Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 29 Sinta POV


__ADS_3

" Wulan apa kamu mau meninggalkan pekerjaanmu di warung itu dan menjalankan kehidupanmu menjadi lebih baik jika aku memberimu pekerjaan? " Tanyaku pada Wulan


" Wulan mau kak" ucapnya dengan mata yang berbinar melihatku


" Tapi gak usah kak " Ucap Wulan lemah ketika melihat tatapan tajam membunuh dari mas Danil.


" Mas Da.. Jangan liatin Wulan kayak gitu, setiap orang berhak ingin berubah jadi lebih baik, Novi yakin Wulan akan berubah mas" Ucapku meyakinkan mas Danil.


" Baiklah saya akan turuti apa kata Novi, tapi jika kamu melakukan hal yang membahayakan nya, saya yang akan bertindak, kamu ingat itu" Ucap mas Danil tegas membuat Wulan menundukkan kepalanya dalam.


" Sudah mas jangan menghakimi Wulan terus" Ucapku sama mas Danil.


" Wulan besok kamu selesaikan semua urusan yang perlu kamu selesaikan di sini, lusa kamu ikut aku ke kota ya" Ucapku tersenyum melihat Wulan menganggukkan kepala.


" Sudah ayo kita balik ke tenda, kita istirahat dulu setelah itu kita mandi di air terjun, aku udah gak sabar main di air terjun" Ucapku tersenyum manis membayangkan berenang di air terjun.


Setelah istirahat sejenak di dalam tenda, kami semua para wanita masuk ke dalam air, dengan air terjun mengalir deras dari atas tebing yang tinggi dan di atas tebingnya terdapat air terjun lagi seperti tangga dengan tiga tingkatan air terjun.


Airnya sejuk dan jernih hingga bebatuan yang ada di dasarnya terlihat dari permukaan air, semua masalah yang aku hadapi juga teralihkan oleh pemandangan yang indah juga keberadaan sahabat - sahabatku yang selalu menemaniku di saat aku mengalami keterpurukan.


" Enak banget ya di sini, tidak ada yang namanya polusi udara, buka mata langsung di suguhkan dengan pemandangan yang indah, makan nasi dengan hasil panen padi sendiri, sayurnya juga sehat pakai pupuk buatan sendiri, makan ikan tinggal cari pakai... pakai apa Wulan aku lupa? " Tanya Sasa pada Wulan.


" Pakai angkul kak, jaring yang di ikat ke empat sisinya di ikat sama galah yang panjang, kita pegang ujungnya kita masukkan jaringnya ke air kita kasih umpan kita tunggu agak lama kalau ada gelembung - gelembung kecil itu tandanya sudah ada ikan yang ada di jaring, terus kita angkat dari ujung galah kak" Ucap Wulan menjelaskan.


" Wah... Kayaknya kamu pengalaman ya Lan tangkap ikannya"


" Kalau nangkap pria ganteng kayaknya kamu pengalaman juga ya lan? " Ucap Sasa lagi mengedipkan mata padaku.

__ADS_1


" Eh emmm enggak juga kok kak" Ucap Wulan gugup mungkin karna aku udah tau kehidupan Wulan itu bagaimana jadi Wulan terlihat gak enak padaku.


" Dasar kamu ya Sa, bilang aja kalau kamu gak bisa nangkap orang ganteng di sini, yang ada liat tu kamu malah ngundang banyak monyet di sini" Ucapku menunjuk monyet yang ada di atas pohon untuk menggoda Sasa.


" Ihh.. Jangan salah ya Nov gini - gini banyak pria ganteng dan keren yang antri datang padaku " Ucap Sasa penuh percaya diri.


" Iya tapi di sini yang mau sama kamu cuma itu, tu liat dia perhatiin kamu terus dari tadi Sa" Ucapku menunjuk monyet, menggoda Sasa terus menerus hingga aku lihat wajah ngambek Sasa dengan bibir mengerucut.


" Hahaha... " Kami semua tertawa lepas melihat wajah cemberut Sasa yang gemesin itu.


