Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 24 Ucapan Talak Novi


__ADS_3

Aku hanya melihatnya tanpa ingin mendekatinya, ku arahkan mataku ke atas agar air mataku tidak jatuh, begitu sesak rasanya melihat Bang Toni seperti itu.


" Abang berdosa dek, maaf kan abang dek" Ucap bang Toni terisak pilu.


" Abang melakukannya Karna abang sangat sangat mencintaimu dek, abang gak mau kehilanganmu dek" Ucap bang Toni lagi.


" Apakah abang benar - benar mencintaiku? " Tanyaku di jawab anggukan cepat bang Toni, membuatku tertawa sinis.


" Apakah mencintai harus perhatian dengan wanita lain? "


" Apakah mencintai tidak dapat melawan hasrat akibat obat dengan dosis setinggi apapun? "


" Apakah mencintai sanggup melakukan hubungan intim dengan wanita lain? "


" Apakah mencintai tidak dapat setia akan godaan wanita lain? "


" Apakah mencintai tidak dapat melawan hasrat akibat obat perangsang walaupun itu di tukar dengan nyawanya sendiri? " Ucapanku membuat bang Toni menunduk dalam.


" Itu semua jawaban nya ada di sini" Ucapku menunjuk dadaku sendiri.


" Kalau abang benar - benar mencintaiku, tulus mencintaiku, godaan sebesar apapun itu, abang akan bisa melawannya dengan cara apapun, abang tidak akan membuat diri abang bersentuhan dengan wanita manapun walau seujung kuku, baik jiwa dan raga, abang akan menjaganya untuk wanita yang abang cintai" Ucapku menggebu.


Bang Toni masih duduk di atas lantai dengan pandangan mata kosong.


" Apakah adek sudah lama mengetahui kalau abang mengkhianati kamu dek? " Tanya bang Toni menatapku dalam.


" Yang jelasnya waktu adek melihat kalian di dalam toilet dekat pantai itu, sebelum itu adek hanya curiga aja, Karna abang selalu beralasan lembur di showroom, ada masalah di showroom dan masih banyak alasan lain lagi yang abang ucapkan" Ucapku jujur.


" Apakah rasa cinta adek sama abang sudah tidak ada? Karna abang lihat dari tadi di mata adek tidak ada rasa sakit ataupun kecewa, Apa adek sudah tidak mencintai abang lagi? Semudah itu adek membuang perasaan itu? " Ucap bang Toni masi melihatku dalam.

__ADS_1


" Apakah abang masih berhak atas rasa cinta yang aku punya untukmu? Aku akui Aku masih mencintaimu, tapi rasa itu perlahan Aku kikis dengan cara terus menerus melihatmu melakukan penyatuan tubuh dengan hasrat menggebu dengan simpananmu" Ucapku menunjuk wajah bang Toni dan Sinta bergantian.


" Apakah vidio itu sudah di kirim padamu dek? " Ucap bang Toni terkejut.


" Itu salah satu vidio yang dikirim seseorang yang tidak Aku kenal, sebelumnya Aku melihat dari hasil rekamanku sendiri di dalam toilet dekat pantai itu" Ucapku.


" Apa adek merekamnya sendiri? " Tanya bang Toni lagi.


" Iya aku merekamnya dengan tanganku dan mataku sendiri, dan rekaman itu cukup berguna mengobati lukaku, melawan kerapuhanku, mengeringkan air mataku, dengan melihatnya berulang - ulang, aku jadi terbiasa melihatmu bercumbu dengannya" Ucapku melihat bang Toni yang tengah melihatku menggelengkan kepalanya.


" Kenapa kamu lakukan itu dek, itu pasti sangat menyakitimu" Ucap bang Toni melemah.


" Awalnya itu memang sangat menyakitiku, setiap malam aku menangis, aku tersiksa akan sentuhanmu walau hanya memegang tanganku, tapi akhirnya aku berhasil melawannya" Ucapku menundukkan kepala sebentar tapi langsung menegakkan kepalaku lagi melihat bang Toni yang tengah melihatku.


" Iya dek itulah sebabnya adek selalu menghindari abang, menjaga jarak sama abang, tidak ingin abang meminta hak abang sebagai suamimu, bahkan adek jijik sama sentuhan abang sampai adek pingsan" Ucapan bang Toni membuatku terdiam tidak dapat berkata - kata karna memang seperti itulah kenyataannya.


" Novitria Lestari istriku wanita yang sangat aku cintai tidak mau aku sentuh" Ucap bang Toni menatap jijik kedua telapak tangannya menggenggam erat tangannya sendiri hingga kuku - kukunya tampak memutih.


" Aw sakit Mas" Ucap Sinta memegang pipinya karna tiba - tiba bang Toni mendekatinya dan menamparnya cukup keras hingga Sinta terjatuh ke lantai.


