
Di Perusahaan NL Grup
" Bos meeting pagi ini di undur jadi siang nanti di restoran dekat perusahaan, sekalian makan siang bos"
" Hmmm Jon coba kamu selidiki lagi tentang asisten rumah tangga di rumah kami, aku gak mau hal yang membahayakan terjadi pada Novi" Ucap Danil melihat Jonathan.
" Baik bos, apa ada yang kamu pikirkan Nil? " Tanya Jonathan pada Danil yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Tidak ada Jon, aku ingin segeralah cari tau tentang wanita itu Jon"
" Baiklah, tapi kalau ada sesuatu berbagilah dengan ku Nil" Danil hanya mengangguk dan melihat Jonathan keluar dari ruangannya.
" Aku merasa Novi masih meragukan ku, tapi tatapan matanya sudah menunjukkan kalau gadis kecilku sudah mencintai aku, percayalah padaku Nov aku sangat mencintaimu " Danil memandang foto pernikahan yang dia pajang di atas meja kerjanya.
Danil merogoh kantongnya mengambil benda pipih dan mencari nama " my Baby istriku " lalu menekan panggilan, tak perlu waktu lama suara istri tercinta terdengar merdu di telinga Danil.
" Assalamu'alaikum mas... "
" Waalaikumsalam by... Lagi apa ? " Tanya Danil sambil tersenyum, hanya mendengar suaranya saja sudah membuat hatinya berbunga - bunga, apa lagi degupan jantungnya berdebar tak menentu padahal suara di sebrang sana setiap hari selalu menyapanya.
" Novi lagi masak untuk makan siang mas, ini juga di temani sama mbak Linda" Ucap Novi, Danil juga mendengar suara wajan dan spatula yang sedang beradu.
" Iya by jangan telat makan ya... Mas kangen by... Meeting tadi pagi di undur jadi siang ini sekalian makan siang by, padahal mas pingin pulang siang supaya bisa berdua sama kamu " Danil memasang wajah sedih walau Novi tidak bisa melihatnya.
" Iya mas Novi juga kangen, tapi mas juga harus kerja kalau gak gimana Novi mau shoping kalau uangnya gak ada mas" Ucap Novi sambil tertawa setelah menggoda suaminya.
" Hahaha ternyata istri mas yang imut ini matre juga ya, tapi gak apa mas kerja memang untuk istri mas yang gemesin ini" Danil membayangkan mengecup bibir Novi.
" Ya iya lah mas wanita zaman sekarang kalau gak matre gak bisa mas, banyak kebutuhan yang harus di beli, apa lagi untuk menyenangkan hati suami supaya gak tergoda sama wanita lain di luar sana, yang semok dan pintar merayu mas" Ucap Novi tanpa beban.
" By... Mas hanya akan tergoda sama kamu, gak akan ada selain kamu by, percaya sama mas by, mas sangat mencintaimu, mas akan membuktikannya by, mas hanya mencintai kamu dari dulu, sekarang dan seterusnya, cinta mas sangat tulus untuk mu by" Ucap Danil lirih, Danil mengusap sudut matanya yang sudah basah oleh air matanya, sedih karna wanitanya masih belum mempercayai nya.
__ADS_1
Hening
tidak ada pembicaraan walau HP masih tersambung di sebrang sana.
" By... " Ucap Danil lembut.
" Iya mas, mas udah dulu ya.. Oh ya mas Novi ijin ke showroom ya... Nanti setelah makan siang ada yang mau di bahas sama Adi sebentar mas" Ijin Novi sama Danil.
" Boleh by tapi harus di antar supir " Perintah Danil tak ingin di bantah.
" Iya mas I love you... "
" Love you too my baby" Danil menatap layar hpnya yang menampilkan gambar wajah istrinya yang sedang tersenyum sangat manis, yang Danil ambil dari galeri di HP istrinya.
" Mas akan membuktikan kalau mas akan selalu setia pada kamu by, sampai kita sama - sama menua" Gumam Danil sambil mengecup hpnya.
" Aduh... Apa bos ku sekarang sudah gila, mencium hpnya sendiri sambil senyum - senyum lagi" Ucap Jonathan tiba - tiba sudah berdiri di hadapan Danil, entah kapan Jonathan masuk ke dalam ruangan Danil.
" Memangnya apa yang kamu rasakan Nil? " Tanya Jonathan penasaran.
" Aku kangen pingin ketemu Novi Jon"
" Haaa bukannya tadi pagi baru ketemu Nil? " Jonathan terkejut dengan pernyataan Danil.
