
" Maaf kan kami mah, kami gak bisa menahan rindu" ucap Novi sambil menunduk.
" Sayang.. Jangan sedih gitu ah, mamah maklum kok, dulu papah kamu juga begitu bahkan papah sampai memanjat dinding karna ingin ketemu sama mamah, akhirnya papah ketauan dan papah di usir sama kakek kamu" mamah Rani bercerita sambil tersenyum mengenang masa lalunya.
" Hah... Iya mah, papah berbuat seperti itu, hahaha Novi gak bisa ngebayangin waktu papah terciduk mah" Novi tertawa geli membayangkan kelakuan papahnya.
" Apa kamu bahagia sayang? " Novi menatap mamah Rani sambil tersenyum.
" Sangat mah, Novi sangat bahagia, awal menikah dengan mas Danil Novi memang hanya ingin membahagiakan mamah dan papah, tapi lama - lama perasaan Novi sama mas Danil berubah jadi cinta, apalagi saat Novi tau kalau mas Danil adalah pria kecil Novi, dan perasaan mas Danil gak pernah berubah untuk Novi dari dulu sampai sekarang mah" Novi melihat mamah Rani menangis.
" Syukurlah sayang, jadi papah dan mamah nak Danil bisa tenang di sana, karna apa yang mereka harapkan di dunia ini bisa terpenuhi" ucap mamah Rani menghapus air matanya dan menggenggam tangan Novi erat.
" Apa mamah kenal dengan kedua orang tua mas Danil mah? " Novi melihat mamah Rani mengangguk.
" Papah dan mamah nak Danil adalah sahabat terbaik mamah dan papah sayang, mereka selalu ada saat kami senang dan terpuruk, kami sama - sama saling membantu jika salah satu dari kami mengalami masalah, kami saling mendukung dalam segala hal, itu sebabnya kami ingin menjodohkan kalian"
" Tapi sebelum itu terjadi mereka sudah pergi dari kita, mereka mengalami kecelakaan, kami sudah mengupayakan semuanya tapi Tuhan lebih menyayangi mereka, dan pesan terakhirnya adalah menjodohkan kalian"
" Tapi pada saat kami ingin mendekatkan kalian nak Danil malah menghilang, dia di bawa oleh paman dan bibinya yang hanya menginginkan harta dari kedua orang tuanya, papah mencari informasi tentang nak Danil tapi sulit karna pamannya menutup akses tentang keluarga nak Danil"
" Saat nak Danil kembali lagi menemui kami setelah sekian lama menghilang, kamu sudah menikah dengan Toni, hal itu membuat nak Danil sangat terpuruk sayang"
" Tapi mungkin memang kalian di takdir kan untuk berjodoh, jadi kalian bisa bersatu lagi walau hati kamu harus tersakiti lebih dulu" Ucap mamah Rani menggenggam erat tangan Novi.
" itu sebabnya mamah dan papah gak setuju Novi menikah sama bang Toni dulu"
" Iya sayang, tapi karna kami melihat kamu sangat serius dengan keputusanmu dan nak Danil juga tidak ada kabar sama sekali, dengan berat hati kami menyetujui pernikahan kamu sama Toni dulu" Ucap mamah Rani tersenyum hangat.
__ADS_1
" Mama doakan semoga kamu selalu bahagia, doa terbaik buat kamu anak kecil mamah" Mamah Rani mencubit hidung Novi gemes.
" Ih sakit tau mah... Dan Novi bukan anak kecil lagi, Novi udah nikah bahkan udah dua kali mah, hahaha" Novi geli sendiri dengan ucapannya.
" Kamu ini ada - ada aja" Mamah Rani menggelengkan kepalanya.
Hari yang di tunggu pun tiba, acara resepsi di adakan dua kali siang hari dan malam hari karna kedua orang tua Novi banyak sekali mengundang orang, semua mahasiswa di kampus tempatnya bekerja juga semua rekan atau teman yang ada di tempat mereka kerja.
belum lagi rekan bisnis papah Rafa, karna papah Rafa membangun sendiri perusahaan kecilnya, begitu juga dengan Jonathan yang mengundang banyak rekan bisnis Danil dari mulai dari dalam negeri sampai ke luar negeri.
