
Novi melihat - lihat tiap sudut rumahnya dari lantai bawah sampai ke lantai dua, semua desain yang Novi lihat adalah impian yang Novi ucapkan waktu dia masih kecil.
Novi jadi mengingat momen di mana dirinya dan pria kecilnya sudah saling menginginkan rumah impian yang mereka inginkan.
Flashback
" Baby kamu buat apa? " Tanya Danil kecil melihat Novi kecil bermain balok dan membentuknya menjadi rumah.
" Novi buat rumah mas, ini rumah impian Novi, Novi ingin punya rumah dengan warna kesukaan Novi, putih dan gold seperti istana kerajaan, terus rumahnya tingkat dua, di lantai satu ada ruang tamu juga kamar tamu, dapurnya juga ada di lantai satu, kalau kamar Novi mau di lantai dua jadi Novi bisa lihat sekitar rumah dari lantai dua mas" Ucap Novi senang menunjuk hasil balok yang sudah di susunnya seperti rumah impiannya.
" Mas akan berusaha mewujudkan impian kamu bayi kecilnya mas" Novi mengangguk sambil tertawa memperlihatkan giginya yang ompong satu di bagian depan.
Novi memiliki pemikiran yang dewasa walau ia masih kecil, Novi juga membatasi ruang geraknya dalam bergaul, Novi juga tidak suka memiliki banyak teman.
Flash off
" Apa Kamu bahagia by? " Tanya Danil sambil memeluk Novi dari belakang. Saat ini mereka berada di dalam kamarnya.
" Hmmm mas yang selalu buat Novi bahagia" Novi membalikkan tubuh nya menghadap ke arah Danil dan mengalungkan tangannya ke leher sang suami.
" Novi harap mas gak akan berubah, mas akan selalu mencintai Novi seperti sekarang"
" Mas akan berubah menjadi sangat sangat mencintaimu, karna setiap detik rasa cinta yang mas miliki untuk kamu terus bertambah by" Ucap Danil sambil mengelus pipi Novi yang tengah tersenyum manis.
" Mas yuk kita turun papah sama mamah ada di bawah kan? "
" Iya by" Danil menggandeng tangan Novi berjalan keluar kamar menuju ke lantai bawah di mana kedua orang tua Novi sedang duduk santai di ruang TV.
" Mah pah" Sapa Novi.
" Iya sayang, rumah kamu sangat indah sayang, mamah sama papah udah keliling dan mamah suka, apa lagi di belakang ada kebun buahnya" Mamah Rani sangat antusias menceritakan bagaimana indahnya rumah anaknya.
" Iya mah ini adalah rumah impian istri Danil, Novi menginginkan rumah dengan disain yang mewah tapi seperti istana kerajaan" Ucap Danil menggenggam erat tangan Novi.
" Mamah senang sayang kamu bisa membahagiakan anak mamah, mamah harap kalian selalu bahagia sampai tua" Doa tulus mamah Rani.
" Amin" Ucap mereka bersama.
__ADS_1
" Ya sudah papah sama mamah mau pamit, papah kamu ada kerjaan di luar kota dan papah mengajak mamah, takut mamah bosan sendirian katanya" mamah Rani melirik papah Rafa yang hanya tersenyum.
" Iya mah, nikmatilah masa tua mamah dengan hati bahagia dengan papah, karna anak mamah sudah ada Danil yang akan selalu membahagiakannya" Ucap Danil sungguh-sungguh.
" Terimakasih ya nak" Mamah Rani memeluk Novi sambil terisak.
" Mamah doakan kamu selalu bahagia ya sayang" Novi hanya mengangguk karna air matanya juga mengalir deras di pipinya.
Novi melambaikan tangannya saat mobil sang papah keluar dari rumahnya.
" Ayo by kita masuk" Ajak Danil pada Novi sang istri tercinta.
" Assalamu'alaikum pak buk di luar ada orang yang ingin melamar kerja, katanya minta ketemu sama bapak sama ibu" Ucap satpam yang menjaga pintu gerbang.
" Suruh masuk aja pak" Ucap Novi.
" Tapi by" Protes Danil.
" Kita lihat dulu mas" Novi mengusap lengan Danil.
" Assalamu'alaikum pak buk" Ucap wanita berumur sekitar 35 tahun memakai pakaian yang sopan juga membawa tas besar.
" Maaf mbak mau minum apa? "
" Gak usah buk, saya memberanikan diri ke sini karna saya sangat membutuhkan pekerjaan buk, saya dari desa ke kota untuk cari kerja untuk sekolah anak saya juga orang tua saya buk, saya bisa masak, ngepel, juga bisa bersih - bersih di halaman buk" Ucap nya menunduk.
