Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 79 Pesta Lajang


__ADS_3

" Aku sangat merindukanmu by" Gumam Danil melihat foto sang istri yang sedang tersenyum melihatnya, yang Danil ambil secara diam - diam.


Lantunan musik mengalun memekakkan telinga yang mendengarnya, mereka mengadakan pesta lajang di club hotel yang juga merangkap untuk resepsi nya, Danil memesan ruang VIP di club itu agar pesta lajangnya lancar tanpa masalah.


Sampai pukul sebelas malam, salah satu rekan bisnis Danil keluar mencari wanita untuk menemaninya di atas ranjang, karna dia terkenal dengan sebutan seorang Casanova.


Tak lama keluar dia masuk membawa wanita cantik nan seksi, memakai dress yang minim menampakkan dadanya yang besar juga paha putih mulusnya, tatapannya beralih pada pria tampan yang hanya menatap hpnya.


" Itu pengantin nya jangan kamu ganggu" bisiknya pada wanita yang sebentar lagi akan menghangatkan ranjangnya.


" Aku tidak mengganggunya, aku hanya melihat wajah tampannya" ucap wanita malam itu mengusap wajah prianya.


" Baiklah apa kamu tertarik dengannya? " pria itu melihat Danil.


" Ya aku sangat tertarik dan ingin segera menghangatkannya di atas ranjangku" ucap wanita itu penuh percaya diri.


" Aku tantang kamu untuk menggodanya, kalau berhasil aku akan membayar mu lima ratus juta" ucap pria itu serius, karna dia ingin melihat apakah Danil akan tergoda dengan wanita selain istrinya.


" Apa kamu meragukan keahlianku untuk menggodanya? apa kamu lupa aku primadona di club ini, jangan panggil namaku Luna kalau aku tidak bisa membawanya ke atas ranjangku dan siapkan uangnya, karna uang itu akan berpindah ke tanganku" bisiknya manja di telinga sang Casanova.


" Oke selamat mencobanya semoga kamu selamat dari singa jantan hahaha" ucapnya sambil tertawa lebar.


Wanita seksi itu merapikan rambutnya dan juga pakaiannya, berdiri dengan gaya yang kasual sambil menatap Danil yang tengah fokus menatap hpnya. Dia berjalan menggoyangkan pinggulnya ke kanan dan ke kiri perlahan mendekat ke arah Danil.


" Tolong anda keluar nona, kami tidak memanggil anda ke sini dan kamu tidak di butuhkan di sini" Jonathan memegang lengan Luna yang ingin mendekati Danil.


" Saya hanya ingin berkenalan dengan tuan itu" Luna menunjuk Danil.


" Itu tidak perlu karna bos saya sedang tidak ingin di ganggu, jadi lebih baik kamu segera keluar" ucap Jonathan dingin.


Luna memutar tubuhnya dan berpura-pura jatuh, dan jatuhnya tepat di hadapan Danil, dengan sengaja Luna menyentuh sepatu Danil, hingga dengan reflek Danil menatapnya tajam.


Bukh


" Aw sshhh " Luna meringis kesakitan karna dadanya dapat tendangan keras dari sepatu Danil.


" Jon patahkan tangannya karna dia sudah menyentuh sepatuku, hanya istriku yang boleh menyentuhku" ucap Danil tegas dan beranjak keluar dari sana menuju kamar hotelnya.


" Baik bos "

__ADS_1


" Tolong maafkan saya tuan, saya tidak sengaja hiks hiks hiks tolong tuan... Jangan patahkan tangan saya tuan aaaaahhhhh hiks hiks hiks" Teriak Luna kesakitan.


" Saya hanya mematahkan empat jari cantikmu nona, karna hanya jarimu yang menyentuh bos saya, saya sudah memperingatkan kamu agar jangan mengganggu bos saya tapi kamu tidak mendengarkan, maka inilah yang kamu Terima" ucap Jonathan tersenyum sinis.


" Saya akan melaporkan hal ini pada polisi" ucap Luna menatap tajam Jonathan.


" Jika itu kamu lakukan maka bukan hanya hidupmu yang berakhir, keluargamu juga akan terkena dampaknya, kamu ingat itu" Setelah mengancam Luna Jonathan keluar dari ruangan di ikuti oleh Dedi.


" Aku gak sangka Jon, kamu sangat sadis sama wanita" Dedi menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang di lakukan Jonathan terhadap seorang wanita.


" Aku hanya menuruti perintah" ucapnya santai.


" Ternyata uang ku masih aman" Bisik Casanova kepada Luna yang tengah menahan sakit.


