Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 42 Toni Trauma


__ADS_3

Novi melihat banyak orang di ruangan Toni, dan terdengar orang berteriak.


" Bang Toni.... " Teriak Novi melihat Toni berteriak dengan seorang wanita yang terlihat memakai seragam perawat sedang terisak.


" Saya minta maaf pak, saya tidak akan mengulanginya lagi hiks hiks hiks" Wanita berseragam putih itu berlutut di hadapan Toni.


" Bang Toni " Novi mendekati Toni yang sedang menatap tajam wanita yang sedang berlutut di hadapannya.


" Ada apa bang?" Novi bertanya tapi tidak ada jawaban dari bibir Toni.


" Sayang hiks hiks hiks" Ucap bunda Sarah terisak.


" Ada apa dengan bang Toni Bun?" Tanya Novi pada bunda Sarah yang masih terisak.


" Tadi saat Toni sedang tidur, perawat wanita ini ingin memeriksa keadaan Toni. Bunda sudah bilang kalau Toni hanya ingin di periksa oleh perawat laki - laki saja, tapi dia tetap ingin memeriksanya, tak lama tiba - tiba Toni bangun dan langsung menendang perawat itu, Toni juga sangat marah padanya sayang " Bunda Sarah menjelaskan apa yang terjadi di ruangan Toni dengan perawat wanita cantik yang kini sudah berpenampilan sangat berantakan.


Novi mendekati Toni yang kini menatap Novi dengan tatapan penuh sesal, Toni seperti mengalami trauma berat akibat ulah dari Sinta.


" Bang " Novi mencoba menggenggam tangan Toni yang sedang mengepalkan tangannya kuat.


" Dek " Toni menatap Novi dalam, terlihat buliran air mata keluar dari mata Toni.


" Abang minta maaf, Abang lalai dek, wanita itu dengan sengaja ingin menyentuh Abang, padahal Abang sudah memberitahukan pada pihak rumah sakit kalau Abang cuma mau di periksa sama perawat laki - laki " Ucap Toni dengan suara bergetar akibat menahan tangisnya.


" Bang, mungkin perawat itu tidak tau kalau Abang hanya ingin di periksa oleh perawat laki - laki " ucap Novi mengelus bahu Toni lembut.


" Tapi tadi bunda sudah mengatakannya dek, tapi wanita itu tetap ingin memeriksa Abang" Ucap Toni menunjuk wanita yang sedang berlutut.


" Ya sudah, tadi Abang bilang kalau wanita itu masih ingin menyentuh abang kan?" Ucap Novi bertanya pada Toni, yang di jawab anggukan kepala oleh Toni.


" Itu artinya perawat wanita itu belum menyentuh Abang" Ucapan Novi di sambut senyum hangat oleh Toni.


" Iya, adek benar wanita itu belum menyentuh Abang" Toni dengan erat menggenggam tangan Novi.

__ADS_1


" Ya udah Abang istirahat ya" Toni mengikuti langkah Novi menuju ranjangnya, Novi menyelimuti Toni dan tersenyum manis pada Toni.


" Kamu keluarlah, dan ingat baik - baik pasien yang bernama Toni Handoko hanya ingin di periksa oleh petugas rumah sakit laki - laki" Novi menunjuk perawat wanita yang sudah berdiri ingin keluar ruangan.


" I iya buk " Ucap wanita itu terbata dan keluar dengan tergesa - gesa.


Novi melihat Toni sudah memejamkan matanya, Novi jadi kasihan sama Toni, akibat ulah Sinta yang menjebaknya dan memaksa Toni mengikuti keinginan nya membuat Toni trauma di sentuh oleh wanita.


Novi seperti dilema melihat keadaan Toni seperti ini, Novi menatap kosong dinding ruang rumah sakit, dan tersadar karna tepukan bunda Sarah di bahunya.


" Sayang, ada apa?" bunda Sarah menatap Novi juga menyentuh punggung tangan Novi lembut.


" Tidak apa - apa Bun " Ucap Novi tersenyum.


" Sayang, kamu sudah bunda anggap anak sendiri kalau ada apa - apa cerita sama bunda " bunda Sarah memeluk Novi sambil mengusap rambut panjang Novi yang tergerai.


