Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 112 Danil Panik


__ADS_3

Novi menghela nafas panjang, melihat kamar bayinya yang ada di sebelah kamarnya penuh dengan barang, hasil belanjaan yang di belikan oleh mamah, Sasa dan Dila.


Tatapan mata Novi beralih pada sang suami yang menampilkan wajah cemberut. bagaimana tidak cemberut, semua barang yang ada di dalam kamar bayinya adalah barang yang di belikan oleh mamah juga sahabat istrinya, sedangkan dia dan Novi hanya membeli beberapa lusin pakaian.


Mamah Rani, Sasa dan Dila benar - benar membagi rata untuk membelikan perlengkapan untuk bayi - bayi Novi dan Danil.


"Apa mereka kira mas gak bisa membelikan semuanya untuk anak kita by" Novi tersenyum tipis menanggapi ucapan Danil.


"Uang mas sangat - sangat cukup untuk membeli peralatan bayi kita" Lanjutnya.


"Mas.... Ini bentuk rasa sayang mereka terhadap anak - anak kita, seharusnya kita bersyukur, banyak orang yang sangat menyayangi anak - anak kita mas, sampai - sampai mereka mau menghabiskan banyak uang untuk anak kita tanpa berpikir dua kali" Novi melingkarkan tangannya di lengan kekar Danil sambil menatap barang yang masih berserakan di dalam kamar khusus untuk bayinya.


"Iya by kamu benar mereka melakukan ini karna mereka sangat menyayangi anak - anak kita" Ucap Danil sambil mengelus perut Novi.


"Sayang.. papah udah gak sabar melihat kalian lahir ke dunia " Ucap Danil mengelus perut Novi.


Hari demi hari silih berganti, Danil dan Novi sangat menikmati setiap kegiatan yang mereka lakukan, menunggu buah hati lahir ke dunia, dan kini kandungan Novi telah sampai pada fase menunggu hari.


Seminggu lagi adalah HPL ( hari perkiraan lahir) yang di perkirakan oleh dokter Sofia, membuat Danil semakin bersikap waspada dan siaga menjadi seorang suami.


"Mas gak kerja? " Novi melihat Danil memakai pakaian santai setelah membersihkan diri, membuat suaminya terlihat lebih segar dan tampan.


"Mas udah ambil cuti by" Ucap Danil melihat Novi masih berbaring di atas ranjang dengan kepala bersandar di kepala ranjang dengan tubuh yang masih polos di bawah selimut, sebab mereka baru saja melakukan olahraga bertukar peluh, lalu Danil menghampiri Novi dan duduk di pinggir ranjang dekat dengan Novi.


"Kok udah ambil cuti mas.. Perkiraan bu Sofia kan seminggu lagi" Ucap Novi manja membuat Danil gemas.


"Mas ingin selalu siaga by... Mas ingin jadi yang pertama di lihat oleh anak - anak kita" Danil mengecup bibir Novi kilat lalu mengelus perut Novi yang terhalang oleh selimut.


"Ayo mas bantu mandiin kamu by" Ucap Danil sambil membuka selimut yang menutupi tubuh polos Novi lalu menggendongnya masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Novi hanya bisa pasrah dengan kelakuan Danil, mau protes pun percuma, pasti suaminya tidak akan menurutinya.


Dengan telaten dan penuh cinta Danil memandikan Novi, tanpa meminta hal yang lebih seperti biasanya.


"Ssssshhh " Novi meringis sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa by" Ucap Danil panik melihat Novi dari dalam cermin karna saat ini Danil tengah mengeringkan rambut Novi menggunakan hairdryer, Novi seperti menahan sakit di bagian perutnya.


"Perut Novi mules mas, udah dari semalam Novi ngerasain nya, tapi ini makin sering mas"


"Apa by... A Apa kamu mau melahirkan by? " Ucap Danil tergagap.


Novi mengangguk pelan.


"Sepertinya iya mas ssshhh" Novi meringis lagi menahan mulas di perutnya yang sudah mulai sering dirasakan.