" Ini semua karna ulahmu" Luna menatap tajam pria yang sedang tertawa lebar.


" Kita sama - sama bertaruh nona, saya tidak pernah memaksamu untuk menggodanya, jadi kamu tanggung sendiri resikonya, tapi... Melihat tanganmu yang seperti itu aku akan mentransfer sepuluh juta untuk pengobatan" ucap sang Casanova mengambil hp di dalam sakunya dan langsung mentransfer uang untuk Luna.


" Aku pikir Danil akan tergoda dengan Luna, aku bahkan sudah membayangkan istrinya berada dalam kungkungan ku, karna waktu istrinya menabrak ku, saat itu aku jatuh hati padanya" Ucap sang Casanova dalam hati.


" Buang pakaianku dan juga sepatuku


Danil langsung membuka pakaiannya dan membersihkan tubuhnya saat sudah masuk ke dalam kamar hotel, dia terlihat sangat jijik dengan sepatu yang sudah di sentuh oleh Luna.


" Maaf Nil, ternyata mereka taruhan untuk bisa menggoda mu" Jonathan langsung melihat CCTV di ruangan mereka.


" Tapi aku lihat tatapan suka dari Casanova pada istrimu, waktu istrimu tidak sengaja menabraknya di lobi hotel kemarin " ucap Jonathan menatap Danil.


" Ya aku juga melihatnya Jon, suruh Alex terus mengawasi istriku Jon"


" Baik bos" Jonathan keluar dari kamar hotel, untuk mengurus resepsi pernikahan bosnya.


" Ough Novi... Mas bisa gila karna merindukanmu" Danil frustasi sendiri karna tidak bisa bertemu dengan istri nya.


" Eh sepertinya aku mendengar suara mas Da ya" Gumam Novi.


" Eh pengantin kok melamun... Jangan - jangan..." ucap Sasa menepuk bahu Novi sambil menggodanya.


" Jangan - jangan apa Sa... " Novi menatap Sasa sambil tersenyum.

__ADS_1


" Jangan - jangan ngebayangin ehem ehem Sa" Ucap Dila ambigu.


" Is kalian ini " Novi jadi cemas dengan Danil, takut hasrat Danil tak terkendali dan terus melakukannya dengan wanita lain.


" Nov.. Kamu kenapa? " tanya Sasa melihat Novi diam.


" Sayang... Ini ada paket untuk kamu, tapi gak ada nama pengirimnya" ucap mamah Rani memberikan paketnya.


" Coba Novi buka mah" ucap Novi.


" Iya Nov aku juga penasaran " ucap Sasa dan Dila mengangguk.


Novi membuka paket dari seseorang yang tidak di kenalnya, terlihat hp dan sebuah surat.


" By... Mas Sangat merindukanmu, maaf mas melanggar aturan papah, tapi mas beneran gak tahan menahannya by... "


" Mas Da" ucap Novi dalam hati. Novi terlihat khawatir dengan Danil.


" Paket dari siapa Nov? " tanya Sasa.


" Dari mas Danil hehehe, Sa Dil aku mau sendiri bentar boleh ya mau telpon suami dulu hehehe" ucap Novi tak enak.


" Huh dasar pengantin baru maunya berduaan mulu, kami kasih waktu setengah jam ya Nov" Ucap Dila menarik tangan Sasa keluar dari kamar.


Dengan semangat empat lima Novi memanggil nomor suaminya.


" Mas kamu kenapa" tanya Novi melihat Danil seperti kesakitan.


" Mas gak apa - apa by, mas kangen banget sama kamu by, rasanya sudah sangat lama mas gak ketemu kamu by" ucap Danil serius.


" Novi juga kangen mas, tapi kita harus Sabar besok kita udah ketemu mas" ucap Novi menenangkan Danil padahal sejak tadi yang ada di pikiran nya selalu pada Danil.


" By tolong buat mas tidur, jadi mas gak tersiksa menahan rindu by" Danil merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan memeluk guling meletakkan hpnya di hadapannya agar Danil bisa menatap wajah Novi.


" Ya udah mas pejamkan mata, Novi akan cerita tentang kita dari awal kita ketemu" Danil memejamkan matanya, mendengarkan cerita Novi tentang mereka berdua, tentang gadis kecil dan pria kecil yang sekarang sudah sah menjadi suami istri.


Novi tersenyum melihat Danil tertidur pulas.


" Apa sudah selesai menidurkan bayi besarnya sayang? "

__ADS_1


" Mamah"


__ADS_2