Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 61 Membuka Hati


__ADS_3

" Tapi mas pikirkan ulang lagi untuk melanjutkan pertunangan kita emmm " Novi tidak bisa lagi melanjutkan ucapannya karna bibirnya di bungkam oleh bibir Danil.


Plak


Satu tamparan melayang di pipi Danil dari tangan kecil Novi yang sudah berani mencium bibirnya. Danil hanya mengelus pipi yang baru saja mendapatkan tamparan Novi tanpa melihat pelakunya.


" Baik jika kamu tidak ingin melanjutkan pertunangan ini saya akan bicara dengan papah Rafa" Lirih Danil ingin beranjak pergi dari hadapan Novi.


" Papah dan mamah pasti kecewa" Ucap Novi dalam hati.


" Mas... Tunggu mas" Novi mengejar Danil dan menarik lengan kekar Danil hingga Novi hampir terjatuh dan di tahan oleh tangan Danil yang melingkar di pinggang Novi. Mata saling memandang dan pada saat Danil melihat bibir ranum Novi, dia langsung mengingat tamparan Novi.


" Maaf saya sudah lancang menyentuh mu" Ucap Danil dingin.


" Tidak apa - apa mas Terima kasih sudah menahan ku agar tidak jatuh, mas aku belum selesai bicara, ayo kita duduk lagi, kita bicarakan ini baik - baik mas"


" Apa lagi yang ingin kamu bicarakan Nov, bukannya kamu tidak ingin kita tunangan? " Danil memandang Novi dalam.


" Ayo mas kita duduk dulu" Danil mengikuti keinginan Novi.


" Mas... Novi minta maaf karna sudah lancang menampar mas" Novi menunduk merasa bersalah.


" Mas tau sendiri bagaimana dulu Novi merasakan sakit di khianati oleh orang yang Novi cintai, suami Novi sendiri selingkuh mas, meski awalnya di jebak tapi hatinya juga ikut luluh "


" Novi tidak ingin merasakan sakit itu lagi mas, karna itu Novi gak ingin memulai hubungan apa pun lagi, Novi takut terulang lagi mas" mata Novi sudah berembun dan ingin menjatuhkan kristal bening dari sudut matanya.


" Novi sudah tidak percaya lagi akan ikatan suci dan terus di bohongi mas, Novi.. Novi " Danil memeluk tubuh bergetar Novi erat, menenangkannya dengan usapan lembut di rambutnya.


Hening


Isak tangis Novi mulai mereda, Novi sangat nyaman berada dalam pelukan seorang Danil, pria mapan kulit sawo matang, badan tinggi besar, atletis, alis tebal, dengan sorot mata tajam, hidung mancung, memiliki bibir yang tebal dengan rahang yang tegas. Banyak wanita yang tergila - gila tapi hanya gadis kecilnya Novi yang dia inginkan.

__ADS_1


" Menikahlah dengan mas Nov, mas akan memberikanmu kebahagiaan yang kamu inginkan" Danil berucap sangat jelas hingga Novi mengurai pelukannya dan melihat dalam ke mata Danil, mencari celah kebohongan di sana, tapi nihil tidak ada kebohongan di sana yang ada sorot mata penuh cinta yang tulus yang sebelumnya juga pernah Novi lihat dalam sorot mata pria masa kecilnya.


" Bukalah hatimu perlahan untuk mas, mas akan dengan sabar menanti cintamu kembali Nov" Danil menyentuh bibir Novi dengan ibu jarinya tidak berani menyentuh bibir Novi dengan bibirnya walau ia sangat ingin.


" Mas tidak pernah ada hubungan apapun dengan wanita lain termasuk dengan Mona adik angkat mas, bahkan mas menjaga jarak dengannya, percaya sama mas Nov, mas ingin kamu yang jadi istri mas, pendamping hidup mas, kalau mas tidak memperistri kamu maka mas akan melajang sampai ajal menjemput"


" Udah mas jangan gombal" Danil tersenyum membuat Novi terpana.


Di pegangnya tangan kecil Novi dengan lembut dan mengarahkannya ke dadanya.


" Apa kamu bisa merasakan detak jantung mas yang berdetak kencang? " Novi merasakan detak jantung Danil berdetak sangat kencang bahkan tangannya dingin sama seperti apa yang Novi rasakan. Novi hanya mengangguk melihat Danil.


