Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 21 Makan Malam


__ADS_3

" Maaf bang adek udah ambil keputusan dan kita tidak akan ada sentuhan intim lagi" Ucapku dalam hati.


Dalam perjalanan aku dan bang Toni saling diam dalam pikiran kami masing - masing, empat puluh lima menit waktu perjalanan kami sampai di restoran mewah, di bukakan pintu mobil dan di ulurkan nya tangan bang Toni padaku.


Ku sambut uluran tangan bang Toni dan melingkarkan tanganku ke lengan bang Toni, kami berjalan dengan tanganku masih melingkar di lengan bang Toni menuju meja rekan bisnis bang Toni yang diantar oleh salah satu pelayan.


" Huff... Kenapa ada si kutub utara di sini dan... Ada juga selingkuhan bang Toni di sini" Ucapku dalam hati.


" Selamat malam semua" Ucap bang Toni tersenyum pada semua orang.


" Malam Pak Toni silahkan duduk... Siapa wanita cantik ini pak Toni? Saya pikir anda akan datang dengan Sinta" Ucap salah satu teman bisnis bang Toni.


" Kenalkan ini istri saya Novi" Aku menganggukkan kepala tanda hormat tak lupa senyum termanis ku tebarkan.


" Wah ternyata istri anda sangat cantik pantas saja jarang di ajak gabung mungkin juga di kurung di kamar terus" Ucap teman yang ada di samping bang Toni tanpa ada pendamping.


" Iya memang saya jarang membawa istri saya" Ucap bang Toni jujur.


" Ya iya lah istrinya cantik gini, takut di ambil ya gak pak Toni? sekarangkan banyak tu yang namanya pelakor, kita para pria perkuat iman kalau kita tergoda bersiaplah akan kehancuran rumah tangga yang kita impikan, hancur seketika karna hasrat sesaat, menyesal pun tidak ada gunanya karna memang kitalah yang menghancurkannya" Ucapnya diam sejenak.


" Kita gak mau di khianati, jadi kita jangan berkhianat, kalian bayangkan ya tubuh istri kita sudah di jamah selingkuhannya terus kita jamah juga, ih jijik gak, kalau saya pribadi gak akan saya maafkan, di balik aja kalau dia jadi kita mau gak maafin... " Ucapnya dengan pandangan kosong.


" Wih.. Pengalaman hidup ni" Ucap teman di sebelahnya.


" Ya karna saya pernah mengalami yang namanya di khianati, rasanya sakit, huff" Ucapnya nampak kesal.


" Sudah bro semuanya sudah berakhir, tetap semangat kerja bro karna wanita zaman sekarang banyak yang matre susah cari yang tulus" Ucap pria yang baru hadir.


" Hahaha.. " Suara tawa menggema di seluruh ruangan.


Ku lihat tampak perubahan wajah bang Toni, sedangkan Sinta hanya senyum menanggapi ucapan orang orang di sini dan sering curi - curi pandang ke arah mas Danil yang terus memasang wajah datarnya terlihat acuh pada sekitarnya.

__ADS_1


" Dek abang ke toilet sebentar ya" Ucap bang Toni yang ku jawab dengan anggukan kepala.


Tak lama Sinta juga minta ijin ke toilet, ku lihat di layar Hp Ku, bang Toni masuk ke dalam toilet kudengar helaan nafas kasar bang Toni di handset yang ku pasang di telingaku, bang Toni hanya mencuci mukanya dan keluar dari toilet yang ku lihat sudah ada Sinta di sana.


" Jangan hiraukan kata - kata mereka mas, mas gak ingin kehilangan istri mas kan? Jadi biarkan berjalan seperti ini mas" Ucap Sinta ke bang Toni, kulihat Sinta menggenggam tangan bang Toni juga meraba dadanya yang di tepis oleh bang Toni.


" Untuk apa kamu datang? Bukankah sudah aku katakan, aku akan membawa istriku" Ucap bang Toni pada Sinta yang tersenyum manis.


" Aku ingin bersama kekasih ku, walau mas bersama dengan istri mas tapi tidak apa apa" Ucap Sinta mengecup bibir bang Toni sekilas tapi aku tidak bisa melihat reaksi bang Toni karna tidak ada pergerakan apapun.


