Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 118 kehilangan


__ADS_3

"Aahhh.. " Ucap Novi meringis memegang perutnya yang terbentur tas dan tempat duduk yang ada di depannya.


"Non Novi, non... Non kenapa non" Ucap supir panik, karna Novi seperti sedang menahan sakit.


"Nov" Alex melihat Novi meringis, dengan cepat Alex membantu Novi keluar dari dalam mobil, sedangkan supirnya di bantu oleh anak buah Alex.


"Ke rumah sakit sekarang" Teriak Alex pada anak buahnya, saat masuk ke dalam mobil Danil yang di supir oleh anak buahnya, dengan Novi yang ada di sampingnya, dalam keadaan sudah tak sadarkan diri.


Alex melihat darah di tangannya, memeriksa tubuh Novi apakah ada yang terluka, tapi Alex tidak menemukan luka di tubuh mulus Novi.


"Dari mana darahnya keluar" Gumam Alex.


Alex melihat kaki Novi yang terus menampakkan darah segar yang mengalir, Alex dengan cepat menyibak rok yang di pakai Novi, nampak darah mengalir dari inti tubuh Novi, membuat tangan Alex gemetar, Alex langsung mengingat akan lulu, istri siri nya yang meninggal karna pendarahan.


"Gak Nov.. Bangun Nov... Novi.. " Tanpa sadar Alex memeluk tubuh Novi erat, terisak penuh sesak, tak ingin kehilangan wanita yang sangat di cintai nya, walau hanya cinta sendirian, tapi Alex tak ingin kehilangannya, Alex ingin selalu melihat Novi tersenyum bahagia.


Alex melihat wajah pucat Novi dengan jarak yang sangat dekat, menggerakkan jari tangannya mendekati hidung Novi, untuk merasakan nafas wanitanya.


"Syukurlah" Ucap Alex lega setelah merasakan nafas Novi, Alex memberanikan diri mengecup kening Novi penuh cinta.


"Maaf Nov, ini pertama dan terakhir aku mencium mu" Ucap Alex dalam hati, dan mendaratkan bibirnya pada bibir Novi yang dingin, menyesap dan memperdalam ciumannya penuh cinta, menempelkan tubuhnya pada tubuh Novi yang dingin, melakukan skin to skin agar tubuh Novi menghangat.


Alex melihat pembatas di antara tempat duduk depan dan belakang yang tertutup rapat, membuatnya aman melakukan apapun pada tubuh Novi, walau itu salah tapi Alex akan melakukan apapun untuk menyelamatkan Novi.


Alex membuka resleting baju Novi yang ada di bagian depan, memperlihatkan bukit kembar Novi yang indah karna Novi tidak menggunakan bra, membuat sesuatu di bawah sana menegang penuh sesak, Alex juga membuka kancing kemejanya, menempelkan tubuhnya pada tubuh Novi yang dingin, berharap tubuh Novi akan menghangat.


"Maaf Nov... " Ucap Alex berulang kali.

__ADS_1


Karna pusakanya sudah sangat menegang, akhirnya Alex melakukan solo karirnya sendiri dengan tubuh yang masih memeluk Novi, menatap wajah wanita yang di cintainya, sampai sesuatu yang nikmat berhasil Alex keluarkan ke tisu yang sudah Alex siapkan, walau di lakukan dengan jari tangannya sendiri, tapi cukup membuat pusakanya tertidur. Kalau boleh jujur baru kali ini Alex merasakan ******* dengan sadar, karna saat melakukannya dengan Lulu dulu itu karna obat perangsang, bahkan Alex tidak mengingat apa pun saat itu.


Di sentuhnya lagi tubuh Novi yang mulai menghangat, di rasa sudah cukup, Alex dengan cepat merapikan pakaiannya juga pakaian Novi, mengecup kening Novi lama dan menggumamkan kata cinta dan maaf.


Alex melihat Danil berlari menghampiri mobilnya. Danil menggendong tubuh Novi menuju ruang UGD, sedangkan Alex mengikuti di belakang dengan langkah yang gontai, tapi Alex langsung belok masuk ke dalam toilet.


