Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 114 Anton Dan Mona


__ADS_3

Danil dan Novi sangat di sibukkan dengan kedua anak kembar mereka, setiap malam mereka selalu bergadang, karna baik bulan maupun bintang pada siang hari kerjanya hanya tidur, sedangkan malam hari mata mereka selalu terbuka, tapi Danil dan Novi selalu bersemangat saat merawat anak - anak mereka.


Kini usia Bulan dan Bintang sudah menginjak 43 hari, Danil dan Novi sudah mempersiapkan acara turun tanah untuk si kembar, yang akan di adakan 2 hari lagi.


"By... Gimana kalau mas cari babysitter untuk membantu kamu by... " Ucap Danil sambil melihat kedua anak nya yang baru saja memejamkan mata, setelah bergadang sampai jam tiga dini hari.


"Untuk sekarang gak usah dulu mas, kan ada bik Ani yang bantu Novi mas" Ucap Novi mengelus rahang Danil, karna posisi Danil duduk di samping Novi yang tengah berbaring di samping si kembar.


"Ya udah mas nurut kamu aja" Ucap Danil melihat wajah cantik Novi yang lelah.


"Kamu istirahat lah by, mas akan jaga mereka" Novi menggelengkan kepalanya.


"Gak mas kita sama - sama lelah, bahkan mas yang lebih banyak bergadang menjaga si kembar, Novi juga belum ngantuk, mas aja yang istirahat, masih ada dua jam lagi untuk mas bersiap untuk kerja" Danil tersenyum dan mengecup bibir Novi kilat.


"Ya udah mas yang istirahat, tapi mas mau tidur kalau kamu memeluk mas by" Ucap Danil manja.


"Is Dasar" Ucap Novi mengerucutkan bibirnya, tapi Novi tetap berbaring miring di samping suaminya dan memeluk Danil yang kini ikut berbaring dengan Novi.


"Bibirnya jangan manyun gitu by... Mas gak mau nanti khilaf by" Novi langsung menormalkan bibirnya membuat Danil gemes dan langsung mencium bibir Novi lembut, membuat Novi terhanyut dan membalas ciuman yang semakin lama semakin dalam dan menuntut.


"Mas sudah bisa buka puasa by? tidak menggunakan ini dan ini lagi" Tanya Danil dengan wajah sendu penuh kabut hasrat yang di tahan sambil menunjuk jari tangan dan mulut Novi.


Selama masa nifas Novi berjalan, urusan ranjang Danil selalu di puaskan oleh Novi dengan cara Novi sendiri, dan itu mampu membuat Danil terpuaskan, walau awalnya Danil menolak, takut Novi kelelahan, karna Novi sudah sangat lelah merawat si kembar lalu memuaskan hasratnya agar tersalurkan.


Tapi Novi tidak ingin Danil tersiksa menahan hasrat Danil yang tinggi, walau hanya seminggu 3 kali tapi itu di rasa cukup bagi Danil.


"Sudah mas, Novi juga udah minum pil KB" Ucap Novi malu - malu.


"Jadi kamu udah mempersiapkan diri by" Ucap Danil menggoda Novi sambil menaik turunkan alisnya.


"Is masss" Ucap Novi menutup wajahnya semakin malu, membuat ke dua pipinya merona bak kepiting rebus.


"Jangan di tutupi wajah cantik kamu by.. Mas gak bisa lihat pipi merona kamu by" Danil membuka tangan Novi untuk dapat melihat wajahnya yang malu.

__ADS_1


Danil menatap lekat mata Novi, membuat jantung Danil berpacu lebih cepat, padahal setiap hari Danil dan Novi selalu bersama, tapi debaran jantungnya masih saja sama, sama seperti dulu, bahkan kadar cinta Danil semakin tumbuh besar.


"Mas sangat mencintaimu by... mas sangat tergila - gila pada mu by... Mas akan gila jika hidup tanpa mu by... " Novi hanya tersenyum menanggapi ucapan Danil yang kini telah mengukung nya.


Danil mencium kening Novi lama, menyalurkan rasa cinta yang begitu besar pada sang istri tercinta.


"Mas sangat menginginkan mu by" Ucap Danil dengan suara yang serak dan berat.


Danil menggendong Novi menuju pintu penghubung kamarnya dan kamar si kembar, Danil membaringkan tubuh Novi di atas ranjang kamar si kembar, ranjang itu di siapkan Danil untuk istirahat mereka di kamar itu.


