
Bruk
" Ah maaf saya buru - buru jadi gak sengaja nabrak" Novi mengambil buku - buku yang berserakan di lantai.
" Kamu... " Novi menunjuk pria yang ia kenal di masa SMA.
" Novi... Kamu Novi kan? "
Tanpa menjawab Novi pergi meninggalkan pria yang masih menatapnya.
" Iya itu Novi, kamu semakin cantik aja Nov"
" Kenapa aku harus ketemu dia disini? " Ucap Novi lirih.
Flashback
" Novitria Lestari... Aku mencintaimu... Terimalah aku menjadi kekasihmu Novi.... " Teriak seorang pria di halaman sekolah SMA.
Semua murid melihat dan mendengar apa yang di katakan salah satu murid kelas dua belas jurusan IPS yang terkenal tampan tapi playboy di sekolahnya.
Novi dengan memakai seragam putih abu - abunya sudah terlihat cantik dengan wajah yang imut juga postur tubuh yang tinggi dan sedikit berisi, kulit mulus putih bersih sangat mencolok dari murid - murid yang lain. Banyak murid pria yang ingin menjadikannya kekasih, karna kecantikannya juga sifatnya yang baik, tidak membedakan temannya miskin ataupun kaya.
Novi keluar dari dalam kelas karna mendengar namanya di sebut. Novi mendengar banyak murid sedang menceritakannya.
" Ini dia si Novi, ayo Nov Terima aja si Beni" Ucap salah satu murid.
" Ada apa ini kak" Ucap Novi bertanya pada kakak kelasnya Beni.
" Novi aku Beni sudah lama menyukai kamu, dari aku lihat kamu ospek dulu Nov" Ucap Beni penuh harap Novi membalas cintanya.
" Tapi maaf kak, Novi tidak ingin pacaran dulu, Novi mau fokus belajar dulu kak"
" Pasti bukan itu kan alasan kamu tidak menerimaku? " Beni terlihat sangat marah cintanya di tolak oleh Novi.
" Memang itu alasannya kak... Novi minta maaf ya kak"
" Awas aja ya kamu Novi, berani sekali kamu menolak ku" Beni mencampak bunga yang di pegang nya dan menginjak - injaknya sampai berserakan.
__ADS_1
Sejak saat itu Novi selalu di teror oleh Beni, tapi selalu tidak di hiraukan oleh Novi. Dan teror itu tidak pernah ada yang mengetahuinya. Novi tidak pernah menceritakan pada teman ataupun gurunya.
Suatu hari saat pulang sekolah Novi merasa ingin ke toilet, tapi pada saat ingin keluar, pintu toilet terkunci dari luar, Novi berteriak juga menggedor pintu toilet, Novi senang terdengar suara orang membuka pintu toilet, tapi alangkah terkejutnya tiba - tiba Beni masuk dan langsung menghimpit tubuh Novi ke tembok dan berusaha melecehkannya.
Novi memberontak sekuat tenaga yang dia bisa, tapi tetap kalah dengan tenaga Beni, hingga Novi pasrah karna tubuhnya sudah sangat lemah.
Brak
Pintu toilet di buka dengan paksa, terlihat Toni masuk memberi bogem mentah di wajah Beni. Toni terus menghajar Beni sampai wajahnya babak belur, Toni berhenti menghajar Beni karna Novi berteriak dan memegang tangan Toni.
Karna kejadian itu Beni di keluarkan dari sekolah, murid - murid tidak ada yang mengetahui kejadian itu selain Toni.
Flash of
" Mudah - mudahan Beni bukan mahasiswa di sini" Ucap Novi.
Jam kuliah sudah selesai, Novi mencari buku di perpustakaan karna ada tugas yang harus di selesaikan.
Hanya ada beberapa orang yang ada di perpustakaan termasuk Novi. Novi sangat serius membaca buku sampai dia tidak sadar ada yang sudah duduk di hadapannya, melihatnya sangat intens.
Novi dan Beni sama - sama melihat kearah gadis yang sedang berjalan melenggak lenggokkan pinggulnya bagaikan seorang model.
" Mona" Beni membulatkan matanya melihat teman kencannya datang menemuinya.
Beni cepat - cepat berdiri menyambutnya, tidak ingin Mona melihat Novi. Novi juga tidak begitu jelas melihat wanita yang baru saja datang.
