
Novi mengikuti keinginan dari mamah Rani untuk memeriksakan diri ke rumah sakit, papah Rafa juga tak kalah senang, dia juga merasa perubahan pada Novi dari mulai tubuhnya yang sekarang lebih berisi, juga sikap Novi yang selalu berubah - ubah, cepat sedih, cepat tertawa, cepat menangis, itu juga yang di rasakan mamah Rani saat mengandung Novi.
Dalam perjalanan ke rumah sakit Novi di landa gelisah, bagaimanapun Novi trauma karna dulu setiap bulannya Novi selalu memeriksanya dengan alat tes pek dan hasilnya selalu mengecewakan.
Sampai di rumah sakit Novi sering melamun, dia takut hasil kali ini juga akan mengecewakannya. Novi menunggu panggilan, dan rasa gelisah di hatinya semakin menjadi.
"Mah... Kita pulang aja ya" Mohon nya pada mamah Rani.
"Sebentar lagi nama kamu di panggil sayang.. Percaya sama mamah ya" Mamah Rani menggenggam erat tangan Novi.
Mamah Rani mencoba meyakinkan Novi untuk memeriksakan dirinya ke dokter, entah kenapa mamah Rani sangat yakin bahwa saat ini Novi sedang mengandung.
"Mah... Pah... Tolong jangan beri tau mas Danil kalau kita ke rumah sakit ya.. Novi gak mau mas Danil kecewa untuk kesekian kalinya"
" Iya sayang" Mamah Rani memeluk Novi sambil tersenyum melihat ke arah suaminya yang sedang mengangguk melihatnya.
"Semoga saja apa yang aku pikirkan benar" Ucap mamah Rani dalam hati.
"Novitria Lestari" Teriak perawat.
"Iya" Jawab mamah Rani.
"Ayo sayang" Novi mengangguk dan berjalan masuk ke ruangan dokter kandungan.
"Ayo duduk Ran Fa, kamu bilangnya tiba - tiba banget sih Ran, untung bisa aku sisip" Ucap wanita paruh baya memakai jas putih kebesaran nya melihat papah Rafa dan mamah Rani bergantian.
"Iya Sof karna aku mau pastiin kalau anakku saat ini sedang mengandung" Dokter Sofia sekali gus sahabat mamah Rani langsung tersenyum melihat Novi.
"Ya udah langsung aja yuk, ibu akan periksa perut kamu dulu ya" Ucap dokter Sofia melihat Novi membaringkan tubuhnya di atas ranjang ruangan nya.
Dokter Sofia tidak banyak bertanya kepada Novi, karna mamah Rani sudah menceritakan tentang kondisi Novi yang sudah kesekian kali nya mencoba tes pek tapi hasilnya hanya garis satu.
"Gimana Sof" Ucap mamah Rani tidak sabar dengan hasil pemeriksaan sahabatnya.
"Yah sepertinya apa yang kamu curigai benar" Ucap dokter Sofia sambil tersenyum.
"Benarkah... " Mata mamah Rani mulai berkaca - kaca.
Sedangkan Novi menatap bingung ke arah mamahnya.
"Mah.. "
"Iya sayang" Mamah Rani terisak memeluk anaknya.
"Ada apa mah? " Tanya Novi penasaran dan seperti kecewa melihat mamahnya menangis, Novi salah mengartikan tangisan mamahnya.
"Kita USG ya " Ucap dokter Sofia melihat mamah Rani mengangguk.
Dokter Sofia menyiapkan alat USG nya dan langsung memeriksa perut Novi.
__ADS_1
"Wahh Alhamdulillah nak, kamu mengandung dua bayi sekaligus" Ucap dokter Sofia membuat Novi terdiam mencerna apa yang di ucapkan sahabat mamahnya.
"Saya hamil dok?" Tanya Novi tak percaya.
"Iya nak Novi, lihat di layar monitor itu" Dokter Sofia menunjuk layar monitor. Sebenarnya dari tadi Novi melihat monitor yang ada di hadapannya, tapi masih belum mengerti dengan gambar yang ada di hadapannya.
"Ini bayi kamu tapi Karna masih berumur enam minggu jadi masih sangat kecil, dan kamu mengandung dua bayi sekali gus nak" Novi sangat terkejut, ekspresi nya hanya diam melihat gambar dua buah bulatan yang ada titik di dalamnya.
"Sayang... " Mamah Rani menyentuh bahu Novi yang hanya diam setelah mendengar bahwa dia tengah hamil.
"Novi beneran hamil mah.. " Tanya Novi lagi untuk memastikan. Dan tersenyum melihat mamah Rani dan dokter Sofia mengangguk.
"Hiks hiks hiks" Tangis Novi tiba - tiba.
"Loh kok kamu nangis sayang" mamah Rani bingung kenapa Novi menangis setelah mendengar kabar bahagia.