Karna itu paman dan bibi Danil sangat terkejut sekaligus marah ketika mendengar bahwa keponakannya sekaligus anak angkatnya mengadakan resepsi pernikahannya tanpa di ketahui oleh mereka.
" Bos selamat atas pernikahannya, semoga bos selalu bahagia dengan gadis kecil bos" Ucap tulus Jonathan pada atasannya sekaligus sahabatnya.
" Terima kasih Jon, carilah pendamping hidup Jon, jangan terus mengutamakan aku, aku sudah sangat bahagia hidup bersama dengan gadis kecilku, jadi mulai sekarang perhatikan juga dirimu Jon" Danil menepuk bahu Jonathan berulang kali.
" Aku akan lebih bahagia jika kamu juga ada pendamping Jon"
" Baiklah akan aku usahakan, tapi jangan menggangguku dengan perintahmu jika aku sudah ada pendamping, apa lagi saat aku lagi berolah raga panas di atas ranjang"
" Ya sudah kalau gitu urus saja surat pengunduran dirimu, jadi kamu bisa terus berolahraga panas sepanjang hari" Ucap Danil.
" Is kau ini" Ucap Jonathan tidak bisa berkata lagi.
" Sudah ayo kita keluar, kamu akan bertemu dengan gadis kecilmu sekarang"
" Iya Jon aku udah gak sabar melihat bidadari ku" Danil melangkah keluar di ikuti Jonathan di belakangnya.
__ADS_1
" Bos kedua orang tua angkat mu sudah mendengar acara pernikahanmu" Ucap Jonathan saat mereka berjalan ke arah gedung resepsi.
" Biarkan saja Jon, biar mereka tau aku menikahi gadis kecilku, kamu awasi saja mereka jangan sampai mereka mengganggu istriku"
" Baik bos"
Danil tiba lebih dulu di ruang tunggu sebelum masuk ke ruang resepsinya, dia harus bersabar menunggu sang istri yang masih berjalan perlahan ke arahnya.
" Mas" Panggil Novi pada suami yang sangat tampan dengan jas yang serasi dengan gaunnya.
Danil menatap Novi tanpa berkedip, sungguh sangat indah dan sempurna wanita yang ada di hadapannya, sampai matanya tak berkedip saat memandangnya.
" By" Danil menyambut kedatangan bidadarinya dengan kecupan kilas di keningnya setelah tersadar dari rasa terpesona pada sang istri yang tampil sangat cantik dengan balutan gaun yang tertutup tapi sangat anggun dan elegan.
" Mas sangat merindukanmu by" Bisik Danil di telinga sang istri. Novi tersenyum sambil mengelus pipi sang suami.
Novi dan Danil berjalan beriringan sambil tangan Novi melingkar manis di lengan kekar Danil, di ikuti oleh kedua orang tua Novi di belakangnya, juga dua sahabat Novi Sasa dan Dila terakhir Jonathan dan Dedi.
Mereka berjalan menuju singgasana pengantin bernuansa putih dan gold, sangat mewah dan meriah.
Resepsi pernikahan Danil dan Novi beda dari biasanya, biasanya tamu undangan akan berbaris rapi bersalaman dengan pengantin, tapi di resepsi Danil dan Novi tidak ada karna itu permintaan langsung dari Danil, Danil tidak ingin wanita nya berjabat tangan dengan yang lain.
Hal itu membuat wanita yang hadir di sana sangat iri dengan Novi, karna Novi begitu sangat di cintai oleh suaminya.
" Sial... Aku pikir aku akan bisa berjabat tangan langsung dengan kak Danil, dan membuat Novi cemburu, tapi kak Danil tidak pernah melupakan janjinya pada Novi gadis kecilnya" Gumam Mona kesal.
" Entah kenapa hatiku belum bisa melupakan kak Danil, aku jatuh cinta pada suami orang yang sudah menolong aku juga keluargaku" Ucap Wulan dalam hati.
__ADS_1
" Aku sangat mengagumimu Nov, jujur dalam hatiku aku sangat menyayangimu, tapi aku sangat sadar siapa aku yang tidak pantas bersanding dengan mu, semoga kamu bahagia Nov" Ucap Adi dalam hati.