
" Mas... "
" Hmmm... "
Danil dan Novi berada di atas ranjang setelah membersihkan diri juga makan malam berdua di apartemen, tanpa Jonathan tentunya karna sang suami tidak mengijinkan asistennya bertatapan muka terlalu lama dengan sang istri.
" Mas Da... "
" Iya by... "' Danil mengubah posisi tidur nya menjadi duduk dengan bantal di bawah punggung atas dan kepalanya, memeluk Novi agar bersandar di dada sebelah kiri. Novi sangat nyaman dengan posisi seperti itu, dia miringkan tubuhnya ke kanan memeluk tubuh suaminya erat.
" Apa mas Da pria kecilku? " Novi mengusap dada Danil dengan sangat lembut. Dengan cepat Danil mengurai pelukan Novi, melihat wajah sang istri yang sudah terlihat air mata menetes membasahi pipi mulusnya.
" Kenapa kamu nangis by? "
" Apa kamu gak suka kita bersatu lagi? " Danil menyeka air mata Novi walau hatinya was was mendengar jawaban dari Novi.
" Enggak mas Novi sangat senang, tapi kenapa dulu mas ninggalin Novi tanpa kabar, mas gak taukan kalau setiap harinya Novi selalu duduk di bawah pohon di taman dekat rumah Novi yang dulu, bahkan Novi menunggu mas sampai matahari terbenam " Novi terisak di dada suaminya, meluapkan emosi yang sudah bertahun - tahun di tahannya.
" Maaf by" Danil juga ikut meneteskan cairan bening di sudut matanya, tapi dengan cepat Danil menyekanya agar tidak terlihat oleh Novi.
" Novi sangat kehilangan sosok pria yang selalu menjaga Novi, kepergian mas membuat hidup Novi hampa" Danil membelai bahu Novi lembut, mendengar keluh kesah gadis kecilnya yang sedang meluapkan emosinya yang terpendam.
" Novi bahkan tidak ingin berdekatan dengan yang namanya laki - laki selain papah"
" Novi selalu menunggu mas kembali, tapi pada saat Novi lulus sekolah SMP, papah dan mamah pindah ke rumah yang sekarang di tempati, dekat dengan kampus dimana papah dan mamah kerja, Novi jadi jarang ke taman itu lagi "
" Novi berpikir kalau janjinya mas sama Novi itu cuma janji seorang anak kecil, dari situ Novi memutuskan untuk tidak menunggu mas lagi, walau itu Novi lalui sangat berat karna apa yang Novi lalui setiap harinya hanya menunggu kedatangan mas yang akan melamar Novi "
" Sampai akhirnya saat Novi duduk di bangku kelas sepuluh SMA Novi menerima bang Toni menjadi kekasih karna bang Toni sangat gigih meluluhkan hati Novi yang hampa, dari itu Novi mulai mengikis ingatan Novi, perlahan Novi melupakan pria kecil yang selalu ada dan selalu melindungi Novi " usapan lembut di bahu Novi berhenti berganti helaan nafas kasar dari bibir Danil.
" By.... Mas juga tersiksa menahan rindu pada gadis kecilnya mas" Danil menyentuh dagu Novi menatapnya lekat dan menyatukan bibirnya dengan bibir Novi yang menjadi candunya, Novi terhanyut dan membalas luma tan bibir Danil, Danil meluapkan kerinduan yang selama ini di tahannya. Cukup lama Danil bermain di bibir tipis Novi sampai bibir Novi kebas dan sedikit bengkak akibat ulah Danil.