Mamah Rani melihat Sofia yang sedang tersenyum.
"Itu biasa terjadi dengan wanita yang sedang hamil Rani, apa kamu sudah lupa wanita hamil itu suasana hatinya berubah - ubah setiap saat" Dokter Sofia dan mamah Rani membantu Novi untuk bangun dan duduk di kursi bersama papah Rafa yang menyambut haru sang anak.
"Selamat ya sayangnya papah" papah Rafa memeluk Novi sambil mengelus rambut Novi penuh sayang.
"Ia pah akhirnya Novi hamil pah" Novi mengusap air matanya sambil tersenyum.
"Ini ibu kasih vitamin, kamu makan makanan yang sehat ya, jangan bekerja terlalu berat, usahakan suasana hati kamu selalu senang, kamu mengandung dua bayi, jadi lebih ekstra menjaganya" Novi mengangguk senang mendengar nasehat dokter Sofia.
"Iya selamat ya nak Novi ibu tunggu pemeriksaannya di bulan depan" Ucap dokter Sofia.
"Iya dokter"
"Panggil ibu Sofia saja nak"
"Iya bu terimakasih banyak" Ucap Novi sambil tersenyum.
Papah Rafa dan mamah Rani menggandeng tangan anaknya keluar dari ruangan dokter Sofia.
"Sayang... Kamu gak kasih tau Danil nak?" Tanya papah Rafa. Saat ini mereka sudah ada di dalam mobil papah Rafa.
"Novi mau bilang langsung sama mas Danil pah" Novi tampak memegang HP dan mendekatkan hpnya ke telinganya.
"Assalamu'alaikum... Kak Alex tolong jemput Novi di taman dekat rumah ya kak, tapi jangan kasih tau mas Danil, Novi mau buat kejutan untuk mas Danil kak"
"......... "
"Iya kak makasih Assalamu'alaikum"
"Pah nanti Novi turun di taman aja ya, Novi mau ke perusahaan mas Danil" Ucap Novi sambil mengusap perutnya yang masih rata.
"Iya sayang kamu hati - hati ya, mamah sama papah mau beli susu hamil kamu dulu sekalian belanja" Ucap mamah Rani.
__ADS_1
"Iya mah"
Papah Rafa melajukan mobilnya keluar dari rumah sakit menuju taman dekat perusahaan juga dekat rumahnya yang sudah dua bulan tidak di tempati Novi dan Danil, entah kenapa Novi sangat merindukan orang tuanya, dan untungnya Danil mau mengikuti kemauan Novi.
"Novi pergi dulu ya pah mah" Novi mencium punggung kedua orang tuanya setelah melihat mobil Alex.
"Iya sayang.. Kamu jangan sampai capek ya" Ucap Mamah Rani khawatir.
"Iya mah" Novi keluar dari mobil papah Rafa menuju mobil Alex.
"Kita ke perusahaan mas Danil ya kak" Ucap Novi sambil tersenyum melihat Alex yang mengangguk.
Alex melajukan mobilnya menuju perusahaan Danil.
"Saya antar nyonya" Ucap Alex.
"Gak usah kak... Eh itu ada Jonathan" Novi melihat Jonathan ada di meja resepsionis.
Novi keluar dari mobil dan menghampiri Jonathan.
"Assalamu'alaikum Jon"
"Waalaikumsalam... Novi kamu kesini? Tapi Danil sedang pulang ke rumah kamu untuk ambil berkas penting di sana" Ucap Jonathan.
"Gak apa - apa Jon aku akan ke rumah sekarang, aku ada kabar penting yang harus aku sampaikan langsung sama mas Danil" Jonathan mengangguk.
"Kamu gak nunggu aja di ruangan Danil Nov?" Novi menggeleng.
"Enggak Jon aku ke rumah aja, mau ketemu langsung sama mas Danil" Ucap Novi langsung berjalan menuju mobil Alex.
"Antar Novi ke rumah kak" Alex hanya mengangguk.
Tidak butuh waktu lama Novi sampai di rumah karna memang rumah Danil dan Novi dekat dengan perusahaan Danil.
Dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya Novi masuk ke dalam rumah.
"Mbak Linda apa mas Danil ada di dalam? " Tanya Novi pada Linda asisten rumah tangga nya.
"Ada nya.. Bapak ada di kamar" Ucap Linda sambil meneliti tubuh Novi.
"Ya sudah makasih ya mbak" Ucap Novi melangkah kan kakinya menuju kamar.
Di bukanya pintu kamar nya dan melihat banyak barang berserakan di dalam kamarnya. Novi melihat Danil duduk di sofa dalam kamarnya sambil menunduk memegangi kepalanya.
"Mas" Panggil Novi pada suaminya.
Danil mendongak melihat Novi tanpa ekspresi, lalu berdiri mendekati Novi.
"Apa ini Nov"
__ADS_1