Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 86 Ruang Rahasia Danil


__ADS_3

Danil terus saja menggenggam erat tangan Novi, dia terus saja melihat wajah sang istri yang masih saja setia menutup kedua bola matanya. Danil menunduk menyesali semua yang sudah dia perbuat terhadap Novi, tapi siapa lagi yang bisa jadi penawar obat laknat itu kalau bukan istrinya sendiri.


Ardi dan Jonathan sudah pergi dari ruangan rahasia Danil, setelah Danil mengusir para sahabatnya karna telah menyebutkan bahwa gadis kecil yang ada di dalam foto sangat cantik, imut dan sangat menggemaskan.


Terasa usapan di kepala Danil yang sedang menunduk.


"By" Danil melihat Novi tersenyum.


"Maaf by... Maafkan mas" Danil memeluk tubuh Novi yang masih sangat lemas, Danil tanpa malu terisak di pelukan istri tercintanya.


"Novi gak apa - apa mas, mas jangan khawatir ya, tapi sekarang nafas Novi jadi sesak mas" Danil menguraikan pelukannya dan melihat Novi dengan helaan nafas panjangnya.


"By... Mas"


"Suutttt mas gak usah jelaskan lagi, tadi Alex udah menceritakan semua yang sudah menimpa mas, tapi kenapa mas masih saja mendekatinya... Apa mas gak takut kalau nanti mas akan melakukan hal itu padanya? dan Novi akan mengikhlaskan suami Novi untuk yang ke dua kalinya di ambil oleh wanita yang sudah menjebaknya" kesal Novi pada Danil yang nekat mendekati wanita yang sudah menjebaknya.


"By... Mas tau mas salah sudah menantangnya, tapi cinta mas padamu sangat membantu mas untuk memberikan pelajaran padanya" Ucap Danil melihat dalam mata sang istri.


"Mas gak taukan apa yang ada dalam pikiran Novi saat Alex menceritakan kalau mas di jebak? Novi udah pasrah kalau semuanya akan terulang kembali mas, Novi lihat langsung adegan demi adegan yang di perlihatkan Alex di hpnya, saat itu perasaan Novi sangat campur aduk mas, apalagi saat wanita itu memperlihatkan aset nya sama mas, Novi udah pasrah akan kejadian yang gak akan pernah Novi lupakan dulu akan terjadi lagi sekarang" Novi menatap dengan pandangan yang kosong.


Sebenarnya Novi juga memasang kamera tanpa sepengetahuan Danil, entah kenapa Novi merasa trauma akan pernikahannya dulu.


"Maaf kan mas by.... Mas ingin memberikan pelajaran langsung padanya agar dia gak mengganggu rumah tangga kita lagi by" Sesal Danil.


" Iya mas" Ucap singkat Novi.

__ADS_1


Novi memandangi kamar yang nampak asing, tapi terdapat banyak foto dirinya saat masih kecil. Di ambilnya foto di atas nakas yang memperlihatkan gambar anak kecil dengan rambut kucir kuda tersenyum manis sambil memegang boneka.


" Ini foto Novi kan mas?"


" Iya by, yang ada di ruangan ini semuanya tentang kamu, foto kamu waktu kecil dulu, sangat imut dan gemesin by" Danil memandang setiap dinding ruangan yang penuh dengan foto gadis kecilnya.


Novi turun dari ranjang dan perlahan berjalan melihat foto - foto yang terpajang di dinding kamar rahasia suaminya. Ternyata semua foto yang terpajang adalah foto dirinya waktu kecil, bahkan Novi tidak ingat akan foto itu di ambil di mana.


" Mas Novi mau mandi dulu, tapi Novi gak ada pakaian disini" Novi melihat Danil tersenyum.


"Pakaian kamu udah mas siapkan by, ada di dalam lemari, ********** juga ada kamu tinggal pilih" Danil menunjuk lemari pakaian yang ada di dekat ranjang.


Novi membuka lemari, terlihat banyak pakaian wanita, perhiasan juga alat make up lengkap di sana.


"Mau mas bantu by" Danil menaik turunkan alisnya untuk menggoda sang istri.


"Enggak mas" Jawab Novi cepat dan langsung berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan Danil tersenyum melihat Novi masuk ke dalam kamar mandi.


"Mas tau kamu juga mengawasi mas by" Lirih Danil memegang kamera kecil yang ada di kemejanya.


Danil mengetahui kalau Novi memasang kamera pengintai di kemejanya, itu semua laporan dari Alex yang selalu mengawasinya siang dan malam, baik di rumah maupun di luar rumah, semua tak luput dari mata tajam Alex.


Danil lah yang selalu ingin melindungi istri tercintanya dari hal yang bisa membahayakannya, saat Danil masuk ke dalam jebakan Seli, Novi juga mengetahuinya lebih dulu, itu sebabnya Danil ingin membuktikan sesuatu untuk memperlihatkan ketulusan cintanya.


Danil berpikir Novi mungkin sangat trauma, kehidupan rumah tangganya dengan Toni yang sudah mengkhianati nya karna jebakan dan akhirnya juga meluluhkan hati Toni yang tidak bisa tegas terhadap orang lain.

__ADS_1


Danil berpikir kalau apa yang di lakukan Novi dengan memasang kamera pengintai terhadapnya itu karna ingin menjaga keutuhan rumah tangga mereka. Dan mengantisipasi jika terjadi sesuatu pada Danil.


Danil membawa Novi pulang ke rumah setelah mereka membersihkan diri.


"Eh udah pulang non... Pak" Ucap Linda ramah pada Novi dan Danil.


"Iya mbak" Jawab Novi sambil tersenyum sedangkan Danil hanya memasang wajah datar.


"Kita ke kamar by" Titah Danil.


"Novi ke kamar dulu ya mbak" Ucap Novi pada Linda.


"Iya non" Linda tersenyum melihat majikannya menaiki tangga menuju ke arah kamarnya.


Sebenarnya Danil masih waspada terhadap Linda tapi tidak ada bukti yang mengarah tentang kecurigaan Danil pada Linda, maka dari itu Danil masih terus mengawasi Novi, Danil sangat yakin dengan kecurigaan itu.


"By istirahatlah mas masih ada kerjaan sedikit di ruang kerja mas, mimpi yang indah ya by nanti mas akan menyusul mu" Danil mengecup kening Novi dan menyelimuti istrinya.


Novi mengangguk sambil tersenyum, melihat Danil keluar dari kamar mereka.


"Maafkan Novi mas bukannya Novi gak percaya sama mas tapi Novi hanya ingin mengantisipasi dengan kemungkinan tidak akan terjadi lagi kejadian pengkhianatan oleh suami Novi, Novi gak tau cara lain melindungi mas dari para pelakor yang berusaha memisahkan kita, mas tampan juga kaya pasti banyak wanita yang ingin memiliki mas apapun caranya" Gumam Novi tapi masih bisa di dengar oleh Danil dari balik pintu yang sengaja tidak di tutup rapat oleh Danil.


"Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita by, mas akan selalu mencintaimu juga menjagamu, mas akan selalu mempertahankan keutuhan rumah tangga kita sampai kita menua bersama by, ujian rumah tangga lah yang akan kita hadapi sekarang"


" Mas ingin kita sama - sama menghadapi ujian rumah tangga kita bersama, dengan saling mempercayai dan memperkokoh pondasi rumah tangga kita agar tetap utuh dan harmonis di dalamnya, kita baru akan memulai kehidupan rumah tangga kita, jadi mas dengan sabar akan tetap menerima semuanya karna kamu masih belum bisa mempercayai mas by" Ucap Danil dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2