
"Siapa yang mmpphh " Danil langsung membungkam bibir Novi dengan bibirnya takut suara Novi terdengar sampai keluar dan orang yang sedang mengintip di depan pintu kamarnya akan mendengar.
Danil melepas ciumannya dan mendekatkan bibirnya ke telinga Novi.
"Jangan keras - keras suaranya by, ada orang di depan pintu kamar kita, mas gak tau apa tujuannya, kita harus bersikap biasa aja dan kamu jangan khawatir ya by.. Mas akan selalu menjaga kamu juga anak kita, kita akan bersandiwara seakan tidak ada orang yang sedang mengintip, dan kita masih dalam rencana awal yaitu pulang besok untuk mengecoh nya, kamu percaya mas kan by" Bisik Danil di telinga Novi.
Meskipun merasa takut tapi Novi sangat mempercayai Danil suaminya, Novi banyak belajar dari sekian banyak ujian rumah tangganya selama ini bersama Danil, mereka saling mencintai dan selalu ingin saling melindungi, itulah yang iya dapat dari introspeksi diri selama Novi berada di desa air terjun.
Kalaupun terjadi hal yang tidak di inginkan baik itu di khianati lagi, Novi sudah pasrah dan itu adalah nasib yang harus Novi jalani, Novi akan menjalankan biduk rumah tangganya bersama Danil tanpa harus ada bayang - bayang masa lalu yang membuat rumah tangganya hancur, karna setiap manusia itu mempunyai sisi yang berbeda.
Selama ini Danil selalu bersikap tegas dalam mengambil sikap, terkhusus menyangkut tentang Novi, Danil selalu memprioritaskan Novi, apa lagi sekarang ada anak di antara mereka, yang akan membuat rumah tangga mereka akan semakin lengkap. Novi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Apa semuanya udah di masukkan by? "
"Belum semuanya mas... Make up Novi jangan di beresin dulu, nanti Novi gak cantik kalau gak ada alat tempur Novi, mas nanti kecantol sama yang cantik - cantik, yang seksi, yang bahenol, yang.... " Novi menggoda Danil, tapi ucapannya di potong oleh Danil yang ingin menggoda Novi juga.
"Mas akan selalu kecantol sama kamu by... Walau kamu gak pake make up, apalagi kalau kamu gak pakai baju, mas akan langsung cantol kamu by" Ucap Danil sambil mencolek hidung Novi.
"Jangan pasang wajah yang menggemaskan gitu by... Nanti mas khilaf makan kamu lagi, kasian anak kita, kalau papahnya jenguk dia terus by" Ucap Danil tersenyum sambil mengelus perut Novi.
"Ih mas jangan dong... Novi masih capek banget ni... Mas ganas banget" Ucap Novi sambil Memanyunkan bibirnya.
"Tapi kamu suka kan by... " Bibir Novi tambah manyun dan langsung di kecup oleh Danil.
"Ish mas kebiasaan" Novi memegang bibirnya yang baru saja di kecup oleh suaminya.
"Kalau gak suka kenapa suara nikmatnya keras banget ya by... Terus wajah kamu menikmati banget loh by... " Ucap Danil membuat Novi langsung membelalakkan matanya.
"Mas.... Ih... Jangan bilang gitu malu" Novi menutup wajah nya dengan selimut karna ucapan Danil yang sangat vulgar membuat wajahnya merona merah, sampai Novi lupa akan sandiwara yang mereka mainkan.
__ADS_1
"Hahaha... " Danil tertawa lepas sambil memeluk tubuh Novi yang sedang menutup wajahnya.
Danil melirik bagian bawah pintu, sudah tidak ada lagi bayangan di sana, Danil melepas selimut yang menutupi wajah Novi, melihat kecantikan natural sang istri yang membuatnya selalu rindu walaupun selalu di dekat Novi.
Mata mereka saling memandang dan terkunci, lalu Danil mengecup kening Novi sangat lama dan melihat mata Novi dalam.
"By... seandainya nanti mas dulu yang akan pergi meninggalkan.. "
"Mas... " Novi menutup bibir Danil dengan satu tangannya sambil menggeleng. Di pegangnya tangan Novi yang menutup bibirnya, di keduanya dan memegangnya erat.
