Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 104 Mona yang tidak tau diri


__ADS_3

"Kalau begitu kamu urus dia Jon" Ucap Danil dan melangkah keluar dari ruangannya menuju lantai dasar.


Saat sampai ke lantai dasar banyak orang berkumpul di satu titik di depan pintu lobi.


"Ada apa itu Jon"


"Gak tau Nil, aku lihat dulu" Jonathan melangkah cepat menuju tempat kerumunan.


"Ada apa ini" Teriak Jonathan membuat orang yang berkumpul menoleh ke sumber suara dan memberikan jalan.


Terlihat wanita cantik dan seksi berlumur penuh dengan darah.


"Mona" Panggil Jonathan melihat wanita yang terluka itu adalah Mona.


"Kak Danil... Tolong Mona kak hiks hiks hiks" Ucap Mona lemah.


Danil melangkah mendekati Mona, jantung Novi berdebar hebat, melihat Danil suaminya mendekati Mona serasa seperti dejavu.


"Tubuh Mona sangat sakit kak, mereka sangat kejam hiks hiks hiks, mereka memukul Mona tanpa ampun kak, tolong Mona kak" Mona mengulurkan tangannya di hadapan Danil.


Novi tidak ingin melihat lagi, Novi melangkah keluar kamar dan menenangkan pikirannya, dia tidak ingin terjadi hal yang membahayakan untuk anak - anaknya karna pikiran negatifnya dan berakhir stres, Novi pergi keluar rumah dan memandang air terjun yang terlihat dari rumah mbak Atik. Terasa hatinya menghangat dan pikirannya menjadi lebih rileks.


Di dalam mobil Danil membuka hpnya dan tidak tampak Novi di kamarnya, di lihatnya setiap sisi ruangan rumah mbak Atik, tampak Novi duduk memandang air terjun yang bisa di lihat dari rumah sambil mengelus perutnya.


"Kita langsung ke desa air terjun Nil? "


"Hmm" Jawab singkat Danil yang hanya fokus melihat hpnya.

__ADS_1


Jonathan sangat tau bagaimana sahabatnya Danil sangat mencintai istrinya, bahkan hanya Novi wanita yang hanya bisa menyentuhnya, Jonathan mengingat kembali betapa teganya Danil pada Mona yang sudah meninggalkannya begitu saja dengan tubuh penuh dengan luka.


Flashback


"Jon kamu urus dia, terserah mau kamu bawa dia kemana" Ucap Danil yang fokus hanya pada hpnya. Danil gelisah melihat Novi pergi keluar dari kamarnya, Danil takut Novi salah faham akan tindakannya pada Mona, karna Novi masih teringat akan masa lalunya yang sudah di khianati, dan berakhir pergi darinya lagi dan kehilangan Novi juga anak dalam kandungannya.


Mona yang tidak ingin Danil pergi pun dengan sekuat sisa tenaganya ingin meraih kaki Danil yang tidak jauh darinya, dan akhirnya berhasil menyentuh kaki Danil dan memegangnya, tapi Danil dengan keras melepaskan pegangan tangan Mona dengan cara menghentakkan kakinya, hingga tubuh Mona terhempas ke lantai.


"Aku tidak akan memaafkan orang yang sudah membuat istriku pergi dariku, juga sudah membuat istriku menunda kehamilannya, kamu sudah membuatku hampir kehilangan istriku hanya demi obsesi mu" Ucap Danil dingin.


Mona hanya diam menunduk, tidak tau apa isi dalam pikirannya.


"Aku tidak ingin melihat wanita ini ada di sini lagi, jika dia ingin masuk maka usir lah, karna dia sudah membuat aku melukai hati istri yang aku cintai karna ulahnya" Danil menunjuk Mona dengan wajah yang memerah menahan amarahnya. Dan melangkah pergi.


"Kau sungguh kejam kak, aku begitu sangat mencintaimu tapi kau selalu mengabaikan ku, lihat saja aku akan membunuh wanita yang sudah membuatmu mengabaikan ku" Ucap Mona penuh amarah.


