Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 87 Tiga Tahun Kemudian


__ADS_3

"Mas Novi boleh ya... Keluar sama Sasa dan Dila, mereka membawa Cahaya dan Maya mas, Novi bosan di rumah juga di kantor terus mas" Ucap Novi pada Danil suaminya yang tengah melihat Novi sedang memasangkan dasinya.


"Tapi mas yang akan merindukanmu by, mas udah biasa melihatmu setiap hari, di rumah di kantor" Danil mengecup bibir sang istri yang selalu membuatnya candu.


Semenjak Danil di jebak oleh Seli tiga tahun lalu, Danil selalu mengajak Novi kemana pun dia pergi. Bahkan perjalanan bisnis kemana pun Danil selalu mengajak Novi.


"Ayolah mas Novi kangen sama Aya juga Maya mas" Novi terlihat sedih saat mengucapkannya.


Karena sampai saat ini Danil dan Novi masih belum di karuniai seorang anak, bahkan Sasa dan Dila sudah memiliki anak yang sangat lucu.


"Hufff baiklah by kamu boleh bertemu dengan ke dua sahabat mu itu, tapi jam makan siang nanti kamu harus sudah ada di perusahaan" Tegas Danil.


"Oke mas" Novi mengecup bibir Danil sekilas tapi Danil dengan cepat menahan tengkuk Novi dan memperdalam ciumannya.


"I love you by"


"Love you too mas Da, ayo kita keluar papah sama mamah pasti udah nunggu kita" Danil mengangguk setuju.


"Pagi pah mah" Sapa Danil pada kedua mertuanya.


"Pagi sayang" Jawab papah Rafa dan mamah Rani bersama.


"Sudah hampir dua bulan kalian di sini, apa udah gak betah tinggal di rumah?" Ucap papah Rafa sambil mengunyah makanannya.


"Is papah kok gitu, Novi masih mau di sini pah hiks hiks hiks" Novi menangis tersedu mendengar ucapan papah Rafa.


"Loh papah cuma ingin menggoda suami kamu sayang, kok kamu nya yang nangis" Ucap Papah Rafa merasa bersalah.


"Ada yang sakit by?" Tanya Danil dengan wajah cemas.


"Gak ada mas Novi cuma mau di sini sama mamah makan masakan mamah" Novi berucap sambil menghapus air mata di pipinya.


"Iya sayang gak apa - apa papah juga senang kok kalau kamu disini bahkan kalau kamu mau tinggal di sini juga papah lebih senang lagi" Papah Rafa mencoba menenangkan anak kesayangannya.


"Is papah kami kan udah punya rumah, Novi ke sini karna Novi kangen papah sama mamah" Ucap Novi dengan senyum cerianya.


"Kamu mau mamah bawakan cemilan untuk kamu makan di kantor nanti sayang?" mamah Rani menawarkan cemilan karna sudah dua hari Novi selalu minta di bawakan cemilan untuk di makan di kantor Danil.

__ADS_1


"Gak usah mah hari ini Novi gak ikut ke kantor mas Danil, karna Novi ada temu janji sama Sasa sama Dila untuk ketemu sama Aya juga Maya di taman dekat perusahaan mas Danil" Ucap Novi berbinar.


"Waahh titip salam ya sayang sama mereka"


"Iya mah" Ucap Novi sambil mengangguk.


"Ayo by kita berangkat" Danil berdiri menyalami kedua mertuanya di ikuti oleh Novi juga.


"Mah papah merasa kalau Novi terlihat aneh ya mah" Ucap papah Rafa melihat punggung anak juga menantunya keluar dari rumah.


"Iya pah mamah juga merasa begitu, semoga aja ada kabar bahagia pah" Ucap mamah Rani sendu.


" Mah mereka belum di beri amanah untuk memiliki momongan, bahkan mereka sudah memeriksakan diri ke dokter dan hasilnya mereka berdua baik - baik saja, jadi kita doakan saja yang terbaik buat anak - anak kita mah" papah Rafa memegang erat tangan mamah Rani untuk menguatkannya meskipun dirinya sendiri juga menginginkan kabar bahagia dari anaknya Novi.


"Iya pah"


"By... Mas boleh ikut?" Danil melihat Novi sedang tersenyum manis sambil mengusap pipi Danil, saat ini mereka sudah sampai di taman dan masih berada di dalam mobil karena Danil masih merengek tidak mau di tinggal sendiri.