"Ayo kita ke rumah sakit by" Danil menggendong Novi dan melangkah kan kakinya keluar dari kamar. Tapi langkahnya terhenti di depan pintu utama seperti sedang berfikir.


"Perlengkapan bayinya" Gumam Danil.


"Sudah mas letakkan di dalam mobil dari dua hari yang lalu mas" Ucap Novi mengingatkan Danil.


"Oh iya mas sampai lupa" Novi menggelengkan kepalanya sambil menahan mulas akan tingkah gugup suaminya menghadapi istri yang mau melahirkan.


Danil meletakkan Novi di tempat duduk di samping kemudi, dan Danil sendiri yang mengemudi kan mobilnya, tapi belum sempat Danil menghidupkan mesin mobilnya, terdengar ketukan dari luar.


Tok Tok Tok


Danil menurunkan kaca mobilnya, dan terlihat Alex membungkukkan badannya.


"Biar aku aja yang bawa mobilnya Nil" Ucap Alex menatap Danil. Danil mengangguk dan keluar dari dalam mobil, menggendong Novi dan meletakkannya di tempat duduk belakang bersamanya.


"Sabar ya by... Kamu wanita mas yang kuat by" Danil memberikan semangat ke Novi, padahal hati Danil juga sangat gugup dan khawatir.


"Nak... Jangan buat mamah kalian sakit terlalu lama ya sayang" Ucap Danil mengelus perut Novi, sedangkan Novi hanya meringis tanpa bisa menjawab.


"Cepat Lex" Teriak Danil, tanpa terasa Danil mengeluarkan air matanya, dia tidak sanggup melihat istrinya kesakitan seperti ini, kalau rasa sakitnya bisa di pindahkan ke tubuh Danil, Danil siap menggantikan nya.


"Iya Nil" Ucap Alex melirik Novi sekilas dari spion depan mobil.

__ADS_1


"Eegghhh mas" Novi menggenggam tangan Danil sangat erat, sampai kuku Novi yang sedikit panjang melukai kulit tangan Danil sampai mengeluarkan darah sedikit, tapi Danil membiarkannya.


"Tahan ya by... " Danil mengangkat Novi untuk duduk di pangkuannya. Tapi Danil merasakan celananya basah oleh cairan, di rabanya cairan itu, dan terbelalak melihat Darah yang ada di telapak tangan nya.


"Darah by... "


"Eegghh... " Novi mengejan sambil meremas tangan Danil erat.


"Kita udah sampai Nil" Ucap Alex sudah memarkirkan mobilnya di depan ruang UGD di rumah sakit tempat Novi memeriksa kan kandungannya.


Tanpa menjawab Alex, Danil menggendong tubuh Novi keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam ruangan.


"Dokter.. Tolong istri saya mau melahirkan" Teriak Danil.


"Letakkan di sini pak" Ucap suster yang membawa tempat tidur dorong. Danil langsung meletakkan Novi di atas tempat tidur itu. Mereka langsung membawa Novi ke dalam ruang bersalin.


"Novi.. " Ucap buk Sofia melihat Novi.


"Buk Sofia Novi mau melahirkan" Ucap Danil, Buk Sofia melihat Danil sangat berantakan dengan celana selutut dan kaos yang sudah banyak darah Novi di sana, tangannya juga merah mengeluarkan darah, jangan lupa rambutnya yang acak acakan tapi masih tetap terlihat tampan.


"Iya, ayo kamu juga ikut masuk, kasih Novi semangat untuk melahirkan anak - anak kalian" Ucap buk Sofia menepuk bahu Danil.


"Iya Buk" Ucap Danil cepat, karna itu lah yang ingin Danil ucapkan.


Di dalam ruangan, Novi sudah terbaring di atas ranjang dengan tangan yang sudah ada jarum infus di sana.


"Eeggghhh masss" Rintih Novi.


"Buk Sofia tolong lakukan sesuatu agar istriku gak sakit lagi Buk" Ucap Danil memohon.


"Novi tidak akan merasakan sakit lagi kalau anak kalian sudah keluar dari dalam perut istri mu Nak Danil..." Ucap Buk Sofia gemas.


"Hah.. "

__ADS_1


__ADS_2