Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 66 Kedatangan Mona


__ADS_3

Dua hari Danil dan Novi hanya menghabiskan waktu berdua di apartemen, kalau keluar pun hanya belanja bahan makanan, Danil selalu memberikan rasa nyaman pada Novi, sentuhan tangan juga bibir selalu Danil suguhkan untuk Novi. Bahkan Novi sudah sangat terbiasa dengan kecupan reflek dari Danil.


" By... Mas akan ke kantor sebentar kamu gak apa - apakan di sini sendiri" Danil meminta panggilan kesayangannya pada Novi dan Novi tidak keberatan akan hal itu walau ada rasa janggal dengan panggilan yang di sematkan untuknya.


" Gak apa - apa mas Da... Memangnya Novi anak kecil yang harus di pikirin saat di tinggal" Novi mengerucutkan bibir nya dan itu membuat Danil gemas dengan reflek Danil mengecupnya.


" Memang kamu gadis kecil mas yang imut" Danil mencubit hidung Novi gemas.


" Mas ih... Hidung Novi merah ni" Novi mengusap hidungnya memasang wajah cemberut.


" Hahaha habisnya kamu gemesin by" Novi memanyunkan bibirnya lagi karna Danil habis - habisan menggodanya. Dengan gemasnya Danil menarik pinggul ramping Novi mengikis jarak hingga tubuh keduanya saling bersentuhan.


Danil menatap intens Novi dan melahap bibir ranum istrinya yang selalu membuatnya candu, dengan gerakan lembut Danil bermain di bibir Novi, sampai Novi terhanyut dan membalas luma tan bibir tebal Danil, Danil sangat senang Novi sudah membalas ciumannya, itu artinya perlahan Novi sudah mau menerima sentuhannya.


Danil menghentikan ciumannya takut kebablasan, di usapnya bibir Novi yang basah karna ulahnya.


" Kamu sangat manis by, mas selalu ingin mencumbu nya" Novi hanya diam tanpa ekspresi, Novi juga nyaman dengan sentuhan yang di berikan Danil tidak ada penolakan dari tubuhnya.


" Sudah mas nanti terlambat meeting nya" Novi memastikan pakaian yang di kenakan Danil sudah rapi.


" Iya by mas akan cepat pulang setelah meeting selesai, kamu jangan kangen sama mas ya" Danil mengedipkan mata nakalnya yang hanya di perlihatkan hanya pada istrinya.


" Dasar mesum" Danil tertawa renyah mengusap kepala Novi dan mengecupnya lama.


" Ayo Jon kita pergi, kamu sudah hubungi Alex? " Danil melangkah ke pintu keluar apartemen dengan tangan masih melingkar di pinggul Novi di ikuti Jonathan yang sudah lama menunggu bosnya di ruang tamu.


" Sudah bos" Jawab Jonathan cepat, dia melangkah keluar duluan karna Danil sudah menghadap ke Novi yang ingin mencium punggung tangannya.


" Aduh... Aku gak mau mata ini ternoda, masih pagi juga eh udah agak siangan juga" Gumam Jonathan.


" Udah mas Jonathan udah nunggu itu" Novi menghentikan ciuman bibirnya takut Jonathan menunggu lama.


" Ck kenapa dia cepat datang sih by" Novi hanya tertawa menanggapi ucapan suaminya.


" Ya udah mas pergi dulu ya by"


" Mas Da, dari tadi bilang mau pergi tapi gak pergi - pergi" kesal Novi dari tadi Danil selalu berucap ingin pergi tapi terus saja menciumnya.


" Hahaha iya by ini serius mau pergi" Danil mengecup kening Novi lama.

__ADS_1


" Hati - hati di rumah ya beby...." Akhirnya Danil keluar juga setelah puas menggoda istrinya.


" Ayo Jon apa Alex sudah datang? " ucap Danil dingin.


" Sudah bos" Jawab Jonathan tak kalah dingin.


" Apa yang harus aku kerjakan di sini, mau masak jam makan siang masih lama, nonton ajalah film India kemaren kan belum selesai, mana aktor nya tampan pinter bela diri juga, setia juga "


" Eh kenapa aku jadi ingat bang Toni ya dimana dia sekarang? apa udah sembuh dari sakitnya? " Novi jadi ingat dengan Toni karna ucapan setia yang gak sengaja di ucapkan.


Novi mulai membuka youtube di hpnya mencari film yang di maksud dan memutarnya, Novi sangat fokus menonton sampai bunyi dering hpnya dia abaikan karna adegan aktor tampannya baru saja muncul.


" Mas Da" Novi menekan kata "jawab" yang ada di hpnya.


" Assalamu'alaikum mas... "


" Waalaikumsalam baby.. Kamu lagi apa by? "


" Novi lagi nonton film ni mas, mas makan siang di rumah atau di luar? " Novi merebahkan tubuhnya di sofa agar lebih santai.