"Aku akan selalu mengingat momen ini Nov, aku akan selalu melindungi mu Nov" Ucap Alex sambil meraba bibir juga dada nya. Rasanya Alex gak ingin mandi.


"Gimana kondisi Novi Nil? " Tanya Alex pada Danil yang sedang duduk gelisah di depan ruang UGD.


"Dokter belum keluar Lex, seharusnya aku gak menuruti permintaan Novi Lex, seharusnya aku memintanya menunggu mu dulu" Ucap Danil frustasi.


"Sabar Nil, kita berdoa semoga Novi dalam keadaan baik - baik saja" Ucap Alex menepuk bahu Danil, padahal hatinya sendiri juga merasakan ke khawatir an untuk Novi.


"Maaf Nil... Ak aku... tadi menyentuh Novi" Ucap Alex sambil menundukkan kepalanya.


"Gak apa - apa Lex, aku yakin kamu menyentuh Novi karna keadaan yang darurat, aku percaya pada mu Lex" Ucap Danil membuat Alex merasa bersalah.


Alex sudah memutuskan akan selalu menjaga cinta sendirinya pada Novi, Tujuan hidup Alex adalah menjaga agar Novi selalu bahagia dalam hidupnya, walau itu tidak dengan nya, melainkan dengan Danil bos sekaligus sahabatnya. Orang yang sangat berjasa dalam hidupnya.


Ceklek


"Bagaimana istri saya dok? " Tanya Danil cepat saat melihat dokter laki - laki dan seorang suster yang berjalan di belakang nya.


"Pak Danil... Istri anda mengalami pendarahan dan... " Belum selesai dokter menjelaskan Danil sudah memotong ucapannya.


"Pendarahan dok" Tanya Danil bingung, karna yang ada di dalam pikiran Danil, pendarahan itu terjadi hanya pada wanita yang hamil, sedangkan Novi dia tidak hamil.

__ADS_1


"Iya Pak Danil.. Dan... maaf akibat benturan yang keras membuat janin yang ada di dalam rahim istri bapak tidak selamat, dan dengan berat hati kami akan melakukan kuretase untuk istri bapak" Ucap dokter dengan menunduk.


"Istri saya sedang hamil dok? " Tanya Danil membuat dokter menatap Danil.


"Iya Pak Danil, usianya 10 minggu, apa bapak tidak mengetahui kalau istri bapak sedang hamil? "


"Saya tidak tahu dok, dan mungkin istri saya juga tidak mengetahuinya, karna istri saya tidak pernah memberitahukan kalau istri saya sedang mengandung dok, itu karna kami terlalu bersemangat merawat anak kembar kami yang sedang aktif dok" Ucap Danil sendu. Sedangkan dokter hanya mengangguk mengerti.


"Saya turut berduka atas anak - anak bapak yang sudah tiada, itu semua ujian untuk bapak dan istri, yang sabar ya Pak.. Mudah - mudahan istri bapak dapat menerima musibah ini"


"Anak - anak dok" Tanya Danil lagi.


"Iya Pak istri bapak mengandung bayi kembar" Dokter melihat Danil hampir jatuh tapi dengan sigap Alex membantu Danil agar tetap berdiri.


"Dan tolong bapak tanda tangani berkas untuk melakukan tindakan kuretase atas istri bapak" suster yang hanya diam menyodorkan kertas, setelah di baca, Danil langsung membubuhkan tanda tangannya.


"Tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya dok"


"Saya akan berusaha sebaik mungkin Pak, kalau begitu saya permisi" Danil melihat Dokter itu memasuki ruangan lagi.


"Anak - anak ku" Gumam Danil sendu.


"Yang sabar Nil, kamu harus kuat, kalau kamu rapuh bagaimana dengan Novi Nil, kalau kamu mau menangis, menangislah sekarang dengan ku Nil, setelah itu kamu harus kuatkan Novi Nil" Ucap Alex membuat air mata Danil luruh dengan tangan yang terkepal kuat.


"Apa udah dapat informasi dari anak buah mu Lex? " Ucap Danil sudah dengan wajah yang dingin.


"Udah Nil"

__ADS_1


"Siapa... Siapa dia Lex" Ucap Danil melihat Alex dengan mata merah menahan amarahnya.


"Mona"


__ADS_2