"Ini seandainya by... Mas ingin kamu tetap mencintai mas, dan menyayangi anak - anak kita"
"Novi selalu berdoa, kalau kita gak bisa pergi bersama, Novi ingin Novi dulu yang di panggil menghadap sang pencipta, karna Novi gak bisa hidup tanpa mas hiks hiks"
"Iya by.. maafkan mas ya" Danil mengusap air mata Novi sambil tersenyum.
"Mas mau kita janji satu hal by... "
"Jika salah satu di antara kita pergi dulu, mas ingin kita tetap saling mencintai dan gak akan cari pasangan lagi, walau kita sudah di pisahkan oleh maut atau berpisah karna suatu hal yang gak kita inginkan, kamu mau janji kan by.. " Ucap Danil serius.
"Iya mas Novi akan selalu mencintai mas dan setia sama mas walau kita terpisah oleh apapun" Ucap Novi juga serius.
"Udah ah mas jangan buat Novi takut" Novi memeluk tubuh kekar Danil sangat erat.
"Jangan takut by... Mas akan terus berusaha menjaga kamu juga anak - anak kita" Danil mengecup pucuk kepala Novi berulang - ulang.
"Mas... "
"Iya by... "
__ADS_1
"Novi mau tidur, tapi ingin tidur di peluk sama mas tanpa pakai baju atasan"
"Tapi mas takut nanti khilaf by.. "
"Ya jangan sampai khilaf mas... Entah kenapa Novi ingin tidur seperti itu mas, rasanya enak, menghirup aroma tubuh mas tanpa pakaian, mungkin ini keinginan anak - anak kita mas" Ucap Novi mengelus perut nya, menatap Danil penuh mohon.
"Ya udah mas akan menahannya agar gak khilaf, ini semua demi kalian" Ucap Danil sambil mengelus dan mengecup perut Novi.
Danil melepaskan pakaian atasnya dan Novi juga melepaskan pakaian atasannya juga. Danil meneguk saliva nya susah payah, melihat gunung kembar sang istri yang tengah menggodanya.
"Aduuhh.... Tahan Nil... Tahan... Ini keinginan anak - anak, tapi kenapa kalian menyiksa papah seperti ini nak... " Ucap Danil dalam hati.
Danil dan Novi saling merapatkan tubuh mereka hingga permukaan kulit mereka saling bersentuhan, membuat tubuh mereka menegang, Danil menutupi tubuh mereka dengan selimut, terdengar nafas teratur dari Novi, sedangkan Danil tidak bisa tidur karna hasratnya.
Tapi Danil tetap menahannya walau rasa sesak di bagian celananya. Di lihat wajah cantik Novi yang terlelap, membuat hasratnya semakin meninggi, tapi tetap Danil tahan.
"Kamu sangat menyiksa mas by.. " Gumam Danil dengan suara berat menahan hasrat.
Danil berusaha memejamkan matanya agar bisa tertidur dan akhirnya berhasil, sudah beberapa jam mereka terlelap saling berpelukan, kini mata Novi terbuka dan melihat wajah terlelap suami tampannya.
"Novi yakin mas sangat tersiksa menahan hasrat mas, tapi membuat Novi yakin jika kita berjauhan mas akan bisa menahan hasrat mas yang tinggi itu dari para wanita binal di luar sana"
"Itu udah mas lakukan dari dulu by" Mata Danil terbuka dan menatap wajah Novi.
"Mas tidak pernah berhasrat dengan wanita lain by.. Mas selalu berhasrat hanya dengan kamu by... Bahkan ini mas gak bereaksi di hadapan siapapun, kecuali dengan mu by" Danil mengarahkan tangan Novi ke juniornya.
Novi menatap dalam mata Danil. Novi seperti tidak percaya akan ucapan Danil, karna setau Novi hasrat Danil sangat tinggi dan di ranjang juga perkasa.
"Itu nyata by... Ayo kita bersiap makan malam"
__ADS_1
Saat makan malam sudah ada Wulan dan mbak Atik di sana, semua perlakuan Danil kepada Novi yang membuat siapa pun yang melihatnya langsung meleleh.
Danil menyuapi Novi seperti anak kecil yang takut memakan makanan yang panas, di cobanya dulu di bibirnya kalau sudah tidak panas lagi maka akan di sulang ke dalam mulut Novi. Danil sangat melindungi Novi walau itu hal yang kecil.