Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 103 Balasan Cinta Dari Novi


__ADS_3

"Mas yang pasang sendiri kameranya? kenapa mas? " Ucap Novi terkejut.


"Iya by mas ingin kamu selalu melindungi mas dan mas juga akan melindungi kamu" Ucap Danil sambil tersenyum.


"Mas udah gak muntah lagi? " Tanya Novi.


"Gak by... Ini mas mau lanjut perjalanan lagi"


"Novi membuka HP dan langsung di suguhkan pemandangan mas yang lagi muntah, makanya Novi telpon mas" Ucap Novi lemah.


Selama Novi hamil, Danil lah yang merasakan ngidam dan mual, sedangkan Novi seperti biasa saja, hanya perutnya saja yang terus membuncit.


"Iya by mas mual karena jauh dari kamu by"


"Novi takut mas berpikir kalau Novi yang masang kamera itu" Ucap Novi lirih.


"Maafkan mas yang pernah berpikir negatif padamu by, mas menyesal, sangat menyesal by" Ucap Danil lemah.


Hening tidak ada pembicaraan apapun walaupun HP masih tersambung.


"Mas Novi tutup ya Assalamu'alaikum"


"I love you by waalaikumsalam" Danil melihat layar hpnya menjadi warna hitam, tanda Novi sudah memutuskan panggilan tanpa membalas kata cinta darinya, hatinya terasa sangat sakit, tapi Danil harus menerima semuanya dan harus dapat meluluhkan hati sang istri yang sudah terluka olehnya.


Hampir tiga jam Danil sampai di perusahaan NL, dan langsung mengikuti meeting bersama dengan beberapa kliennya, saat meeting mata Danil hanya fokus pada layar hpnya yang tengah menampilkan aktifitas Novi yang ada di desa air terjun.


Jonathan sang asisten sekaligus sahabatnya hanya bisa menghela nafas panjang, melihat atasannya seperti itu, tapi dia juga ikut merasakan apa yang Danil rasakan. Meeting pun selesai tanpa kendala, Danil langsung masuk ke dalam ruangannya sambil melihat Novi di dalam layar hpnya.


Di dalam ruangannya Danil bekerja di hadapan layar dengan ukuran empat belas inci, menampilkan aktifitas istri tercintanya yang ada di dalam kamarnya. Di lihatnya pergelangan tangannya, jam menunjukkan pukul dua belas tiga puluh menit, tapi Danil belum melihat Novi makan.


Di raihnya HP dan mencari nama my baby untuk menghubungi istrinya.


Tut Tut Tut


Danil melihat Novi memegang hpnya dan terdengar suara wanita yang selalu membuatnya jatuh cinta setiap saat.


"Assalamu'alaikum mas"


"Waalaikumsalam by, kenapa belum makan? " Tanya Danil. Novi melihat sekelilingnya membuat Danil menarik bibirnya.


"Mas ada di mana? " Novi malah balik bertanya.


"Mas ada di perusahaan by, coba kamu buka komputer yang ada di dekat jendela" Titah Danil dan Novi menurutinya.


Terpampang jelas di layar komputer, Danil yang ada di dalam ruangan kerjanya, Novi sampai menutup mulutnya dengan satu tangannya.

__ADS_1


"Jadi mas"


"Iya by mas tau aktifitas kamu dari pagi sampai siang, dan kamu belum makan" Danil melihat Novi tersenyum membuat hatinya terasa hangat.


"Ayo by suruh orang untuk ambilkan makanan, kita makan bersama walau kita jauh" Ucap Danil.


"Mas makan aja dulu nanti Novi menyusul"


"Gak by, kalau kamu belum makan mas juga gak akan makan" Ucap Danil dengan wajah yang di buat cemberut, membuat Novi tertawa renyah.


"Hahaha iya mas Novi ambil dulu ya makanan nya" Novi melihat Danil mengangguk senang.


Danil melihat Novi keluar dari kamar untuk mengambil makanan juga minumannya di dapur, dan masuk lagi ke kamar dengan membawa nampan berisi makanan.


Novi menata makanan di atas meja di depan layar komputer yang masih menampilkan suami tampannya di sana. Danil juga sudah duduk di depan meja yang sudah tersedia menu masakan di sana.


