Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 17 Alat pengintai


__ADS_3

Aku duduk di lantai kamar mandi terasa seluruh badanku kebas perlahan pandanganku kabur dan gelap sayup ku dengar suara bang Toni berteriak memanggil namaku


" Novi..... " Samar ku dengar suara bang Toni memanggilku menepuk pipiku tapi tubuhku tidak bisa aku gerakkan, mata terasa berat untuk di buka hingga aku tidak ingat lagi apa yang terjadi


Terasa ada yang memegang erat tanganku sesekali mengecup punggung tanganku, ku paksa membuka mataku perlahan ku lihat cahaya kecil, ku pejamkan lagi karna terasa silau, aku berusaha lagi membuka mataku perlahan sampai terlihat sosok bang Toni yang tengah terisak memanggil namaku


" Novi.... Sayang... "


" Bangun dek... " Ucap bang Toni terus menggenggam erat tanganku sesekali mengecupnya hingga punggung tanganku basah oleh air mata bang toni


" Bang... " Ucapku pelan berusaha melepaskan genggaman tangan bang Toni tapi tidak berhasil


" Dek... Alhamdulillah... Dek... " Bang Toni memelukku erat hingga aku tidak bisa bernafas karna pelukan bang Toni sangat erat


" Bang.. Uhuk uhuk" Ucapku batuk karna pelukan bang Toni.


" Maaf sayang, abang terlalu senang lihat kamu sudah sadar" Ucap bang Toni mengusap rambutku sayang.


" Adek kenapa bang? " Tanyaku berusaha duduk di bantu bang Toni


" Kamu tadi pingsan di kamar mandi dek" Ucap bang Toni mengusap pipiku lembut


" Makan dulu ya buburnya. tadi bik Ani masak bubur untuk kamu, Aaaaa... " Bang Toni menyodorkan sesendok bubur di dekat bibirku


Ku buka mulutku menerima suapan demi suapan bubur dari tangan bang Toni hingga habis tak bersisa.


Ku baringkan tubuhku di atas ranjang setelah minum obat yang di berikan bang Toni padaku, entah obat apa yang di berikan padaku karna setelah minum obat tak lama aku sudah terlelap tidur.


Ku lirik jam dinding menunjukkan pukul dua belas tiga puluh siang, badan pun sudah enakan, ku bersihkan diri agar lebih segar,


Cekrek


" Udah bangun non? Ini bibik bawain makan siang" Ucap bik Ani tersenyum padaku.


" Iya makasih bik, bibik letakkan aja di meja, Novi selesaikan riasan dulu" Ucapku melihat bik Ani dari kaca meja riasku.

__ADS_1


" Apa bang Toni ke showroom bik?" Tanyaku pada bik Ani karna sedari aku bangun tidak melihat bang Toni.


" Iya non kata den Toni ada masalah di showroom, den Toni pesan akan pulang cepat non" Ucap bik Ani menyiapkan makan siangku.


" Ya sudah Terima kasih ya bik" Ucapku tersenyum pada bik Ani yang melangkah keluar dari kamarku.


" Assalamu'alaikum Sa... Kita jadi ketemuan kan? " Tanyaku pada Sasa melalui Hp Ku.


" Iya Nov... Kita ketemuan di tempat biasa ya... " Jawab Sasa


" Ok aku akan sampai satu jam lagi, sampai jumpa my best friend... Assalamu'alaikum... " Pamit Ku pada sahabatku Sasa.


Ku kirim pesan untuk bang Toni meminta ijinnya pergi menemui sahabatku Sasa.


Setelah memastikan penampilanku sudah terlihat cantik, aku keluar kamar, di ruang TV bik Ani sedang bersantai menonton TV.


" Bik Novi keluar dulu ya... Mau ketemuan sama Sasa bik., Novi udah ijin kok sama bang Toni " Ucapku tersenyum manis pada bik Ani menatapku khawatir


" Novi udah gak apa apa bik, udah sehat kok" Ucapku meyakinkan bik Ani kalau aku sudah sehat.


" Ya udah non hati hati ya... Jangan sampai kecapean non... Takut nanti pingsan lagi" Ucap bik Ani masih khawatir


Sampai di cafe aku lihat Sasa melambaikan tangannya padaku.


