Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 99


__ADS_3

"Mas" Ucap Sasa sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Jonathan suaminya, untuk mencium punggung tangannya.


"Sa..." Jonathan mengulurkan tangannya sambil melirik Danil dan beralih melihat papah Rafa dan mamah Rani.


"Mah" Ucap Sasa mendekati mamah Rani.


"Novi Sa hiks hiks hiks Novi hilang gak ada kabar, padahal anak mamah sedang hamil" Ucap mamah Rani sambil terisak.


Sasa mengangguk di pelukan mamah Rani sambil melirik suaminya Jonathan, Jonathan yang tau arti tatapan Sasa pun duduk di dekat Sasa.


Jonathan pun menceritakan semua nya, kejadian yang membuat sahabat dari istrinya pergi.


"Aku tau ke mana Novi pergi, tapi sebelum kita ke sana, mas Danil harus bangun dulu, dia yang harus ke sana menjemput Novi" Ucap Sasa melihat Danil yang masih terbaring di atas ranjang pasien dengan mata yang masih setia tertutup rapat.


"Benar nak kamu tau di mana Novi? " Tanya mamah Rani sambil mengusap air mata di pipinya.


"Iya mah" Ucap Sasa sangat yakin.


"Baiklah kita bangunkan pangeran tidur kita" Ucap Jonathan sambil melangkah mendekati ranjang di mana Danil berbaring.


"Nil... Kami sudah menemukan istrimu Novi, tapi Novi gak ingin melihatmu kalau kamu gak mau bangun" Bisik Jonathan di telinga Danil.


"Kalau kamu gak bangun Novi akan pergi lagi membawa anak - anakmu" Bisik Jonathan lagi, membuat jari - jari tangan Danil mencengkram kuat seprainya.


Mata Danil juga bergerak ke kanan dan ke kiri dengan keadaan yang masih terpejam.


"Aku akan membantu Novi pergi jauh dari mu Nil" Teriak Jonathan.


"Jangan harap kamu bisa membawa istriku pergi Jon" Ucap Danil menatap tajam Jonathan.


Jonathan dan yang ada di sana hanya tersenyum melihat Danil yang tengah menahan emosinya.


Danil melihat sekeliling seperti mencari sesuatu, dan berakhir menatap tajam Jonathan.

__ADS_1


"Di mana istriku Jon? " Tanya Danil pada Jonathan yang langsung melirik istrinya Sasa.


"Sebaiknya pulihkan dulu kondisi tubuh kamu mas, setelah itu aku yang akan antar kamu bertemu dengan Novi" Ucap Sasa melihat Danil dengan wajah dingin.


"Sebenarnya aku sangat kesal sama kamu mas, mas Danil adalah laki - laki yang sangat di cintai oleh sahabatku Novi, dia masih sangat trauma akan pengkhianatan bang Toni dulu, karna itu Novi memasang kamera di pakaian mas, semua itu Novi lakukan kalau ada wanita pelakor yang berusaha menjebak mas lagi, Novi yang akan pasang badan, Novi akan melawannya, gak akan mau tau lagi bagaimana perasaan laki - laki yang saat ini ada bersamanya"


"Dulu saat Novi mengetahui pengkhianatan bang Toni, Novi masih ingin memperbaiki pondasi rumah tangganya, karna Novi tau pada saat itu bang Toni telah di jebak, tapi pada saat mengintai, ternyata fakta yang Novi dapatkan adalah bang Toni tengah bermain hati sama wanita pelakor itu walau tidak di sadarinya"


"Mas harus ingat, wanita yang mas nikahi adalah korban dari pengkhianatan, walau gak ada luka fisik tapi luka batin itulah yang lebih parah, luka itu gak akan pernah bisa hilang sampai kapanpun, dan rasa cemburu mas itu salah alamat, Novi terluka itu karna ulah dari bang Toni, bahkan Novi dengan ikhlas hati melepaskan laki - laki yang gak bisa tegas dengan hatinya sendiri, rasa cinta Novi pada bang Toni hilang saat Novi mengetahui pengkhianatan bang Toni"


"Tapi mas Danil masih cemburu dengan laki - laki brengsek itu, huff" Sasa menghela nafas kasar dan menggelengkan kepalanya melihat kebodohan Danil, suami dari sahabatnya yang biasanya romantis abis, manja abis, bucin abis jadi bodoh karna cemburu.


