Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 60 Usaha Novi menggagalkan Pertunangan


__ADS_3

" Assalamu'alaikum... " Novi mengucapkan salam untuk orang yang ada di ruang tamu, dan reflek kedua orang tuanya juga tamunya kompak menatap ke arah Novi sambil menjawab salam Novi.


" Wa'alaikumusalam... "


" Sayang"


" Novi"


" Mas Da"


Semua mata memandang Novi dari atas rambut sampai bawah kakinya, balik lagi melihat ke wajah, semua melihat tanpa berkedip, karna Novi memakai baju daster ala emak - emak di dapur dengan rambut yang di ikat asal, alis hitam tebal, eyeshadow biru di kelopak mata, blush on merah tebal di bawah mata, lipstik merah maroon, seperti mak menor yang ingin manggung ke panggung hiburan hajatan.


Mamah Rani dengan langkah ragu mendekati Novi yang masih terkejut melihat tamu yang datang ke rumahnya.


" Sayang ini kamu kan? " Pertanyaan konyol langsung di layang kan mamah Rani pada Novi anaknya, untuk memastikan bahwa yang berdiri di hadapannya ini benar anaknya bukan hantu jadi - jadian yang sedang merasuki anak kesayangannya.


" I iya mah ini anak mamah Novitria Lestari" mamah Rani hanya menganggukkan kepala dan mengedipkan mata berkali - kali melihat Novi.


" Ayo duduk sayang" Papah Rafa menepuk tepat di sampingnya.


" Emmm maaf pah mah Novi ke kamar lagi ya, permisi... " Dengan langkah seribu Novi kembali ke kamarnya sambil mendengar gelak tawa papahnya.


" Aduh.... Kenapa aku bertingkah konyol kayak gini sih, seharusnya aku bicara sama dia baik - baik, bukan menampilkan hal konyol kayak gini, aduh malu banget aku, kalau Sasa sama Dila tau bisa jadi bahan tawaan ini, tadi aja suara tawa papah cukup membuat telingaku sakit" Novi membersihkan make up nya menampilkan wajahnya yang natural masih memakai daster dengan rambut di ikat asal.


" Sudahlah gini aja, kalau berias lagi akan lama" Novi keluar kamar menuju ruang tamu lagi.


" Assalamu'alaikum... " Salam Novi dengan langkah lebar duduk di antara ke dua orang tuanya.


" Wa'alaikumsalam... " jawab semua menatap wajah natural Novi.


" Sangat cantik" ucap Danil dalam hati.


" Sayang ini tamu yang mamah bicarakan tadi siang" Mamah Rani membuka pembicaraan.

__ADS_1


" Maaf ya sayang mamah gak bilang kalau nak Danil yang sudah melamar kamu" Novi reflek menatap mamahnya lalu menunduk lagi.


" Ya sudah sebelum membicarakan hal yang serius, alangkah baiknya kita makan dulu" ucap papah Rafa, semua pun mengangguk setuju selain Novi yang memang sudah menunduk.


" Maaf ya nak Danil cuma ini yang bisa mamah sajikan" mamah Rani menyiapkan makan untuk sang suami.


" Gak apa - apa mah ini juga udah banyak sampai Danil bingung mau makan yang mana" Danil tersenyum hangat.


" Ayo di makan nak Jon, yang kenyang ya... Jangan malu - malu"


" Iya mah Jonathan gak akan malu" Ucap Jonathan mengambil makanan dengan porsi banyak seperti orang baru kerja jadi kuli bangunan.


" Sayang kok kamu sedikit ambilnya? " mamah Rani melihat piring Novi yang hanya ada makanan sedikit di atasnya.


" Gak apa - apa mah Novi masih kenyang hehehe" Novi memaksakan senyumnya karna masih malu dengan hal konyol yang di lakukannya.


Setelah selesai Novi membantu mamahnya membersihkan meja dan mencuci piring nya.


" Sayang kenapa tadi riasan kamu kayak gitu" mamah Rani bertanya di sela jalan menuju ruang tamu.


" Masak sih ada make up menor kayak gitu, viral lagi kok mamah gak tau sayang" Novi menggaruk alisnya.


