Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 33 Mengetahui Kebenarannya


__ADS_3

" Saya mencari adik anda yang bernama Sinta Maulida karna kami dapat laporan bahwa adik anda telah menggelapkan uang di showroom tempatnya bekerja" Ucap tamu yang aku lihat berseragam polisi karna pintu keluar ada di ruang tamu rumah bang Andre.


" Apa... "


" Sinta.. " Bang Andre berbalik melihatku yang juga terkejut.


" Sinta ada apa ini? Apa yang di katakan pak polisi ini benar Sin?" Tanya bang Andre padaku.


" Bang Sin Sinta" Ucapanku langsung di potong oleh salah satu polisi yang mendekat ke arahku.


" Maaf mbak silahkan ikut kami, mbak bisa jelaskan nanti di kantor" Ucap polisi itu memegang tanganku lalu memasang gelang khusus dari polisi.


" Bang Andre tolong Sinta bang, Sinta gak mau di penjara bang hiks hiks hiks" Ucapku terisak.


" Pak bisa tolong beri kami waktu bicara pak, karna saya tidak tau apa yang terjadi pada adik saya pak" Ucap bang Andre memohon pada polisi.


" Maaf pak kami harus membawa saudari Sinta sekarang, jika anda ingin bicara, bicara saja nanti di kantor polisi" Ucap tegas polisi itu.


Dua polisi itu menyeret paksa aku masuk ke dalam mobil polisi, ku lihat bang Andre buru - buru masuk ke dalam rumah, tak lama bang Andre keluar membawa tas ransel juga mengeluarkan motor metiknya mengikuti mobil polisi membawaku ke kota tempat tinggal ku.


Sampai di kantor polisi aku di masukkan ke dalam ruangan yang di kelilingi jeruji besi, membuat tubuhku gemetar ketakutan, tapi untungnya hanya aku sendiri yang ada di ruangan jeruji itu.


" Sinta " Panggil bang Andre padaku.


" Bang tolong Sinta bang" Ucapku terisak memegang tangan bang Andre.


" Sin coba kamu jelaskan sama Abang apa yang sebenarnya terjadi padamu Sin?" Tanya bang Andre padaku.


" Maafkan Sinta bang Sinta khilaf " Ucapku menundukkan kepalaku.


" Jadi benar kamu sudah ambil uang showroom itu Sin?" Ucap bang Andre mulai meninggi yang ku jawab anggukan kepala.


" Astaghfirullah.... Sinta.. kamu harus mengembalikan uang yang sudah kamu ambil Sin... ayo sin kamu kasih tau Abang, kamu simpan di mana uang itu biar Abang yang ambil" Ucap bang Andre.


" Uangnya tinggal sedikit bang karna udah Sinta pakai bang" Ucapku lemah.

__ADS_1


" Berapa uang yang kamu pakai Sin?" Tanya bang Andre.


" Ti tiga ratus juta bang" Jawab ku gugup.


" Astaghfirullah.... Uang itu gak sedikit Sin, Abang gak punya uang sebanyak itu" Ucap bang Andre menjambak rambutnya frustasi.


" Sin kasih tau Abang siapa bos kamu di showroom, Abang akan coba bicara padanya" Ucap bang Andre.


" Aku ada di sini tidak perlu mencari ku" Ucap Novi tiba - tiba muncul di hadapan kami.


" Buk Novi saya minta maaf buk, tolong keluarkan saya dari sini buk" Ucapku memohon pada Novi.


" Buk tolong maafkan adik saya Sinta buk, saya akan mencicil uang yang sudah di ambil adik saya buk, karna uangnya sudah di pakai Sinta buk, saya mohon buk" Ucap bang Andre memohon.


" Apakah anda Abang nya Sinta?" Tanya Novi.


" Iya buk saya Andre Abang Sinta" Ucap bang Andre.


" Ayo kita duduk dulu bang, kita bicara di sini agar Sinta juga mendengar apa yang akan kita bicarakan" Ucap Novi meminta polisi memberikan kami waktu juga meminta tambahan tempat duduk untuk Novi dan bang Andre duduk.


" Begini bang Andre, showroom tempat Sinta bekerja adalah showroom atas nama saya tapi yang mengelolanya adalah suami saya"


" Selain Sinta menggelapkan uang showroom untuk kepentingan pribadinya, dia juga sudah selingkuh dengan suami saya, dengan cara menjebak suami saya dan mengancamnya" Ucap Novi membuat bang Andre terkejut.