" Ini mas lagi jalan pulang, beby mau pesan apa? biar mas sekalian beli"


Ting Tong


" Eh kayaknya ada yang datang mas" Novi mengubah posisinya jadi duduk sambil melihat pintu.


" Apa beby ada pesan online? " ucap Danil penasaran karna tidak pernah ada yang datang ke apartemen nya.


" Gak ada mas, mungkin tetangga sebelah mas" Novi menuju pintu untuk membukanya.


" Mas gak pernah akrab sama tetangga di sana by" ucap Danil sambil tertawa.


" Ya udah Novi buka dulu pintunya, Novi tutup ya mas Assalamu'alaikum..."


" Iya waalaikumsalam by" Danil menutup panggilannya.


Novi memutar handle pintu setelah membuka kuncinya.


" Kak Danil Mona senang kakak mau bukain pintu... Kamu... Ngapain kamu di sini? " Mona menunjuk Novi dengan raut wajah tidak suka.

__ADS_1


" Kamu Mona kan? Adik angkat mas Danil? " Sebenarnya Novi sangat terkejut melihat tamu yang datang adalah Mona, tapi Novi langsung mengubah mimik wajahnya menjadi tersenyum manis.


" Iya aku Mona dan ini adalah apartemen kak Danil untuk apa kamu di sini? " Mona melihat Novi tidak seperti asisten rumah tangga, Novi nampak cantik dengan dress hitam selutut, lengan pendek rumahan yang di kenakan nya.


" Perkenalkan aku istrinya mas Danil Putra Anandira, namaku Novitria Lestari" Novi mengulurkan tangannya di hadapan Mona untuk berjabat tangan karna Novi memperkenal kan diri nya.


" Jangan mimpi kamu" Mona mengabaikan uluran tangan Novi dan masuk ke dalam apartemen Danil setelah dengan sengaja menyentuh bahu Novi dengan bahunya sangat kasar sampai Novi mundur satu langkah ke belakang.


" Aduh... Nasib banget sih hidup aku... Kenapa selalu di hadapkan dengan wanita - wanita yang kurang otaknya" Ucap Novi dalam hati, kesal melihat Mona si adik angkat suaminya.


Novi tidak ada pilihan lain selain masuk mengikuti Mona masuk ke dalam, karna mau mengusir pun dia adalah adiknya si pemilik rumah.


Mona nampak menyusuri setiap sudut ruang tamu apartemen Danil dengan pandangan meneliti, seperti belum pernah masuk ke dalam apartemen kakak angkatnya sendiri.


" Ternyata apartemen kak Danil sangat bagus dan mewah" Gumam Mona, dia tersenyum sangat manis mengingatkan Novi pada saat Danil dan Mona di cafe dan restoran, senyumnya sama persis seperti yang Mona perlihatkan saat ini.


" Apa Mona baru pertama kali masuk ke sini" Ucap Novi dalam hati.


" Maaf Mon kamu mau minum apa? " Novi tersenyum sangat manis menawarkan minuman pada Mona yang di balas dengan senyum sinis nya.


" Gak usah basa basi lagi, jawab dengan jujur ada urusan apa kamu di sini hah" bentak Mona pada Novi yang selalu bersikap tenang.


" Sudah aku bilang Mona... Aku ini istrinya mas Danil pemilik apartemen ini, kalau tidak gimana bisa aku masuk ke dalam sini" Novi melihat Mona tertawa mengejek.


" Heh Novi sudah aku katakan jangan mimpi ini masih siang, kak Danil gak akan pernah menikah karna dalam hatinya hanya ada gadis kecilnya, cinta masa kecilnya dan masih mencintai gadis kecilnya sampai saat ini, karna masa lalunya juga kak Danil menjaga jarak bahkan tak mau di sentuh oleh wanita manapun termasuk aku adik angkatnya sendiri" Ucap Mona membuat jantung Novi berdebar kencang.


Terasa sangat sakit mendengar bahwa ada wanita lain yang sangat di cintai oleh suaminya. Itu semua membuat luka lamanya menganga kembali.


" Baby.... " Terlihat Danil masuk sangat tergesa di ikuti oleh asistennya Jonathan.


Danil sangat panik mendapat laporan dari Alex bahwa Mona datang ke apartemen nya dan Novi membiarkannya masuk.


Danil langsung mendekati Novi yang hanya diam tanpa menyambut kepulangannya.


" Nona Mona tolong tinggalkan apartemen ini sekarang juga, sudah saya peringatkan kalau nona di larang keras masuk ke sini" Jonathan dengan sangat tegas mengusir Mona.


" Kak Danil Mona" Belum selesai Mona berucap Jonathan sudah menarik paksa tangan Mona keluar.


" Baby... " Danil menyentuh bahu Novi yang langsung di tepis kasar.

__ADS_1


" Jangan sentuh aku"


__ADS_2