Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 105


__ADS_3

"Mas menginginkanmu by... " Bisik Danil lirih.


Novi melihat mata sayu Danil, mata yang membuat bulu kuduk Novi meremang, selama hampir sebulan Danil tidak menyentuh Novi, karna takut akan kandungannya walaupun hasratnya selalu naik walau hanya dengan melihat Novi, bahkan Novi terlihat semakin cantik selama dia hamil.


"Tapi pelan ya mas... Ada anak kita di sini mas" Ucap Novi sambil menunjuk perutnya yang sudah mulai menonjol.


Danil hanya mengangguk sebagai jawaban, karna hasratnya yang mulai meninggi. Di pandangi nya wajah wanita yang selalu membuat kadar cintanya semakin hari semakin bertambah, tak pernah luntur walau sedetikpun.


Tangan Danil terulur membelai pipi mulus Novi yang sekarang terlihat berisi, Danil melihat dalam mata indah Novi, menyalurkan banyaknya cinta yang ia punya, wajah Danil mulai mengikis jarak dengan wajah cantik Novi, hingga bibirnya yang tebal menyatu dengan bibir Novi yang selalu membuatnya candu.


Novi juga ikut hanyut dalam suasana romantis penuh gairah yang di suguhkan oleh suaminya Danil, tak di pungkiri selama Novi mengandung hasratnya kian bertambah, iya juga menginginkan di cumbu oleh suami yang dia cintai, entah karna hormon atau juga karna sudah lama tidak di jamah oleh Danil suaminya.


Ciuman yang awalnya lembut perlahan menjadi menuntut dan ingin hal yang lebih, Danil yang memiliki hasrat tinggi selalu mengingatkan dirinya, bahwa saat ini istrinya tengah mengandung buah hati nya, buah cinta yang selama ini mereka tunggu - tunggu kehadirannya.


Danil melepaskan ciumannya dan melihat lekat wajah sang istri yang sudah di penuhi oleh hasrat, Novi membuka matanya karna tidak ada sentuhan apapun yang dia rasakan, ternyata Danil tengah menatapnya penuh cinta bercampur hasrat.


"Kenapa mas" Tanya Novi melihat Danil yang tengah mengunci penglihatannya di wajah Novi.


"Kamu wanita yang sangat mas cintai by, kamu yang membuat jantung ini selalu berdebar hebat saat tengah bersamamu by, kamu yang membuat kadar cinta di hati ini selalu bertambah, mas selalu ingin terus bersamamu, menua bersama sampai ajal menjemput, mas akan selalu melihatmu walau nantinya kamu akan bosan melihat mas, mas gak mau kehilanganmu by, tolong tegur mas jika mas telah melakukan kesalahan by" Ucap Danil lirih.


Di bingkai nya wajah tampan nan berkharisma di hadapannya, wajah pria yang membuat kerja jantungnya berdebar hebat bila menatapnya, wajah pria yang sangat di cintainya.


"Novi juga sangat mencintaimu mas, Novi ingin selalu terus bersamamu mas, menua bersamamu, dan gak akan pernah bosan denganmu mas, dan tolong juga tegur Novi saat Novi melakukan kesalahan, kita sama - saling melengkapi kelebihan dan kekurangan kita masing - masing mas" Ucap Novi tanpa mengalihkan pandangannya dari mata teduh suaminya.


Danil melihat dalam mata Novi, meneliti wajah cantik istrinya yang terlihat berisi, membuatnya semakin cantik dan bercahaya.


"I love you by... I love you... I love you... " Ucap Danil berulang - ulang.


"Love you too mas Da... "

__ADS_1


Pandangan mereka terkunci, saling menatap penuh cinta, perlahan Danil mengikis jarak, mencium keningnya lama lalu beralih ke mata, pipi dan terakhir melabuhkan bibir tebalnya ke bibir istrinya, mereka saling bertukar saliva menyalurkan rasa cinta yang mereka punya.


Mereka terbuai oleh cinta dan hasrat yang melebur menjadi satu, tanpa sadar tubuh keduanya sudah dalam keadaan sama - sama polos dalam selimut.


