
Dengan langkah tergesa Danil masuk ke dalam rumahnya, di lihatnya tiap sudut rumah yang masih terawat meski sudah dua bulan tidak dia tempati.
Danil melangkah pelan karna samar - samar Danil mendengar orang sedang berbicara dan terkadang tertawa.
"Hahaha iya Mon seru banget tau gak, saingan kamu akan mundur perlahan"
"Aku lihat pak Danil sangat sedih mon, ternyata rencana yang sudah lama kita susun berhasil juga, dan kamu harus ucapkan Terima kasih sama kedua orang tua mu yang sudah merencanakan perpisahan untuk mereka."
"Tapi aku udah lama gak kasih obat KB sama Novi, semenjak mereka menginap di rumah orang tua Novi mon, dan... "
"Eh" Ucap Linda terkejut karna hpnya di ambil paksa oleh Danil.
"Dan aku sudah mengetahui semuanya" Ucap Danil sambil meremas HP milik Linda.
Tubuh Linda gemetaran melihat mata elang Danil seperti tengah mengulitinya.
"P pak Da Danil sa saya aaaaah" Teriak Linda meringis kesakitan karna Danil menendang bahu Linda saat Linda tengah bersujud di hadapannya.
"Kamu yang sudah memberikan obat KB pada Novi istriku? " Tanya Danil pada Linda yang tengah menahan sakit karna bahunya di injak oleh Danil.
"Jawab... " Teriak Danil penuh amarah.
"I iya Pak" Jawab Linda.
"Sudah berapa lama kamu memberikannya? " Tanya Danil lagi.
"Se sejak saya masuk ke rumah ini pak" Jawab Linda.
Danil menggelengkan kepalanya, itu artinya sudah tiga tahun yang lalu Novi di beri obat KB, dan pada saat Linda masuk ke rumahnya saat itu Novi sedang datang bulan. Danil sangat ingat karna saat itu hasrat Danil sedang tinggi dan tidak bisa di salurkan.
"Siapa yang sudah menyuruhmu melakukan itu? " Meski Danil sudah mendengarkan pembicaraan Linda tadi, tapi Danil ingin lebih jelas lagi siapa dalang di balik semuanya.
"Mo mona, anak dari orang tua angkat pak Danil"
"Lalu siapa lagi? "
"Ti tidak ada lagi pak" Bohong Linda.
__ADS_1
Krek
"Aaaaaaahhh hiks hiks hiks" Tangis Linda pecah karna tangannya patah akibat di injak oleh Danil.
"Itu baru satu tanganmu yang aku patahkan, walau aku sudah tau siapa dalangnya, tapi aku ingin mendengarnya langsung dari mulut beracun mu"
"Jangan Linda" Teriak Mona di dalam hpnya.
"Ke kedua orang tua Mona, orang tua angkat pak Danil ingin memisahkan bapak dan nyonya Novi dan menikahkan bapak dengan Mona anaknya, agar mereka bisa mendapatkan seluruh harta orang tua bapak" Linda mengatakan semuanya karna dia sangat takut dengan Danil.
"Ti tidak kak, itu semua bohong kak" Ucap Mona.
"Pelajaran yang sudah aku berikan padamu dulu tidak membuatmu jera juga, karna kamu sudah mengganggu istriku maka lihat apa yang akan aku lakukan pada mu juga orang tuamu, aku tidak akan berpikir lagi bahwa kalian adalah bagian dari keluarga ku" Geram Danil.
"Jangan kak... Ingat papah dan mamah lah yang sudah merawat mu setelah kedua orang tuamu tiada kak, mereka tidak ingin kakak memilih wanita yang salah kak, yang hanya menginginkan hartamu saja" Ucap Mona.
"Istriku tidak seperti apa yang kalian tuduhkan, bahkan selama ini kalianlah yang banyak menghabiskan harta peninggalan orang tuaku, aku diam karna kalian tidak pernah mencampuri urusanku, tapi kalian mengganggu istriku bahkan memberikan obat KB padanya dan membuatku salah faham dengan istriku" Geram Danil.
