
Aku tau mas Toni sangat mencintai istrinya, itu terlihat dari binar matanya yang setiap saat selalu menyebut nama istrinya, selalu di penuhi dengan cinta, aku ingin memiliki pria seperti mas Toni.
Hingga aku berhasil menjebak mas Toni dengan memasukkan obat perangsang ke dalam minumannya yang aku dapat dari temanku yang masih bekerja jadi pemandu karaoke tempat aku kerja dulu.
Aku senang karna malam itu aku melakukan hubungan layaknya suami istri, walaupun aku sangat kesal karna bibir mas Toni selalu menyebut nama Novi, apa lagi saat terakhir pelepasan mas Toni menyemburkan benihnya keluar hingga berceceran di lantai dan berteriak kalau mas Toni sangat mencintai istrinya Novi,mas Toni juga terisak frustasi, apa se jijik itu mas Toni menyentuhku.
" Dasar munafik" Ucapku saat ku lihat mas Toni masuk ke kamar mandi masih dengan pakaian lengkap, karna mas Toni melakukan penyatuan denganku tanpa membuka pakaiannya.
" Aku akan terus berusaha merebut hati kamu mas, saat ini aku sudah berhasil merebut raga mu" Senyum manisku terbit saat aku mengingat betapa bergairahnya mas Toni melakukan itu padaku.
Aku lihat hasil rekamanku untuk menjerat mas Toni, ku hapus suara rekamannya karna mas Toni terus menyebut nama istrinya.
" Aku yakin aku bisa merebut kamu mas" Ucapku melihat rekamanku.
Dengan vidio itu aku berhasil mengancam mas Toni agar mau melakukan apapun yang aku inginkan, setiap hari mas Toni selalu meluangkan waktu untukku, awalnya mas Toni sangat kesal tapi lama - lama sikap mas Toni sedikit demi sedikit mulai memberikan respon yang baik.
Tiap hari aku selalu memberi perhatian lebih, walau masih sering di tolak, tapi mas Toni sudah mulai menerima aku sudah mau membalas cerita - ceritaku walau hanya jawaban singkat yang aku dapat.
Tapi aku rindu akan sentuhan mas Toni padaku walau hanya melakukan sekali tapi itu sangat berkesan.
Aku nekat mengikuti mas Toni ke pantai dan dengan ancaman vidio itu aku berhasil melakukan penyatuan lagi dengan mas Toni, tapi kejadian itu membuat mas Toni murka dan tidak mau lagi menuruti kemauan ku.
Sejak saat itu aku diam - diam jika ingin menyentuhnya, setiap sehabis jam makan siang mas Toni selalu istirahat di ruangannya dan sering tidur di kursi duduknya, kesempatan itu selalu ku ambil dengan diam - diam mencium bibirnya serta melakukan hal lebih lainnya di area pribadinya saat mas Toni tertidur pulas.
__ADS_1
Aku terkadang tertawa sendiri mengingat aksi konyol ku, karna setiap hari aku selalu melakukan aksi gilaku di saat mas Toni tidur.
Tapi hal yang tidak aku duga terjadi, di saat aku merasa mas Toni sudah mulai menerimaku walau bibir mas Toni hanya diam saat bibirku ********** dengan sadar tidak tidur seperti biasa, aku mendengar teriakan wanita memanggil nama mas Toni.
" Bang Toni .... " Teriakkan wanita itu membuat mas Toni tersadar hingga dengan kuat mas Toni mendorongku dan aku terjatuh ke lantai yang keras.
" Sssayang maaf abang sudah mengkhianati mu " Ucap mas Toni mengakui penghianatan nya denganku tanpa istrinya bertanya.
Aku lihat mas Toni meminta ampun dan ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan hubungan kami, dan istrinya mau mendengarkan semua penjelasan mas Toni dari pertama kami bertemu, mas Toni juga menceritakan alasan kami melakukan penyatuan tubuh yang aku lihat mas Toni begitu sangat terpukul, frustasi dan menyesal telah melakukan itu padaku.
