
" Mas mau Terima Novi yang sudah pernah di sentuh pria lain? " Mata Novi berkaca - kaca mengingat janji yang pernah mereka ucapkan dulu.
" Iya by " Danil melihat Novi hanya diam, di uraikan pelukannya menyentuh dagu Novi lembut dengan jari telunjuknya.
" Kamu kenapa by? " Danil menatap mata sembab Novi dalam.
" Maafkan Novi mas, Novi sudah melanggar janji kita" Novi mulai terisak mengeluarkan lelehan air mata nya tapi dengan cepat di hapus oleh Danil dengan jarinya.
" Tidak by itu salahnya mas yang pergi meninggalkan kamu begitu saja, tanpa pamit sama kamu, dan mas kembali sangat lama" Danil masih menatap lekat wajah cantik Novi yang masih tidak ingin melihatnya.
" Iya mas saat Novi sudah beranjak dewasa Novi berpikir kalau janji kita itu cuma janji anak kecil, cuma janji main - main, karna mas gak ada kembali lagi untuk menemui Novi, jadi Novi memutuskan untuk melupakan mas walau Novi masih menjaga jarak dengan lawan jenis karna janji itu udah sangat melekat di ingatan Novi, sampai akhirnya kegigihan bang Toni meluluhkan hati Novi mas" Novi menundukkan kepala nya, tapi lagi - lagi Danil menyentuh dagu nya agar Novi tetap melihatnya.
" Mas ingin memilikimu seutuhnya by" Danil menatap Novi sendu, meminta haknya sebagai suami karna ingin memiliki Novi seutuhnya sebagai istri.
" Novi takut mengecewakan mas, Novi takut tubuh Novi menolak mas"
" By... Ini mas, suami kamu, Danil Putra Anandira bukan pria yang sudah mengkhianatimu itu"
Novi mengangguk pelan tanda menyetujui permintaan suaminya, Danil tersenyum hangat dan mulai mengikis jarak mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri.
Danil melihat Novi memejamkan matanya, tangannya juga meremas kain seprai sangat erat, pada hal Danil sedikitpun belum menyentuhnya.
" By... Buka matamu dan lihat mas" ucap Danil berbisik di telinga Novi. Novi membuka matanya melihat wajah tampan suaminya yang tengah tersenyum menatapnya.
" Jangan pejamkan matamu by, lihat mas saja" Novi mengangguk pelan dan tersenyum.
Di rebahkan tubuh Novi dengan lembut, Danil mencium kening Novi lama menyalurkan rasa cintanya yang sangat besar terhadap wanita pujaan hati yang sudah halal untuknya. Mencium ke dua mata istrinya berakhir dengan penyatuan bibir yang awalnya lembut lama - lama menjadi ******* yang menginginkan hal lebih lagi. Danil melepaskan ciumannya dengan nafas yang tersengal - sengal.
Bagi Danil ini adalah pengalaman pertamanya, dia hanya mengikuti naluri kelelakiannya yang ingin menyalurkan hasrat dan juga rasa cintanya kepada wanitanya.
Danil menatap Novi sangat lekat dan penuh cinta di dalamnya.
__ADS_1
" I love you Novitria lestari, istriku, my baby"
" I love you to Danil Putra Anandira, suamiku, mas Da" mereka saling melemparkan senyumnya Danil menggigit kecil telinga Novi beralih ke leher jenjang nya dan membuat tanda merah di sana juga di bagian dada, tanpa sadar keduanya sudah tak menggunakan pakaian sehelai benang pun.
Danil melihat tubuh indah Novi di bawah tubuhnya yang kekar.
" Mas udah gak tahan by" ucap Danil berat menahan hasrat. Novi menggigit bibir bawahnya, dia juga sudah sangat tidak sabar ingin merasakan kenikmatan dari junior di atas rata - rata milik suaminya, apa lagi Novi sudah lama tidak merasakan kehangatan seorang pria.
Mereka menyatu dalam hasrat dan cinta, suara manja keluar dari bibir keduanya, menyalurkan hasrat hingga kedua nya mencapai pelepasan dengan menyebut nama pasangannya.
" Novi... My baby"
" Mas Da... "
" Terima kasih by" ucap Danil masih berada di atas Novi.
