
" Dasar Brengsek" Danil mengepalkan tangannya erat setelah memukul meja di hadapannya.
" Lex kamu eksekusi dia bawa ke tempat biasa"
" Baik bos" Alex pergi dari ruangan.
" Apa yang ingin kamu lakukan Nil? " Tanya Jonathan.
" Kamu akan tau nanti Jon" Ucap Danil dengan sorot mata yang sulit di artikan.
...****************...
" Adi, Wulan kalian datang "
" Iya kak maaf kami baru datang " Sesal Wulan.
" Tidak apa - apa Lan, kakak juga sudah sehat kok" Ucap Novi tersenyum manis.
" Buk Novi, saya dengar Sinta sudah keluar dari penjara" Adi melihat Novi dengan wajah serius.
" Hah... Kok bisa Di? Bukannya Sinta di vonis 7 tahun penjara? " Novi terkejut dengan berita yang di sampaikan Adi.
" Iya buk, saya dengar Sinta di bebaskan karna ada jaminan dari seseorang, dan yang saya dengar orang yang menjamin adalah kekasih gelapnya dulu buk" Ucap Adi.
" Apa suami dari istri yang pernah melabrak Sinta? "
" Iya buk tapi sekarang istrinya sudah tiada karna kecelakaan, dan... Saya curiga kalau yang ingin mencelakai ibu adalah Sinta, karna dia sakit hati ibu sudah memenjarakannya" Ucap Adi yakin.
" Aku memenjarakannya supaya Sinta bisa menjadi orang yang lebih baik, menyadari semua kesalahannya, tapi mungkin hatinya sudah membatu" Lirih Novi.
" Iya kak, jadi sekarang kakak harus hati - hati, jika memang Sinta pelakunya dia masih berkeliaran di luar sana juga ada orang yang membantunya kak, Wulan gak mau terjadi sesuatu sama kakak, Wulan lihat berita kakak di TV aja udah buat Wulan takut, takut kakak kenapa - napa kak" Ucap Wulan sedih. Novi hanya tersenyum tipis menanggapi kekhawatiran Wulan.
__ADS_1
" Tidak akan terjadi apapun pada Novi" Ucap Danil masuk ke dalam ruangan Novi tak ketinggalan asisten pribadinya Jonathan yang selalu ada di sampingnya bak bayangan yang selalu mengikuti Danil kemana pun dia pergi.
Wulan yang melihat Danil datang hanya menatapnya sekilas lalu menunduk, sejujurnya masih ada perasaan di hati Wulan untuk Danil, karna selama Wulan menjadi wanita penghibur di warung remang - remang di desa Air Terjun, tidak ada satu pria pun yang tidak dapat di taklukkan nya dan berakhir di atas ranjang panasnya.
Bahkan pengusaha yang datang dari kota juga sering menggunakan jasanya, walau baru pertama melihatnya, karna Wulan termasuk wanita yang cantik dan menarik di desanya, tapi lain dengan Danil yang bahkan tidak pernah melihatnya, wajah dinginnya, ketampanannya, semua yang ada di dalam diri Danil semuanya Wulan Suka, tapi Danil hanya melihat satu wajah saja yaitu Novi. Wulan selalu melihat banyak cinta di mata Danil untuk Novi.
" Bagaimana keadaan kamu Nov? " Danil mendekat ke arah di mana Novi duduk di ranjang pasien rumah sakit, sedangkan Wulan perlahan mundur menjauh dan duduk di samping Adi yang sudah duduk di sofa lebih dulu.
" Aku sudah sehat mas, Terima kasih karna mas sudah membantu aku, dan... Aku juga ingin mengucapkan banyak Terima kasih sama orang yang sudah menyelamatkanku dari kejadian kemaren mas, apa mas tau di mana orang yang sudah menyelamatkanku? " wajah Danil berubah menjadi dingin.
" Aduh Novi... Kamu membuat si singa jantan cemburu, tapi apa yang di lakukan Danil saat cemburu ya... Aku belum pernah lihat Danil cemburu, kata orang kalau seseorang sedang cemburu akan melakukan hal yang gila. Hahaha... Habis kamu Lex" Ucap Jonathan senang dalam hati.
" Huh... Kenapa Novi selalu memuji Alex" Ucap Danil dalam hati kesal.
