gak pernah di lihat Novi, kecuali kejadian itu aku terpaksa menampakkan diri karna menyelamatkan Novi" Alex bergumam sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


" Hahaha lucu sekali wajah sangar Alex kalau lagi bingung, apa lagi Danil kalau cemburu " ucap Jonathan dalam hati.


...****************...


" Sayang Alhamdulillah kamu sudah bisa pulang nak, kamu istirahat ya mamah mau buat sup untuk kamu "


" Iya mah Novi juga bosen di rumah sakit, Novi juga kangen masakan mamah " Novi tersenyum dan mulai memejamkan matanya. Novi memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri Tapi perlahan matanya terbuka lagi.


" Aku gak bisa tidur, aku bantu mamah masak aja " Novi turun dari ranjang dan melangkah keluar kamar menuju dapur.


" Mah Pah" Novi duduk di meja makan di samping papahnya.


" Sayang kenapa ke sini gak istirahat aja di kamar nak" papah Rafa mengalihkan pandangannya dari koran ke anaknya.

__ADS_1


" Novi gak bisa tidur pah, rasanya capek di rumah sakit tidur di rumah juga di suruh tidur" Novi melihat papahnya melanjutkan membaca koran sambil menggelengkan kepalanya.


" Ya udah mamah juga udah siap " Mamah Rani menyiapkan hidangan di meja makan dengan cekatan, meski mamah Rani bekerja tapi mamah Rani tidak lupa akan kewajibannya sebagai istri dan sebagai seorang ibu, itu yang di ajarkan pada Novi anaknya.


Tapi pernikahan Novi dengan Toni, Novi selalu mengikuti apa yang di inginkan suaminya Toni termasuk tidak boleh bekerja, dan Novi meng iya kan padahal Novi juga ingin bekerja seperti ke dua sahabatnya Sasa dan Dila.


Tapi takdir juga tidak memberikan Toni dan Novi jodoh panjang, Novi pun memilih berpisah walau dia juga masih mencintai suaminya, Novi merasa bahwa selain tubuhnya menolak sentuhan Toni, Novi juga sering di landa gelisah kalau Toni akan bermain hati lagi suatu saat nanti.


Hingga sampai detik ini juga Novi masih membentengi hatinya untuk tidak jatuh cinta dengan yang namanya pria. Novi takut tersakiti lagi.


" Ayo di makan sayang, mamah lihat kamu agak kurusan, jadi kamu harus makan yang banyak" Ucap mamah Rani mengambil makanan untuk suaminya juga untuk anaknya.


" Mah... Itu kebanyakan, Novi gak akan bisa menghabiskan nya, emang perut Novi karet" ucap Novi memanyunkan bibirnya melihat makanan yang sudah di siapkan mamah Rani untuknya terlalu banyak.


" Ayo sayang katanya kamu suka dengan masakan mamah" Mamah Rani menggoda anaknya.


" Papah rasa apa yang di katakan mamah kamu benar sayang, kamu itu kurusan sekarang gak gembul lagi kayak dulu kamu masih ingusan, yang pipinya bisa papah unyel - unyel" ucapan Papah Rafa, manyun di bibir Novi bertambah panjang.


" Ih sebel sama mamah sama papah, Novi gak kurusan kok, ini ni bentuk tubuh yang ideal mah, pah" Novi membela diri.


" Iya iya udah ayo kita makan, kasihan makanan nya nanti nangis " Timpal papah Rafa masih menggoda Novi anaknya.


Novi tetap me makan makanan yang sudah di siapkan mamahnya, karna lapar juga karna memang masakan mamahnya sangat enak sampai Novi tidak sadar telah menghabiskan makanan yang ada di piringnya.


" Hah... Kok bisa ya aku habiskan makanan segitu banyak" Ucap Novi dalam hati terkejut melihat piring yang ada di hadapannya sudah kosong.

__ADS_1


" Katanya gak habis... " mamah Rani mengambil piring Novi yang sudah kosong, Novi hanya tersenyum menanggapi ucapan mamahnya.


" Nov ada yang ingin papah bicarakan sama kamu nak" Papah Rafa memandang Novi serius.


" Ayo pah kita pindah ke ruang TV aja biar lebih santai" Mamah Rani mengajak suami dan anaknya bicara di ruang TV agar lebih santai saat berbicara.


" Ada apa Pah kok kayak serius gitu? " Novi penasaran dengan hal serius yang akan di bicarakan papahnya.


Papah Rafa dan mamah Rani saling tatap dan papah Rafa mengangguk pelan tanda telah menyetujui mamah Rani membicarakan hal yang serius, Novi makin penasaran apa hal yang akan di bicarakan ke dua orang tuanya.


" Begini sayang" mamah Rani melirik papah Rafa sekilas dan beralih lagi melihat Novi, seperti ragu ingin mengatakannya.


" Ada apa sih mah pah, jangan buat Novi penasaran kayak gini mah" Novi sudah tidak sabar dan sudah sangat penasaran tapi mamah Rani masih ragu untuk mengatakannya.


" Sayang sebelumnya mamah sama papah minta maaf sama kamu, karna mamah sama papah membuat keputusan ini ber dua tanpa bertanya dulu sama kamu nak, mamah sama papah ingin melihat kamu bahagia nak" mamah Rani menggenggam erat tangan Novi, terlihat tatapan mata mamah Rani seperti ada rasa sesal telah membuat keputusan sepihak tanpa persetujuan dari anaknya Novi.


" Novi sudah bahagia mah pah, Novi sangat bahagia bersama mamah dan papah yang selalu ada buat Novi, saat Novi terpuruk mamah dan papah selalu mensuport Novi, selalu mendukung apa yang Novi lakukan, mamah sama papah orang tua yang sangat Novi sayangi, Novi sangat beruntung memiliki mamah sama papah, jadi jangan pernah bilang lagi kalau Novi gak bahagia mah pah" Novi memeluk erat mamahnya, menyalurkan rasa sayangnya yang sangat dalam terhadap orang tua yang sudah melahirkannya ke dunia.


" Mamah sama papah juga sangat menyayangimu nak" ucap papah Rafa sambil mengusap sayang rambut Novi yang ada dalam pelukan mamah Rani.


" Karna kami sangat menyayangimu papah dan mamah membuat keputusan ini tanpa ijin dulu dari kamu nak" Papah Rafa masih dengan setia mengusap rambut Novi yang sudah melepaskan pelukan mamah Rani.


" Papah sama mamah sudah menyetujui keputusan? memangnya Keputusan apa yang sudah papah dan mamah setujui? " Novi menatap papah dan mamahnya bergantian.


" Sayang... Mamah dan papah sudah menerima lamaran seseorang untuk kamu nak" Mamah Rani melihat Novi dengan wajah yang ragu.

__ADS_1


" Apa mah "


__ADS_2