
Novi tidak dapat mengendalikan mobilnya lagi.
" Aaaaaaaaaaaaaaa" Teriak Novi.
Brak
Terlihat mobil BMW berwarna putih menghadang mobil Novi, hingga laju mobil Novi melambat, Novi tersadar di depan mobilnya ada seseorang yang tengah mempertaruhkan nyawanya untuk menolongnya.
Ciiiiiiiiiiitttttt
Novi menginjak rem mobilnya, terasa mobilnya berhenti, Novi melihat mobil di depannya juga berhenti dan berhenti tepat di tepi jurang. Nampak pintu mobil terbuka dan seorang pria berbadan tinggi besar keluar dari sana berlari menjauh dari mobilnya menuju ke mobil Novi .
Terlihat oleh Novi dan orang - orang yang berdiri berhenti melihat kejadian itu, mobil yang berada di tepi jurang menghilang dan terjun bebas masuk ke dalam jurang dan,
Booom
Suara ledakan menggema memekikkan telinga yang berada di dekat tepi jurang sampai mereka semua menutup telinga mereka masing - masing.
Terlihat Asap hitam pekat melayang naik ke udara. Novi hanya diam melihat semuanya, kejadian yang sangat menegangkan membuat nyawanya hampir melayang.
Pria yang sudah menyelamatkan Novi membuka pintu mobil dan melihat Novi hanya diam dengan pandangan yang kosong.
" Nona" Ucap pria itu.
" Nona Novi" Ucap pria itu dengan nada tinggi agar Novi tersadar dari lamunannya. Pria itu tidak berani menyentuh wanita kesayangan bosnya itu.
Brum brum
Ciiiiiiittt
Mobil Sport putih berhenti tepat di samping mobil Novi.
__ADS_1
" Novi" Teriak Danil keluar dari mobil melangkah lebar menuju ke arah Novi yang masih bertahan diam di dalam mobilnya.
Danil menyentuh tangan, kaki dan kepala Novi memeriksa apakah ada yang terluka, Danil meletakkan tangan kanannya di leher Novi dan tangan kirinya di kaki Novi, menggendong tubuh Novi mengeluarkannya dari dalam mobilnya.
" Nov... Tolong Jawab aku, ini aku mas Da mu" Danil mengguncang tubuh Novi lembut, menepuk punggung Novi yang masih berada dalam gendongannya agar Novi tersadar dari rasa syoknya. Novi tersadar menatap mata sendu Danil yang juga menatapnya.
" Mas Da" Tanpa sadar Novi mengalungkan tangannya ke leher Danil memeluknya erat, terasa tubuh Novi bergetar hebat menangis dalam pelukan Danil. Sakit hati Danil melihat Novi seperti ini, Danil mengelus punggung Novi dan satu tangannya lagi mengelus rambut Novi sayang.
" Baby.. " Terucap panggilan sayang Danil pada gadis kecilnya dengan nada yang sangat lembut.
Novi merasa nyaman dalam dekapan Danil, perlahan mata Novi terpejam dan terlelap tidur dalam gendongan danil.
Mobil Polisi tiba dengan suara sirine yang memekakkan telinga.
" Alex, Jon, kalian urus masalah ini, aku ingin tau siapa yang berani mengusik gadis kecilku secepatnya " Ucap Danil tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Novi.
Danil masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya menuju rumah sakit untuk memastikan bahwa tubuh Novi baik - baik saja.
" Tubuhnya Tidak apa - apa, tidak ada yang terluka, tapi buk Novi mengalami syok yang hebat karna kejadian itu, jadi kalau buk Novi sadar nanti jangan dulu di ingatkan tentang kejadian yang baru saja di alaminya" Penjelasan dari dokter membuat Danil menganggukkan kepalanya faham.
Novi membuka matanya perlahan, dia melihat sekeliling, menyadari kalau saat ini dia berada di rumah sakit, melihat jam di dinding pukul 3 dini hari, dan Novi merasakan salah satu tangannya di dalam genggaman tangan seseorang.
Di lihatnya nampak seseorang tengah tertidur di samping ranjangnya sambil duduk memegang tangannya, Novi memandang orang yang tengah tertidur yang hanya terlihat rambutnya saja seperti tidak asing. Novi melepas kan genggamannya perlahan agar orang yang tertidur tidak terbangun.