"Maafkan kami kak, kami janji tidak akan mengganggu istrimu lagi kak, Mona mohon kak" Mona memohon sambil terisak, entah itu sungguhan atau hanya akting semata.
" Jon kamu bawa dia ke markas" Ucap Danil sambil menunjuk Linda yang sudah tidak berdaya dengan dagunya.
"Baik bos"
"Baik bos"
"Jangan kak... Mona mohon jangan hiks hiks hiks"
Danil tidak lagi memperdulikan mereka, yang ada di pikiran nya saat ini hanyalah bertemu dengan istrinya untuk meminta maaf.
Dengan langkah cepat Danil menaiki tangga menuju kamar, di bukanya pintu kamar, dilihat setiap sudut kamarnya yang pada saat dirinya tinggalkan sangat berantakan sekarang sudah sangat bersih.
Danil berjalan menuju ranjang besarnya, setelah itu menuju pintu kamar mandi dan membukanya, sudah tidak ada lagi istrinya di sana. Di ambilnya HP yang ada di dalam saku celananya, Danil menghubungi Novi tapi HP istrinya tidak aktif.
Danil mencoba menghubungi istrinya lagi, tapi tetap tidak aktif.
"Maafkan mas by" Danil menjambak rambutnya frustasi.
__ADS_1
Akibat rasa cemburu yang begitu besar kepada Toni, Danil kehilangan kewarasannya, bahkan Danil tidak ingin mendengarkan penjelasan apa pun dari istrinya.
"Kamu di mana by? " Danil terus saja berusaha menghubungi Novi tapi selalu tidak berhasil.
Tapi mata Danil tidak sengaja melihat kertas putih yang ada di atas meja rias Novi. Danil mendekati meja rias Novi dan duduk di sana.
Di raih nya kertas itu dan membukanya.
Teruntuk suamiku mas Da
Assalamu'alaikum mas...
Sebelumnya Novi minta maaf, mungkin Novi belum bisa jadi istri yang baik untuk mas.
Ya Novi akui, Novi diam - diam memasang alat perekam setiap Novi gak ikut mas bekerja, udah sangat lama Novi melakukan itu, awalnya Novi ingin melihat kesetiaan mas terhadap Novi seperti apa dan... Trauma juga atas pengkhianatan bang Toni.
Rasa percaya Novi terhadap laki - laki sangat tipis itu sebabnya Novi memasang alat rekam tanpa mas tau, tapi sekarang Novi melakukan itu bukan karna gak percaya sama mas.
Novi sangat sangat percaya sama mas, apa lagi selama ini mas selalu menjaga hati dan raga mas hanya untuk Novi, tapi Novi memasang perekam itu untuk menjaga mas dari wanita yang ingin merebut mas dari Novi. Novi ingin membantu mas jika ada wanita yang ingin menjebak mas seperti dulu.
Dan untuk obat pencegah kehamilan, itu bukan milik Novi mas, Novi juga gak tau kenapa obat itu ada dalam laci meja rias Novi. Novi memang gak bisa membuktikan nya tapi Novi berkata jujur mas, Novi harap mas mau mempercayai Novi sebagai istri mas.
Sebenarnya Novi menyusul mas ke rumah untuk mengatakan hal yang sangat penting, tapi Novi gak bisa mengatakannya karna mas gak mau memberi Novi waktu untuk bicara.
Novi gak akan mengatakan apa pun lagi, takut kalau mas gak akan percaya sama semua yang Novi katakan, di balik surat Novi ada amplop putih, mas buka ya... Semua yang ingin Novi katakan ada di amplop itu mas.
Dari istrimu yang selalu mencintaimu
My Baby
"Maaf kan mas by" Ucap Danil sambil terisak.
"Ya Tuhan... kenapa aku bisa se cemburu ini pada Toni, kenapa aku gak percaya sama istriku sendiri" Danil menjambak rambutnya sendiri.
Tok Tok Tok
Pintu kamar terbuka terlihat Jonathan dan Alex masuk mendekati Danil.
__ADS_1
"Maaf Nil Novi hilang dari pantauan ku" Ucap Alex sambil menundukkan kepalanya.
"Apa?? "