Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 63 Ijab Qabul


__ADS_3

" Baiklah nak Danil hari ini kalian sudah bertukar cincin, lalu kapan melangsungkan pernikahannya? " Papah Rafa melihat Danil serius.


" Besok pah " Jawab Danil tak kalah serius.


" Uhuk uhuk" Jonathan ter sedak kue lapis yang di makannya.


" Hah... " Papah Rafa dan mamah Rani kaget bersamaan.


" Apa... " Novi melebarkan matanya kaget.


" Danil serius pah, besok ijab qabul aja dulu, Awal bulan depan resepsinya" Danil berucap dengan entengnya.


" Dan itu artinya seminggu lagi nak Danil... " Protes mamah Rani.


" Iya mah" Jawab Danil cepat.


" Nak Danil bukannya mamah gak setuju, memang suatu hal yang baik harus di segerakan, tapi kalau besok acara ijab qabul nya mamah gak akan bisa menyiapkan semuanya" Mamah Rani memberi alasan.


" Papah sama mamah gak usah khawatir ada asisten Danil yang akan mengurus semuanya" Danil melirik Jonathan yang sudah mencebikkan bibirnya.


" Huh... Aku... Juga... Orang yang mau kawin eh nikah aku yang susah, si Danil lagi, apa udah kebelet dia" Ucap Jonathan dalam hati.


" Iya mah biar Jonathan yang handle, mamah sama papah tinggal Terima beres aja" Ucap Jonathan menampilkan senyum paksa nya.


" Tapi mas apa gak terlalu cepat? " Novi membuka suara karna dari tadi hanya diam mendengarkan.


" Tidak Nov kata mamah lebih cepat kan lebih baik"


" Ya sudah terserah kamu saja, tapi sebelum kamu pulang papah ingin bicara berdua saja dengan kamu nak Danil, ayo ke ruang kerja papah" Papah Rafa menatap Danil dengan sorot mata tidak ingin di bantah.


" Baik pah" Ucap Danil.


Papah Rafa dan Danil berjalan menuju ruang kerja papah Rafa beriringan.


" Papah tau kamu serius dengan Novi, tapi papah ingin kamu meyakinkan papah kalau kamu tidak akan menyakiti hati anak kesayangan papah Novi" Papah Rafa menatap tajam Danil.

__ADS_1


Walau di depan yang lain papah Rafa bersikap sangat hangat, tapi hati seorang papah tidak ingin anaknya di sakiti apa lagi yang menyakitinya adalah orang yang sangat dekat dengan nya yaitu suaminya.


" Baik pah, Danil juga memikirkan hal ini saat papah merestui kami, Danil akan siapkan semuanya besok " Danil berucap sangat yakin.


...****************...


" Saya pamit pulang ya Nov, sampai jumpa besok" Danil tersenyum melihat Novi mengangguk.


" Hati - hati di jalan ya mas" Novi melambaikan tangan saat Danil masuk ke dalam mobil bersama Jonathan yang berbinar melihat banyak kue yang dia bawa pulang.


" Jon aku mengandalkan mu" Danil memejamkan mata sambil tersenyum senang.


" Hmmm" Jonathan menjawab dengan ber deham sambil melirik Danil sekilas melalui kaca spion.


" Kamu gak ikhlas aku nikah Jon? " Danil menendang tempat duduk Jonathan.


" Siapa yang bilang Nil... Aku senang kamu bahagia sudah berhasil mendapatkan gadis kecilmu dan menepati janjimu padanya, tapi kenapa secepat ini Danil..... Baru saja tunangan besok udah nikah, kamu kepengen apa kebelet Nil.... Bagus langsung aja nikah " kesal Jonathan.


" Nah itu kamu tau Jon, lebih bagusnya kan langsung nikah, mamah Rani juga bilang kalau niat baik harus di segerakan Jon" Danil tersenyum sesaat lalu berubah serius.


" Apa itu yang membuatmu memutuskan nikah besok, agar Novi tidak merubah pikirannya untuk menikah denganmu? " Jonathan menghela nafas kasar melirik Danil yang hanya diam memejamkan matanya.


" Novi wanita yang pernah selalu di bohongi oleh orang yang dia sayang Nil, bahkan adegan panasnya dengan wanita lain masih berputar jelas di otaknya, mungkin seumur hidupnya dia tidak akan bisa melupakannya, dari itu Novi selalu waspada dengan semua kemungkinan hal itu akan terjadi lagi padanya, apa lagi dia pernah melihatmu dan Mona, dari foto yang aku lihat di sana kamu dan Mona seperti pasangan sedang dinner romantis, dan itu mungkin juga sudah melekat di otak kecilnya Nil" Jonathan menyampaikan apa yang dia pikirkan.