Novi mengingat kembali kejadian yang dia alami, yang hampir saja membuat nyawanya hilang.
" Tapi mobil yang menyalip itu seperti sengaja ingin membuatku mati" Gumam Novi mengingat mobil yang dengan cepat menyalip mobilnya dan seperti ingin menabraknya dari samping hingga Novi terkejut dan membanting stir menuju arah tebing jurang.
Mengingat itu tubuh Novi langsung bergetar hebat, tidak terbayang olehnya, jika tidak ada mobil yang menahannya mungkin mobilnya dan juga dia terjun bebas ke dalam jurang dan dia yang akan kehilangan nyawanya.
Dengan tubuh gemetar, Novi meringkuk di bawah selimut menutup mulutnya sambil terisak membelakangi orang yang tengah tertidur, tidak ingin orang yang sedang tidur di dekatnya tau kalau dia sedang menangis.
__ADS_1
Danil hanya memandang selimut yang bergetar, Danil tau bahwa Novi menangis di bawah selimut itu. Danil melangkah keluar ruangan tanpa menimbulkan suara.
" Jon kamu kirim vidio itu ke Novi sekarang" Ucap Danil dan langsung menutup panggilan nya.
" Selamat pagi sayang mamah, maaf nak mamah tau kejadian nya semalam karna nak Danil yang memberitahu mamah semalam" Ucap mamah Novi merasa bersalah.
" Gak apa - apa mah, Novi juga terkejut dengan kejadian itu karna kejadiannya sangat cepat mah, untung ada orang yang menolong Novi kalau gak mungkin Novi.... "
" Sudah - sudah sayang jangan di ingat lagi ya" mamah Novi memeluk lembut Novi walaupun hatinya merasakan sedih dengan apa yang menimpa anaknya.
Dengan mamahnya menyebut nama Danil Novi teringat setelah kecelakaan Danil menggendongnya keluar dari mobil dan memanggilnya dengan panggilan " Baby " sepertinya Novi pernah mendengar seseorang memanggilnya seperti itu tapi Novi lupa siapa.
Novi juga merasa nyaman berada di gendongan Danil saat itu hingga tak sadar Novi tersenyum mengingat itu, tapi tak lama senyumnya menghilang mengingat Danil dan Mona.
Novi melihat hpnya yang ada di dekat bantal, di raih hpnya ingin memberitahu Adi kalau dia tidak datang ke showroom hari ini. Di lihat ada beberapa pesan yang belum di bukanya, tapi Novi mengabaikan dulu pesannya walau penasaran dengan pesan dengan nomor tidak di kenalnya.
" Adi hari ini saya gak datang ke showroom, tolong kamu handle dulu ya"
" Bagaimana keadaan ibu? apa ibu terluka karna kecelakaan itu?" Adi malah bertanya dan mengkhawatirkan Novi.
" Saya sehat Adi, tapi kamu tau dari mana kalau saya kecelakaan? " Novi terkejut kenapa Adi tau tentang kecelakaan yang menimpanya.
" Kecelakaan itu masuk berita di TV pagi ini buk, kami sangat khawatir, tapi syukurlah ibu gak apa - apa" Ucap Adi lemah.
Novi langsung menghidupkan TV yang ada di ruangannya, dan benar berita tentang kecelakaannya tersebar di semua chanel, tapi Novi langsung berhenti mengganti chanelnya ketika di mana adegan Danil menggendongnya dan memeluknya penuh sayang, Novi juga melihat pandangan mata Danil yang terus saja menatapnya.
Siapapun yang melihat itu pasti orang mengira Danil sangat mencintainya, itu juga yang Novi rasakan. Tapi Novi menepis rasa itu.
" Iya Adi saya tutup ya, Assalamu'alaikum " Novi menutup panggilan Adi.
Novi melihat lagi pesan dari nomor yang tidak di kenalnya, karna penasaran Novi membuka pesan dan terlihat 2 vidio di sana, Novi membuka Vidio pertama.
__ADS_1
" Inikan vidio di cafe waktu aku lihat mas Da dan Mona di sana? apa maksud orang itu mengirim vidio ini padaku? " Gumam Novi melihat vidio yang masih berputar di layar hpnya.