Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 89 Bertemu Toni


__ADS_3

"Bun tolong jangan becanda lagi" Novi masih tidak percaya akan ucapan dari bunda sarah.


"Bunda gak bercanda nak, sebenarnya Toni melarang bunda untuk memberitahukan hal ini sama kamu, tapi bunda juga seorang ibu, bunda juga akan marah kalau bunda sebenarnya sudah memiliki anak dan tidak pernah mengetahuinya" Novi melihat Danil yang memasang wajah datar.


Novi jadi bingung harus bagaimana, haruskah Novi mempercayai ucapan bunda Sarah, selama Novi mengenal bunda Sarah, mantan mertuanya itu orang yang baik dan sangat menyayanginya.


"Bunda tau kamu pasti meragukan ucapan bunda, ayo kita ke rumah bunda untuk membuktikannya" Novi tidak bergeming, Danil menatap Novi yang sedang memikirkan sesuatu.


Danil juga tidak memahami apa itu proses fertilisasi, jadi selama Danil mendengarkan cerita wanita paruh baya itu, Danil juga selalu meminta sang asisten andalannya untuk menyelidiki apakah yang di ucapkan bunda Sarah itu benar.


"By... Ayo kita ikut bunda Sarah ke rumahnya agar semuanya jelas" Danil menggenggam erat tangan Novi, walau ada kecemburuan di hati Danil karna pasti Novi akan bertemu dengan mantan suaminya, yang dulu namanya pernah mengisi hati istrinya.


Novi tampak ragu untuk melangkah, Danil dengan susah payah membuang egonya, memeluk Novi untuk menenangkannya.


"By... Yang sabar ya, mas akan selalu ada di samping kamu apapun yang terjadi, kita sama - sama hadapi semua ujian dari rumah tangga kita" Ucap Danil lembut sambil mengusap punggung Novi.


"Tapi mas"


"Mas juga ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, sampai istri mas yang cantik ini bisa memiliki anak tanpa hamil dan melahirkan" Ucap Danil sambil tersenyum dan mengurai pelukannya.


"Apa mas gak cemburu?" Tanya Novi seperti berbisik takut terdengar oleh bunda Sarah.


"Mas sangat cemburu by, tapi masa lalu kamu itu juga karna kesalahan mas yang telat menemukanmu" Ucap Danil lirih.


"Ayo nak ikut ke rumah bunda" Bunda Sarah melihat Novi yang sedang melihat Danil menganggukkan kepalanya.


"Iya bun, emm maaf bun rumah bunda jauh? kalau jauh kita naik mobil mas Danil aja" Novi melihat bunda Sarah menggeleng.


"Gak jauh nak di atas bukit itu rumah bunda" Bunda Sarah menunjuk atas bukit, terlihat rumah sederhana bercat putih di sana.

__ADS_1


Novi dan Danil bergandengan tangan mengikuti langkah bunda Sarah naik ke atas bukit dengan jalan yang sudah berbentuk tangga.


Nampak rumah sederhana tapi paling besar di antara rumah yang lain. Terlihat sangat bersih dan nyaman.


"Ayo masuk sayang" Ucap bunda Sarah.


"Assalamu'alaikum... " Salam Novi.


"Waalaikumsalam... " Jawab pria yang tengah duduk di kursi tamu sambil memegang buku dan pulpen.


"Nak Novi" Gumam Ayah Ridho.


"Iya yah ini Novi" Novi mencium punggung tangan ayah Ridho di ikuti juga oleh Danil.


"Ayo nak silahkan duduk" Ayah Ridho melirik bunda Sarah yang langsung menganggukan kepala.


Novi menatap dinding di mana ada foto dua orang di sana, satu pria yang sangat di kenalnya sedang memeluk gadis kecil yang sangat mirip dengannya.


"Juga anak kamu Nov" Lanjut ayah Ridho.


"Silahkan di minum nak" Bunda Sarah menyuguhkan teh hasil kebunnya juga keripik pisang buatannya sendiri.


Novi tampak diam, sedangkan Danil menatap nanar foto gadis yang sangat mirip dengan gadis kecilnya tengah di peluk oleh Toni penuh cinta dan kasih. Tidak di pungkiri lagi, gadis yang ada di dalam foto itu adalah anak dari istrinya.


