Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 117 Kekhawatiran Danil


__ADS_3

Setelah kejadian di acara turun tanah si kembar, Danil terlihat selalu waspada, baik makanan maupun minuman yang ada di rumahnya, akan selalu di cek ter lebih dahulu, Danil tidak ingin kecolongan lagi.


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, sudah satu tahun kehidupan Danil dan Novi terlihat sangat bahagia, tanpa adanya gangguan dari orang yang iri kepada mereka.


Paman Anton juga selalu mencoba menerobos pertahanan pengawalan dari Alex, tapi rencananya selalu gagal.


"Kamu selalu yang terbaik Mon, kamu selalu bisa memuaskan papah" Ucap Anton setelah mereka mereguk nikmatnya penyatuan yang terlarang.


"Pah... Mamah tadi telfon, katanya mamah mau datang ke sini" Ucap Mona cemberut.


"Terus" Ucap Anton dengan santainya.


"Ish... kalau mamah datang kita gak bisa kayak gini lagi dong pah... " Ucap Mona manja.


"Kalau untuk itu kamu tenang sayang... Papah gak akan pernah absen untuk menyentuhmu" Ucap Anton yang langsung mengungkung Mona.


"Papah ingin lagi sayang.. punya kamu masih sempit membuat papah selalu ingin memasukinya" Tanpa menunggu jawaban dari Mona, Anton langsung mencumbui tubuh Mona dengan sangat menggebu-gebu.


"Papah mau ke mana" Tanya Mona melihat sang papah sudah rapi, setelah mereka selesai dengan olahraga di atas ranjang.


"Papah ada sedikit pekerjaan, kamu di sini aja Mon, papah akan balik lagi ke sini sayang.. Tunggu papah ya" Anton mengecup bibir Mona lembut dan ingin melepasnya, tapi Mona menahan tengkuk sang papah hingga ciuman itu menjadi panas, tapi Anton langsung menghentikannya.


"Sudah ya sayang, papah harus pergi, nanti kita sambung lagi" Anton langsung keluar dari kamar Mona, membuat Mona mencebik.


"Kak Danil... Seandainya papah itu kakak, Mona akan sangat bahagia kak, Aku mencintaimu kak" Lirih Mona.


"Bulan... Ayo sini naakk... ayo sini tangkap Mamah" Teriak Novi menuntun Bulan agar berjalan mendekatinya,


Usia Bulan dan Bintang saat ini sudah satu tahun lebih, kedua bayi kembar itu sudah dapat berjalan dengan lincah.


"Pa pa pa pa" Ucap Bulan langsung berjalan ke arah Danil yang masih berada di pintu utama rumah mereka.


"Bulan anak papah" Danil langsung menggendong Bulan dan menciumi pipi gembul nya.


"Mas.. " Novi mencium punggung tangan Danil dan di balas dengan kecupan di kening Novi.


"Bintang..." Danil menyapa putranya yang sedang bermain robot bersama bik Ani.


Danil dan Novi bermain bersama dengan Bulan dan Bintang, Danil selalu meluangkan waktunya saat pulang dari bekerja, bermain dengan kedua anaknya menjadi obat lelahnya setelah seharian bekerja.

__ADS_1


"I love you by" Kata yang selalu Danil ucapkan di saat sedang berdua di dalam kamar. Danil memeluk Novi dari belakang saat Novi hendak memakai bajunya.


"Love you too mas Da" Jawab Novi penuh cinta.


"Mas lihat akhir - akhir ini kamu cepat lelah by" Ucap Danil masih memeluk Novi.


"Iya mas, mungkin karna Bulan dan Bintang udah sangat aktif"


"Kamu istirahat aja ya by.. biar mas yang urus anak - anak" Danil membantu Novi memakai piyama nya, dan merebahkan tubuh Novi di atas ranjang.


"Terima kasih by udah mau merawat anak - anak sampai kamu kelelahan seperti ini" Ucap Danil mengecup kening Novi, membenarkan selimut nya dan keluar dari kamar menuju kamar anak - anak nya.


"Apa mereka bangun bik? " Tanya Danil pada bik Ani yang sedang menepuk paha Bulan.


"Tadi bangun sebentar den, terus tidur lagi habis bibik kasih susu"


"Terima kasih ya bik" Usai melihat anak - anak nya, Danil melangkah ke ruang kerjanya, sudah ada Alex di sana sedang memainkan HP nya.


"Gimana Lex, udah kamu temukan paman Anton? " Ucap Danil sambil duduk di sofa panjang.


