Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 115 Acara Turun Tanah Bulan dan Bintang


__ADS_3

Hari acara turun tanah pun berlangsung, Danil dan Novi tidak banyak mengundang tamu, hanya keluarga, sahabat juga beberapa rekan bisnis Danil dan papah Rafa, selebihnya para tokoh RT setempat juga tetangga dekat rumah Danil dan Novi, tak lupa mereka mengundang anak yatim piatu dari panti asuhan juga dari tempat tinggalnya untuk memeriahkan acara.


"Kamu cantik sekali by" Ucap Danil memeluk Novi dari belakang.


Novi mengenakan pakaian yang tertutup. Baju brokat lengan panjang dengan terusan rok kembang berwarna biru langit dengan dasar putih, tak lupa selendang putih melekat di kepalanya, membuat aura kecantikannya berkali - kali lipat meningkat, sungguh membuat Danil tak henti - hentinya memandangi tampilan yang sangat mengagumkan di hadapannya, istrinya tampil sangat anggun dan sopan.


"Mas juga sangat tampan" Ucap Novi memuji penampilan Danil yang memang sangat tampan.


Danil memakai baju batik berwarna biru langit dengan dasar putih, di padukan dengan celana kain hitam.


"By... "


"Hmmm...."


"Terima kasih" Ucap Danil sambil mengecup leher Novi.


"Terima kasih.... Untuk apa mas? " Novi menikmati kecupan kecil Danil di leher jenjang nya sambil memejamkan mata.


"Untuk semua yang sudah kamu berikan by" Ucap Danil, membuat Novi membuka matanya, berbalik badan menghadap suami tercinta dengan senyum yang sangat manis.


"Terima kasih juga untuk kamu mas" Ucap Novi sambil membelai dada Danil.


"Terima kasih... Untuk apa by" Ucap Danil dengan nada heran.


"Untuk semua yang sudah mas beri" Ucap Novi.


"Itu jawaban mas by... " Ucap Danil mencubit hidung Novi gemas.


"Hehehe Karna itu yang Novi rasakan mas... "


"Itu artinya kita sama - sama memberi dan sama - sama menerima by" Danil melihat Novi mengangguk pasti.


"Kenapa Bulan dan Bintang belum bangun juga by.." Danil melihat anak kembarnya masih tidur nyenyak di ranjang Danil dan Novi.


"Iya mas habis mandi dan berpakaian mereka tidur lagi, padahal mereka sudah tampan dan cantik" Ucap Novi melihat Bulan yang cantik dengan pakaian yang senada dengan mamah nya, dan Bintang yang sudah tampan dengan pakaian yang senada dengan papah nya.


Tok Tok Tok


Danil melangkah ke arah pintu untuk membukanya, terlihat mamah Rani yang sudah rapi dan cantik.

__ADS_1


"Mana cucu mamah nak? " Tanya mamah Rani pada Danil.


"Mereka tidur mah" Jawab Danil sambil melangkah mendekati ranjang di mana Bulan dan Bintang tidur.


"Waahh cucu - cucu mamah, cantik dan tampan" Ucap mamah Rani sambil membidikkan kamera HPnya ke arah cucu kembar nya, mem foto Bulan dan Bintang yang masih tidur syantik dan tampan.


"Apa cucu - cucu kita sudah siap mah? " Tanya papah Rafa melangkah mendekati mamah Rani.


"Mereka masih tidur pah, mamah mem foto mereka pah, lihat ini pah, mereka sangat cantik dan sangat tampan pah" Ucap Mamah Rani antusias, sambil memperlihatkan hpnya pada papah Rafa yang sudah ada gambar Bulan dan Bintang di sana.


"Waahhh iya mah, jangan lupa kirim fotonya sama papah ya mah" Mamah Rani mengangguk cepat, dan dengan lincahnya jari tangan mamah Rani bermain di hpnya.


Ting


Suara hp papah Rafa berbunyi.


"Udah mamah kirim ya pah" Papah Rafa langsung melihat hpnya.


"Iya mah, akan papah jadi kan wallpaper di layar utama hp papah mah" Ucap papah Rafa antusias.


"Ehemm ehemm" Danil berdehem untuk menyadarkan papah Rafa dan mamah Rani, kalau masih ada anak dan menantunya di sini.


"Itu juga cucu - cucu ku" Ucap papah Rafa bangga.


"Eehhh anak dan cucu sudah bangun" Ucap mamah Rani menengahi, karna mamah Rani melihat Bulan dan Bintang sama - sama bangun.


