
Byurr
" Ahh.. Hah hah ini dimana mas, kenapa kita di ikat disini, kalian siapa" teriak nya melihat satu persatu orang yang ada di sana.
" Pak Danil kau" ucap Sinta kaget melihat Danil.
" Pak Danil tolong Sinta, tolong di buka ikatan ini pak, rasanya sakit" Mohon Sinta dengan nada sedikit menggoda.
Plak
Plak
Dua tamparan mendarat tepat di pipi kanan dan kiri Sinta, menghasilkan cetakan empat jari bersamaan dengan rasa perih, panas dan dengungan di telinga. Sinta hanya bisa memberi sorot mata tajam pada Alex yang sudah menampar nya dengan tangannya yang besar.
" Cuih, berani sekali kau menggoda bos Danil di hadapanku, dasar wanita murahan" Alex meludah tepat mengenai dada Sinta yang hanya menutupi bagian tengah dadanya, karna pada saat Alex membawa Sinta dan kekasihnya, mereka masih ingin melepas hasrat, Sinta masih memakai lingerie hitamnya dan kekasihnya hanya tinggal kain segitiga nya.
" Apa yang kalian inginkan? Uang? " Ucap kekasih Sinta dengan sombongnya.
" Hahaha.... " suara tawa Alex menggema di ruangan di ikuti para bawahannya, sedangkan dua pria tampan Danil dan Jonathan masih setia dengan wajah dinginnya.
" Kau mau kasih kami berapa hah" Alex menepuk pipi pria sombong itu dengan keras.
" Aku akan memberimu uang 100 juta" Ucap pria itu tersenyum.
" Apa,, Se ra tus ju ta" Alex berakting seolah dia baru kali ini di bayar dengan uang sebanyak seratus juta hingga menghasilkan senyum lebar di wajah pria sombong itu.
" Iya jadi bebaskan kami, aku tau kalian butuh uang kan?, karna itu kalian menculik ku" ucap pria itu dengan bangganya di culik karna banyak uang hasil merampas harta istri sahnya.
" Hahaha Jon kau dengar, kau mau kasih aku dengan uangmu yang gak seberapa itu, huh... Bahkan semua harta hasil rampasan dari istrimu masih seujung kuku di hadapan bosku, aku di kasih seratus juta sama bos Danil saja cuma buat beli tusuk gigiku" wajah pria sombong itu menjadi pucat mendengar ucapan Alex.
" Lantas kenapa kau menculik ku? " pria sombong itu mulai ketakutan.
" Itu karna kau sudah membahayakan wanita kesayangan bosku" ucap Alex dengan wajah mode sangarnya. Membuat tubuh pria sombong itu bergetar ketakutan.
__ADS_1
" Maksudmu Novi wanita murahan itu ahh... Aw" Sinta meringis menahan sakit, tubuhnya terbentur tembok karna Danil menendang kursi kayu yang di duduki Sinta hingga dia bersama dengan kursi kayunya terseret ke belakang tembok.
" Novi bukan wanita murahan sepertimu" Ucap Danil dingin.
" Aku akan memuaskan mu di atas ranjang mas Danil, bahkan si Toni saja luluh denganku, karna Novi tidak bisa memuaskannya" Sinta berucap dengan nada yang sangat lembut untuk bisa menggoda Danil.
Danil berdiri dari duduknya mendekati Sinta yang terlihat sangat senang bahkan menampilkan deretan gigi putihnya, Tapi senyum lebarnya menghilang ketika melihat Danil mengeluarkan pisau dari pinggangnya. Membuat tubuh Sinta bergetar dan menggoyangkan tubuhnya agar terlepas dari ikatan.
Sret
" Aaaaaah hiks hiks hiks" Teriak Sinta menangis menahan sakit, karna Danil menancapkan pisau yang di pegangnya ke punggung tangan Sinta yang terikat sampai tembus ke telapak tangan dan menancap tembus di kayu. Darah segar langsung mengalir membasahi kayu.
" Aku tidak akan menjadi bodoh hanya karna mulut ber bisamu, bahkan jika kau telanjang di hadapanku pun aku tidak akan pernah bernafsu"
" Aaahhh... " teriak Sinta, Danil dengan sadisnya mencabut kembali pisau yang tertancap di tangan Sinta.