" Assalamu'alaikum Sa... " Salamku pada Sasa juga cipika cipiki ( cium pipi kanan cium pipi kiri)


" Waalaikumsalam Nov" Jawab Sasa


" Udah lama Sa?" Tanyaku menggeser kursi agar aku duduk ber hadapan dengan Sasa.


" Belum, aku juga baru sampai" Jawab Sasa


" Ini mbak pesanannya" Ucap gadis manis pelayan cafe menghidangkan makanan yang Sasa pesan untuk kami.


" Iya makasih mbak.. " Ucap aku dan Sasa

__ADS_1


" Gimana Nov apa sudah ada petunjuk siapa wanita selingkuhan suamimu?" Tanya Sasa setelah menyeruput lemon tea di depannya.


" Aku masih belum yakin Sa, tapi kecurigaan ku mengarah pada seorang karyawan yang ada di showroom" Ucapan ku berhenti mengingat karyawan yang bernama Sinta.


" Tapi susah membuktikannya karna waktu aku ketemu sama wanita yang aku curigai di showroom itu aku hanya sekilas aja melihatnya, aku hanya melihatnya dari samping dan postur tubuhnya dari belakang dan rambutnya berponi Sa" Ucapku menatap Sasa yang sedang menatapku serius.


" Karna selingkuhannya di sekitar showroom kamu pakai kamera pengintai aja yang bisa merekam gambar dan terdengar suaranya, pasti setiap hari mereka berinteraksi di ruangan bang Toni Nov, dan kamu harus siapkan hati kamu dari hal hal yang tidak terduga yang akan kamu dapat nantinya" Ucap Sasa menyandarkan tubuhnya di kursi cafe tanpa mengalihkan tatapannya padaku.


" Kalau masalah hati kamu gak perlu khawatir Sa, aku udah kuat kok mau mereka berhubungan intim di depanku lagi juga hati aku siap karna sudah aku biasakan melihat adegan itu setiap hari dengan rekaman dan vidio itu" Jawabku serius melihat Sasa.


" Aku dulu yang melihat laki laki brengsek itu bercumbu dengan wanita lain di depan mataku yang masih berstatus kekasih ku, yang kami belum ada bersentuhan secara intim aja hati aku teramat sakit Nov, apa lagi ini kamu yang sudah jadi kekasih halalnya" Ucapan Sasa berhenti memegang erat tanganku, ada air yang mengalir membasahi pipi Sasa dan melihatku dengan rasa kesedihan untukku dan kekecewaan untuk bang Toni kekasih halalku yang berkhianat.


" Kamu kuat Nov, aku salut sama kamu yang bisa melawan keterpurukan kamu yang telah di khianati suami kamu" Ucap Sasa mengacungkan kedua jempolnya padaku.


" Ya aku memang mencintai bang Toni Sa, tapi aku gak mau bodoh hanya karna cinta, apapun alasannya bang Toni sudah berkhianat" Ucapku sendu


Ting


" Paketnya sudah datang..." Ucap Sasa antusias setelah menerima pesan di Hpnya


" Sini mas" Ucap Sasa melambaikan tangannya pada kurir yang mengantarkan paket yang di pesannya


" Dengan mbak Sasa Putri Adijaya?" Tanya kurir pada Sasa


" Iya saya" Jawab Sasa


" Tanda tangan di sini mbak" Ucap mas kurir mengarahkan sasa untuk tanda tangan penerimaan paketnya


" Makasih ya mas" Ucap Sasa tersenyum pada mas kurir yang menjawabnya dengan anggukan kepalanya


" Nih kameranya udah aku pesenin" Ucapan Sasa membuatku tercengang.


" Wah kamu memang my best friend is the best Sa" Ucapku setelah tersadar dari kaget ku


" It's ok my bestie " Ucap Sasa padaku

__ADS_1


" Kamu letakkan di tas kerja bang Toni seperti ini nanti langsung terhubung ke HP kamu Nov" Ucap Sasa memberi tahu ku cara memasang kameranya juga cara kerjanya


" Ok aku udah ngerti kok Sa" Ucapku sendu


__ADS_2