"Pak Anton sangat licik Nil, dia selalu berpindah pindah, saat kita menemukan jejaknya dia langsung pindah tempat, Mona juga ikut serta dengan pak Anton, sedangkan buk Wati sudah kembali lagi ke Paris, bahkan dia gak ketemu sama suami dan anaknya" Ucap Alex santai.


"Udah sangat lama kita selalu main kucing kucingan sama paman Anton, aku gak mau kalau sampai dia menyentuh keluarga ku lagi Lex, kalau mereka belum kita temukan, aku masih sangat khawatir dengan keselamatan istri dan anak - anak ku " Ucap Danil lirih.


"Aku percaya pada mu Lex"


"Terima kasih Nil"


"Seharusnya aku yang ucapin Terima kasih pada mu Lex, kamu udah menjaga keluarga ku dengan sangat baik" Danil melihat Alex yang tersenyum.


"Ya udah kamu istirahat lah Lex" Danil menepuk bahu Alex setelah itu keluar dari ruang kerjanya menuju ke kamarnya.


"Kamu kelihatan pucat by.. " Danil menyentuh kening Novi karna khawatir.


"Novi gak apa - apa mas... Mas pergi kerja aja, ada bik Ani sama kak Alex yang jagain Novi, mas jangan khawatir ya" Ucap Novi menggenggam tangan Danil sambil tersenyum.


"Ya udah mas pergi, tapi nanti Alex akan datang telat by... Mas ada tugas untuknya ke daerah pinggir kota"


"Iya mas... Gak apa - apa mas kan masih ada pak supir yang bisa antar Novi"

__ADS_1


"Memangnya kamu mau ke mana by? " Ucap Danil dengan alis yang hampir menyatu.


"Novi kepengen makan jajanan yang ada di sekolah dekat showroom mas" Danil tersenyum sambil mengelus lembut rambut Novi.


"Boleh ya mas" Ucap Novi dengan manja.


"Kamu bisa aja by... Buat mas gak sanggup untuk menolak permintaan kamu, sebenarnya entah kenapa perasaan mas berat kalau kamu keluar rumah by" Ucap Danil membuat Novi nyengir menampakkan gigi putihnya.


"Jadi boleh kan mas.. Novi janji cuma sebentar mas.." Novi melihat Danil mengangguk, membuat Novi memeluk Danil senang.


"Makasih ya mas..."


"Anak - anak biar sama bik Ani by... Luangkan waktu mu untuk bersantai sebentar by" Novi mengangguk mendengar ucapan perhatian dari suami tercinta.


"Mas pergi ya.. " Novi mengangguk sambil mengecup punggung tangan Danil dan di balas kecupan di kening Novi.


Setelah mengantar Danil pergi bekerja, Novi langsung pergi bersama supir, entah kenapa Novi sangat menginginkan makan jajanan yang ada di sekolah dekat showroom nya.


Novi terlihat sangat menikmati jajanan yang dia beli, bahkan supirnya sampai tersenyum melihat nyonya nya makan seperti anak kecil yang baru di belikan jajanan. Tapi senyum sang supir menghilang mana kala ada sebuah mobil yang mengikutinya tepat di belakang mobilnya.


Buruk


Mobil yang ada di belakangnya menabrak mobilnya, membuat jajanan Novi berhamburan ke bawah tempat duduknya.


"Ada apa pak" Ucap Novi panik.


"Ada yang tengah mengikuti kita non" Novi melihat ke belakang mobilnya, dan mobil itu menabrak mobilnya lagi.


Tapi Novi melihat di belakang mobil yang menabraknya ada mobil Alex di sana, terdengar bunyi klakson berkali - kali dari mobil Alex.


Mobil yang ada di depan mobil Alex pun menabrak mobil Novi lagi, hingga sang supir kewalahan dan membanting stir ke arah kiri, mobil Novi meluncur dengan cepat karna jalannya menuruni bukit, sedangkan mobil yang menabrak mobil Novi pergi dari sana.


Alex langsung menginjak gas nya menyusul mobil Novi.


"Injak remnya" Teriak Alex pada supir Novi, yang mengangguk dengan wajah meringis.


Dengan tenaga yang tersisa supir Novi menginjak remnya, walau dengan kaki yang sakit karna terkilir dan terluka. Sedangkan mobil Alex menghadang mobil Novi di depan, karna Mobil Novi menuju ke arah danau.


Ciiiittttt brraakk

__ADS_1


Mobil Novi menabrak mobil Alex, membuat mobil Alex bergeser sejauh satu meter.


"Aahhh.. " Ucap Novi meringis


__ADS_2