" ini semua karna ulahmu wanita sampah, seharusnya aku tidak pernah bertemu denganmu, seharusnya aku membiarkanmu mati saat itu" Ucap bang Toni penuh dengan amarahnya.


" Sudahlah bang semuanya sudah terjadi, kita perbaiki diri kita masing - masing, lagi pula lama - lama aku lihat abang juga menikmati peran abang memiliki wanita simpanan kan? " Ucapku menatap bang Toni dengan senyuman mengejekku.


" Tidak ada seperti itu dek bahkan abang selalu tersiksa jika dekat dengannya" Ucap bang Toni tidak Terima.


" Aku mengenalmu, Aku sangat mengenalmu, kebiasaanmu bahkan semua sikap perubahanmu Aku yang tau, Aku istrimu yang setiap hari selalu melayani mu dalam segala hal baik fisik dan hatimu, Aku sangat tau bagaimana perasaanmu" Ucapku menatap dalam mata bang Toni.


" Awalnya memang kamu terpaksa bersentuhan dengan Sinta tapi lama - lama kamu terhanyut akan paksaan itu menjadi sangat terbiasa dengan semua perhatian dan sentuhannya" Ucapanku membuat bang Toni terdiam di tempatnya.

__ADS_1


Aku berjalan mendekati bang Toni, ku ambil kamera yang ada di kemeja bang Toni hingga mata kami saling melihat cukup lama, tapi ku akhiri dengan senyuman manisku padanya.


" Jadi selama ini adek mengetahui semua kejadian yang ada di ruangan ini, antara abang dan Sinta, melalui kamera itu dek? " Tanya bang Toni frustasi.


" Maaf bang semua itu adek lakukan agar adek tau bagaimana hati juga perbuatanmu, agar adek tidak bimbang akan keputusan yang adek ambil" Ucapku dingin.


" Maaf bang adek sudah menggugat mu, mungkin lusa kamu menerima surat gugatan dariku yang Aku kirim ke alamat rumah orang tuamu, karna baik orang tuamu juga orang tuaku sudah mengetahuinya dan mereka menerima apapun keputusanku, termasuk menggugat cerai dirimu bang" Ucapku lebih dingin.


" Aku akan pulang ke rumah orang tuaku mulai saat ini, dan mulai besok abang tidak perlu datang lagi ke Showroom karna ini atas namaku jadi mulai besok Aku yang akan menjalankan Showroom ini, masalah harta gono gini karna kita belum memiliki anak Aku akan memberimu mobil juga setengah hasil penjualan rumah kita" Ucapku melihat reaksi bang Toni yang hanya diam.


" Apa... Jadi Showroom ini bukan milik Mas Toni? " Ucap Sinta terkejut.


" Hahaha.. Kenapa? Kamu ingin memiliki Showroom ini dengan mendekati bang Toni kan? Aku tau itu" Ucapku membuat Sinta gugup.


" Bu bukan begitu Mas Aku tulus mencintaimu mas" Ucap Sinta gugup.


" Kalau begitu bertanggung jawablah akan semua dana Showroom yang masuk ke rekening pribadimu, Aku sudah memiliki semua buktinya, kamu harus mengembalikan semua dana yang sudah kamu ambil dalam waktu dua puluh empat jam, kalau tidak aku akan memasukkan mu ke dalam penjara" Ucapku menyeringai.


" Dasar brengsek kamu wanita sampah" Ucap bang Toni penuh emosi pada Sinta.


" Gak mas istrimu memfitnah ku mas, dia ingin membalas ku mas" Ucap Sinta memelas.


Ku lemparkan satu bukti foto Sinta memberi uang pada salah satu karyawan showroom di hadapan bang Toni.


" Itu salah satu bukti penggelapan dana yang kau ambil dan memberi uang tutup mulut pada teman yang ikut bekerjasama denganmu" Ucapanku mengagetkan Sinta.


" Ingat, besok waktu pengembalian dananya kalau tidak bersiaplah masuk ke dalam penjara" Ucapku pada Sinta yang mulai bergetar.


" Sampai jumpa di pengadilan bang" Ucapku sama bang Toni yang mematung di tempatnya.

__ADS_1


Aku kedipkan mata pada Sasa dan Dila isyarat keluar, Aku berdiri setelah melepaskan kamera yang ada di tas bang Toni disaksikan oleh bang Toni juga Sinta, kami melangkah keluar, sebelum membuka pintu Ku balikkan badan menatap bang Toni


" Toni Handoko Aku Novitria Lestari menalak dirimu, haram bagi tubuhmu, dirimu, menyentuhku" Ucapku menggema di ruangan


__ADS_2