" Iya Nov aku tau pria itu, tapi saat ini dia lagi sibuk jadi tidak bisa datang ke sini menjenguk kamu"
" Benar... Mas tau di mana orang yang sudah menolongku" wajah Novi langsung berbinar mendengar ucapan Danil.
" Iya Nov" Danil mengangguk dengan wajah dinginnya mode cemburu.
Danil menatap tajam mata Novi, membuat Novi mengernyitkan alisnya heran, Danil mengikis jarak untuk lebih mendekatkan wajahnya ke wajah Novi sampai hidung Danil dan Novi hampir bersentuhan. Sampai Novi meremas selimutnya kuat.
" Jangan menyebut nama pria lain apa lagi memujinya" Ucap Danil seperti berbisik. Novi memutus pandangannya menunduk melihat selimut yang di pakainya.
Tapi tangan kekar danil menyentuh dagu Novi memaksa wajah Novi untuk menghadap ke wajahnya lagi, Danil terus menatap bibir mungil Novi dan mengikis jarak untuk lebih mendekat ke arah bibir yang serasa menggoda imannya. Dan itu semua tak luput dari pandangan tiga pasang mata orang yang ada di ruangan itu.
" Ehemmm " Jonathan berdehem untuk menyadarkan Danil bahwa masih ada manusia lain di ruangan Novi.
" Ck " Danil menghentikan aksinya untuk menyatukan bibirnya dan bibir Novi berganti dengan hanya mengusap bibir Novi dengan ibu jarinya, padahal Danil ingin sekali mencicipi bibir mungil Novi yang menggoda, jangan tanya lagi bagaimana dengan Novi, suara deheman Jonathan juga membuatnya tersadar dari rasa terpesona nya Novi dengan wajah tampan Danil juga dari aksinya yang ingin menciumnya, membuat jantungnya berdetak hebat.
" Saya akan mempertemukan kamu dengan orang yang telah menyelamatkan mu, tapi jangan terus memujinya, tidak di hadapan saya juga tidak di belakang saya, cukup bibir ini hanya memuji saya, "mas Da", cukup hanya panggil itu saja, tidak dengan nama yang lain" ucap Danil membuat Novi tanpa sadar menganggukkan kepala.
__ADS_1
Danil tersenyum tipis dan berbalik melangkah keluar di ikuti Jonathan. Novi hanya mengedipkan matanya melihat dua pria pergi dari ruangannya.
" Buk Novi " Adi memanggil Novi.
" Eh iya ada apa Di" Ucap Novi canggung.
" Ini berkas yang harus ibu tanda tangani" Adi menyodorkan berkas di hadapan Novi karna memang itu tujuan Adi datang ke rumah sakit. Sedangkan Wulan hanya diam, dia tidak bisa membuang perasaan suka nya pada Danil sedangkan Novi adalah wanita yang baik dan sudah membantunya keluar dari dunia hitam juga membantu adik - adiknya.
" Kalau begitu kami permisi ya buk" Ucap Adi. Sedangkan Wulan hanya diam mengikuti Adi tanpa pamit dengan Novi.
" Apa Wulan masih menyukai mas Da" Ucap Novi melihat Wulan.
...****************...
Danil dan Jonathan berada di rumah mewah yang berada di hutan pinggiran kota, tempat itu adalah tempat biasa dia menghukum musuh - musuhnya.
" Di mana dia Lex? " Ucap Danil dengan wajah dinginnya.
" Ada di tempat biasa Nil" Danil hanya mengangguk faham dan berjalan menuju tempat yang di sebut Alex.
" Kenapa mereka tidur Lex" Danil melihat tawanannya sedang tidur dalam keadaan tangan dan kaki terikat di kursi kayu.
" Bangunkan mereka Lex" perintah Danil pada Alex, Alex mengangguk dan mengambil air untuk membangunkan tawanannya.
Byurr
" Hah hah hah dimana ini, kalian siapa? " ucap pria masih mengatur nafasnya.
Danil CS hanya diam memasang wajah dinginnya.
Byurr
__ADS_1
" Ahh.. Hah hah ini dimana mas, kenapa kita di ikat disini, kalian siapa" teriak nya melihat satu persatu orang yang ada di sana.
" Pak Danil kau" ucap Sinta kaget melihat Danil.