Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 74 Ke Pantai Bersama 2


__ADS_3

" Mas Da sepertinya Jonathan dan Sasa sudah mulai akrab" Novi sering melihat ke arah Sasa takut sahabatnya itu bosan karna jalan dengan Jonathan.


" Iya by, bagus kan kalau mereka berjodoh, jadi Jonathan ada temannya kalau kita lagi berkumpul bersama kayak gini by"


" Mas gak keberatan? " Novi melihat Danil serius.


" Enggak by, kamu sangat menyayangi Sasa itu artinya dia wanita yang baik, Jonathan pria yang baik juga by, mas sangat mengenalnya karna kami bersama sedari kecil, dia sangat setia sama mas by" Danil menggandeng tangan Novi dan melihatnya penuh cinta.


" Iya mas Novi juga merasa kalau Jonathan itu pria yang baik, dia juga terlihat sangat menyayangimu mas"


" Iya by bahkan Jonathan pernah bilang sama mas kalau dia tidak akan pernah menikah kalau mas belum mendapatkan kebahagiaan"


" Hah... Jonathan bilang gitu mas" Novi terkejut dengan ucapan Danil padanya.


" Iya by... Kenapa? ada yang salah..." Danil melihat Novi mengernyitkan alisnya.


" Jonathan masih normal kan mas? "


" Hahaha dasar kamu by" Danil menyentil lembut kening Novi dan langsung di usap oleh Novi.


" Jonathan memang sangat menyayangi mas dan ingin melihat mas bahagia bersama gadis kecilnya mas, wanita yang saat ini sudah sah seutuhnya milik mas" Danil mengeratkan pegangan tangannya pada Novi.


" Mas Danil kan? " Tunjuk wanita cantik memakai baju kurang bahan memperlihatkan bagian dada dan paha mulusnya.


Danil bahkan tidak melihatnya sedikitpun, dia hanya memandang wajah Novi yang sedang menatap wanita seksi yang ada di hadapannya.


" Maaf kamu siapa ya mbak? " Novi bertanya karna Danil hanya diam.


" Saya Seli rekan bisnis mas Danil" Seli mengulurkan tangannya pada Novi memperkenalkan diri.


" Ayo by kita duduk di sana, istri mas yang cantik ini pasti udah lelah kan? " Danil menarik tangan Novi yang ingin berjabat tangan dengan Seli, juga dengan jelas berucap kalau Novi adalah istrinya.


" Tapi mas" Danil sudah merangkul pinggang Novi dan melangkah pergi bersama ke tempat duduk yang ada di bawah pohon tanpa pamit pada Seli yang tengah menatap pasangan suami istri itu dengan tatapan tidak suka.


" Dia itu rekan bisnis mas lo... Kok di cuekin mas"


" Urusan pekerjaan udah ada Jonathan yang menghandle by, kalau ada apa - apa bisa langsung hubungi Jonathan " Danil melihat Novi mengangguk mengerti.


" Apa semua rekan bisnis mas akan terhubung langsung sama Jonathan mas? bukan dengan mas? " Novi bertanya dengan wajah polosnya membuat Danil gemas dan mengecup bibirnya singkat.


" Iya by tugas mas tinggal tanda tangan aja" Novi mengangguk lagi.


" Mas... Novi mau ke sana lihat matahari terbenam, cantik banget mas" Novi menunjuk tempat yang indah, melihat sunset bersama suami ini adalah pengalaman pertamanya.

__ADS_1


" Iya by sangat indah, apa lagi bersama kamu by" Danil memeluk Novi sambil melihat sunset.


" I love you baby" Danil menatap istrinya penuh cinta dan mendaratkan bibirnya ke bibir Novi cukup lama.


" Iiihh romantisnya" Ucap Sasa melihat Novi dan Danil berciuman dalam suasana matahari terbenam sedangkan Jonathan mengabadikan suasana romantis itu di hpnya.


" Apa kamu mau merasakannya juga? kalau iya aku bersedia jadi lawan mainnya" ucap Jonathan menggoda Sasa. Entah kenapa ada rasa nyaman berdekatan dengan sahabat dari istri bosnya itu.


" Is ogah, aku gak mau ya ciuman dengan sembarang orang" Ucap Sasa ketus.


" Hahaha saya kan cuma menawarkan saja nona" Jonathan tertawa renyah membuat Sasa terpana.


" Wah ternyata dia bisa tertawa juga, mana senyumnya manis lagi, eh apa - apaan kok aku muji dia ih gak banget" ucap Sasa dalam hati.


" Kalau mau puji ketampanan saya langsung aja jangan simpan dalam hati nona Sasa" ucap Jonathan dengan percaya dirinya.


" Hahaha aduh ada orang yang percaya diri sekali ya... " Sasa menepuk bahu Jonathan berulang kali membuat yang punya bahu menatap ke arahnya, hingga mata saling memandang beberapa detik.