" Bunda, apa bang Toni sering seperti ini jika bersentuhan dengan wanita?"


" Apa bang Toni mengalami trauma Bun?" Bunda Sarah menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan seperti menahan sesak di dadanya.


" Bunda selalu mendengar Toni berteriak saat tidur, Toni selalu memanggil nama kamu meminta maaf dan menangis"


" Bahkan awalnya juga Toni menghindari sentuhan bunda" Ucap bunda Sarah menatap Toni yang sedang tertidur.


" Apa begitu besar cintamu padaku bang? " Ucap Novi dalam hati melihat Toni.


" Sayang, terima kasih ya kamu mau memenuhi syarat dari Toni, Toni merasa sudah putus asa dengan hidupnya"


" Anak bunda sangat takut kehilangan kamu sayang, anak bunda sangat senang kamu mau mengikuti syaratnya, hanya kamu yang bisa menyembuhkan Toni " Ucap Bunda Sarah.


" Apa maksud bunda?" Novi merasa ada yang di tutupi bunda Sarah.


" Kamu memang sangat baik, pantas Toni begitu sangat mencintai kamu, selain cantik kamu juga sangat baik" Bunda Sarah tersenyum pada Novi.

__ADS_1


" Bunda, apa sakit bang Toni bisa kita obati di luar negri?"


" Bunda tidak tau nak" Bunda Sarah seperti sudah putus asa dengan penyakit anaknya Toni.


" Bunda Novi akan coba cari tau ya" Ucap Novi menyemangati bunda Sarah.


" Itu percuma nak, kalau yang punya tubuh sudah tidak mau mengobatinya" Ayah Ridho tiba - tiba ikut duduk dengan Novi dan bunda Sarah.


" Ayah" Bunda Sarah menggelengkan kepala melihat ayah Ridho.


" Biarkan Novi tau Bun, ayah tidak ingin anak laki - laki ayah pasrah begitu saja dengan penyakitnya" Ucap ayah Ridho lemah.


" Ayah ingin Toni anak kita menjalani hidup penuh semangat seperti dulu, Toni selalu semangat belajar dan bekerja"


" Toni anak yang selalu membuat bangga ayah, menyayangi keluarganya, ayah, bunda dan Ririn"


" saat kita putus asa karna usaha kita yang terancam gulung tikar, Toni menyemangati kita untuk bangkit, Toni juga membantu kita keluar dari usaha yang hampir bangkrut"


" Saat Ririn mengalami masalah karna sek bebas, saat itu ayah dan bunda sangat ingin mengusir Ririn, tapi Toni berhasil membujuk kita untuk tidak mengusir nya kalau tidak, mungkin kita akan menyesal seumur hidup bun , Toni juga membantu Ririn menjauh dari dunia hitam yang pernah Ririn singgahi, kini Ririn sudah hidup dengan keluarga kecilnya yang bahagia, hidup dengan pria yang tau tentang masa lalu Ririn, itu juga atas andil Toni yang mengenalkan temannya pada Ririn"


" Toni selalu ada untuk kita Bun, saat kita memiliki masalah Toni lah yang selalu cepat mencari solusinya"


" Ayah sangat sedih, di saat Toni membutuhkan kita tapi kita tidak bisa berbuat apapun untuk nya" Ucap Ayah Ridho berusaha agar tidak mengeluarkan air matanya, padahal dari suaranya sudah terasa berat dan bergetar.


" Tapi yah " Bunda Sarah terlihat bingung.


" Bunda, ayah tidak ingin kehilangan Toni tanpa ada usaha dari kita untuk mengobati penyakitnya" Ayah Ridho memegang erat tangan bunda Sarah.


" Sebenarnya ada apa ini yah.. Bun... apa ada sesuatu yang tidak Novi ketahui tentang penyakit bang Toni?"


" Ayah.. Bunda... Tolong kasih tau Novi apa yang sebenarnya terjadi dengan bang Toni" Ucap Novi bergetar menahan tangis.


" Sayang, hiks hiks hiks Toni menghentikan pengobatannya hiks hiks hiks " Ucap bunda Sarah terisak pilu.

__ADS_1


" Apa "


__ADS_2