"Akan aku pastikan aku yang akan lebih dulu menghilangkan nyawamu" Ucap Danil tenang tanpa melihat Mona yang lemas akan ucapan dari pria yang sudah mengisi penuh hatinya. Mona melihat Danil meninggalkannya dalam keadaan yang sangat menyedihkan.


Flash off


Danil menghela nafas dengan kasar, perjalanan terasa sangat lama untuk bisa ke desa air terjun di mana istrinya berada. Jonathan tau apa yang di rasakan sahabatnya, tapi apa boleh buat, perjalanan ke desa air terjun memang membutuhkan waktu yang lama, belum lagi jalan yang masuk ke desa itu adalah jalan yang rusak.


Setelah lama menunggu akhirnya Danil sampai juga di rumah mbak Atik di mana istrinya tinggal, dengan langkah tergesa Danil menyeret kakinya ke tempat istrinya berada, Danil melihat Novi berada di dalam kamarnya melalui hpnya, rebahan di atas ranjang sambil memainkan hpnya.


Cek lek.


Pintu kamar di buka oleh Danil.

__ADS_1


Novi berpaling dari melihat hpnya menjadi melihat Danil yang sedang melangkah mendekatinya.


"By.. " Danil mendekati Novi dan duduk di sampingnya.


"Mandi dulu mas, kamu pasti lelah kan? " Danil hanya menggeleng.


"Tadi mas mendekati Mona karna mas ingin membuatnya jera untuk mengejar mas, tapi sepertinya dia tidak akan pernah akan menyesali perbuatannya padamu by" Danil hanya melihat Novi tersenyum, membuat hatinya makin gelisah.


"By... Mas tidak akan pernah berpaling darimu, tidak akan ada wanita lain yang bisa membuat mas jatuh cinta by, hati dan raga mas hanya untukmu dari dulu, dari kita kecil hanya kamu yang mas lihat by, hanya kamu yang bisa menyentuh mas" Danil berusaha meyakinkan Novi.


"Mas tidak ingin kehilangan kamu by hiks hiks hiks" Novi tersentak kaget melihat Danil menangis seperti anak kecil di hadapannya.


Novi berusaha duduk dan menghadap kearah Danil, Danil membantunya untuk duduk, Novi membingkai wajah suaminya yang sudah basah dan masih terisak, menatapnya dalam dan menghela nafas panjang.


"Novi percaya mas... " Ucap Novi lalu mencium kening Danil.


"Selama Novi di sini, Novi lebih banyak berpikir dan introspeksi diri, ternyata selama ini Novi lebih banyak melihat ke masa lalu, Novi terlalu larut dalam trauma yang sudah Novi alami, sedangkan Novi banyak mengabaikan masa depan Novi"


"Novi janji tidak akan melihat ke belakang lagi mas, Novi tidak akan pernah berpikir yang macam - macam lagi tentang mas kalau kita berjauhan, Novi mempercayai mas, sangat mempercayai mas, maaf kan Novi juga ya mas" Novi melihat Danil menggeleng cepat dan menggenggam tangan Novi yang masih membingkai wajahnya.


"Kamu tidak salah by, kamu hanya mau mempertahankan rumah tangga kita, mas senang, sangat senang kamu selalu mengawasi mas, itu artinya kamu tidak ingin kehilangan mas, mas juga akan melakukan hal yang sama, jadi walaupun kita berjauhan kita akan tetap mengetahui kegiatan kita masing - masing juga akan terus melihat wanita yang sangat mas cintai ini" Danil mengecup bibir Novi kilas.


"Memang itu maunya mas kan? " Novi menggoda suaminya untuk mencairkan suasana.


"Iya by... mas ingin selalu terus melihat wajah cantikmu ini by" Danil mengecup lagi bibir Novi.


"Hahaha... " Mereka tertawa lepas bersama.

__ADS_1


"Mas menginginkanmu by... "


__ADS_2