Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 51 Beni Membela Novi


__ADS_3

Perusahaan NL Grup


Jonathan senyum - senyum sendiri melihat Danil sudah ada di perusahaannya.


" Kenapa kamu senyum - senyum sendiri? " Danil menatap tajam Jonathan yang masih menampilkan senyumnya yang berhasil membuat Danil kesal.


" Hahaha... Aku gak sangka cepat juga kamu datang, takut gadis kecilmu di ambil orang ya hahaha" Tawa Jonathan menggema di ruangan Danil.


" Cepat katakan, laporan apa yang kamu dapat dari Alex" Danil duduk di kursi kebesarannya.


" Seperti yang aku katakan, pria itu maksudku Beni, dia dulu satu sekolah dengan Novi, dan ada satu kejadian yang membuat Beni di keluarkan dari sekolah itu dan itu ada kaitannya dengan Novi" Ucap Jonathan serius.


" Ceritakan" Danil menatap Jonathan tak kalah serius.


" Beni dulu pernah mengungkapkan perasaannya di depan sekolah, banyak yang mengetahuinya murid dan semua guru, tapi Novi menolak Beni dengan alasan ingin fokus belajar, Beni sangat marah waktu itu, dan sebulan kemudian Beni mencoba melecehkan Novi di dalam toilet sekolah dan syukurnya Toni menyelamatkannya hingga Beni di keluarkan dari sekolah, tapi tidak ada yang mengetahui kejadian itu kecuali Toni mantan suaminya" Jonathan melihat Danil mengepalkan tangannya juga terlihat wajahnya memerah menahan amarahnya.


" Jon jalankan rencananya minggu depan, aku gak mau menunggu sampai Novi lulus kuliah"


" Ck, Aku tau pasti ini yang akan terjadi, untung otak ku pintar jadi aku sudah ada rencana cadangan, akhirnya rencana cadangan kan yang di pakai, huh" Ucap Jonathan dalam hati.


" Baik lah aku akan memulainya, besok kamu akan lihat hasilnya" Jonathan keluar ruangan Danil.


" Aku harus mengatakan yang sebenarnya kalau aku ini adalah " mas Da" kecilnya, huh... Padahal Novi ku sudah memanggilku dengan nama kecilku yang hanya dia yang memanggilku seperti itu, tapi kenapa Novi seperti lupa padaku, apa Novi sudah melupakan aku? " Danil berucap sendiri.


" Jika aku mengingatkannya bagaimana reaksinya ya... Marah, senang atau apa ya"


Danil terus saja berucap hal yang ada di pikirannya, sampai dia tidak sadar ada wanita cantik nan seksi sedang menatapnya penuh damba, karna dia belum pernah melihat wajah lain dari Danil selain wajah dinginnya.


Danil sadar ada seseorang berada di ruangannya dan wajahnya berubah dingin.


" Kak Danil, kakak ke sini ngikutin Mona ya.. Kakak kangen sama Mona" Mona maju mendekat ke arah Danil.


" Jangan coba - coba melangkah kan kaki Nona lagi, atau saya akan bertindak" Ucap Jonathan datang tiba - tiba seperti bayangan.

__ADS_1


" Aku hanya ingin mendekati kakak ku Jon"


" Coba saja kalau bisa nona" Jonathan menyeringai. Mona melangkah maju mendekati Danil, sedang Danil hanya diam duduk di kursi kebesarannya menatap foto gadis kecilnya.


" Lepaskan Jon, sakit" Jonathan memegang erat tangan Mona sampai terlihat memerah karna Mona hendak menyentuh Danil.


" Sudah aku katakan nona, jangan coba - coba menyentuh bos Danil" Mona mencoba memberontak.


" Tolong kamu bawa dia keluar Jon" Ucap Danil tanpa mengalihkan pandangannya dari foto gadis kecilnya.


" Kak Danil aku akan mencari gadis kecilmu dan akan aku singkirkan dari dunia ini" Geram Mona.


" Jika itu kamu lakukan maka bersiaplah, rohmu akan terpisah dari jasadmu, ingat itu" Jonathan menghempaskan tangan Mona kasar setelah keluar dari ruangan Danil.


