
Meski tubuhnya terasa panas bercampur hasrat Danil tidak akan melepaskan pakaiannya, karna tubuh atletisnya hanya Novi yang bisa melihat juga menyentuhnya.
Tak lama pintu terbuka, terlihat wanita berpakaian minim masuk dan mengunci pintunya. Danil sudah melepaskan jasnya dan kini tersisa kemejanya yang masih utuh di kenakan di tubuhnya yang kekar.
Danil duduk membelakangi pintu masuk, karna itu wanita yang baru saja masuk mengira bahwa saat ini Danil pasti sudah polos tanpa sehelai benangpun.
" Sayang... Aku datang untuk menjadi obat mu, " Suara wanita itu terdengar mendayu manja di telinga Danil, mengingatkannya pada suara manja Novi yang sedang berada di bawah kungkungan nya.
Danil langsung menggeleng dan mengingat saat ini tidak ada Novi, Danil harus cepat mengatasi wanita yang telah menjebaknya. Danil berdiri dan berbalik melihat wanita yang saat ini tengah berjalan mendekatinya sudah setengah polos.
" Da danil" Seli terkejut karna Danil masih berpakaian lengkap dan seperti tidak terjadi sesuatu. Padahal obat yang dia berikan dosisnya tinggi. Sedangkan Seli sudah dalam keadaan setengah polos.
Seli adalah rekan bisnis Danil yang sangat terobsesi dengan Danil.
" Ternyata kamu wanita murahan yang sudah menjebak ku" Ucap Danil berusaha berbicara seperti biasa tapi Seli sudah menangkap gelagat aneh di diri Danil.
" Hahaha Danil Danil... Sampai kapan kamu akan bertahan dari obat perangsang itu, aku memberimu obat dengan dosis yang tinggi, kalau tidak cepat di beri penawar maka kamu akan mati, maka dari itu aku dengan suka rela akan menjadi penawar mu" Seli akan mendekati Danil yang sudah sangat tidak nyaman dengan panas di tubuhnya.
Dengan gerakan cepat Danil menendang perut Seli, tubuhnya terjungkal ke belakang hingga membentur lantai dengan sangat keras.
" Aw sshhh kau sangat tega melukai wanita Danil" Ucap Seli merintih kesakitan. Tapi Seli tak tinggal diam, dengan tubuh bagian atas yang sudah polos perlahan Seli membuka lebar ke dua kakinya hingga terlihat sesuatu yang ada di dalam rok span nya.
Melihat itu Danil tidak merespon, dia hanya melihat wajah Seli dengan tatapan yang sangat tajam. Danil hanya ingin otaknya tetap sadar bahwa yang ada di hadapannya ini bukan Novi istrinya.
" Dalam keadaan seperti ini pun aku tidak pernah berhasrat padamu, aku hanya mencintai istriku dan hanya dia yang bisa menyentuhku" Ucap Danil membuat Seli terharu.
" Andai aku wanita yang beruntung itu" Gumam Seli.
" Jadi keluarlah sebelum aku bertindak lebih" Danil sudah menggulung lengan kemejanya sampai ke siku akibat hawa panas yang terus menjalar di tubuhnya.
" Tidak akan" Ucap Seli berdiri ingin memeluk Danil, tapi dengan sigap Danil menendang lagi perut Seli hingga tubuhnya kembali terhempas ke lantai.
Danil berjalan mendekati Seli yang sedang meringis menahan sakit di perutnya.
__ADS_1
" Aku sudah memperingatkan mu untuk segera pergi tapi tak kau hiraukan, maka terimalah hukuman mu karna sudah mengusikku" Danil menginjak tangan Seli sampai mengeluarkan suara.
" Aaaaaaahh hiks hiks hiks"
" Itu masih belum seberapa, jika kau mengusikku lagi maka nyawamu yang akan melayang" Ucap Danil melangkah menuju pintu yang baru saja di buka oleh Jonathan.
" Kamu urus dia Jon, apa Novi sudah datang? "
" Iya Nil Novi sudah ada di ruangan mu" Dengan langkah gontai Danil keluar restoran menuju mobil yang sudah ada Alex di sana.
" Cepat Lex aku udah gak tahan" Ucap Danil dengan nafas berat.
" Kamu gila Nil kenapa gak kamu tinggal aja wanita sialan itu" Ucap Alex kesal.
" Karna aku ingin membuktikan kesetiaanku pada Novi, dan memberikan pelajaran langsung dengan wanita murahan itu" Danil sudah membuka beberapa kancing kemejanya, sedangkan dasinya sudah entah kemana.
