
Resepsi pernikahan Danil dan Novi pun berakhir, walau tubuh terasa lelah tapi wajah masih penuh dengan rasa bahagia, itu juga yang di rasakan ke dua orang tua Novi, yang tidak ada hentinya menyapa teman juga rekan bisnisnya.
" Huh ternyata selesai juga" Ucap mamah Rani duduk di meja tamu bersama dengan suami dan anak juga menantunya.
" Iya mah, papah juga lelah, badan terasa pegal semua, gak kayak itu tuh yang kerjanya cuma duduk" Ucap papah Rafa menunjuk Danil dengan dagunya untuk menggoda menantunya.
" Ya udah kalau mau, papah juga bisa jadi raja sehari, raja tua yang masih ingin duduk di singgasana, tapi awas lo pah nanti pinggang papah encok gak bisa kerja malam pah" Ucap Danil membalas godaan mertuanya.
" Is jangan salah gini - gini papah masih bisa beberapa ronde, ya kan mah" Papah Rafa melihat istrinya sambil mengedipkan mata.
" Tau ah, yuk kita balik ke kamar mamah udah gerah" Mamah Rani menarik tangan papah Rafa.
" Tu kan mamah udah gak sabar"
" Pah" Protes mamah Rani sambil menatap tajam suaminya yang selalu suka menggoda menantunya.
" Iya mah" Papah Rafa menggandeng tangan mamah Rani dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya.
" Kemana wibawanya papah sekarang? kalau ketemu mas Danil selalu bertingkah seperti anak kecil" Ucap Novi dalam hati.
" By... "
" Eh iya mas"
" Kita ke kamar juga yuk, mas juga udah gerah" Ucap Danil melihat Novi mengangguk.
" Mas Novi minta maaf" Ucap Novi dengan wajah sedih. saat ini mereka tengah berbaring di ranjang hotel setelah membersihkan diri.
" Ada apa by" Ucap Danil khawatir sekaligus penasaran dengan ucapan Novi.
" Novi lagi datang tamu bulanan mas, jadi kita gak bisa melakukan itu" Ucap Novi menunduk.
" By... Mas nikahin kamu itu bukan hanya mau melakukan itu aja, memang mas akui kalau hasrat mas tinggi bila dekat dengan kamu, tapi mas mau kita sama - sama menjalani bahtera rumah tangga kita dengan penuh warna" Novi melihat Danil tersenyum lebar, merasa terharu dengan ucapan suaminya.
" Iya mas Novi cuma khawatir mas akan menahan sakit"
" I love you by "
" Love you too mas Da"
" Ya sudah kita tidur yuk" Danil menarik selimut menutupi tubuh nya juga sang istri, mereka tidur saling berpelukan di bawah selimut yang sama memejamkan mata menuju alam mimpi.
Novi meraba samping tempat tidurnya tapi tidak menemukan apa yang di cari, lalu membuka mata dan memang tidak melihat suaminya. Di lihatnya jam di dinding menunjukkan pukul tiga dini hari.
__ADS_1
" Keman mas Da" Gumamnya.
Novi turun dari ranjang menuju pintu kamar mandi, terdengar suara erangan seseorang yang tidak asing di telinganya.
Deg
" Apa mas Da mengkhianati aku juga? " Novi menggelengkan kepalanya, ingatannya kembali pada saat Novi melihat adegan panas Toni dan Sinta di kamar mandi dekat pantai.
Dengan jantung yang berdebar Novi membuka pintu kamar mandi perlahan, di lihatnya sekitar kamar mandi dan melihat Danil menghadap ke tembok sambil mengepalkan tangannya, sedangkan satu tangannya lagi berada pada juniornya.
" Huuufff " Novi menghela nafas panjang, hatinya merasa lega melihat Danil hanya sendirian. Tapi Novi kasihan dengan suaminya karna menahan sakit.
" Kasihan mas Da, tapi aku gak bisa melayaninya" Ucap Novi sedih gak bisa membantu suaminya.
" Oh coba aku cari aja di HP, cara memuaskan suami saat datang bulan" Novi melangkah cepat ke arah nakas di mana Novi meletakkan hpnya di sana. Dengan lincah jari - jari Novi menyentuh layar hpnya.
" Haaa " Novi menutup mulutnya tak percaya dengan tulisan di dalam hpnya tentang suatu informasi yang di dapatnya. Dengan susah payah Novi menelan Saliva nya.