" Apa benar mas merindukan Novi? gadis kecil mas yang mas tinggal tanpa pamit? "
__ADS_1
" Mas pergi juga karna terpaksa by... Bahkan mas tidak sempat bertemu denganmu karna mas sangat buru - buru untuk pindah ke Paris"
" Saat itu belum lama papah dan mamah meninggal karna kecelakaan, dan mas tinggal sama orang tua angkat mas yang tak lain adalah paman dan bibi mas, mereka memaksa mas untuk ikut mereka, mas belajar mengelola bisnis orang tua mas yang ada di Paris karna pusat perusahaan ada di sana, walau mas sudah bisa menjalankannya tanpa bantuan dari mereka karna papah mas selalu mengajarkan mas tentang bisnis dari mas masih kecil, tapi saat itu usia mas masih belum bisa memegang kendali perusahaan sepenuhnya karna usia mas yang masih sangat muda"
" Karna itu mas bekerja keras untuk memajukan bisnis keluarga mas dengan menahan rindu yang sangat berat sama gadis kecil mas, mas ingin cepat kembali dan memenuhi janji mas sama kamu by"
" Tapi banyak kendala yang harus mas hadapi untuk mas bisa kembali ke sini, karna itu mas telat menemukanmu"
" Saat mas sudah menemukanmu dan mengetahui kalau kamu sudah menikah, mas putus asa by... Mas seperti tidak ada tujuan hidup lagi, mas gak tau harus berbuat apa, sampai Jonathan mengabarkan kalau suami kamu sudah mengkhianati kamu"
" Awalnya mas sangat marah karna si Toni selingkuh di belakangmu, mas sangat ingin menghajarnya, mas sangat sakit melihatmu sakit by, saat kamu menggugat cerainya mas sempat bingung mau sedih atau senang, tapi tak lama mas mendengar kalau kamu mengurus Toni dan tinggal bersama lagi" ucap Danil lemah.
" Karna itu mas pergi ke Paris tanpa pamit sama Novi" Novi menimpali ucapan Danil cepat.
" Iya mas akan menjalani hidup mas sendiri di sana dan melihat mu bahagia dengan pria pilihanmu"
" Novi gak ada niat kembali sama bang Toni mas, saat itu gugatan Novi di tolak karna bukti yang Novi kasih itu karna bang Toni di jebak dan karna ancaman juga mas itu terbukti di persidangan saat melawan Sinta , di tambah bang Toni gak mau melepaskan Novi, jadi agak sulit"
" Iya akhirnya kamu berhasil lepas darinya, dan menjadi incaran para pria "
" Termasuk kamu mas" ucap Novi menyunggingkan senyum manisnya.
" Hahaha.. " Terdengar tawa Danil sangat keras.
" Gimana mas gak mengincar kamu by, sudah baik, cantik, ramah, cerdas lagi pokoknya paket komplit kamu by" Danil berucap sambil mengacungkan dua jempolnya. Di sambut dengan tawa lepas Novi.
" Mas... Emmm sejak kapan mas tau kalau Novi gadis kecilnya mas? " Novi bertanya karna penasaran.
" Saat kita gak sengaja tabrakan waktu di pantai saat kamu memergoki Toni yang lagi enak - enak di toilet aw sakit by" Danil mengusap bahunya yang baru saja di pukul pelan oleh Novi.
" Habisnya mas buat Novi gemes" ucap Novi tersenyum melihat Danil memanyunkan bibirnya.
" Is nanti Novi cium baru tau tu bibir"
__ADS_1
" Sini mas udah siap" ucap Danil memonyongkan bibirnya.
" Apaan sih mas.."
" Katanya mau cium bibirnya mas" Danil menggoda Novi dengan menaik turunkan alisnya.
" Hahaha " tawa lepas Novi suguhkan di hadapan suaminya yang selalu membuatnya tertawa.
Danil sangat senang melihat Novi tertawa lepas seperti itu, karna dulu Danil juga selalu membuat Novi tertawa tanpa beban.
" Mas... "
" Hmmm... "
" Apa dulu janji mas untuk menikahi Novi itu benar? "
" Iya by "
" Apa dulu mas sudah menyukai Novi? "
" Iya by "
" Ck mas ini jawabannya cuma iya by, iya by gak ada penjelasannya" Novi memanyunkan bibirnya sedangkan Danil tertawa sambil mengelus rambut istrinya.
" Kamu ingat by saat pertemuan pertama kita di bawah pohon rindang di taman itu? " Danil melihat Novi intens.
" Iya waktu mas membelikan es krim waktu Novi nangis kan mas" ucap Novi cepat, tapi Danil menggelengkan kepalanya.
" Bukan by... Pertemuan pertama kita itu waktu kamu kasih mas sapu tangan karna mas sedang nangis karna orang tua mas mengalami koma karna habis kecelakaan" Danil menggenggam tangan Novi erat.
" Itu kan... " Novi menutup mulutnya mengingat sesuatu.
" Iya by"
__ADS_1