" Nah tu... Kamu gak tau kan Jon rasanya berjauhan sama istri, rasanya tu bagai bertahun - tahun gak ketemu Jon" Jujur Danil.
" Haaa pufff hahaha.... Aku gak sangka Danil Putra Anandira yang dingin dan arogan bisa se bucin ini sama istrinya hahaha" Jonathan tertawa sangat keras sampai dia memegang perutnya yang keram karna terlalu keras tertawa.
" Awas kamu ya Jon, kalau nanti kamu menikah, aku doakan kamu akan jauh lebih bucin dari aku" Ucap Danil kesal.
" Hahaha itu gak akan mungkin Nil" Jonathan mengibaskan tangannya ke udara.
__ADS_1
" Oh ya Nil ini informasi tentang Linda, namanya Linda saraswati janda anak dua, dia di cerai karna suaminya miskin, pekerjaan mantan suaminya adalah seorang kuli bangunan, dia tinggal dengan kedua orang tuanya yang sudah tua, jadi dia ke kota memang ingin mencari kerja, karna ke dua anaknya harus melanjutkan sekolahnya"
" Kamu jangan khawatir Nil Alex sendiri yang akan turun langsung mengawasi Novi, dia juga sudah menempatkan orang kepercayaannya di rumahmu jika tidak ada kamu dan Novi di rumah" Jonathan memberikan data informasi Linda ke Danil.
" Ya jadi memang murni mencari kerja, tapi aku harus tetap waspada, aku gak bisa mengusirnya karna Novi ingin membantunya dengan cara mempekerjakan dia, entah kenapa firasatku dia seperti menyembunyikan sesuatu" Gumam Danil.
Sudah tiba waktunya meeting dengan kliennya, Dengan wajah datar dua pria tampan berjalan masuk ke dalam restoran yang ada di dekat perusahaannya. Setelah puas menertawakan ke bucinan sahabat sekaligus atasannya, Jonathan langsung mengingatkan Danil untuk selalu waspada.
Danil melihat kliennya sudah datang terlebih dulu di ruang VIP yang mereka pesan. Dengan santai Danil duduk di kursi yang masih kosong tanpa menyapa kliennya.
" Apa kabar semua" Sapa Jonathan pada lima orang kliennya yang ada di sana, ada tiga laki - laki dan dua orang wanita yang seksi. Itu hal biasa yang di lakukan oleh Danil, karna Danil terkenal sebagai pebisnis yang irit bicara juga sangat cuek dengan keadaan, dan menjadi juru bicaranya adalah asistennya Jonathan, tapi itu yang membuat para kaum hawa tertarik dan sekaligus penasaran dengan Danil.
" Kabar kami baik Pak Jonathan, oh ya pengantin baru udah mulai kerja cari uang buat istrinya ya pak hahaha" Ucap pria paruh baya melirik Danil.
" Iya Pak, atasan saya sebenarnya ingin libur lebih lama tapi pekerjaan nya akan menumpuk jika lama tidak di kerjakan" Ucap Jonathan datar.
Merekapun larut dalam pembicaraan tentang pekerjaan dan berakhir dengan acara makan siang.
" Terimakasih untuk kelanjutan kerjasamanya pak Danil" Danil hanya mengangguk dengan wajah datar. Para kliennya pun satu persatu keluar dari sana.
" Ada apa Nil" Jonathan mendekati Danil yang tengah banyak mengeluarkan keringat.
" Ada yang ingin menjebak ku dengan obat perangsang Jon" Ucap Danil mengepalkan tangannya, karna obat perangsang itu membuat kelelakiannya berhasrat. Dulu waktu di jebak dengan obat laknat itu, Danil belum pernah merasakan nikmatnya pergulatan panas di atas ranjang, tapi sekarang Danil selalu berhasrat apa lagi dekat dengan Novi.
" Sial kenapa aku sampai kecolongan gini" Kesal Jonathan.
" Jon keluarlah aku akan menunggu siapa yang sudah menjebak ku, aku yakin dia sudah menungguku, kamu suruh Alex bawa Novi ke ruanganku, aku akan menyusulnya" Ucap Danil sambil menyeka keringat yang ada di keningnya.
" Tapi ini sangat berbahaya Nil, gimana kalau kamu tidak tahan karna obat itu Nil" Jonathan mulai mengkhawatirkan keadaan Danil.
" Keluarlah Jon" Perintah Danil.
__ADS_1