" Apa aku bisa" Novi berpikir sangat keras untuk memutuskan.
" Huff aku harus coba agar mas Da gak kesakitan" Dengan langkah pasti Novi masuk ke dalam kamar mandi.
Novi melangkah mendekati Danil yang belum menyadari kalau sang istri tengah berada di belakangnya. Novi memeluk Danil dari belakang, reflek Danil memegang tangan Novi dan memutar tubuhnya menghadap ke arah Novi.
Novi menggenggam erat tangan Danil sambil tersenyum.
" Novi siap melayani mu mas" Ucap Novi berbisik di telinga Danil.
" Tapi kamu lagi datang tamu bulanan by" Ucap Danil serak menahan hasrat.
" Novi punya cara lain mas" Dengan ragu Novi mengarahkan tangannya ke bawah perut Danil, memegang benda yang sudah berdiri tegak dan mengusapnya perlahan.
" Ssshhhh by" Danil berdesis dan memejamkan matanya.
" Aku harus lanjut kalau gak mas Da akan kesakitan, masalah malu nanti aja lah" Ucap Novi dalam hati.
Novi membuka celana Danil dan terpampang sesuatu yang membuat Novi susah menelan saliva nya.
Novi berjongkok dan mulai senam jari dan senam mulut di antara ke dua paha sang suami, membuat Danil mengeluarkan suara manja nya penuh nikmat.
Entah sudah berapa lama Novi mendengar kata cinta nan manja dari mulut Danil, sampai jari dan mulutnya terasa pegal, tapi akhirnya Danil melenguh panjang menyebut nama Novi sampai nafasnya tersengal - sengal. Sedangkan Novi tersenyum sangat manis karna sudah membantu suaminya.
" I love you by "
__ADS_1
" Love you too mas Da"
" Tapi"
" Udah mas mandi gih" ucap Novi memotong ucapan Danil cepat, sebenarnya Novi sangat malu dengan kelakuannya tadi.
" Makasih ya by" Danil mencium kening Novi saat Novi ingin keluar dari kamar mandi.
" Aduh... Mulutku capek banget" Ucap Novi dalam hati.
" Mas Novi udah kemasi barang - barang mas untuk kita bawa pulang" Danil dan Novi akan cek out dari hotel.
" Iya by" Ucap Danil tanpa melihat Novi karna Danil tengah fokus pada benda pipih nya.
" By" Danil menarik tangan Novi dan mendudukkannya di pangkuannya.
" Ada apa mas? "
" Maaf ya mas gak kasih kamu pergi berbulan madu, karna ada suatu hal yang gak bisa mas jelasin ke kamu, tapi suatu saat nanti mas akan ceritakan ke kamu by" Danil melihat Novi tersenyum.
" Iya gak apa - apa mas, Novi akan ikut kemana pun mas pergi, perkara gak ada bulan madu itu gak jadi masalah, toh di apartemen tiap hari kita bisa bulan madu mas"
" Iya by, ya udah yuk Jonathan papah dan mamah udah nunggu kita di lobi"
" Iya mas"
Danil dan Novi keluar kamar hotel menuju parkiran yang sudah ada ke dua orang tua Novi dan juga Jonathan di sana.
Danil dan Novi berada di dalam satu mobil, sedangkan kedua orang tuanya semobil dengan Jonathan.
" Mas udah masuk kerja? kalau gitu antar Novi ke apartemen aja mas, kalau gak Novi naik taksi aja" Ucap Novi, karna arah jalan yang mereka lalui mengarah ke perusahaan Danil.
" Gak by... Mas belum masuk kerja.. Mas mau kasih kamu kejutan by" Danil tersenyum dan menggenggam tangan Novi.
Danil membunyikan klaksonnya di pagar rumah yang besar, rumah tingkat dua dengan nuansa putih dan gold kesukaan Novi.
Terlihat sekuriti membukakan pintu pagar besi yang menjulang tinggi. Danil menghentikan laju mobilnya tepat di depan pintu masuk rumah itu.
" Ayo by kita masuk ke dalam istana kita" Danil mengulurkan tangannya ke Novi dan menggenggam nya erat.
" Mas ini"
" Ini rumah kita by, istana kita, semoga kamu suka ya by"
__ADS_1
" Suka mas, Novi sangat suka, ini rumah impian Novi selama ini mas" Ucap Novi terharu bercampur bahagia.