" Emmm ayok mah cepat nanti papah nunggu lama" Novi menarik tangan mamahnya yang lagi memikirkan tentang make up yang lagi viral.


" Sebelum kalian menyematkan cincin... "


" Pah boleh Novi bicara berdua dulu sama mas Da" Mohon Novi setelah memotong pembicaraan papahnya.


" Baiklah papah kasih waktu kalian bicara berdua dulu, tapi papah tidak mau ada penolakan karna sebelumnya semua keputusan sudah papah setujui" ucap Papah Rafa tegas.


" Iya pah" ucap Novi dan Danil bersama.


" Ayo mas kita bicara di taman dan hanya berdua saja tidak ada pengawalan" Novi melirik Jonathan yang ingin beranjak dari duduknya. Jonathan melirik bosnya yang mengangguk pelan tanda setuju atas permintaan Novi.

__ADS_1


" Emmm mas yang datang sendiri melamar Novi? " Novi melihat Danil mengangguk.


" Mas Da, Novi ingatkan tolong jangan mempermainkan hati wanita, mas tau sendiri kalau Novi pernah menjalankan biduk rumah tangga yang gagal dan itu karna adanya orang ketiga, Novi gak mau lagi berurusan dengan wanita sejenis itu lagi mas" Danil langsung menatap Novi.


" Maksud kamu bagaimana Nov? tidak ada orang ke tiga diantara kita dan saya juga tidak pernah berhubungan atau mempunyai hubungan dengan wanita manapun" Ucap Danil tegas.


" Jangan menjadi pria pengecut yang tidak mau mengumbar hubungannya dengan seorang wanita, dan mas meminang wanita yang lain" Novi berucap seakan dirinya sangat mengetahui hubungan Danil dengan wanita lain.


" Apa kamu berpikir seperti itu tentang saya? " Danil menatap intens Novi.


" Hmm" Novi bergumam dan mengangguk.


" Dari mana pemikiran seperti itu, kenapa kamu sampai berfikir kalau saya pria se brengsek itu? " Danil menatap Novi tajam sampai Novi tidak berani untuk menatapnya.


Novi hanya diam tidak ingin menanyakan hubungan Danil dengan Mona terlalu jauh, walau itu yang di ragukan nya. Vidio Danil dan Mona yang di kirim seseorang padanya tidak membuatnya percaya begitu saja, karna apa yang di lihat secara langsung itu masih membekas di hatinya.


" Apa karna kamu pernah melihat saya dan Mona dalam satu ruangan? Di dalam cafe dan di restoran" Novi sangat terkejut mendengar ucapan Danil.


" Kenapa mas Da tau? apa mas Da juga tau aku melihatnya di pintu ruang cafe dan restoran? " ucap Novi dalam hati.


" Bukankah kamu sudah melihat Vidio nya, dan saya di sana hanya bertemu dengan rekan bisnis, dan saat kamu melihat saya Jonathan sedang tidak ada di tempat karna ijin ke toilet waktu di cafe, sedangkan di restoran Jonathan belum datang tapi tidak sampai 5 menit dia datang" Jelas Danil karna Novi hanya diam.


" Mona ikut datang saya juga tidak tau apa maksud dan tujuannya, karna di sana dia hanya duduk dan makan saja"


" Saya juga tidak melarangnya karna dia adalah adik angkat saya, anak dari orang tua angkat saya yang juga masih saudara jauh saya"


" Mona adik angkat mas? "Novi melihat Danil mengangguk.


" Ya itu artinya kalian dekat mas Da... Aku bisa lihat dari caranya memandang dan kalian bisa menikah karna kalian cuma saudara angkat"


" Adik angkat belum tentu dekat Novi... Cara dia memandang dan menyukai saya itu urusannya asal dia jangan mengganggu mu" Danil menegaskan lagi. Novi langsung menatap tajam Danil.


" Tapi mas pikirkan ulang lagi untuk melanjutkan pertunangan kita emmm " Novi tidak bisa lagi melanjutkan ucapannya karna bibirnya di bungkam oleh bibir Danil.

__ADS_1


Plak


__ADS_2