" Ternyata hatimu luluh juga bang sama selingkuhanmu" Ucapku dalam hati dan tersenyum tipis.


Ku lihat bang Toni berjalan ke arah ku dan tersenyum sampai duduk di sampingku, mereka membicarakan pekerjaan yang membuatku bosan karna cuma aku yang tidak mengerti akan pembicaraan itu, sedangkan semua yang ada di situ terlihat antusias akan pembicaraan nya termasuk Sinta yang sudah pindah tempat duduknya di samping bang Toni.


" Apa masih lama bang? Kalau masih adek tunggu abang di dalam mobil aja ya?" Tanyaku sama bang Toni karna sudah sangat bosan.


" Sebentar lagi ya sayang, ini kunci mobilnya adek duluan aja sebentar lagi abang nyusul ya" Ucap bang Toni menyerahkan kunci mobilnya padaku.


Aku berjalan keluar restoran menuju ke parkiran dan masuk ke dalam mobil tapi tiba tiba ada seseorang yang masuk ke mobil juga.


" Hahaha maaf ya saya sengaja, kenapa pergi? Kamu bosan di sana? " Tanya mas Danil dengan tawanya membuat kadar ketampanannya menguap.


" Eh iy iya mas Da" Jawabku gugup.


" Kamu tidak ada niat belajar bisnis? Kamu harus mengerti tentang bisnis walau sedikit, supaya kamu tau keadaan tempat para karyawan yang kamu pimpin" Ucap mas Danil.


Belum aku menjawab mas Danil, ku dengar bang Toni berpamitan pulang.


" Mas Da pergilah bang Toni akan datang" Ucapku panik.


Mas Danil memegang tanganku dan menatapku lembut membuatku diam terhipnotis oleh wajah tampannya.

__ADS_1


" Kamu sangat cantik" Ucap mas Danil meraba bibirku dan keluar dari mobil.


" Dek.. " Suara bang Toni menyadarkan aku.


" Adek kenapa kok bengong gitu? " Ucap bang Toni mengelus lembut pipiku.


" Gak apa apa bang" Ucapku tersenyum melihat sekitar sudah tidak ada mas Danil.


" Dasar si kutub ini buat aku jantungan aja" Ucapku dalam hati.


" Sudah siap bang? Kita pulangkan? Adek udah capek banget bang" Ucapku lembut.


" Iya udah sayang" Ucap bang Toni tersenyum mengelus rambutku.


Sampai di rumah karna lelah aku langsung ganti pakaianku dengan piyama dan langsung terlelap, sedang kan bang Toni membersihkan diri dulu sebelum terlelap juga di sampingku.


Seperti biasa setiap pagi aku bangun membantu bik Ani dan membersihkan diri tidak lupa memasang kamera di baju bang Toni.


" Sa jemput aku setelah bang Toni pergi" Pesanku pada Sasa.


" Ok aku OTW" Jawab pesan dari Sasa.


" Bang adek ijin keluar ya bareng sasa" Ijinku sama bang Toni.


" Iya tapi jangan nakal ya dan hati hati entah kenapa perasaan abang hari ini gelisah, seperti akan terjadi sesuatu" Ucap bang Toni dengan filing nya.


" Iya bang adek akan hati hati" Ucapku tanpa melihat bang Toni.


" Abang mencintaimu dek, percayalah hati abang sepenuhnya milikmu" Ucap bang Toni sendu memelukku dari belakang.


Tidak ada jawaban dariku, cintaku padanya memang masih ada tapi sudah ku kikis sedikit - sedikit karna penghianatan nya, aku biarkan bang Toni memelukku, pelukan perpisahan.

__ADS_1


" Sudah bang nanti abang telat, harus jadi contoh yang baik untuk karyawan - karyawan abang" Ucapku tersenyum lebar.


" Selamat tinggal suamiku kekasih halalku, karna aku sudah menggugat mu" Gumamku melambaikan tangan melihat mobil bang Toni menjauh dari rumah.


__ADS_2