
" Ada apa dengan mu Nov ?" Ucap Danil dalam hati.
Jonathan juga merasakan ada sikap yang berbeda dari Novi terhadap bosnya, tapi Jonathan hanya diam dan melihat kebingungan di wajah Danil dengan perubahan sikap Novi.
" Ya sudah terima kasih nona Novi atas kerja samanya dan semoga nona Novi semakin sukses" Ucap Doni rekan bisnisnya.
" Iya sama - sama pak Doni" Ucap Novi tersenyum, melihat Doni keluar dari ruangannya.
" Nov ayo kita makan siang bareng di" Ucapan Danil dipotong cepat Novi.
" Maaf mas Novi sudah ada janji, jadi Novi gak bisa, maaf ya mas" Novi tersenyum manis di hadapan Danil yang nampak kecewa karna Novi menolak ajakan makan siang bersama.
Novi seperti menjaga jarak dengan Danil, Novi akui ada perasaan aneh yang tidak di mengerti jika Novi dekat dengan Danil, dan rasa itu sangat di rasakan nya ketika melihat Danil bersama wanita lain.
Rasa cemburu itu hadir dengan sendirinya, dan itu tidak baik untuknya karna Novi masih status istri dari Toni meski sudah ada kesepakatan antara Novi dan Toni untuk berpisah. Novi hanya melindungi hatinya dari rasa sakit.
" Novi pamit duluan ya mas, Assalamualaikum" Pamit Novi pada Danil yang sedang diam terpaku melihat Novi.
" Bos" Panggil Jonathan.
" Bos Danil" Jonatan menepuk bahu Danil hingga Danil tersentak kaget.
" Kita balik ke kantor Jon" Ucap dingin Danil pada Jonathan.
" Aduh Novi... Ada apa denganmu? Pasti hari ini si bos bakal keluar singanya, akibat moodnya yang gak bagus, aduh... Sabar... Sabar Jon" Ucap Jonathan dalam hati.
Dalam perjalanan menuju kantor Danil selalu memikirkan perubahan sikap Novi. Danil mengingat apa ada yang salah pada dirinya hingga Novi seperti menghindarinya.
Danil senang telah menemukan gadis kecilnya. Ya Novi adalah gadis kecil yang selalu dia lindungi dari orang - orang yang ingin menyakitinya, bahkan Danil ingin hidup bersama gadis kecilnya hingga menua bersama, karna Danil adalah anak yatim piatu, orang tuanya meninggal dalam kecelakaan.
Danil menyayangi Novi karna Novi adalah gadis kecilnya yang cantik juga baik, Danil tidak sempat memberi kabar pada Novi karna orang tua angkatnya tiba - tiba pindah ke luar negri.
Setelah sekian lama di luar negri, Danil kembali ke tanah air untuk bertemu dengan gadis kecilnya. Tapi gadis kecilnya sudah tidak tinggal lagi di rumah yang lama.
Saat Danil putus asa mencari gadis kecilnya, Tiba - tiba dia tertabrak dengan seorang gadis di pantai, Danil menatap intens gadis yang tidak sengaja menabraknya, Saat gadis itu menatapnya terasa jantungnya berdebar kencang, Danil yakin dia adalah gadis yang selama ini di cari - carinya.
__ADS_1
Akhirnya Danil mencari tahu tentang gadis itu dan benar, dia adalah gadis kecilnya, gadis pemilik hatinya, tapi Danil terlambat karna Novi sudah menikah dengan pria lain. Danil akan mengikhlaskan Novi dengan pria lain asal Novi bahagia. Tapi kabar pengkhianatan suaminya membuatnya semangat kembali untuk mendekati Novi.
Di Perusahaan Anandira F
" Jon apa - apaan ini kenapa rasa kopinya seperti ini" Danil membanting gelas berisi kopi yang biasa di minumnya hingga tumpah.
" Huff " Jonathan menarik nafas panjangnya.
" Perlu di buatkan lagi bos?" Jonathan bertanya pada Danil yang sedang duduk di kursi kebesarannya memegang kepalanya.
" Jon, apa aku ada salah padanya? "
" Kenapa Novi menghindari aku Jon?" Danil bertanya pada Jonathan yang hanya diam.
" Jon kamu hubungi orang suruhanmu, apa yang sedang di lakukan Novi beberapa hari ini?"
