
" Ada apa dengan Novi? " Danil masih berdiri mematung di belakang Novi.
" Ayo mas kita sarapan" Novi berjalan melewati Danil yang sedang melamun. Novi tetap mengabaikan Danil dan mengambil sarapan untuk suaminya juga dirinya.
" By... Ayo bersiap, kita akan ke butik untuk memilih baju resepsi kita nanti, Jonathan sudah menunggu kita di depan" ucap Danil melihat Novi membereskan meja setelah mereka selesai sarapan.
" Iya mas" jawab Novi tanpa melihat suaminya.
Danil melihat punggung Novi yang sudah menghilang di balik pintu kamar.
" Ada apa dengan Novi? kenapa sikapnya berubah" Danil melihat HP Novi di atas bantal, Danil mendekati HP Novi dan memeriksa apakah ada vidio atau foto yang membuat istrinya berubah, tapi tidak ada apa pun di sana bahkan Danil menghapus foto yang ada dirinya juga Mona di sana karna Novi belum menghapusnya.
Danil mengganti bajunya dengan setelan santai karna pekerjaannya sudah di handle oleh asisten setianya. Danil bersi tatap dengan mata indah istrinya dan di putus langsung oleh Novi, Novi membuka pakaiannya karna ingin menggantinya.
Tapi Novi mendengar suara pintu tertutup karna Danil keluar tanpa pamit padanya. Padahal Danil tidak tahan dengan godaan yang tidak sengaja di suguhkan Novi padanya, Danil gak mau melahap Novi yang masih terlihat kelelahan akibat ulahnya semalam.
" Huh.. Seperti habis manis sepah di buang" ucap Novi dalam hati, Novi melirik pintu sekilas lalu menyelesaikan dandanan juga riasan nya dengan cepat.
" Sudah siap by? " Danil tersenyum melihat Novi sudah sangat cantik memakai rok kembang panjang sebetis di padukan dengan kaos putih lengan pendek, rambut di biarkan terurai dengan riasan wajah yang tipis, tak lupa sepatu Kets putih melekat indah di kaki jenjangnya. Dan syal cantik melilit indah di lehernya. Juga tas kecil yang menggantung di bahu kirinya.
" Sudah mas" Novi menjawab dengan senyum yang tipis.
" Ada apa dengan pasangan pengantin ini? biasanya romantis abis, ini seperti menjaga jarak, dan wajah Novi seperti kurang semangat gitu, apa mereka sedang bertengkar ya" ucap Jonathan dalam hati.
" Apa masih ada lagi yang di tunggu? " Novi melihat Danil dan Jonathan bergantian.
" Gak ada lagi yang di tunggu by, ayo kita pergi" Danil ingin meraih tangan Novi, tapi istrinya itu sudah berjalan mendahuluinya. Jonathan hanya diam melihat atasan sekaligus sahabatnya mematung melihat Novi jalan menuju pintu keluar.
" Ayo bos nyonya sudah duluan tu" Jonathan menepuk bahu Danil hingga Danil memasang wajah dinginnya.
__ADS_1
Dalam perjalanan ke butik pun Danil dan Novi hanya diam tanpa ada tawa canda apa lagi sentuhan fisik yang romantis.
" Huh... Sepertinya mereka memang sedang bertengkar" ucap Jonathan dalam hati, Jonathan melirik sepasang suami-istri yang hanya duduk diam di bangku belakang mobil.
Sampai di butik pun Novi hanya duduk memainkan hpnya meluncur di sosmed nya.
Sedangkan Danil duduk di dekat Novi memasang wajah dinginnya.
" Ayo pak, pasangan pengantinnya mencoba baju pengantin dulu, jadi kalau ada yang kurang pas bisa kami ubah, silahkan masuk ke ruang ganti dulu" ucap wanita berseragam batik tanda karyawan bekerja di butik.
" Ayo bos dan nyonya bos masuk ke ruang ganti" Danil melihat Novi masuk terlebih dulu ke ruangan yang tidak begitu luas tapi cukup nyaman untuk mencoba pakaian untuk dua orang di dalamnya.
Novi mencoba baju pengantin tanpa lengan dengan belahan dada rendah dan memperlihatkan punggungnya. Tanpa melepaskan syal yang di kenakan karna banyak tanda merah di leher jenjangnya.
" Ini sangat indah di tubuh mbak, sangat elegan dan juga seksi" ucap karyawan wanita berseragam batik.
Sedangkan Danil yang sudah gagah berkarisma sangat serasi dengan baju yang di kenakan Novi.
