Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 113 BULAN Dan BINTANG


__ADS_3

Danil melihat Buk Sofia memasukkan satu jari tangannya ke dalam inti tubuh Novi, untuk melihat pembukaan lahir Novi, membuat Danil membelalakkan matanya.


"Sudah pembukaan sempurna" Ucap Buk Sofia, membuat yang lain melangkah mendekati ranjang Novi dan melakukan tugasnya masing - masing.


"Ayo sayang ambil nafas dalam dalam dan buang perlahan, kalau anak kamu mendorong, kamu juga mengejan ya sayang, kamu dan anak kamu harus bekerja sama" Novi hanya mengangguk pelan sambil membaca doa yang dia bisa.


"Ayo dorong sayang" Ucap dokter Sofia.


"Eeeegghh.... Huh huh huh " Novi mengatur nafasnya sesaat, sedangkan Danil menghapus keringat Novi yang ada di keningnya.


"Kamu kuat by... Kamu bisa, anak - anak kita akan lahir by... Ayo by... semangat by.. Mas sangat mencintaimu by.." Ucap Danil memberikan kekuatan untuk Novi.


"Eeeeeegggghhhh.... " Novi mengejan cukup panjang dan akhirnya.


Oeeeek Oeeeek Oeeeek


"Alhamdulillah... " Ucap semua nya.


Danil melihat bayi yang masih merah bergerak - gerak aktif di tangan dokter Sofia, di seluruh tubuh bayinya masih terdapat darah yang menempel di sana.


"Bayinya sempurna, jenis kelamin nya laki - laki" Ucap Dokter Sofia sambil membersihkan si bayi merah dengan handuk, dan memberikan bayi berjenis kelamin laki - laki itu ke tangan asistennya. Danil tak dapat menahan tangisnya, dan melihat Novi yang masih mengatur nafasnya sambil memejamkan mata.


"Terima kasih by... Mas sangat bangga padamu by... Tinggal satu bayi lagi by.. Ayo by... kamu kuat by... " Ucap Danil bergetar, menggenggam tangan Novi sangat erat dan mencium kening juga bibir Novi.


Sebenarnya Danil sangat takut, takut kehilangan wanita yang sangat di cintai nya, Danil melihat Novi sangat kelelahan melahirkan bayi pertama mereka, Danil takut Novi tidak kuat untuk melahirkan bayi ke dua mereka, begitu besar pengorbanan seorang ibu, mereka para ibu melawan rasa sakitnya untuk dapat melahirkan anaknya ke dunia dengan mempertaruhkan nyawa mereka.


"Mas sangat mencintaimu by... Hiks hiks hiks jangan tinggalkan mas by... Kamu kuat sayang.. " Danil berucap seperti berbisik di telinga Novi.


Novi mendengar ucapan Danil terdengar sangat pilu, Novi tau Danil sebenarnya sangat mengkhawatirkan nya, tapi Danil tetap memberikannya semangat.


"Mas... " Ucap Novi tersenyum manis menatap mata Danil yang sudah banyak mengeluarkan air matanya, sambil menganggukkan kepalanya pelan, mengisyaratkan kalau Novi baik - baik saja.


"Iya by, ayo semangat by.. " Danil mengeratkan pegangan tangan Novi saat melihat senyum manis Novi sambil mengangguk. Dokter Sofia dan yang lain ikut terharu melihat nya. Terlihat sangat jelas Danil sangat mencintai istrinya, begitu juga sebaliknya Novi terlihat sangat tulus mencintai suaminya.


"Ssshhh mass... " Rintih Novi lagi.


"Ayo sayang berjuang sekali lagi untuk anak ke dua mu, dorong yang kuat nak" Ucap dokter Sofia.


"Eeeeggghhh "


"Atur nafas... Dorong lagi sayang"

__ADS_1


"Eeeeeeegggggghhhhh"


Oeeeek Oeeeek Oeeeek


"Alhamdulillah... "


"Bayi yang ke dua sempurna dan jenis kelaminnya perempuan"


"Terima kasih by... Terima kasih banyak sayang" Danil mengecupi seluruh wajah Novi.


"Ehem " Dokter Sofia berdehem membuat wajah Novi yang masih pucat menahan malu.


Dokter Sofia meletakkan kedua bayi merah itu di dada Novi, hal itu membuat Novi mengeluarkan air mata bahagianya.


"Anak - anak ku" Gumam Novi yang di dengar oleh Danil.


"Anak - anak kita by... Mas yang lebih banyak bekerja keras membuatnya" Ucap Danil membuat yang ada di sana tersenyum.


"Mas.. " Protes Novi.