"Ayo makan mas"


"Iya by"


Mereka sama - sama menyantap makanan mereka sambil melihat layar yang ada di hadapannya.


"Ada apa mas? " Novi bertanya karna melihat Danil yang seperti tidak berselera dengan makanan yang di makannya.


"Mas ingin makanan yang kamu makan by" Ucap Danil, Novi melihat makanan yang ada di piring nya lalu melihat menu makanan yang ada di meja Danil.


"Tapi makanan kamu terlihat sangat enak by... " Rajuk nya lagi.


"Hahaha ya udah Novi akan masakkan lagi kalau mas pulang ya" Rayu Novi seperti merayu anak kecil yang lagi ngambek.


Danil sangat senang melihat pujaan hatinya sudah bisa tertawa lepas.


"Janji ya by" Ucap Danil manja.


"Iya mas... "


Mereka melanjutkan acara makan bersama jarak jauh dengan hati yang berbunga, sampai makanan yang ada di hadapannya habis. Danil sampai menggaruk kepalanya yang tidak gatal karna dia melahap habis menu makanan yang ada di atas mejanya.


"Tadi ada yang bilang sama Novi gak selera makan loh mas" Ucap Novi menggoda Danil.


"Iya... Mas juga gak tau, makan sama kamu buat mas jadi lupa kalau mas gak selera makan hehehe" Novi juga tersenyum mendengar ucapan suaminya.


Danil melihat Novi duduk sambil mengelus perutnya yang buncit.


"Kenapa by? apa anak - anak kita nakal? " Ucap Danil khawatir.

__ADS_1


"Gak mas mereka anak yang sangat ngertiin mamahnya"


"I love you by"


"Love you too mas" Balas Novi membuat Danil terpaku.


"Mas.. "


"Mas Da.. " Novi memanggil Danil yang hanya diam melihatnya.


Debaran jantung Danil bertalu - talu mendengar balasan cinta dari Novi yang sudah lama tidak di dengarnya.


"I iya by mas senang, mas sangat senang kamu sudah mau membalas ucapan cinta mas" Danil melihat Novi hanya tersenyum.


Danil melihat Novi terlelap di atas ranjangnya, di usap nya layar di komputer yang ada Novi di sana.


"Mas sangat mencintaimu by, mas janji akan selalu mempercayaimu, maafkan mas yang sudah melukai hatimu, mas gak akan melakukan nya lagi, mas janji by" Gumam Danil terdengar lirih.


"Jon keruangan ku sekarang"


Tak lama pintu ruangan terbuka, tampak Jonathan yang melihat layar komputer, menampilkan Novi yang sedang tertidur pulas di atas ranjang.


"Jangan kamu lihat istriku yang sedang imut" Protes Danil yang melihat Jonathan sedang memperhatikan Novi di layar komputer nya.


Jonathan hanya cuek menghadapi atasannya yang sudah mulai bucin akut lagi.


"Bagaimana dengan wanita itu juga orang tuanya Jon" Danil bertanya dengan wajah yang sangat serius.


"Mona masih dalam perlindungan pria simpanannya, tapi besok dia akan keluar menunjukkan diri karna istri simpanannya sudah mengetahui semuanya, sedangkan perusahaan pamanmu tiga hari ke depan akan kembali menjadi milikmu lagi"


"Tapi Mario memperingatkan mu agar terus waspada"


"Aku mau ke tempat Novi sekarang Jon" Nampak Jonathan menghela nafas, baru saja duduk di perusahaan sudah mau pergi lagi ke tempat wanitanya, meninggalkan pekerjaannya yang menumpuk. Dan yang mengerjakannya pastilah Jonathan.


"Oke pergilah" Ucap Jonathan pasrah.


"Yang ikhlas Jon.. "


"Hmmm" Jawab Jonathan.


Dret Dret


HP Jonathan bergetar tanda panggilan masuk. Jonathan menekan tombol hijau dan meletakkan benda pipih nya di telinganya.


"Apa" Jonathan melihat ke arah Danil sambil mematikan hpnya. Danil hanya melihat Jonathan tanpa ingin bertanya.

__ADS_1


"Mona terluka di ruang lantai bawah Nil" Danil hanya diam tanpa ekspresi. Novi sebenarnya sudah terbangun sejak tadi dan hanya mendengarkan pembicaraan Danil dan Jonathan.


__ADS_2