Danil menatap tubuh Novi dengan rasa kagum akan keindahan sang pencipta yang ada di hadapannya, tubuh indah polos seperti bayi yang baru terlahir ke dunia.


"Jangan lihat seperti itu mas... Novi malu" Ucap Novi malu - malu, Novi berusaha menutupi daerah pribadinya tapi di cegah oleh Danil.


"Jangan di tutupi by... Mas suka melihat tubuh indah mu, apa lagi di sini ada buah cinta kita by" Perlahan Danil memundurkan tubuhnya agar bisa mencium perut Novi yang membuncit.


"Anak - anak papah, jangan nakal ya.. Papah mau jenguk kalian" Novi yang mendengar ucapan Danil tersipu malu sampai wajahnya memerah.


"Mas apa - apaan sih" Ucap Novi sambil tersenyum malu.


"Ya kan emang mas mau jenguk anak kita by" Ucap Danil menggoda Novi.


Danil sangat senang hubungannya dengan Novi membaik kembali, Danil berjanji di dalam hatinya, tidak akan menyakiti hati istrinya lagi, Danil akan mempercayai Novi apapun yang terjadi.


Padahal Danil juga melakukan hal yang sama, yakni membuat Novi terpuaskan olehnya di atas ranjang panasnya, hingga Novi tidak mencari kepuasan di luar sana. Tanpa mereka sadari tujuan mereka sama untuk membina rumah tangga yang bahagia.


Sudah entah berapa lama mereka melakukan kewajiban mereka, hingga mereka sama - sama merasakan puncak yang nikmat, dan menyebutkan nama pujaan hati.


"Kamu milik mas byhhhh" Desah Danil saat mencapai puncaknya.


"Mmasshhh" Desah Novi.


Danil sangat senang melihat wajah penuh nikmat istrinya yang masih dalam kungkungannya saat melakukan pelepasan, terlihat sangat cantik, Danil selalu melihat dan mengingatnya tidak pernah ia lewatkan walau sedetikpun.


"Kamu selalu membuat mas candu by, wajahmu, tubuhmu, semua yang ada pada dirimu, semuanya mas suka by, kamu membuat mas selalu tergila - gila padamu, jangan pernah jauh lagi dari mas by" Ucap Danil tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Novi dan masih menyatukan tubuhnya dengan tubuh Novi.

__ADS_1


"Iya mas" Jawab Novi singkat.


"Kok singkat banget sih by jawabannya, padahal ucapan mas udah panjang lebar" Danil pura - pura ngambek agar Novi mau merayunya.


"Hahaha iya mas.. Jadi Novi mau jawab gimana lagi coba... Udah mas..." Ucap Novi manja, mendorong pelan tubuh Danil yang masih berada di atas nya.


"Kalau mas mau lagi, gimana by... " Novi membulatkan matanya membuat Danil tersenyum.


"Enggak kok by... Mas cuma bercanda... Mas gak mau kamu dan anak kita kelelahan, walaupun mas masih pingin menjenguk anak kita by" Ucap Danil melepaskan penyatuan nya dan berbaring di samping Novi.


"Mas Novi... " Belum sempat Novi menyelesaikan ucapannya HP Danil terdengar berbunyi.


Tapi Danil mengabaikan hpnya yang berbunyi dan memfokuskan melihat ke arah Novi"


"Novi apa by.. " Ucap Danil sambil membelai pipi Novi.


"Mas angkat dulu panggilan di hpnya" Novi tersenyum sambil melirik HP Danil yang ada di atas nakas.


"Makasih ya by.. " Ucap Danil sambil mencium kening dan bibir Novi.


"Iya mas" Ucap Novi tersipu malu.


Danil mengambil hpnya dan melihat siapa yang tengah mengganggunya, terpampang nama asisten pribadinya di sana.


"Halo Jon"


"Maaf Nil mengganggu tapi ini urgent, di perusahaan ada yang membuat ulah, aku ijin kembali ke perusahaan dulu"


"Siapa Jon? "

__ADS_1


"Paman kamu Nil"


__ADS_2