" Aku mau tau sekarang juga" Ucap Danil tidak ingin di bantah.
" Baik bos, permisi " Jonathan keluar dari ruangan Danil menghubungi anak buahnya yang selalu menjaga Novi.
Pintu ruangan Danil terbuka, terlihat Jonathan melangkah masuk dengan ekspresi wajah yang masam.
" Ada apa? Katakan?" Ucap Danil seperti mengerti apa arti dari ekspresi wajah Jonathan asistennya sekaligus sahabatnya.
" Novi, maksud saya nona Novi beberapa hari ini menemani Pak Toni yang sedang di rawat di rumah sakit" Jonathan menjelaskan tidak berani menatap mata tajam Danil.
Danil merebahkan tubuhnya di kursi kebesarannya dengan pandangan yang kosong.
" Keluarlah Jon, jangan ada yang mengganggu, aku ingin sendiri sampai aku menghubungi mu" Ucap Danil lemah.
" Aku baru saja melihat kamu tersenyum Nil, aku senang kamu bertemu dengan wanita kecil yang kamu cari - cari selama ini, sampai hingga saat ini tidak ada satu wanita pun yang kamu lirik apa lagi menyentuhmu, tapi kenyataan nya sungguh pahit Nil" Ucap Jonathan dalam hati menatap iba Danil.
Jonathan keluar dari ruangan, menutup dan mengunci pintunya dari luar.
Sedangkan Danil melangkah menuju pintu rahasia di dalam ruangannya, Danil duduk di tepi ranjang king size yang ada di ruang rahasia yang hanya Danil yang mengetahuinya, Danil memandang banyak foto gadis kecil yang cantik dengan berbagai pose.
__ADS_1
" Dari dulu hingga sekarang kamu sangat cantik Novi ku, aku telat mendapatkan mu"
" Aku tidak bisa menepati janjiku Gadis kecilku"
" Dulu aku menyayangimu, sekarang aku sangat mencintaimu Novitria Lestari"
" Aku tidak akan sanggup melihatmu kembali pada Toni "
" Tapi demi kebahagiaanmu aku akan kembali ke Paris, aku akan melihatmu bahagia dari jauh, aku janji hati dan ragaku akan tetap milikmu gadis kecilku" Danil memeluk foto gadis kecil ber kucir kuda tersenyum manis memeluk sebuah boneka.
Tanpa sadar Danil tertidur sambil memeluk foto gadis kecilnya.
Setelah dari showroom Novi tidak langsung ke rumah sakit, saat ini Novi berada di tepi pantai, entah kenapa hatinya tidak nyaman telah menghindar dari Danil.
" Ada apa denganku? Kenapa rasa ini sangat aneh" Novi memegang dadanya yang terus berdetak sangat kencang hingga membuatnya gelisah.
Rasa ini seperti pernah Novi rasakan, rasanya seperti pada saat laki - laki kecilnya pergi darinya tanpa kabar.
" Tidak, aku tidak boleh seperti ini, mas Da sudah bahagia dengan wanitanya, aku hanya akan fokus sama pengobatan bang Toni" Gumam Novi menyemangati hatinya yang masih dengan degup jantung yang cepat.
Novi membuka galeri foto di hpnya, memandang foto sepasang manusia yang terlihat romantis di ruang VIP di restoran.
" Aku doakan mas Da selalu bahagia " Ucap Novi tersenyum memandang hpnya
" Maafkan sikap Novi mas, Novi takut terpesona sama mas Da " Novi mengusap bulir air mata yang tanpa ijinnya membasahi pipi mulusnya.
Novi memandang laut lepas berwarna biru cerah, memandang burung yang berterbangan mengintai mangsa di air laut yang terus menerus di gulung ombak.
" Aku harus balik ke rumah sakit, bang Toni pasti sedang menungguku" Novi melihat hp terdapat beberapa panggilan tidak terjawab dari bunda Sarah.
Novi melewati lorong rumah sakit dengan tergesa, karna saat Novi dalam perjalanan ke rumah sakit bunda Sarah menelfon, dan terdengar suara orang sedang berteriak, seperti bertengkar.
Novi melihat banyak orang di ruangan Toni, dan terdengar orang berteriak.
" Bang Toni.... " Teriak Novi.
__ADS_1