" Eh maaf maaf " Ucap Sasa canggung. Melihat itu senyum tipis di wajah tampan Jonathan pun hadir.


" Hai Sa... Kalian di sini? " Ucap Novi mendekati Sasa dan Jonathan di ikuti oleh Danil yang selalu menggandeng tangan istrinya.


" Iya Nov hehehe" ucap Sasa salah tingkah.


" Mas gak usah ke restoran, Novi lihat di sana ada warung pecel lele, kita makan di sana aja ya mas" Novi menunjuk warung yang ada beberapa orang di sana.


" Kamu mau makan di sana by? " Tanya Danil memastikan.


" Iya mas" Novi melihat Danil penuh harap.


" Iya by ayo kita makan di sana" Danil tersenyum melihat Novi menganggukkan kepalanya.


" Sa telpon Dila kalau kita makan di sana" ucap Novi pada Sasa yang mengikuti langkahnya dari belakang berdampingan dengan Jonathan.


" Oke Nov" Sasa menelpon Dila yang ternyata tidak jauh dari mereka.


" Bang pecel lelenya enam ya.... Teh manis dinginnya juga enam bang... " Teriak Sasa karna melihat pedagang pecel lelenya sendirian.


" Oke mbak" Jawab pria paruh baya penjual pecel lele.


" Waahhh sepertinya enak ni" ucap Sasa tidak sabar ingin melahap hidangan yang ada di hadapannya.


" Iya Sa aku juga jadi lapar lihatnya" Timpal Dila.

__ADS_1


" Ya udah tunggu apa lagi kita eksekusi makanannya" Ucap Novi mencuci tangannya hendak makan.


" Biar mas yang sulang by... Mas takut kamu makan ikan dengan durinya " Ucap Danil dengan santai.


" uhuk uhuk uhuk"


" Minum mas" Dila menyodorkan gelas minumnya untuk Dedi karna tersedak makanannya akibat ucapan Danil. Sedang yang lain hanya menggelengkan kepala.


" Sudah mulai bapaknya mengkhawatirkan anaknya" Ucap Sasa sambil tersenyum lebar.


" Tapi mas" Protes Novi.


" Ayo buka mulutnya by" Novi melirik orang yang ada di sana, tapi tetap membuka mulutnya menerima suapan dari sang suami. Sedang Danil makan sambil menyuapi Novi.


" Apa kami boleh bergabung di sini? " ucap wanita yang memakai baju seksi.


" Maaf nona Seli tempat duduk kami sudah penuh, anda bisa duduk di tempat yang lain" Jawab Jonathan dengan wajah datar.


" Tapi saya bisa ambil kursi di sana dan meja ini juga masih cukup untuk dua orang lagi" ucap Seli menunjuk kursi yang agak jauh darinya.


" Maaf nona silahkan di meja yang lain saja" Kekeh Jonathan. Sedangkan Danil hanya fokus menyuapi istrinya. Dan yang lain hanya melihat dan mendengar tanpa mau ikut campur.


" Mas Danil"


" Pak Danil, panggilan itu yang harus anda sebutkan untuk atasan saya, karna anda hanya rekan bisnisnya " Jonathan memotong cepat ucapan Seli.


" Ya dan anda harus menghormati saya sebagai rekan bisnisnya" ucap Seli menatap tajam Jonathan.


" Saya sudah sangat menghormati anda dari tadi nona Seli, tapi anda yang sudah tidak menghormati atasan saya, dengan sengaja memanggil atasan saya dengan sebutan yang tidak semestinya" ucap Jonathan datar.


" Saya hanya ingin merasa akrab saja dengan atasan anda agar kerjasama kita berjalan lebih santai" Seli tersenyum sinis.


" Yang berhak akrab dengan atasan saya hanya nyonya saya, istri atasan saya, anda tidak ada hak sedikitpun untuk akrab dengan atasan saya" Jonathan menunjuk Novi yang masih menerima suapan dari Danil.


" Kalau begitu kerjasama kita putus" Ucap Seli sambil menahan emosinya.


" Baik kami tunggu surat pemutusan kerjasamanya nanti malam, kalau tidak kami yang akan memutuskan kerjasamanya"


" Kau" Seli menatap penuh amarah ke arah Jonathan asisten dari pria yang di kagumi nya.


" Seli jangan gila, kalau kita memutuskan kerjasama dengan pak Danil perusahaan kita tidak akan ada suntikan dana lagi Sel" ucap wanita yang berdiri di samping Seli.


" Tapi sudah terlambat nona, jika malam ini kalian tidak mengirimkan surat pemutusan, maka kami yang akan mengirim surat pemutusan kerjasama kita"

__ADS_1


" Ini semua karna kau" Seli menunjuk wajah Novi sinis. Danil menatap tajam penuh amarah, karna istri tercintanya di salahkan.


__ADS_2