" Iya mas" balas Novi tersenyum malu karna Danil masih melihatnya penuh gairah. Tiba - tiba Novi merasakan benda keras di bawah sana, reflek Novi melihat Danil sudah menatapnya tersenyum nakal.
" Mas menginginkannya lagi by " tanpa menunggu jawaban dari sang istri Danil melakukan kembali kewajibannya sebagai suami, sedang Novi juga pasrah dengan kenikmatan yang di berikan oleh suaminya, sudah entah berapa lama mereka menyatu dalam hasrat yang terpendam.
" Mas Novi lelah, kaki Novi juga udah gemetaran mas" Novi berucap lemah saat Danil masih melakukan kegiatan nya di atas Novi.
" Iya by ini udah mau selesai" ucap Danil merasa bersalah karna ulahnya membuat istri tercintanya kelelahan.
" Terima kasih ya by" Danil mengecup kening penuh peluh Novi yang sudah terlelap setelah terbebas dari jerat hasrat suaminya. Danil juga memejamkan matanya sambil memeluk istri tercintanya posesif.
" Selamat pagi my baby.. " Danil mengecup bibir istrinya setelah Novi membuka mata.
" Selamat pagi mas" Novi tersenyum melihat suaminya saat pertama kali membuka mata.
" Aw ssshh "
__ADS_1
" Kenapa by" Danil mendekati Novi karna khawatir.
" Gak apa - apa mas" Novi tersenyum canggung.
" Aduh... Kenapa sakit ya kayak masih perawan aja, apa karna milik mas Da ukurannya di atas rata - rata ya, aduh... Aku jadi ngebayangin yang tadi malam sampai kakiku gemetaran, tenaga mas Da ngeri banget" Ucap Novi dalam hati.
Novi mencoba turun dari ranjangnya tapi tubuhnya melayang karna Danil menggendongnya.
" Mas Da.. "
" Iya by... Jangan panggil mas manja gitu nanti mas khilaf by" Danil melepaskan selimut yang melilit di tubuh Novi yang masih dalam keadaan polos, di masukkan tubuh polos Novi ke dalam bathtub yang sudah di isi air hangat untuk Novi berendam.
" Rileks kan tubuhmu di air hangat ini by, mas akan keluar menyiapkan sarapan kita" Setelah mengatakan itu Danil buru - buru keluar dari kamar mandi, karna tidak ingin melahap istrinya yang sudah sangat kelelahan menuruti hasratnya semalam. Walau Danil menahan sesak di bagian celananya karna juniornya sangat cepat bereaksi walau hanya melihat Novi.
" Kenapa dengan mas Da? semalam aja gak mau melepaskan aku, sampai kakiku gemetaran, sekarang dia seperti mengabaikan ku, dasar laki - laki kalau ada maunya aja manis - manis" gumam Novi, sepertinya Novi salah faham dengan perlakuan Danil padanya.
Setelah di rasa tubuhnya sudah lebih baik setelah berendam, Novi menyelesaikan membersihkan tubuhnya.
Di lihatnya sarapan sudah tertata rapi di atas meja kamarnya. Novi hanya menggunakan daster ala emak - emak tapi tidak dengan wajah menor, Novi tidak merias wajahnya berlebihan hanya menggunakan bedak dan lip gloss agar lebih kelihatan segar namun tetap cantik Paripurna.
" Kemana mas Da? apa dia pergi meninggalkan aku setelah puas? " gumam Novi sambil mengeringkan rambutnya dengan Hairdryer.
Cekrek
Pintu kamar terbuka menampilkan pria tampan berbadan atletis penuh pesona menghampiri sang istri tercinta.
" Kamu sudah siap by? ayo kita sarapan" Danil hanya melihat Novi menganggukkan kepalanya tanpa mau melihatnya.
" Sini mas bantu by" Danil ingin meraih alat pengering rambut yang di pegang Novi, tapi alat itu langsung di jauhkan oleh Novi.
" Gak usah mas, Novi bisa sendiri" jawab Novi tanpa melihat Danil, tapi Danil bisa melihat wajah Novi dari dalam cermin.
__ADS_1
" Ada apa dengan Novi? "