" Baiklah kalau ada perlu silahkan panggil saya " Danil hanya melihat Novi tanpa menjawab ucapan karyawan wanita yang kini tengah menatapnya, berharap Danil menatapnya dan menjawabnya, dengan sorot mata tajam Danil mengusir karyawan wanita itu. Melihat sorot mata menakutkan dari wajah tampan Danil membuatnya takut dan gemetaran.
Dengan langkah gemetar wanita berseragam batik itu pun keluar dari ruang ganti, meninggalkan pasangan pengantin yang hanya saling diam, tak ada kegiatan romantis seperti pasangan pengantin yang ingin melangsungkan pernikahan.
" By... " Danil mendekat ke arah sang istri yang tengah menatap cermin melihat dirinya.
" Ada apa mas" ucap Novi dengan wajah datarnya. Sedangkan Danil sudah tidak sabar ingin bertanya dengan perubahan sang istri.
Dengan lembut Danil menyentuh punggung Novi yang terbuka, tapi Novi melangkah maju hingga tangan Danil hanya mematung di udara.
Dengan gerak cepat Danil memeluk tubuh Novi dari belakang sangat erat, Novi reflek memegang tangan Danil dan ingin melepaskannya, tapi tenaganya kalah dibanding dengan suaminya.
__ADS_1
" Ada apa by... Apa mas Ada salah sama kamu by? tolong kasih tau mas, kalau tanpa sengaja mas melukai hatimu by... Mas gak tahan kamu mengabaikan mas dari tadi by... "
" Kamu mendiamkan mas by, mas gak sanggup kamu diami by"
Bahu Novi terasa basah karna Danil tengah menangis di pundaknya.
" Bukannya mas yang mengabaikan Novi? dari Novi di kamar mandi juga saat Novi mengganti pakaian di kamar, mas seperti jijik dengan Novi" Reflek Danil mendongak menatap wajah dingin Novi di dalam cermin, tatapan matanya menandakan kekecewaan di sana.
Danil mengubah posisinya dari berdiri di belakang Novi menjadi berdiri di hadapan Novi. Dengan kedua tangan menyentuh bahu Novi, menatap mata indah Novi lekat dan cukup lama.
" Mas gak jijik sama kamu by... Mas menghindari kamu karna mas takut melukai kamu by, karna cuma melihatmu saja junior mas bereaksi, mas tau semalam kamu sangat kelelahan melayani hasrat mas by, karna itu mas gak mau mendekatimu, bukan karna mas jijik sama kamu, justru mas selalu menginginkanmu setiap saat by"
Novi ternganga mendengar ucapan suaminya, ternyata dia salah paham dengan Danil, Novi berpikir kalau Danil sudah tidak menginginkannya lagi.
" Novi kira mas udah gak mau sama Novi lagi, mas kecewa dengan tubuh Novi"
" Suuttt... Mas sangat menikmati mu by, bahkan mas gak ingin menyudahinya, mas ingin melakukannya lagi dan lagi" Danil memeluk erat tubuh Novi dan membelai punggungnya yang terbuka.
" Hasrat mas sangat tinggi apa mas selama ini.. " Ucapan Novi menggantung karna ragu untuk melanjutkannya.
" Bahkan semalam kamu yang pertama bagi mas, kamu yang mendapatkan perjakanya mas, mas akui hasrat mas sangat tinggi jika mas dekat dengan mu by, bahkan saat melihatmu dengan pakaian lengkap pun mas bereaksi, maka dari itu mas menghindar by" Danil berucap sambil mengecup kening Novi berulang - ulang.
" Kalau dengan wanita yang lain gimana mas? apakah emmm" Novi bertanya sambil melihat wajah Danil.
" Gak by, hanya denganmu saja dia bereaksi, bahkan saat mas di jebak Mona pun dia tidak menunjukkan ketertarikannya, dia tidak bereaksi seperti ini by" Danil mengarahkan tangan Novi di antara kedua pahanya.
" Mas... Is apaan sih" Novi menarik tangannya dan tersenyum malu.
" Ayo kamu ganti dengan gaun yang lebih tertutup, mas gak mau kamu memperlihatkan tubuhmu dengan yang lain, hanya mas yang boleh melihatnya by"
__ADS_1
" Iya mas sebenarnya Novi juga gak nyaman dengan gaun ini" Novi memanyunkan bibirnya, dengan reflek sang suami mengecupnya kilat. Mereka saling menatap penuh cinta dan tertawa bersama.
" Bagus lah mereka sudah baikan, ternyata sulit juga kalau sudah berumah tangga huh... " gumam Jonathan saat mendengar tawa Danil dan Novi yang terdengar samar.