" Novitria Lestari... " Teriak Sasa saat aku mencubit pipinya ku goyangkan ke kanan dan ke kiri sedangkan yang melihat kami terus tertawa lepas.


Sampai di Rumah, kami mengistirahatkan tubuh kami yang kelelahan,!kami melewatkan makan malam hingga pagi menjelang, suara kokok ayam saling bersahutan menandakan hari sudah terang.


Karna aku sudah mengenal air di pagi hari di desa ini jadi aku sudah tidak terkejut lagi akan airnya yang dingin.


Sedangkan Wulan menyelesaikan urusannya sebelum ikut bersamaku ke kota.


Ting


Bunyi suara pesan masuk ke Hp Ku


" Sinta ingin melarikan diri buk! Apa kah saya harus bertindak buk? " Pesan orang yang mengikuti Sinta.


" Jangan bertindak dulu, kamu awasi aja Sinta sampai ke tujuannya, besok saya kembali ke kota, besok tunggu aba - aba dari saya" Balas pesan ku padanya.


" Baik buk"

__ADS_1


" Aku ingin tau ke mana tujuannya bersembunyi dariku, apakah ke tempat abangnya yang ada di luar kota? Atau ke rumah sakit tempat bang Toni di rawat? "


" Huff... sejujurnya aku penasaran dengan kejadian yang di alami bang Toni? Tapi aku sudah memutuskan untuk tidak lagi mengurusi urusan bang Toni lagi " Gumamku lirih


Sinta POV


Namaku Sinta Maulida.


Aku gadis yatim piatu, saat aku berada di bangku Sekolah Menengah Atas ( SMA) kelas sebelas, Ibuku meninggal karna sakit , setahun kemudian Ayah menyusul ibuku juga karna sakit.


Aku juga abangku sudah hidup mandiri, itu pun dari ke dua orang tua kami masih ada di dunia ini karna ekonomi keluarga kami yang kekurangan, ayah bekerja jadi buruh bangunan yang jarang mendapat kerjaan dari temannya karna kondisi ayah sakit - sakitan, sedangkan ibu jadi buruh cuci dari pintu ke pintu.


Abangku lebih memilih kerja di luar kota karna di sana gajinya lebih besar juga lebih dekat dengan kekasihnya yang akan di nikahnya.


Sedangkan aku di sini hidup sendiri, aku baru saja di pecat dari pekerjaanku yaitu pemandu karaoke karna aku menjadi simpanan om om pelangganku, dan aku di labrak istri sah om itu waktu aku sedang bekerja.


Aku tau aku salah menjalani kehidupanku, tapi inilah jalan hidupku, aku mencari pekerjaan lagi ke sana sini dan akhirnya aku di Terima walau hanya jadi pelayan cafe.


Hari itu karna terburu - buru aku lalai tidak melihat lampu lalu lintas yang masih hijau, aku menyebrang dengan tergesa - gesa hingga tubuhku tertabrak mobil dan tak sadarkan diri.


Untungnya orang yang menabrak aku adalah orang yang bertanggung jawab, mau membiayai pengobatan ku sampai aku keluar dari rumah sakit, karna kondisi aku juga saat itu tidak memiliki uang untuk perobatan, jangankan perobatan untuk makan aja aku harus hemat.


Selama kerja di karaoke dan jadi simpanan om om uang yang aku dapat selalu aku pakai untuk membeli barang mewah dan juga ke salon untuk menunjang penampilanku.


Awalnya aku sangat berterima kasih akan tanggung jawab yang di berikan mas Toni padaku, tapi berhari - hari di rumah sakit aku selalu mendapat perhatian darinya hingga perasaanku berubah jadi ingin memilikinya.


Aku tau bang Toni sangat mencintai istrinya, itu terlihat dari binar matanya yang setiap saat selalu menyebut nama istrinya, selalu di penuhi dengan cinta, aku ingin memiliki pria seperti bang Toni.

__ADS_1


__ADS_2