Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 116 Menegangkan


__ADS_3

Ada kucing cantik menjilati jus yang tumpah dilantai, tapi Alex terlambat untuk melarangnya.


"Ada apa Lex" Danil menatap tajam Alex yang sudah melarang Novi untuk meminum jusnya.


"Aku curiga kalau jus itu ada racunnya Nil" Ucap Alex serius, tapi berbisik di telinga Danil.


"Apa" Danil terkejut dengan ucapan Alex, sampai ke dua matanya melebar.


"Hmmm " Alex mengangguk mantap.


"Ada apa Nil" Tanya Jonathan mendekati Danil bersama dengan Dedi.


"Jon... Bubarkan semua tamu, dan buang semua makanan juga minuman yang masih ada" Perintah Danil pada Jonathan, yang di jawab anggukan oleh Jonathan.


Danil percaya dengan apa yang di ucapkan Alex, karena Danil sangat yakin Alex pasti mengetahui semuanya dengan bukti yang dia punya, itu lah Alex, dia tidak akan asal bicara, selalu ada bukti yang akan di bawanya.


"Ada kucing mati di sini" Teriak tamu yang ingin keluar dari rumah Danil dan Novi.


Alex dengan cepat berlari mendekati kucing yang mati. Lalu Alex mengangguk melihat Danil, sebagai syarat mengatakan kalau jus yang akan di minum oleh Novi memang ada racun di dalamnya, Danil membalas anggukan juga pertanda bahwa ia mengeri.


"Mah pah bawa Novi dan si kembar ke kamar" mamah Rani dan papah Rafa menuruti apa yang di ucapkan Danil.


"Sa Dil tolong bawa Novi ke atas" Ucap Jonathan.


"Iya mas" Jawab Sasa, tapi Danil melihat Novi dengan wajah yang pucat.


"Semua akan baik - baik aja by... " Danil menenangkan Novi, mengecup kening Novi kilas.


Novi mengangguk tapi masih tetap berdiri di tempatnya. Danil yang mengerti akan Novi yang masih syok pun menggendong Novi menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas.


Danil mengambil air yang ada di dalam kamarnya, tapi sebelum memberikan nya pada Novi, Danil meminumnya ter lebih dulu, setelah di rasa aman, Danil memberikannya pada Novi. Membuat semua yang melihatnya terharu.


"Tolong jaga istriku pah" Ucap Danil pada papah Rafa.


"Iya nak, pasti papah akan menjaganya" Danil mengangguk dan keluar dari kamar menemui Alex.


"Lex" Tegur Danil pada Alex yang sedang berbicara pada anak buahnya, di sana juga ada Jonathan dan Dedi.


"Apa sudah menemukan orang nya Lex? " Ucap Danil dengan wajah datar nya, terlihat ke dua tangannya terkepal kuat.

__ADS_1


"Sudah Nil, aku membawa mereka ke markas kita" Ucap Alex juga dengan wajah datar.


"Bagus Lex, aku udah gak sabar bertemu dengan mereka"


"Mereka telah membuat aku nyaris memberikan racun itu pada Novi, aku gak akan membiarkan mereka hidup" Geram Danil mengingat kalau Danil sendiri yang telah memberikan gelas berisi jus yang sudah tercampur racun di dalamnya pada istri tercintanya.


Danil tidak bisa membayangkan jika sampai Novi meminum jus yang ia sodorkan, mungkin saat ini dia akan kehilangan wanita yang sangat ia cintai.


"Untung kamu cepat menggagalkan nya Lex, Terima kasih" Ucap Danil tulus pada Alex.


"Itu udah jadi tugas ku Nil, aku selalu mengawasi Novi dan si kembar, tapi aku melihat keanehan dari dua orang yang mengaku pekerja dari pihak WO, aku terus mengawasi mereka diam - diam, dan akhirnya aku sadar kalau orang yang aku amati adalah laki - laki yang sedang menyamar menjadi wanita, dan dia sudah memberikan minuman untuk Novi, maka dari itu aku mencegah Novi untuk meminumnya, walau aku sendiri belum memastikan bahwa di minuman itu ada racunnya, tapi entah kenapa aku mencurigai minuman itu" Ucap Alex menjelaskan kecurigaannya yang ternyata adalah sebuah kenyataan.