" Honey... kapan kamu datang ke indo? Kenapa gak kasih kabar hmm" Beni memeluk Mona dan mencium sekilas bibirnya.
" Kenapa kamu di perpus sayang? Biasanya kamu gak mau ke sini" Ucap Mona curiga tidak menghiraukan pertanyaan Beni.
" Iya honey tadi aku di paksa cari materi sendiri sama dosen yang selalu buat aku susah" Beni mengajak Mona keluar dari perpustakaan. Mencoba merayu Mona agar tidak curiga lagi.
Mereka berada di tempat yang sangat sepi dan menyalurkan hasrat dengan berciuman, bahkan seseorang yang tengah mengawasi mereka berdiri sangat dekat dengan mereka pun mereka tidak menyadarinya.
" Sedang apa mereka? " Ucap seseorang di dalam HP yang hanya di dengar oleh pria yang sedang melihat dua insan sedang berciuman.
" Bos mau lihat adegan hot? Ayo kita ganti dengan VC"
__ADS_1
" Tidak perlu Jon, cukup kamu saja yang lihat sekalian kamu belajar" Tawa renyah terdengar di seberang HP.
" Is aku gak perlu belajar dari mereka, aku bisa belajar sendiri melalui HP, terus bagaimana selanjutnya Nil? Aku gak percaya Mona bertingkah seperti rubah, kalau aku gak lihat sendiri, ck" Jonathan melihat jijik kearah dua manusia yang sudah mulai berpindah masuk kedalam toilet.
" Di depan kamu dia bertingkah seperti gadis yang manis, ternyata, huh" Jonathan menggelengkan kepalanya.
" Sudah... Ada apa kamu ada di sana? apa kamu berniat merubah pekerjaanmu jadi seorang detektif sekarang? "
" Enak aja... ya enggak lah Nil... Aku ke sini karna ada kepentingan dengan pak Rafa dekan di kampus ini, sekaligus calon mertuamu, eh gak taunya aku lihat si Mona, ya langsung aku ikuti, lihat adegan live lagi nasib... Nasib"
" Kamu kapan ke sini Nil? kalau kamu gak cepat ke sini Novi mu akan di ambil orang, karna aku dengar ni ya.. Novi itu banyak yang naksir Nil... Tapi aku agak sedikit aneh dengan pria yang namanya Beni itu, sepertinya dia sangat terobsesi dengan Novi Nil, aku lihat caranya memandang gadis kecilmu itu di penuhi dengan... Nafsu" Ucap Jonathan serius.
" Terus kamu jaga Novi ku Jon, aku akan selesaikan pekerjaanku disini, lusa aku sudah ada di sana, cari bukti kebusukan Mona untuk orang tua angkat ku itu Jon"
" Ok bos siap laksanakan" Jonathan terkekeh geli dengan ucapannya sendiri.
" Dan ingat Jon jangan sampai Mona tau Novi adalah gadis kecilku"
" Ok bos" Jonathan menutup panggilannya.
" Bos" Panggil pria yang selalu menjaga Novi.
" Kamu perketat penjagaan, jangan sampai mengecewakan Danil, karna yang kamu awasi adalah wanita kesayangan Danil"
" Kita harus berterima kasih, karna Danil kita dapat merasakan bangku sekolah dan kamu lex berhasil meraih keinginanmu membalaskan dendammu ke orang yang sudah membuat adikmu meninggal dengan sabuk hitammu" Ucap Jonathan menepuk bahu Alex.
" Iya Jon aku gak akan pernah melupakan itu, derajat kita di angkat oleh Danil, kalau tidak kita masih tetap jadi anak jalanan dan mungkin akan jadi preman atau.. Entah jadi apa nasib kita dan aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk menjaga gadis kecilnya Danil" Alex juga menepuk bahu Jonathan.
" Iya lex senyumnya ada pada gadis kecilnya"
" Iya selama ini Danil selalu sendiri, kesepian, sedang orang tua angkatnya hanya menginginkan hartanya" Timpal Alex.
" Sudah sana kamu kerja jangan makan gaji buta karna ngegosip" Ucap Jonathan dengan wajah dinginnya.
" Hahaha " Alex tertawa melangkah menjauh dari Jonathan.
" Kami akan mengembalikan senyummu lagi Nil, itu janjiku" Gumam Jonathan.
__ADS_1