"Iya by.. Mas sangat mencintaimu.. Terima kasih sudah melahirkan mereka by.. " Ucap Danil lalu mengecup kening Novi dan mengelus kepala kedua anaknya bergantian.


Danil melihat Novi sedang di bersihkan, entah apa yang di lakukan dokter Sofia pada inti tubuh istrinya, sedangkan anak - anak nya juga sudah bersih dengan balutan bedong berwarna biru dan ping.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Maaf mah pah Danil lupa memberi kabar mamah sama papah, Danil panik lihat Novi kesakitan jadi Danil lupa" Ucap Danil merasa bersalah.


Novi sudah berada di ruang perawatan VIP, dan baru teringat belum mengabari orang tua Novi.


"Iya gak apa - apa nak... Yang paling penting semuanya baik - baik saja, dan sekarang kami punya cucu yang tampan dan cantik, Terima kasih ya sayang... Mamah bangga padamu" Ucap mamah Rani pada Danil dan Novi bergantian, begitu kentara senyum bahagia di wajah keriputnya yang masih terlihat cantik.


"Lihat pah cucu kita ini cantik sekali, mirip seperti anak kita Novi ya pah, mata, hidung, bibirnya yang mungil sama persis dengan Novi" Ucap mamah Rani melihat bayi perempuan Danil dan Novi yang sedang di gendong oleh papah Rafa.


"Iya mah sama persis seperti Novi kecil kita ya mah" Mamah Rani mengangguk membenarkan ucapan suaminya.


"Dan yang tampan ini, mirip seperti nak Danil"


"Iya mah, padahal mereka anak kembar, tapi wajah mereka kenapa gak sama ya mah" Ucap papah Rafa yang di jawab anggukan oleh mamah Rani.


Ceklek

__ADS_1


"Ini pakaian kamu Nil" Ucap Alex menyodorkan paper bag pada Danil berisi pakaian Danil yang masih baru, sebab Alex baru saja membelikannya atas perintah Danil.


"Terima kasih Lex" Danil mengulurkan tangannya menerima paper bag dari tangan Alex, lalu masuk ke kamar mandi rumah sakit membersihkan diri.


"Ini ada makanan untuk makan siang pah mah" Ucap Alex meletakkan bungkusan berisi makanan di atas meja.


Alex memanggil orang tua Novi mamah dan papah itu atas permintaan kedua orang tua Novi, mereka sudah menganggap Alex anak mereka sama seperti pada Jonathan, Sasa dan juga Dila sahabat putrinya.


"Iya Terima kasih nak Alex" Ucap mamah Rani.


Alex melihat bayi yang ada dalam gendongan mamah Rani dan papah Rafa, lalu beralih melihat Novi yang terbaring di atas ranjang pasien dengan mata terpejam, dengan wajah yang pucat tapi sangat cantik menurut Alex.


"Selamat Nov, kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu, aku bahagia melihatnya, jujur aku juga merasakan sakit saat kamu kesakitan tadi Nov" Ucap Alex dalam hati.


"Assalamu'alaikum.... "


"Waalaikumsalam... Sasa, Dila sini masuk nak, wah... Ada Aya sama Maya juga ya"


"Iya nenek lani... Kami mau liat dedek bayinya" Ucap Cahaya anak Jonathan dan Sasa.


"Oke sini lihat dedek bayi nya" Ucap mamah Rani duduk di sofa agar Cahaya dan Maya dapat melihat bayi yang ada dalam gendongannya.


"Novi masih tidur mah" Sasa melihat Novi yang sangat nyaman memejamkan matanya.


"Iya Sa Novi tidur setelah menyusui ke dua anaknya, anak mamah Novi sangat kelelahan melahirkan bayinya, jadi mamah memintanya untuk istirahat" Sasa mengangguk dan beralih menatap bayi yang ada dalam gendongan mamah Rani.


"Sangat mirip seperti Novi ya mah"


"Iya nak mirip seperti Novi saat kecil"


"Dan ini mirip seperti Danil" Ucap Jonathan melihat bayi yang ada dalam gendongan papah Rafa.


"Ya iya lah Jon, aku kan papahnya" Ucap Danil yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, spontan mereka tertawa bersama.


"Kamu sudah bangun by" Danil melihat Novi membuka matanya dan mengangguk pelan sambil tersenyum.


"Apa kalian sudah memberikan nama pada mereka Nil" Tanya papah Rafa.


"Sudah pah" Ucap Danil cepat.


"Yang cantik ini bernama BULAN SYAHPUTRI"

__ADS_1


"Dan Yang tampan ini bernama BINTANG SYAHPUTRA"


__ADS_2