Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 48 Mona Adiaksa


__ADS_3

" Dek" Toni melepaskan genggaman tangannya dari Novi, dan itu membuat Novi menatap Toni tanpa ekspresi.


" Maaf" Toni menunduk.


" Abang selalu memikirkan takut akan kehilangan adek, sampai Abang tidak sengaja terbuai dengan semuanya" Ucap Toni lemah.


" Itu semua sudah berlalu bang, perlahan adek juga sudah mengikhlaskan semuanya, mulai sekarang hiduplah dengan baik, jika suatu saat nanti Abang menemukan jodoh yang baru, tegas lah"


" Tidak dek, Abang akan fokus untuk pengobatan saja, Abang ingin lima hari ini kita masih menjalani kehidupan suami istri kita dek" Novi tersenyum mengangguk.


Toni mendekat menatap intens Novi. mengusap pipi Novi dengan lembut sedang Novi menatap heran tangan Toni.


" Tolong jangan pernah menangis lagi dek" Ucap Toni menatap Novi.


Paris


" Gadis kecilku, apa kamu begitu mencintainya, hingga kamu memaafkan pengkhianatan nya?" Gumam Danil menatap lekat kertas yang ada di tangannya. Kertas laporan rutin dari Jonathan yang berisi tentang Novi yang sudah tinggal serumah lagi dengan Toni, serta foto Novi mencium punggung tangan Toni saat pergi bekerja.


" Sakitkan Nil, sudah... Kamu sudahi aja Nil, aku gak mau kamu seperti orang gila seperti ini" Jonathan duduk dengan santainya makan cemilan yang di sediakan untuknya.


" Aku tidak pernah menyuruhmu ke sini, kenapa kamu kesini hah" Danil melempar kacang yang ada di tangannya ke arah sahabatnya yang menyebalkan menurutnya.


" Aku ingin melihat orang gila di sini, orang yang melakukan apapun untuk membuat hatinya sakit hanya demi gadis kecilnya" Jonathan membalas lemparan Danil dengan kacang yang ada di tangannya.


" Aku tau hatinya sakit Jon, aku juga ingin merasakan apa yang di rasakan gadis kecilku" Ucap Danil sendu.


" Aku gak ngerti, kenapa Novi ku masih mau mempertahankan nya, padahal dia sudah di sakiti" Ucap Danil.


" Yah begitulah wanita susah di tebak, karna itu aku gak mau berurusan sama yang namanya wanita, buat ribet" Jonathan meneguk kopinya.

__ADS_1


" Dari mana kamu tau gadis kecilku itu buat ribet, kamu dekat dengan satu wanita saja tidak pernah, masih mendingan aku dengan gadis kecilku sudah dekat dari dulu, dasar akut" Ucap Danil seperti bangga dekat dengan gadis kecilnya.


" Alah... dekat waktu kecil udah gede di tinggal, cuma jagain jodoh orang doang, Ck Ck nyesek bener sih nasib mu Nil.. Nil... hahaha" Jonathan tertawa renyah di hadapan Danil, hingga tawanya hilang karna tiba - tiba kacang masuk ke dalam mulutnya.


" Udah kamu balik lagi sana ke Indo, Kayaknya teman Novi si Sasa cocok tu buat kamu, aku rekomendasikan dia untuk kamu Jon" Danil menahan tawa menggoda sahabatnya.


" Si Sasa yang bar - bar itu, aduh Nil bisa mati berdiri aku kalau Sama dia, Udah kayak bodyguard gitu serem, iihhh" Danil hanya tertawa.


" Tapi Novi ku sangat menyayanginya Jon, itu artinya dia baik, aku mau kamu mendapatkan jodoh yang tepat untuk kamu Jon" Ucap Danil serius.


" Aku tidak akan mencari jodoh jika kamu belum menemukan kebahagiaanmu Nil" Ucap Jonathan tak kalah serius.


Danil dan Jonathan adalah teman sedari kecil, mereka sama - sama anak yatim piatu, Danil bertemu dengan Jonathan saat Jonathan menjadi pengamen jalanan, Danil selalu melihat Jonathan membantu anak jalanan yang lain, yang membutuhkan uang hanya untuk mengisi perut agar tidak kelaparan.


Danil meminta Jonathan untuk ikut dengannya, Danil membiayai sekolah Jonathan hingga ke perguruan tinggi. Dan berakhir bekerja dengannya sebagai asisten pribadinya.


" Apa urusannya denganku? " Danil dengan santainya mengambil toples berisi kacang madu di hadapannya dan memakannya.