Hanya sekitar sepuluh menit Danil sampai ke perusahaan nya.
Dengan langkah cepat Danil masuk ke dalam perusahaannya menuju ruangannya. Danil membuka pintu ruangannya dengan tidak sabar karna hasrat yang dia rasakan sudah sangat menyiksanya, Danil melihat Novi berdiri ingin menyambutnya.
" Mas" Belum sempat Novi menyelesaikan kalimatnya, Danil sudah menggendongnya menuju ruang rahasia yang ada di dalam ruangannya.
" By.... Tolong jadi penawarnya mas ya" Novi hanya mengangguk sambil tersenyum, karna waktu Alex menjemputnya tadi, Alex sudah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya.
" Maaf kan mas kalau mas melakukannya dengan kasar by" Tanpa mendengar jawaban dari Novi, Danil langsung merobek pakaian yang di kenakan oleh Novi. Novi sampai terkejut di buatnya.
Danil bersikap lembut awalnya, memberi kecupan dan melakukan pemanasan sedikit untuk sang istri agar Novi tidak merasakan sakit saat di masuki, Novi hanya pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya terhadapnya.
Dengan bringas Danil menggempur Novi di atas ranjang, menyalurkan cinta dan hasrat yang sudah seminggu tidak di rasakannya, di tambah pengaruh dari obat perangsang, membuat suara nan manja penuh kenikmatan terdengar menggema di setiap sudut ruangan yang kedap suara keluar dari bibir keduanya.
Dengan gejolak hasrat yang membara Danil sampai lupa bahwa apa yang dia lakukan membuat wanita yang di cintainya tersakiti,
Hingga Novi tak berdaya dan sampai tak sadarkan diri. Danil sendiri tidak sadar bahwa istrinya sudah pingsan karena nya.
__ADS_1
" Ahhh Novi my baby... " Teriaknya memanggil pujaan hati sambil menyemburkan benihnya ke rahim sang istri yang entah sudah berapa kali.
Danil berbaring di samping Novi dengan nafas yang masih tersengal - sengal dan menyelimuti tubuh polos mereka berdua.
" Terima kasih by" Ucap Danil mencium kening Novi lama. Di lihatnya wajah cantik Novi.
" Kenapa wajahnya nampak pucat" Gumam Danil.
" By" Danil mengusap pipi Novi yang pucat.
" By " Danil mengubah posisinya menjadi duduk dan menepuk pelan pipi Novi.
" By tolong bangun" Danil meremas rambutnya, panik melihat wanitanya tidak membuka matanya.
Dengan cepat Danil memakai celananya yang masih berserakan di lantai, mengambil hpnya dan menelpon Jonathan untuk menghubungi Ardi untuk datang ke ruangannya.
" Jon kamu panggil Ardi suruh ke ruanganku sekarang" Ucap Danil dan tanpa mendengar jawaban Jonathan Danil langsung memutuskan panggilannya.
Di ambilnya pakaian di lemari yang sudah di sediakan Danil untuk Novi. Dengan lembut Danil memakaikan dress ke tubuh polos Novi.
Danil keluar dari ruangan rahasianya karna Jonathan mengabarkan kalau Ardi sudah ada di ruangannya.
" Ar ayo tolong periksa istriku " Danil menyeret paksa tangan Ardi masuk ke dalam ruang rahasianya di ikuti Jonathan di belakangnya.
" Kamu terlalu kasar mainnya Nil" Ucap Ardi setelah memeriksa Novi. Ardi tidak banyak bertanya karna Jonathan sudah menceritakan apa yang tengah terjadi.
" Terus gimana Novi Ar, kenapa dia gak bangun - bangun juga" Danil sangat mengkhawatirkan keadaan Novi karna dari tadi tidak membuka matanya.
" Kamu jangan khawatir Nil sebentar lagi istrimu akan sadar, oleskan ini di bagian inti tubuhnya karna aku yakin akibat ulahmu bagian itu pasti bengkak" Ardi melihat kesedihan di mata Danil untuk istrinya.
" Istrimu sangat kuat Nil, dia mampu menghadapi pria dingin sepertimu jadi jangan seperti ini, tapi aku salut sama kamu karna kamu gak tergoda sama wanita yang sudah polos di hadapanmu, apa lagi obat perangsang itu pasti sangat membuatmu berhasrat di tambah hasratmu yang menggunung dan kamu masih sanggup menghukum wanita sialan itu hahaha benar - benar salut Nil" Ucap Ardi menepuk bahu Danil.
" Ya Ar karna aku sangat mencintai Novi hanya istriku Novi" Danil menggenggam tangan Novi lembut.
__ADS_1