" Iya Jon kamu benar, jadi pastikan besok semuanya berjalan dengan lancar, jangan kamu beritahukan ini pada paman dan bibi selalu orang tua angkat ku termasuk anaknya Mona, kamu juga harus siapkan berkas yang aku minta kemarin" Jonathan langsung melihat Danil dari spion.


" Apa kamu serius Nil? tolong kamu pikirkan lagi Nil" Pinta Jonathan.


" Iya Jon aku serius, aku sudah memikirkannya dan sudah lama aku memutuskan hal itu" Ucap Danil tenang.


" Aduh... Sepertinya aku tidak ingin jatuh cinta Nil" Danil hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan sahabatnya.


" Bagaimana dengan 2 orang itu Jon? "


" Si Budi ada di rumah sakit dan perusahaan kecilnya sudah bangkrut sedangkan Sinta, Alex menjualnya di tempat hiburan malam Mario" Danil hanya mengangguk.

__ADS_1


Tiba di apartemennya Danil membersihkan diri dan memeluk guling dengan wajah penuh senyum dan hati yang berbunga - bunga tidak sabar menantikan hari esok tiba dan gadis kecilnya menjadi miliknya. Perlahan Danil memejamkan mata menjemput alam mimpi.


Sedangkan Jonathan mengerjakan tugasnya menyiapkan acara ijab qabul atasannya sekaligus sahabatnya, walau hati kesal karna tidak tidur semalaman tapi Jonathan juga turut merasakan kebahagiaan Danil.


Pagi hari yang masih belum menampakkan sinar matahari suasana di kediaman papah Rafa sudah sangat ramai, mereka sibuk mempersiapkan acara ijab qabul Danil dan Novi secara dadakan.


" Kalau uang yang bicara semua langsung beres ya pah" mamah Rani melihat ruangan tamu sudah di sulap jadi sangat indah dan sakral.


" Iya mah semoga Novi selalu bahagia ya mah" papah Rafa melihat istrinya sedang mengusap air mata di pipinya.


" Kita doakan yang terbaik untuk anak kita mah" papah Rafa mengusap bahu istrinya dengan penuh kasih sayang.


" Apa Novi sudah siap mah? itu nak Danil sudah datang" Papah Rafa menunjuk Danil yang baru saja masuk bersama dengan asistennya.


" Ya sudah pah mamah lihat Novi dulu"


" Iya mah kalau ijab qabul nya sudah selesai mamah ajak Novi turun ya" papah Rafa mencium kening istrinya dan menyambut kedatangan calon menantunya.


" Sayang... Kamu sangat cantik nak" Mamah Rani melihat Novi sangat anggun dan elegan memakai baju kebaya modern berwarna krem. Sangat cocok di tubuh Novi juga make up yang sedikit tebal tapi terlihat sempurna membuat yang melihatnya pangling.


" Apa sudah boleh turun mah? " Novi terlihat sangat tenang.


" Udah gak sabar ya Nov.... " goda Sasa pada Novi sedangkan Dila masih dengan wajah masam karna baru di beri kabar.


" Tunggu sebentar ya nak, tunggu ijab qabul nya selesai baru kita keluar" mamah Rani membuka sedikit pintu dan terdengar kata " SAH" dari luar menandakan Novi sudah sah menjadi istri dari Danil Putra Anandira.


" Ayo sayang kita keluar" Novi mengangguk dan berjalan pelan ke arah tempat ijab qabul berlangsung di gandeng oleh mamah Rani di iringi dengan Sasa dan Dila di belakangnya.


Degup jantung keduanya berpacu semakin cepat tak kala mata bertemu pandang tapi hal tak terduga terjadi sepatu yang di kenakan Novi tersangkut di baju yang menjulur ke belakangnya hingga tubuh Novi hilang keseimbangan dan hampir terjatuh itu semua tak luput dari mata Danil.


Dengan sigap Danil berdiri karna Novi sudah dekat dengannya dan memegang bahu Novi agar tubuh Novi tidak jatuh, kembali lagi pandangan mata mereka bertemu dengan senyum di wajah masing - masing, momen romantis itu di abadikan oleh Jonathan dengan mata memerah menahan cairan bening yang ingin jatuh di sudut matanya.


" Terima kasih mas Da"


" Iya istriku"

__ADS_1


__ADS_2