Tapi aku melihat istri mas Toni sangat tenang menghadapi semua kenyataan, tidak seperti istri sah dari simpananku dulu dia begitu menggebu juga melukai tubuhku dengan cara mencakar, menjambak, memukul juga mendorongku hingga banyak luka yang aku dapat darinya dan sialnya om simpananku hanya diam melihatku di perlakukan seperti itu.
Tapi aku lebih terkejut lagi dengan apa yang di katakan Novi kalau ternyata showroom yang di pimpin mas Toni ternyata atas nama Novi, kalau aku tau aku akan membujuk mas Toni mengalihkan nama atas namanya.
" Itu kamera" Batinku, aku tersenyum tipis memperhatikan benda kecil yang ada di tangan Novi.
Aku senang tidak lama lagi mas Toni akan jadi milikku hanya milikku, pasti setelah ini istrinya akan menggugat cerai mas Toni, karna aku yakin semua yang kami lakukan selama ini di ketahui oleh Novi dari kamera itu.
" Ternyata pandai juga Novi menyelidiki suaminya" Ucapku dalam hati
" Tapi gimana ini Novi sudah tau aku menggelapkan uang showroom masuk ke rekening pribadiku, mana uangnya tinggal sedikit karna aku pakai buat membeli pakaian mahal tiap hari untuk menggoda mas Toni " Ucapku dalam hati
Sebelum Novi keluar dari ruangan aku dengar Novi mengucapkan kata talak untuk mas Toni.
__ADS_1
" Hah... Bukankah kata talak yang mengucapkannya adalah para suami ya? Ini kenapa istrinya Novi yang ngucapin? " Ucapku bingung senyumku kembali terbit tapi hilang lagi dengan kata pecat dari bibir Novi.
Novi dan ke dua sahabatnya membuka pintu keluar dari ruangan, tidak ada pergerakan apapun dari mas Toni, aku mendekatinya tapi sebuah tamparan keras yang aku dapat di pipiku dari tangan kekar mas Toni yang sedang melihatku dengan mata merah penuh amarah, aku tidak pernah melihat mas Toni semurka ini sebelumnya.
Di luar dugaanku entah pisau dari mana di dapat mas Toni tiba - tiba ada di tangannya, aku takut mendekatinya.
Sret Sret
Darah keluar mengalir deras dari aset pribadi mas Toni karna dia berusaha memotongnya.
" Mas Toni... Hiks hiks hiks " Teriakku histeris mendekati mas Toni ingin mencegahnya.
" Jangan kamu sentuh tubuhku lagi brengsek" Teriak mas Toni padaku dengan pisau penuh darah mengarah di hadapanku, ku lihat ujung pisau meneteskan darah segar jatuh ke lantai.
" Aku akan hilangkan semua jejak sentuhanmu pada tubuhku agar aku tidak merasa jijik dengan tubuhku dan Novi kembali lagi padaku" Teriak mas Toni.
Aku lihat mas Toni tanpa ragu mengiris bibirnya, aku menggelengkan kepala terisak pilu melihat bagian tubuh mas Toni yang pernah bersentuhan denganku mencoba di hilangkan dari tubuhnya.
Ya hanya bibir dan aset pribadinya yang pernah aku sentuh itu pun karna ancaman dariku jika aku ingin mendekatinya juga menyentuhnya mas Toni selalu beralasan.
Tak lama Adi datang berlari mendekati mas Toni mencoba merebut pisau yang ada di tangan mas Toni.
" Adi tolong kamu usir wanita sialan ini dari hadapanku, jangan biarkan bajingan itu menyentuhku sedikitpun karna di tubuhku sudah tidak ada lagi bagian yang pernah di sentuh olehnya, aku sudah menghilangkannya, walau aku mati sekalipun jangan biarkan wanita iblis ini menyentuhku, sekarang jiwa dan ragaku hanya milik istriku Novi cintaku" Ucap mas Toni memandangku penuh amarah.
__ADS_1
" Mas Toni aku... "