"Ayo sayang, beri ASI sama Bintang dulu, Bulan biar mamah yang gendong" Ucap mamah Rani pada Novi.


"Iya mah" Novi memberikan ASI nya pada Bintang.


Pakaian yang di kenakan Novi di buat khusus untuk bisa menyusui, jadi Novi tidak kesulitan memberikan anaknya ASI, itu atas permintaan Danil, bahkan Novi sendiri tidak ada berfikir sampai ke situ, tetapi suaminya sudah berfikir untuk kenyamanan istrinya.


Setelah memberikan ASI pada Bulan dan Bintang bergantian, mereka keluar kamar untuk menyambut tamu dan memulai acara, Bulan di gendong oleh papah Rafa, sedangkan Bintang di gendong oleh mamah Rani.


"Adek Bulan.... " Teriak Cahaya anak Jonathan dan Sasa, mendekati papah Rafa.


"Adek Bintaaangg... " Teriak Maya anak Dedi dan Dila, mendekati mamah Rani.


"Ternyata kita kalah Ded" Ucap Jonathan melihat Bulan dan Bintang bergantian.

__ADS_1


"Iya Jon, kita berdua masih satu, sedangkan Danil sudah dua" Ucap Dedi sambil mengarahkan jari telunjuk dan jari tengahnya.


"ho oh... Kalau pun kita nambah lagi, kita pun akan kalah"


"Ho oh... Kalau Danil ngejar kita lagi, Danil akan dapat dua lagi jadi lah anaknya 4" Ucap Dedi lagi sambil mengarahkan empat jari tangan kanan nya.


"Hahaha ya iya dong... Kalian akan kalah" Ucap Danil jumawa.


"Sudah - sudah acaranya mau di mulai, nanti di sambung lagi kalau mau nambah anak" Ucap papah Rafa, membuat 3 para papah melongo.


Acara turun tanah pun berlangsung khidmat, setiap orang selalu menampilkan senyum manis ceria nya, apa lagi saat melihat bayi kembar yang sangat tampan dan cantik. Mereka selalu mengabadikan setiap momen dengan memotret juga mem vidio nya.


"Anda sangat beruntung pak Danil, sudah empat tahun anda menunggu kehadiran seorang bayi, dan kini anda memiliki dua bayi sekali gus, juga memiliki istri yang sangat cantik" Ucap rekan bisnis Danil yang statusnya adalah seorang duda tanpa anak.


"Dan aku yakin, kamu tidak mau menyetujui usulanku dulu untuk menikah siri dengan anak pak Subadi karna kamu sudah memiliki istri yang sangat cantik, padahal Seli wanita yang seksi dan juga pintar" Ucap rekan bisnis Danil sambil terus menatap Novi yang selalu tersenyum dengan para sahabatnya, Sasa dan Dila, yang berdiri jauh dari Danil.


"Aku sangat mencintai istriku dan akan selalu setia pada nya, hanya istriku Novi" Ucap Danil tegas.


"Ya aku percaya, kita sudah sangat lama berteman, dan aku tau sedari dulu hanya istrimu Novi yang kamu inginkan, dan kamu berhasil mendapatkannya, begitu juga dengan ke dua anak mu, aku salut, aku sungguh salut dengan kesabaranmu dan kesetiaan mu untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan"


"Ya Terima kasih, tapi jaga pandanganmu dari istriku" Ucap Danil menepuk bahu rekan bisnisnya cukup keras, membuat yang di tepuk meringis dan mendesis.


Danil melangkah mendekati Novi yang masih asik berbincang dengan Sasa dan Dila.


"Kamu lelah by... " Ucap Danil lembut pada Novi.


"Gak mas, karna mamah selalu bantuin Novi dari tadi" Ucap Novi tersenyum sangat manis.


"Tapi Novi haus mas" Ucap Novi manja.


"Huuu masih ramai ni... Jangan romantisan gitu dong... Berasa jadi nyamuk ni... " Ucap Sasa sewot.


"Itu minuman siapa by" Tunjuk Danil pada satu gelas jus yang ada di meja Novi.


"Itu tadi dari orang WO mas" Danil mengangguk.


"Kamu mau minum jus nya by... Apa mau air putih biar mas ambilkan " Novi menggeleng.


"Novi mau minum jus nya aja mas" Danil mengambil jus dan menyodorkannya pada bibir Novi.

__ADS_1


" Jangan di minum Nov" Teriak Alex mengambil jus yang ada di tangan Danil, membuat jus itu tumpah sebagian kelantai.


__ADS_2