" Semua rasa ini hanya mas rasakan jika dekat dengan kamu"


" Kenapa sama ya... Aku juga merasakan hal yang sama " ucap Novi dalam hati.


" Apa mas mencintaiku? " Jantung Novi jadi lebih cepat berdetak menanti jawaban Danil.


" Iya mas mencintai kamu Novitria Lestari" Novi menggigit bibir bawahnya mendengar pernyataan cinta dari Danil.


" Sudah sangat lama" ucap Danil dengan pandangan kosong karna mengingat dirinya dan Novi saat masih kecil.


" Sudah lamanya kapan mas? apa dari saat di rumah sakit saat Dila kecelakaan? " Danil menggeleng.


" Terus kapan? " Novi terlihat sangat penasaran.


" Yang pasti sudah sangat lama, suatu saat mas akan ceritakan tapi tidak sekarang, papah lagi nungguin kita "


" Jadi gimana? pertunangan kita lanjutkan kan? " Danil menaik turunkan alisnya. Di sambut gelak tawa Novi yang menganggukkan kepalanya.


" Terima kasih beby" Danil mencium sekilas bibir Novi yang terus saja menggodanya sampai Danil tidak tahan dan mencuri ciumannya dan Novi menghentikan tawanya.

__ADS_1


" Mas suka sekali mencuri" kesal Novi.


" Habis kamu nya yang terus menggoda mas"


" Is.. Siapa yang menggoda.... Orang yang sedang menggoda itu pakai baju seksi, wajah ber make up, jalan lenggak lenggok, sedangkan Novi baju aja pakai daster ala emak - emak, wajah gak ber make up rambut asal - asalan apanya yang menggoda masss..... " Gemes Novi melihat Danil tertawa.


" Iya Nov kamu yang begini aja buat mas tergoda apa lagi kalau dandan, mas pasti klepek - klepek "


" Apa lagi dandan yang kayak tadi" Danil mulai menggoda Novi.


" Mass... " wajah Novi berubah merah karna malu, di seutuhnya pipinya sendiri dengan ke dua telapak tangannya tersenyum malu. Danil menatap wajah malu - malu Novi dengan tawa cerianya.


" ihh... Itu karna Novi mau pria yang bertunangan sama Novi jadi ilfil dan membatalkan pertunangan" Jujur Novi.


" Segitunya kamu tidak menginginkan pertunangan ini Nov? "


" Iya mas, tapi Novi akan mencoba untuk membuka hati lagi, kalau memang terjadi lagi itu udah takdir dan Novi akan menjanda seumur.... "


" Gak, gak akan terjadi lagi Nov" Danil menatap dalam Novi yang tersenyum.


" Novi akan memegang semua ucapan mas Da, buatlah rasa percaya Novi kembali lagi mas, Novi sudah terlalu sakit jadi untuk memupuk rasa percaya terhadap orang lain itu butuh proses mas"


" Iya mas tidak akan membuat kamu kecewa Nov, mas akan selalu jujur sama kamu, dan berusaha menjadikan rumah tangga yang kamu impikan" Novi tersenyum melihat kesungguhan Danil. Danil masih melihat sorot mata keraguan di sana, dengan pelan Danil menarik tubuh Novi dalam dekapannya menghirup wangi tubuh Novi yang akan menjadi candunya.


" Aku akan menjalani takdirku bersama kamu mas, tolong jangan kecewakan aku lagi" Ucap Novi dalam hati.


" Aku tau kamu masih meragukan aku beby, aku akan membuktikan semua ucapanku dan akan selalu membahagiakan mu seumur hidupku" Ucap Danil dalam hati.


Danil mengeratkan pelukannya, menyalurkan rasa cinta yang ia miliki agar Novi dapat merasakan betapa besar Danil sangat mencintainya, gadis kecilnya, wanita pujaan hatinya dari dulu hingga sampai detik ini rasa itu tidak pernah hilang dan akan terus bersemi di hatinya, hanya ada nama wanita dalam dekapannya yang bertahta di hatinya dulu, esok dan seterusnya.


Di uraikan pelukannya, Danil menatap lekat mata Novi dan menyentuh pipi mulus Novi dengan lembut, mengikis jarak membuat wajah mereka semakin mendekat.

__ADS_1


" Ehem Ehem" Terdengar suara dari arah belakang mereka yang membuat mereka reflek melihat ke belakang.


" Papah.... "


__ADS_2