"Gak bisa mas... Semua yang ada di sana itu wanita jadi gak ada satu pria pun yang boleh ikut" Novi tertawa melihat tingkah suaminya.


"Mas... "


"Hufff" Danil menghela nafas panjang, pasti pekerjaannya hari ini akan berantakan karna tidak akan fokus, Danil akan terus memikirkan istrinya yang jauh darinya.


"Ya udah tapi mas antar ya by" Danil melihat Novi mengangguk sambil tersenyum sangat manis.


Danil terus saja menggandeng tangan Novi berjalan menuju ke tempat duduk para sahabatnya.


"Assalamu'alaikum.... " Salam Novi.


"Waalaikumsalam... " Jawab Sasa dan Dila.


"Mamah vi...... " Teriak dua gadis berusia dua tahun.


"Aya... Maya... Mamah kangen" Novi memeluk Cahaya dan Maya penuh kasih sayang.


"By... " Danil memanggil Novi karna tidak ingin melihat Novi sedih.

__ADS_1


"Iya mas, nanti siang Novi ke kantor sekalian kita makan siang ya mas" Novi mengurai pelukannya pada Aya dan Maya, lalu berdiri mendekati Danil untuk mencium punggung tangannya dan di balas kecupan singkat di kening Novi.


"Jangan berlarian ya by, mas takut kamu jatuh, terus jangan panas - panasan nanti kamu keringatan by" Pesan Danil pada Novi seperti emak - emak yang khawatir pada anaknya.


"Iya mas"


"Ya udah mas balik dulu ya" Novi mengangguk sambil tersenyum juga melambaikan tangannya, melihat Danil pergi menuju mobilnya.


"Hahaha" Tawa keras Sasa dan Dila bersamaan.


"Aduh... Sakit perutku Nov nahan tawa dari tadi, aku sama Aya aja gak segitu nya" Ucap Sasa memegangi perutnya.


"Iya Nov aku juga gak kayak gitu sama anak ku Maya" Timpal Dila.


"Udah siap kalian mengejeknya? kalau belum aku tinggal ni, aku mau main sama Aya juga Maya" Novi langsung beralih ke Cahaya dan memangkunya sebelah kiri bergantian juga dengan Maya di pangkuan kanannya.


"Tapi aku lihat kamu agak berisi Nov" Sasa melihat dengan teliti tubuh Novi yang sedikit berisi.


"Iya aku juga mau bilang tadi" Timpal Dila.


"Jangan - jangan kamu hamil Nov" Ucap Sasa dan Dila bersama.


"Udahlah Sa... Dil... Aku gak mau kecewa untuk yang kesekian kalinya lagi, aku udah capek nyobain tes pek dengan hasil garis satu terus, lagi pula gak ada tanda juga kalau lagi hamil, yang mal lah, yang muntah lah, semua itu gak ada aku rasain" Novi terlihat sangat sedih.


"Sudah tiga tahun lebih usia pernikahan kami, tapi aku tak kunjung hamil, pernikahan ku dulu sama bang Toni juga gak ada anak yang tumbuh di rahimku, padahal aku sangat subur" Lirih Novi.


"Yang sabar Nov, kamu cuma belum di kasih amanah saja" Ucap Dila mengusap bahu Novi.


"Jadi kita kok sedih - sedih gini sih lihat tu Aya sama Maya kita anggurin sayangkan" Novi mencium pipi Aya dan Maya bergantian.


Mereka tertawa bersama, bermain dengan dua gadis kecil yang lucu dan menggemaskan.


"Bagaimana rasanya menjadi papah Jon" Danil berucap tanpa mengalihkan tatapannya pada Novi yang sedang memangku Aya dan Maya.


Setelah Danil mengantar Novi, dia langsung ke perusahaannya tapi tidak untuk bekerja melainkan mengajak Jonathan pergi ke taman melihat istri tercintanya di sana.


"Sangat menyenangkan Nil lelah seharian kerja kalau sudah melihatnya, lelah yang ku rasakan menguap entah ke mana Nil, kamu yang sabar ya Nil, pasti akan ada hari bahagia kamu akan di panggil papah oleh anak mu" Danil hanya mengangguk tanpa beralih melihat Novi.

__ADS_1


__ADS_2