" Awas saja kamu Danil, dari kecil aku sangat menyukaimu tapi kamu selalu tidak pernah menatapku, padahal aku yang selalu ada di dekatmu, tapi kenapa hanya ada teman masa kecilmu yang selalu kamu mau, selalu kamu sebut"


" Aku bahkan selalu membayangkan di atas ranjang denganmu walau aku bermain dengan pria lain, aku tersiksa Danil, aku ingin memilikimu Danil Putra Anandira" Mona menatap sendu pintu ruangan Danil.


" Novi kamu mau ke mana? " Beni memegang tangan Novi yang hendak beranjak pergi.


" Itu bukan urusan kamu" Novi menghempaskan tangan Beni.


" Wah, kamu masih seperti yang dulu, masih menolak ku" Beni tersenyum sinis.


" Tolong jangan ganggu aku Ben, aku hanya ingin belajar di sini, dan untuk penolakan ku dulu, aku sudah minta maaf Ben karna itu memang alasanku"


" Oke kalau itu yang jadi alasan mu dulu aku Terima, tapi sekarang bagaimana Novitria Lestari, apa kamu masih tetap menolak ku? "


" Iya, karna aku masih ingin fokus dengan S2 ku dan kamu sudah punya kekasih" Ucap Novi menatap tajam Beni.


" Ternyata Novi yang sekarang sangat menawan dan sulit di taklukkan, tapi aku suka" Ucap Beni dalam hati.


" Kekasih? Siapa? " Beni memegang kepalanya pura - pura tidak mengingat kejadian di perpustakaan.

__ADS_1


" Oh wanita itu, iya aku baru ingat, waktu kita di perpus kan? dia itu hanya teman Nov, kamu jangan salah faham ya"


" Itu terserah kamu Ben, itu bukan urusanku, maaf aku ada kelas, permisi" Novi ingin melangkah menjauhi Beni tapi dengan cepat tangan Novi di pegang oleh Beni.


" Aw " Teriak Novi karna tangan yang di pegang Beni di pukul keras oleh wanita cantik nan seksi yang entah kapan datangnya.


" Mona apa yang kamu lakukan" Beni menatap tajam Mona.


" Sepertinya aku pernah lihat wanita ini, tapi dimana ya" Ucap Novi dalam hati.


" Seharusnya aku yang bilang, apa yang kamu lakukan dengan wanita itu " Mona menunjuk Novi.


" Ah aku baru ingat wanita ini yang dulu bersama mas Da, tapi ada hubungan apa dia sama Beni? sepertinya mereka dekat" Ucap Novi dalam hati setelah berusaha mengingat wajah Mona.


" Sudah lah Mona ayo kita pergi aku sudah sangat lapar" Beni menarik tangan Mona agar menjauh dari Novi.


" Tunggu sebentar Ben " Mona menatap Novi. Dan melangkah mendekati Novi.


" Kamu jauhi Beni, karna dia..."


" Ayo Mon aku sudah sangat lapar, Nov makasih ya udah bantu aku selesaikan tugas, aku pergi dulu" Beni menarik paksa tangan Mona.


" Kamu apa - apaan sih Ben... Siapa dia? kamu terlihat sangat membelanya, jangan macam - macam ya Ben, aku gak akan bantu kamu lagi mencari kolega untuk perusahaanmu itu ya Ben"


" Honey kamu salah faham dia hanya aku manfaatin untuk menyelesaikan tugas aku, itu aja, sudahlah kalau kamu gak percaya, aku pulang aja" Beni ingin pergi tapi di cegah Mona.


" Iya sayang aku percaya, jangan marah ya" Mona mengecup bibir Beni. Dan terjadi ciuman panas yang membuat hasrat keduanya membuncah.


" Sayang kita lanjut di apartemen kamu yuk" Beni hanya mengangguk.


" Aku akan mencari tau tentang wanita itu, awas kamu Ben kalau kamu ada main di belakangku" Ucap Mona dalam hati.


" Aku harus menjauhi Novi, Mona wanita yang bisa melakukan apapun dengan orang yang menurutnya mengganggunya, padahal aku ingin dekat dengan Novi, wanita yang bisa membuat hatiku bergetar" Ucap Beni dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2