Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 27 Desa Air Terjun 3


__ADS_3

Ku ambil botol itu dari tangan mas Danil, senyum manis ku hiasi di wajah cantikku menatap mas Danil yang juga tersenyum manis padaku.


Deg Deg


" Makasih mas" Ucapku sama mas Danil yang kini duduk di sampingku.


" Mas Da sama mas Dedi kok bisa barengan ke sini? Apa udah janjian ya? " Tanyaku


" Iya saya dan Dedi akan ada proyek di sini" Jawab mas Danil dengan senyum tipisnya


" Apa kamu suka di sini? " Tanya mas Danil melihatku serius


" Iya mas, aku suka di sini rasanya nyaman, udaranya bersih, sejuk dan masih asri, pemandangannya juga indah, di sini kita seperti masuk ke dalam lukisan pemandangan mas" Ucapku menatap kosong air terjun yang ada di hadapanku.


" Kalau mas membangun proyek di sini tolong jangan merusak ke asrian desa ini ya mas, sayang kalau di rusak tapi kalau di rubah jadi lebih indah lagi gak apa apa mas malah lebih bagus" Ucapku tersenyum melihat mas Danil yang terus melihatku


" Apa tubuhmu sudah lebih hangat? " Tanya mas Danil melihatku sudah tidak lagi mencari kehangatan di botol yang hanya ku pegang saja.


" Iya mas sudah lebih baik" Ucapku tersenyum manis.


Mas Danil mengambil botol dari tanganku, membuka tutup nya dan meneguk airnya dengan beberapa tegukan, membuatku membulatkan mata dan reflek menyentuh tangannya agar berhenti meneguk air yang ada di botol itu.


" Eh mas kok di minum? Itukan untuk menghangatkan tangan aku mas gak baik di minum mas" Ucapku khawatir sama mas Danil.


" Tidak apa - apa ini saya yang siapin tadi pakai air yang sudah di masak, jadi gak apa - apa di minum, lagi pula saya mau mengucapkan terima kasih sama airnya karna sudah menghangatkan mu" Ucap mas Danil membuatku tercengang sama mas Danil yang sedang melihatku dalam.


" Ya sudah saya balik ke sana ya bantu mereka lagi, kamu bersenang - senanglah di sini, di sini tempat yang paling nyaman untuk hati juga pikiran kita " Ucap mas Danil menunjuk ke arah tenda kami.


" Iya makasih ya mas Da" Ucapku tersenyum melihat punggung mas Danil berjalan ke arah tenda.


" Kak Novi" Tiba - tiba Wulan duduk di sampingku tempat mas Danil duduki.


" Astagfirullah wulan... Kamu buat kaget aja" Ucapku memegang dada karna terkejut.


" Kak Novi masih punya suami lo.. Kenapa kak Novi dekat - dekat sama kak Danil? jangan rakus kak gak baik juga lo wanita bersuami dekat sama laki - laki lain" Ucap Wulan tersenyum sinis padaku dan beranjak pergi ke tenda seperti mendekati mas Danil.

__ADS_1


" Ya aku yakin Wulan menyukai mas Danil" Ucapku melihat Wulan yang terus berusaha bicara sama mas Danil tapi di cuekin.


Ting


Pesan masuk ke Hp Ku dari seseorang yang aku suruh menyelesaikan masalahku di Showroom yang di rekomendasikan papah ku, sedari aku menceritakan keadaan rumah tanggaku dengan bang Toni papah selalu membantuku mengurus showroom atas keinginanku.


" Buk, Sinta sampai detik ini belum mengembalikan dana yang kita minta, Apa yang harus saya lakukan Buk? " Pesannya.


" Tidak usah melakukan apapun hari ini, jika sampai besok siang Sinta belum mengembalikan dana itu suruh polisi yang bertindak, karna sebelumnya kita sudah membuat laporannya jadi kita tinggal ambil tindakan untuk Sinta" Jawab pesanku.


" Baik Buk"


" Aku rasa uangnya tinggal sedikit karna sudah di pakai atau mungkin juga sudah habis di pakai, bersiaplah ke penjara Sinta" Ucapku memandang Hp Ku.