" Mas Danil pria yang sangat kejam, bahkan dengan seorang wanita sepertiku dia sanggup melakukan hal kejam seperti ini" Ucap Sinta dalam hati, tidak pernah menyangka ada pria dengan teganya menyakiti wanita tanpa belas kasih.
" Dengan Sinta yang seorang wanita saja sekejam itu, apa lagi aku, tamatlah aku" ucap kekasih Sinta dalam hati.
" Budi Santoso kamu pikir aku salah menculik orang hah" Alex menatap tajam kekasih Sinta.
" Tapi saya benar - benar tidak tau apa - apa" Elak Budi.
" Benarkah? " ucap Alex bertolak pinggang memandang Budi sinis. Membuat yang di pandangnya menunduk takut.
" Apakah ini bukan anda? " Jonathan menyodorkan hpnya di hadapan Budi dan Sinta. Terlihat gambar mereka sedang merencanakan kecelakaan untuk mencelakai Novi.
" I itu... Saya hanya di perintah oleh Sinta" Budi melihat Sinta yang sedang menatapnya tajam.
" Ahh... Ssshhh " Budi hanya bisa meringis kesakitan saat bogem mentah hinggap di rahangnya melalui tangan besar Alex hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
" Kamu membantu kekasih gelap mu untuk mencelakai Novi, wanita kesayangan bos Danil" Ucap Alex.
__ADS_1
Bukan hanya Budi yang terkejut, Sinta juga membuka mulutnya tak percaya.
" A a aku aku " Budi tergagap.
" Hahaha... " Tawa Sinta menggema dan menatap tajam wajah dingin Danil.
" Apa mas Danil tidak salah pilih? apa mas Danil tidak bisa lihat wanita yang pantas berada di samping mas"
Plak
Tamparan keras mendarat lagi di pipi Sinta dengan tangan besar Alex, menghasilkan lelehan darah segar dari sudut bibirnya.
" Cuih, aku membenci Novi, aku sangat membencinya, aku sangat mencintai mas Toni, tapi mas Toni tidak pernah berpaling dari Novi meski aku sudah menggunakan berbagai cara untuk bisa memilikinya"
" Aku membencinya karna dia juga sudah memenjarakan aku, dia sudah membuat aku di benci abangku sendiri, karna itu dia harus mati" Sinta berucap dengan sorot mata penuh dendam.
" Itu tidak akan pernah terjadi, jangan pernah kau menyentuh Novi walau sehelai rambut pun, jika tidak hidupmu akan aku buat seperti di neraka" Danil berucap dengan sangat tenang dengan sorot mata tajam.
" Kamu kira aku takut... Danil Putra Anandira, kamu tidak akan bisa mencegahku membalaskan dendamku pada wanita sok baik itu"
" Baik jika itu yang kau mau" Danil berucap datar dan beralih menatap Alex.
" Lex kamu taukan apa yang harus kamu lakukan jika gadis kecilku di ganggu" Alex mengangguk mantap.
" Jangan biarkan wanita murahan ini lepas, dan beri dia kenikmatan dunia karna itu yang selama ini dia cari"
" Dan untuk pria ini, kamu buat dia cacat, karna dia sudah membuat Novi ku mengalami kejadian yang membuat dirinya dalam bahaya" Ucap Danil memainkan pisau yang ada di tangannya.
" Tidak.... Jangan lakukan itu aku hanya menjalankan perintah, tolong lepaskan aku, aku mohon lepaskan aku" Ucap Budi bergetar takut dan memohon.
" Aaahhh.... " Budi meringis kesakitan saat tangannya di hantam dengan kayu balok.
" Sinta kalau seperti ini akhirnya aku tidak akan pernah sudi membantumu, aaahhh" Rintihnya lagi karna anak buah Alex terus menghantamkan kayu balok ke tangan dan kakinya.
__ADS_1
" Aku juga tidak tau akan seperti ini Bud, hei kenapa kalian mendekatiku" Sinta melihat tiga pria berbadan tinggi besar mendekat ke arahnya dengan senyum yang manis dan sorot mata sedang menjelajahi tubuh Sinta yang sudah menampakkan lekuk tubuhnya dalam balutan lingerie hitamnya.
" Apa yang kalian lakukan, tolong saya pak Danil hiks hiks hiks, jangan sentuh saya... " Teriak Sinta menangis, menatap Danil yang hanya melihat Sinta dan Budi dengan wajah dinginnya.