" Namanya siapa mbak? " Tanya Novi.
" Nama saya Linda buk"
" Bisa kamu perlihatkan KTP kamu mbak" Linda mengangguk dan memberikan KTP nya pada Novi.
" Mas bisa kan kita pekerjakan mbak Linda di sini? " Novi meminta ijin suaminya karna merasa iba pada wanita bernama Linda.
" Baiklah kamu akan saya bolehkan bekerja di sini sebagai asisten rumah tangga, tapi dalam waktu beberapa bulan ini kamu akan saya training dulu, saya akan lihat hasil kerja kamu dulu, dan ingat hanya lantai bawah saja jangan sekali - kali kamu ke lantai atas apalagi masuk ke dalam kamar kami karna aku tidak suka ada yang menyentuh barang - barang ku kecuali istriku, dan KTP kamu akan kami tahan" Tegas Danil.
" Baik Pak Terima kasih pak buk" Ucapnya senang.
__ADS_1
" Ya sudah yuk mbak saya antar mbak ke kamar" Linda mengangguk senang.
" Jon kamu cari tau wanita yang baru saja aku kirim gambarnya" Ucap Danil pada Jonathan melalui hpnya.
" Mas makasih ya udah mau Terima mbak Linda kerja di sini, tadi dia cerita kalau mbak Linda punya dua anak yang harus sekolah, juga orang tuanya yang sudah tua" Novi duduk di samping Danil. Mereka berada di kamar mereka setelah menyelesaikan makan malam yang di masak oleh Novi.
" By jujur mas gak suka ada orang yang tinggal dengan kita, mas sudah menyiapkan petugas kebersihan setiap hari itupun saat pagi hari dan harus pulang siang hari" Ucap Danil lembut.
" Iya mas ya udah karna kita juga udah Terima mbak Linda, jadi kita lihat pekerjaannya beberapa bulan ke depan ya mas"
" By... Mas cuma ingin menjaga keutuhan rumah tangga kita, mas gak mau terjadi sesuatu padamu by... Mas hanya ingin membahagiakan juga melindungi mu by" Danil memeluk Novi dan mengecup keningnya bertubi - tubi.
" Iya mas" Novi merasa bersalah karna menerima Linda di rumahnya.
Sudah satu minggu mereka menempati rumah impian Novi, Linda juga cekatan dalam pekerjaannya, tapi Danil tidak pernah sekalipun menyapa juga melihatnya, Danil merasa ada sesuatu yang janggal pada Linda, tapi setelah di selidiki oleh Jonathan tidak pernah ada menemukan ke janggalan di diri Linda, karna itu Danil meminta Alex untuk mengawasi Novi dengan memasukkan orang kepercayaannya.
" By apa tamu bulanan kamu udah pergi? " Tanya Danil membuat Novi tersenyum.
" Udah mas, memangnya kenapa mas? " Novi bertanya untuk menggoda Danil.
" Mas kangen by, pingin olahraga sama itu kamu by" Ucap Danil ambigu.
" Mas apaan sih, bukannya tiap hari juga udah olahraga mas... " Ucap Novi mengerucutkan bibirnya sambil merapikan dasi Danil.
Cup
" Kebiasaan mencuri"
" Hahaha habisnya kamu gemesin by, tapi apa kamu gak capek olahraga jari sama mulut aja" Gantian Danil yang menggoda Novi.
" Ih mas kok kita bahas kayak gitu sih" wajah Novi memerah karna malu.
" Tunggu mas pulang kerja ya by, kalau hari ini gak ada meeting mas akan memakan mu pagi ini by" Ucap Danil sambil memeluk erat tubuh Novi.
" Udah mas nanti telat lo... " Novi tersenyum melihat wajah masam Danil.
Dengan berat hati Danil keluar kamar, menuruni anak tangga dan langsung duduk di kursi makan, Novi dengan telaten melayani Danil di meja makan dengan hasil masakannya sendiri, karna Novi tidak mau suaminya makan masakan orang lain.
__ADS_1
" By mas berangkat kerja dulu ya... Jangan jauh dari HP karna mas akan sering menghubungi kamu" Danil melihat Novi mengangguk sambil tersenyum, Novi mencium punggung tangan Danil dan di balas kecupan di kening Novi.
" Semoga kamu gak tergoda dengan wanita manapun mas, jujur hatiku masih belum bisa mempercayai laki - laki lagi, dulu bang Toni juga mencintaiku tapi dia juga luluh dengan wanita selain aku" Ucap Novi dalam hati. Melihat mobil Danil yang semakin lama semakin menghilang.