" Apa kau pura - pura tidak tau kalau dia sedari kecil dulu menyukaimu? Orang awam aja tau kalau si Mona itu suka sama kamu, walaupun dia adikmu, tapi dia adik angkat bukan adik kandung, adik yang bisa kamu nikahi" Jonathan hanya melihat Danil yang terus memakan kacang dari dalam toples.


" Aku bagaikan bicara sama patung" Ucap Jonathan kesal merebut toples kacang madu dari tangan Danil.


" Hei... Kau ini" Danil menatap kesal sahabatnya itu.


" Aku hanya ingin hidup bersama gadis kecilku Jon, kalau tidak, aku memutuskan tidak akan menikah, aku tau dia menyukaiku, tapi itu urusannya selama dia tidak menggangguku dengan gadis kecilku"


" Karna itu kamu menjaga jarak dengannya Nil? Apa kamu gak ada gairah saat di dekat Mona? Bodynya... Gitar spanyol kalah Nil hahaha" Jonathan tertawa lebar membayangkan tubuh seksi Mona adik angkat Danil.


" Hanya gadis kecilku yang bisa membuatku merasakan kalau aku ini pria yang normal Jon, aku hanya menginginkannya, gadis kecilku yang imut" Danil membayangkan Novi yang sedang memanyunkan bibirnya karna sedang di tertawakan karna terkejut mandi dengan air dingin saat berada di Desa Air terjun.

__ADS_1


Cekrek


Pintu terbuka tanpa di ketuk, menampilkan wanita cantik nan seksi yang baru saja di bicarakan oleh ke dua pria tampan itu. Raut wajah kedua pria tampan yang santai berubah menjadi dingin. Begitulah Jonathan dan Danil, di saat mereka sedang berdua terasa persahabatan yang hangat, tetapi jika di hadapan orang lain mereka menjadi kepribadian yang sangat dingin, bahkan dengan keluarga angkat Danil sekalipun.


" Anda sangat tidak sopan nona Mona, masuk ke ruangan bos Danil tanpa mengetuk pintu, kami sangat terganggu akan hal itu" Jonathan menatap tajam Mona. Tetapi Mona tidak menghiraukan ucapan Jonathan.


" I'm sorry brother, Mona tidak tau kalau sedang ada rapat di sini, Mona hanya mengantar makan siang untuk kak Danil" Yang di bicarakan hanya melihat kertas di tangannya tanpa menghiraukan dua manusia yang tengah melihatnya.


" Nona letakkan saja di meja, karna kami ingin melanjutkan rapat kami yang sudah nona ganggu" Jonathan melihat wajah masam Mona karna Danil tidak menganggapnya ada di ruangan.


" Baiklah kak Danil Mona letakkan makanannya disini, kak Danil makan ya.. Ini Mona sendiri yang masak lo kak" Mona dengan sengaja memiringkan tempat makannya hingga kuah yang ada di dalamnya keluar tepat mengenai sepatu Danil.


" Maaf kak Mona tidak sengaja" Tangan Mona ingin menyentuh kaki Danil tapi dengan cepat Jonathan memegang tangan Mona.


" Nona Mona sudah saya peringatkan berulang kali, jangan menyentuh bos Danil, jangan sampai merugikan diri anda sendiri Nona" Jonathan menghempaskan tangan Mona kasar.


" Aw sakit kak Danil... Asisten mu menyakiti tanganku kak" Danil tidak menghiraukan kepura - puraan Mona, Danil hanya fokus dengan kertas yang ada di tangannya.


" Kak Danil, mau sampai kapan kakak menunggu teman masa kecil kakak, sampai sekarang kakak masih mencarinya, entah dia masih hidup atau pun sudah mati" Danil menatap tajam Mona dengan mata elang yang sedang memburu mangsanya.


" Jangan pernah kamu ucap lagi, menyebut gadis kecilku mati sialan" Ucap Danil penuh amarah. Mona menunduk takut tapi itu sudah biasa di rasakan Mona, Danil selalu bersikap kasar padanya jika dia menyinggung gadis kecilnya.


" Nona Mona, keluarlah jika Nona tidak ingin terjadi sesuatu pada diri Nona" Jonathan dengan sopan mengarahkan tangannya menunjuk pintu keluar. Dengan kesal Mona menghentak - hentakkan high heels nya ke lantai keluar dari ruangan Danil.


" Kamu perketat awasi Novi Jon, jangan sampai Mona mengetahui keberadaannya"


" Siap bos"


" Aku akan selalu melindungi mu gadis kecilku"

__ADS_1


__ADS_2