"Jon tolong ambilkan makanan, aku mau makan agar tubuhku bertenaga dan secepatnya bisa bertemu dengan istriku Novi" Ucap Danil melihat Jonathan.


"Gak perlu mas, kami udah bawakan makanan untuk kita semua" Ucap Dila yang tiba - tiba masuk ke dalam ruang rawat Danil bersama dengan Dedi.


"Ini mas makan yang banyak ya" Ucap Dila yang langsung di anggukan oleh Danil.


"Ayo kita pergi" Ucap Danil, semua yang ada di sana melihat Danil sambil mengernyit kan kedua alisnya.


"Pergi ke mana Nil? " Tanya Jonathan.


"Ya pergi bertemu dengan Novi Jon" Ucap Danil sambil menggerakkan kakinya, seperti ingin turun dari atas ranjang.


"Tapi Nil" Ucap Jonathan yang ingin membantu Danil tapi di tahan oleh Sasa.


Jonathan melihat tangannya yang di tahan oleh Sasa, dan melihat istrinya menggeleng. Jonathan akhirnya hanya melihat Danil yang sedang berusaha menurunkan kakinya ke lantai, tapi usahanya sia - sia karna tiba - tiba kepalanya pusing dan hampir saja jatuh kalau Jonathan tidak menahan tubuh lemahnya.


"Nil " Jonathan membantu Danil untuk naik ke atas ranjang lagi.


"Udah aku bilang kan mas, pulihkan dulu kesehatan mas" Ucap Sasa menatap tajam atasan suaminya.


"Aku akan balik lagi ke sini lusa, kalau keadaan mas masih belum pulih, aku akan pergi sendiri bertemu dengan Novi" Sasa berdiri hendak melangkah pergi dari ruangan Danil.

__ADS_1


"Kenapa gak besok aja" Ucap Danil melihat Sasa tersenyum sinis.


"Aku gak mau di buat susah sama orang yang masih sakit" Ucap Sasa melirik Danil.


"Aku akan pulih besok" Ucap Danil lagi.


"Lusa atau gak akan bertemu dengan Novi" Danil mengangguk pasrah mengikuti apa yang di ucapkan oleh sahabat istrinya.


"Sa... " Ucap Jonathan.


"Gak ada acara merayu ya mas, keputusanku udah bulat, lusa kita akan ke tempat Novi, jadi usahakan atasan mas sudah pulih lusa" Sasa melihat Jonathan mengangguk.


"Ayo mas antar" Ucap Jonathan melihat Sasa mengangguk dan beralih melihat Danil.


"Nil aku antar Sasa dulu ya" Danil hanya mengangguk tanpa melihat Jonathan.


"Nak papah akan bantu kamu turun dan berjalan" Ucap papah Rafa melihat Danil mengangguk.


Dengan semangat Danil turun dari ranjangnya, perlahan Danil berjalan keluar dari ruangannya di bantu oleh papah Rafa.


Dengan semangat pula Danil memulihkan kondisi tubuhnya, untuk bisa bertemu kembali dengan istrinya Novi. Dan akhirnya tubuh Danil berangsur pulih, dengan semangat membara Danil menunggu Sasa dan Jonathan untuk menjemputnya.


"Assalamu'alaikum... Mas udah sehat? " Tanya Sasa pada Danil yang baru saja masuk ke dalam mobil Jonathan.


"Hmmm" Hanya deh aman sebagai jawabannya.


"Apa papah Rafa dan mamah Rani gak ikut? " Tanya Danil sambil melihat Jonathan yang sudah menghidupkan mesin mobilnya.


"Papah Rafa dan mamah Rani udah ke tempat Novi kemarin Nil" Ucap Jonathan melirik Danil dari kaca spion.


Danil hanya mengangguk dan memejamkan matanya. Sudah dua jam Danil tertidur, Danil terbangun saat merasakan tubuhnya terguncang akibat jalan yang di laluinya sedikit rusak. Di buka matanya melihat tempat yang mereka datangi tidak asing menurutnya.


"Desa Air Terjun" Gumam Danil.

__ADS_1


__ADS_2