" Apa buk... Apa yang ibu katakan benar? Apa benar Sinta melakukan itu, selingkuh dengan suami ibu?" Tanya bang Andre tidak percaya.


" Aku sudah melihatnya sendiri bang mereka melakukan layaknya hubungan suami istri" Ucap Novi.


" Sinta apa itu benar?" Tanya bang Andre dengan mata yang sudah menatapku tajam.


" Maaf bang tapi aku mencintainya bang" Ucapku jujur.


" Astaghfirullah.... Sinta kenapa kamu tidak jera juga, kenapa kamu mengulangi kesalahan itu lagi, kamu gak ingat apa yang kamu alami dulu, ketika kamu di labrak sama istri simpanan mu Sin" Ucap bang Andre mulai meninggikan suaranya.


" Tapi mas Toni dulu yang menjeratku bang, Abang ingat saat Sinta kecelakaan itu, aku gak sengaja di tabrak mobilnya mas Toni bang, dia memberikan aku perhatian saat aku di rawat hingga timbul perasaan itu bang" Ucapku membela diri

__ADS_1


" Tapi itu salah Sin" Ucap bang Andre geram.


" Jika itu kejadiannya maafkan Abang Sin, Abang gak akan bantu kamu, Abang harap hukuman yang akan kamu terima nanti akan menyadarkan kamu dari semua kesalahan yang sudah kamu lakukan" Ucap bang Andre hendak pergi.


" Bang Andre tolong Sinta bang, Sinta janji gak akan melakukan kesalahan itu lagi bang" Teriakku melihat punggung bang Andre keluar dari ruangan ku.


" Dasar kamu wanita licik" Ucap ku pada Novi yang masih duduk tenang di hadapanku.


" Sinta.. Sinta... ternyata bukan kali ini saja kamu menjadi simpanan, ternyata itu sudah menjadi pekerjaan kamu ya" Ucap Novi tersenyum padaku.


" iya sampai mas Toni terjerat padaku, karna itu kamu lepas saja mas Toni untukku karna aku mencintainya" Ucapku menggebu.


" Kamu tidak perlu khawatir Sinta, aku memang sudah melepasnya, tapi apakah bang Toni akan mau terus denganmu?" Ucapan Novi membuatku tersulut emosi karna apa yang di katakan Novi benar, bahkan mas Toni tidak mau melihatku.


" Aku dengar bang Toni tidak ingin melihatmu" Ucap Novi tersenyum.


" Aku harap kamu bisa merenungi semuanya dan membuat kamu menjadi orang yang lebih baik lagi" Ucap Novi mulai berdiri ingin meninggalkan ruangan penuh jeruji.


" Novi tolong keluarkan aku Nov hiks hiks hiks" Teriakku terisak melihat Novi keluar.


...****************...


Rumah Sakit


"Adi apa wanita itu sudah pergi?" Ucap Toni pada Adi yang selalu setia menemaninya.


" Sudah pak" Jawab Adi.


" Adi di mana istriku?" Toni merebahkan tubuhnya di ranjang pasien.


" Saya tidak tau pak keberadaan ibu Novi dimana, tapi yang saya dengar di showroom, buk Novi akan kembali bekerja di showroom seminggu lagi, saat ini showroom di tangani oleh orang kepercayaan dari orang tua buk Novi pak" Ucap Adi karna Adi masih bekerja di showroom.


" Adi tolong kamu jaga istriku Novi, dia wanita sempurna yang telah aku sia siakan, aku akan memintanya kembali walaupun itu sulit, karna kesalahanku sudah sangat fatal, aku tidak akan pernah mencintai wanita lain lagi, hanya Novi cinta pertama dan terakhirku" Ucap Toni.


" Jangan begitu pak, saya yakin bapak pasti akan menemukan wanita yang akan mengisi hati dan hari - hari bapak nanti" Ucap Adi menatap iba Toni.

__ADS_1


" Tidak Adi, meski aku melepas istriku Novi nanti, di hatiku, Novi masih tetap istriku sampai ajal menjemput ku nanti"


" Kamu tau bagaimana kondisi tubuhku saat ini kan Adi, ini adalah hukuman untukku yang sudah menyakiti wanita sempurna seperti Novi "


__ADS_2