"Apa situasi di rumah ini sudah aman Jon? "


"Sudah Nil, aku membuang makanan dan minuman yang tersisa, para tamu juga pekerja sudah aku suruh pergi dari sini Nil"


"Apa anak buah terbaik mu sudah kamu kerahkan untuk menjaga di sini Lex" Danil melihat Alex mengangguk cepat.


"Ya Nil, mereka sudah aku tempat kan di setiap sudut rumah" Ucap Alex tegas.


"Hmm ayo kita ke markas sekarang" Alex dan Jonathan mengangguk.


"Aku akan berjaga di sini Nil, aku juga akan mengerahkan anak buahku untuk berjaga di sini" Ucap Dedi.


"Iya pergilah aku akan berjaga di sini" Ucap Dedi melihat Danil mengangguk.


Danil, Jonathan dan Alex melangkah keluar dari rumah bernuansa putih gold itu, mereka melaju kan mobil Danil ke markas, di mana tempat itu hanya di ketahui oleh mereka.


Butuh satu jam mereka sampai ke markas, mobil Danil menepi di halaman rumah dua tingkat yang ada di pinggiran hutan, hanya ada beberapa rumah di sana.


"Di mana dia" Tanya Alex pada anak buah nya yang sedang berjaga di depan rumah.


"Ada di ruang eksekusi bos" Ucapnya tegas.


"Hmm" Gumam Alex sambil mengangguk, berjalan beriringan bersama dengan Danil dan juga Jonathan.


Sampailah pada ruangan yang cukup luas, di sana terlihat hanya sedikit barang. Nampak dua pria yang tengah duduk pada kursi kayu, dengan kedua tangan dan kaki yang terikat. Wajah keduanya sudah terlihat lebam di hampir seluruh wajahnya.


"Bangunkan mereka" Titah Alex pada salah satu anak buahnya.

__ADS_1


Anak buah Alex hanya mengangguk sebagai jawaban dan langsung mengangkat ember berisi air yang sudah di persiapkan.


Byuurr


"Hah hah hah" Deru nafas pria yang di siram memburu dengan tatapan tajam mengarah pada orang yang ada di hadapannya.


Danil langkahkan kakinya ke hadapan salah satu pria yang sudah mengatur nafasnya.


"Siapa yang menyuruhmu" Ucap tegas Danil dengan wajah tanpa ekspresi.


"Ak aku... aku... " Ucapnya tergagap karna melihat mata tajam Danil.


"Siapa yang ingin membunuh istriku" Teriak Danil sambil mencengkram rahang pria yang ada di hadapannya.


"Bo bos Anton" Ucapnya kesusahan karna rahangnya di cengkram oleh Danil.


"Di mana dia" Ucap Danil kembali dingin.


"Di dia di kota ini, tepatnya di hotel Indah" Ucapnya dengan takut - takut.


"Apa yang akan dia rencanakan "


"Sa saya tidak tau"


"Jon"


"Iya Nil aku sudah menerima semua infonya dari anak buah kita" Ucap Jonathan.


"Lex lakukan pada dua orang ini seperti apa yang mereka lakukan pada istriku" Ucapnya tegas.


Danil langsung keluar tanpa menghiraukan teriakan memohon ampun dari dua pria yang tengah di ikat. Danil, Alex dan Jonathan masuk ke ruangan khusus untuk mereka mendiskusikan sesuatu. Ruangan yang hanya berisi sofa dan meja komputer di sana.


"Apa yang kamu dapat Jon" Tanya Danil menetap lekat Jonathan.


"Paman mu Anton sudah seminggu berada di kota ini, dia bersama Mona" Ucap Jonathan men jeda informasi yang dia dapat.


"Anton dan Mona sering menghabiskan malam panas bersama" Danil tidak heran dengan info yang di sampaikan Jonathan, karna sudah lama Danil mengetahui sang paman adalah Casanova yang cukup handal, tapi Danil tidak menyangkan bahwa pamannya juga akan membawa anaknya ke atas ranjang panasnya untuk menyalurkan hasratnya.


"Ini bukti kebersamaan mereka di kamar hotel" Jonathan memberikan hpnya yang sudah terdapat vidio panas Anton dan juga Mona.

__ADS_1


"Apa yang mereka rencanakan setelah kegagalan mereka kali ini Jon"


"Aku belum mendapatkan informasi mengenai hal itu Nil, tapi kami sudah menambah pengawalan pada Novi, si kembar dan kedua orang tua Novi"


__ADS_2