Novi berdiri mendekati foto seorang gadis imut mirip dirinya yang ada di dekat TV. Bahkan tubuh Novi bergetar hebat melihat foto itu.


"Apa yang terjadi bun, kenapa Novi tidak tau kalau Novi sudah memiliki anak bersama dengan bang Toni" Ucap Novi dengan nada yang bergetar menahan tangis.


"Biar Toni yang jelaskan bun.. Yah..." Ucap Toni yang sudah ada di depan pintu ruang tamu duduk di kursi rodanya.

__ADS_1


"Nak kenapa kamu keluar, kamu masih harus istirahat nak" Bunda Sarah terlihat sangat mengkhawatirkan anaknya Toni.


"Toni gak apa - apa bun, ijinkan Toni untuk menjelaskan semuanya sama Novi bun" Toni melihat bunda Sarah mengangguk.


Toni melihat Novi penuh cinta dimatanya, tapi tersadar saat melihat ada tangan kekar yang tengah menggenggam erat tangan wanita sekaligus ibu dari anak yang dia cintai bahkan sampai detik ini juga rasa itu masih tetap sama.


"Maafkan abang dek, yang sudah menyimpan rapat tentang Noni anak kita, abang gak ingin kamu mengetahuinya karna Noni adalah hidup abang, semangat abang untuk hidup ada pada Noni kita, anak kita yang sangat mirip dengan kami dek" Ucap Toni tersenyum sambil mengusap foto Novi dan Noni yang sudah di edit dan selalu di bawa kemanapun Toni pergi.


"Tolong jangan basa basi lagi bang, Novi mau abang jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana caranya Novi memiliki anak dari abang" Novi berucap dengan air mata yang terus saja mengalir, tapi Novi langsung mengusapnya kasar, tak ingin menjadi lemah dengan semua kenyataan yang ada di hadapannya, dari masa lalunya.


"Tenang by, ayo di minum dulu, kita dengarkan dulu penjelasan dari Toni" Danil menyodorkan gelas yang sudah berisi air untuk di minum oleh Novi.


Novi mengangguk dan menghabiskan air minum yang di berikan oleh Danil. Toni menunduk karna sejujurnya masih ada rindu dan cemburu bercampur jadi satu melihat wanita yang masih sangat di cintainya terlihat sangat di cintai oleh laki - laki lain.


"Kamu masih ingat kan dek, saat terakhir kali perjanjian satu bulan kita berakhir" Toni melihat Novi hanya diam dengan wajah dingin.


"Saat itu kita dinner bersama di restoran yang sama saat kita akan memulai malam pertama kita? " Novi hanya diam mendengarkan sedangkan Danil memasang wajah tanpa ekspresi.


"Setelah pulang dari dinner, abang melakukan kewajiban abang sebagai suami dengan memasukkan obat perangsang dosis rendah dan obat tidur juga dengan dosis yang rendah, agar adek gak merasa jijik dengan abang, dan abang bisa mendapatkan sel telur darimu"


"Bukannya abang gak bisa melakukan hal itu" Tanya Novi dengan tatapan yang tajam.


"Ya awalnya punya abang gak bisa berdiri, tapi entah kenapa saat melihatmu tertidur punya abang langsung berdiri" Ucap Toni tanpa beralih menatap Novi walau ada Danil di sana.


"Bukannya punya abang sudah abang potong? karna itu Novi mau tidur satu ranjang dengan abang" Tanya Novi pelan.


"Ya itu yang di katakan dokter atas permintaan abang, agar wanita iblis itu menjauh dari abang, abang hanya menyayatnya, dan itu berhasil membuatnya tidak bisa bangun sesaat, tapi saat melihatmu.. "


"Cukup bang" Potong Novi karna melihat Danil tengah mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Ceritakan bagaimana proses anak itu bisa ada tanpa ada di rahim Novi" Novi menggenggam tangan Danil dan itu tak luput dari mata Toni.


"Inilah yang dulu kamu rasakan dek, rasanya memang sangat sakit melihat orang yang kita cintai bersama dengan orang lain walau dia suami kamu, apalagi kamu yang melihat langsung abang tengah menjamah wanita lain" Ucap Toni dalam hati.


__ADS_2