Danil melahap bibir Novi rakus, cinta dan hasrat menyatu menjadi satu, Novi juga membalas ciuman penuh cinta dan hasrat dari sang suami, tak di pungkiri Novi juga menginginkan sentuhan dari suaminya yang sudah satu bulan lebih tidak dia rasakan.


Membuat penyatuan dua insan yang penuh cinta dan hasrat, menjadi nafsu yang menggebu - gebu, suara merdu saling mengungkapkan perasaan dan desah dari bibir keduanya pun menggema di setiap sudut kamar.


"Oh by... Mas sangat mencintaimu by... Kamu membuat mas gila by.. " Ucap Danil di sela kegiatannya di atas tubuh Novi.


Novi hanya memejamkan matanya merasakan sentuhan suaminya yang sangat berhasrat. Sudah tiga jam mereka melakukan aktifitas di atas ranjang, untung si kembar sangat anteng dengan tidurnya, karna mereka juga lelah bergadang. Hingga akhirnya mereka mengerang panjang dan menyebutkan nama pujaan hati.


"Oh.... My baby Novi..... "


"Terima kasih sayang... My baby... I Love you by... " Ucap Danil setelah mengatur nafasnya.


"Love you too mas Da... " Ucap Novi sambil tersenyum, masih menetralisir nafasnya.


"Mandi mas... Mas udah kesiangan ni"


"Mas bosnya by... Mas bisa datang kapan aja by... " Ucap Danil santai sambil memeluk Novi erat.


"Mas.... Mas harus kasih contoh yang baik untuk karyawan mas" Ucap Novi yang merasa nyaman di dalam dekapan suami tercintanya.


"Kamu suruh mas bersiap kerja by... Tapi kamu juga nyaman dalam pelukan mas" Ucap Danil yang sudah mode menggoda Novi.


Novi langsung melepaskan pelukan hangat Danil dan menatapnya tajam sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Hahaha I Love you by" Ucap Danil mengedipkan matanya dengan senyum yang tak pernah putus dari wajah tampannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bagaimana? " Tanya pria paruh baya menatap tajam ke arah seorang pria yang tengah menunduk hormat padanya.


"Anak buah saya belum bisa menerobos para pengawal yang menjaga Novi dan ke dua anaknya bos" Ucap nya takut - takut.


Braak


"Dasar tidak becus kalian semua" Ucapnya emosi sambil menunjuk tiga pria berbadan tinggi dan tegap di depannya.


"Sudah sangat lama kalian mengawasi Novi, tapi kalian gak pernah berhasil mencelakai nya, sudah banyak uang yang aku keluarkan untuk kalian, tapi kalian gak pernah menunjukkan hasilnya" ucapnya emosi, sampai kepalan tangannya bergetar.


"Maafkan kami bos, pengawalan yang di berikan suaminya sangat ketat bos, bahkan pengawal yang mengawasinya cukup banyak, mereka sangat terlatih dan memiliki ilmu dalam bos, kami selalu gagal saat beraksi, kalau satu pengawal lengah, pengawal yang lain langsung membantu bos, karna itu kami tidak ada celah untuk mencelakai Novi bos" Ucap ketua dari kedua pria itu.


"Dasar tidak berguna kalian semua, kalian pergilah dari hadapanku, aku tidak mau mempekerjakan orang yang tidak berguna seperti kalian" Usirnya pada ke tiga pria itu.


"Tapi kami sudah merencanakan sesuatu di acara turun tanah anak Novi bos"


Cekrek


"Pah.... "


"Mona... Sayang...." Mona duduk di samping ayahnya. ya mereka adalah Anton paman dari Danil.


"Pah... kasih mereka satu kesempatan lagi, tapi kali ini jangan bayar penuh" Anton menyeringai mendengar ucapan Mona.


"Baiklah aku kasih kalian kesempatan terakhir, jika kalian gagal maka enyahlah dari hadapanku"


"Terima kasih bos"


"Hmm pergilah" Anton mengibaskan tangannya mengusir tiga pria itu.

__ADS_1


"Apa kamu tidak melayani si buncit itu sayang"


"Tidak pah.. Mona lebih suka memuaskan papah" Anton menyeringai dan langsung melahap bibir Mona.


__ADS_2