" Nov... " Teriak Sasa


" Ayo sini bantu kami menyiapkan makan siang untuk kita, kamu kan pinter masak Nov" Ucap Sasa saat Aku sudah ada di dekatnya.


" Kak biar Wulan aja yang masak" Ucap Wulan malu - malu.


" Emang kamu bisa masak lan? Novi ini jago masak lo" Ucap Sasa memujiku.


" Ya udah kalau gitu Wulan dan kak Novi akan memasak nanti yang ada di sini yang akan jadi jurinya yang menang akan dapat hadiah dari setiap orang yang ada di sini, bagaimana kak? " Tantang Wulan padaku.


" Wulan aja lah yang masak, kalau kamu mau hadiah nanti aku kasih gak usah lomba - lombaan segala" Ucapku malas.


" Gak kak pokoknya kita harus masak Wulan gak mau dapat hadiah cuma - cuma" Tolak Wulan padaku.


" Maunya apa sih ni anak, mau nunjukin keahliannya sama mas Danil apa? Udah aku suruh tunjukan malah gak mau, ya udahlah aku turuti aja apa maunya" Ucapku dalam hati kesal.


" Ya udah dimana bahan - bahannya" Ucapku pasrah.


" Di sana kak" Ucap Wulan menunjuk box berisi bahan bahan memasak.


Kami semua mulai menyiapkan semuanya, peralatan memasak juga di siapkan, Aku dan Wulan memilih bahan - bahan yang akan kami olah, dan kami mulai memasak di saksikan teman kami yang lain.

__ADS_1


" Aw " Teriakku ketika tanganku terkena cipratan minyak panas dari wajan milik Wulan karna kompor yang kami gunakan adalah kompor yang memiliki dua tempat untuk memasak.


" Novi " Teriak semua orang kecuali Wulan.


" Ssss Udah mas gak apa - apa" Ucapku mendesis ketika tanganku di siram air oleh mas Danil.


" Apanya yang gak apa - apa Nov, tangan kamu merah gitu" Ucap Sasa kesal.


" Eh Wulan harusnya kamu tu hati - hati, lihat tangan Novi akibat kamu yang gak hati - hati" Ucap Dila geram dengan Wulan.


" Iya kak Wulan gak sengaja" Ucap Wulan lemah.


" Udah tangan aku udah gak apa - apa, udah di kasih obat juga" Ucapku melihat mas Danil dengan lembutnya mengoles obat ke tanganku sesekali juga meniupnya.


" Udah jangan masak lagi" Ucap mas Danil tegas.


" Tapi mas Da, itu tinggal matengin aja" Ucapku protes.


" Gak ada bantahan" Ucap mas Danil menarik ku duduk jauh dari kompor.


" Katanya kak Novi jago masak... Baru aja kena tumpahan minyak panas sedikit aja udah nyerah" Ucap Wulan padaku.


" Eh Wulan itu bukan sedikit kamu lihat tangan Novi luka nya banyak, atau kamu sengaja ya " Ucap Sasa geram dengan kata kata Wulan untukku.


" Udah kamu siapkan masakan kamu, masakan Novi sudah siap biar aku yang akan selesaikan merapikannya di meja" Ucap Sasa membantuku menyelesaikan tantangan Wulan.


Semua masakan sudah di hidangkan di meja makan, Wulan menghidangkan opor ayam, sambal terasi juga lalapan sedangkan aku menghidangkan soto perkedel kentang campur udang halus, steak dada ayam juga kerupuk emping tak lupa sambal jeruk nipisnya.


Satu persatu mencoba menu yang kami masak dan memberikan nilai.


" Kami sudah mendapatkan hasil dari penilaian kami pada hasil masakan Novi dan Wulan" Ucap Sasa.


" Dan pemenangnya adalah......... " Ucap Sasa membuat aku Dan Wulan penasaran.


" Novi.... " Ucap Sasa memelukku senang.

__ADS_1


" Gak...Wulan gak Terima kak" Ucap Wulan protes.


__ADS_2